Apa Kabar...?

Selamat Datang di IPOT-FORUM

Tempat yang tepat untuk berbagi tips, saran hingga keluh kesah di seputar investasi. Silahkan melakukan login terlebih dahulu atau silahkan mendaftar untuk member baru.

Lost your password?
Register

 

*required, username can only be alphanumeric Login
IPOT FORUM
 
Share:
Bagaimana cara Menghitung Tarif Uang Tebusan Amnesti Pajak
2016-08-18 16:44:16




Pengertian Tax Amnesty

Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak adalah kebijakan pemerintah dengan menghapus pajak terhutang serta beban administrasi berupa denda pajak dan sanksi pidana bagi wajib pajak yang saat ini belum melaporkan harta dan kekayaan yang dimilikinya dengan cara membayar uang tebusan sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku.

Wajib Pajak yang bisa menggunakan fasilitas Tax Amnesti ini berupa : Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan Usaha, Wajib Pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) dan Para Pengusaha yang ingin melaporkan sebagian harta yang saat ini belum pernah dilaporkan melalui SPT Tahunan Pajak, bahkan program ini bisa diperuntukkan bagi mereka yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).


Keuntungan Mengikuti Program Amnesti Pajak

Manfaat utama yang diperoleh Wajib Pajak dengan mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
1. Penghapusan Pajak terhutang ;
2. Tidak dikenakan Sanksi Administrasi dan Pidana ;
3. Tanpa Audit Pajak dan Pemeriksaan awal terkait Laporan ;
4. Data yang disampaikan dijamin kerahasiaannya, bahkan sanksi pidana penjara 5 Tahun bagi pihak yang membocorkan informasi ini ;
5. Penghapusan beban PPh terkait proses balik nama aset.


Cara Menghitung Tarif Uang Tebusan Amnesti Pajak dengan menggunakan rumus :


Uang Tebusan = Tarif Pajak X Nilai Harta Bersih

Tarif pajak yang dikenakan bervariasi sesuai dengan waktu Wajib Pajak dalam melapor dan membuat surat pernyataan , semakin cepat akan semakin besar nilai potongan discount yang diberikan.

Besaran tarif pajak sesuai dengan undang-undang nomor 11 Tahun 2016 mengenai Tax Amnesty :


A. Tarif Pajak Tax Amnesty

1. Wajib Pajak yang memiliki harta dalam negeri ;
Periode I : Tarif 2%, penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Juli sampai dengan 30 September 2016.
Periode II : Tarif 3%, penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2016.
Periode III : Tarif 5%, penyampaian surat pernyataan pada periode 1 Januari hingga 31 Maret 2017.

2. Wajib Pajak yang memiliki harta di luar negeri ;
Periode I : Tarif 4%, penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Juli sampai dengan 30 September 2016.
Periode II : Tarif 6%, penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2016.
Periode III : Tarif 10%, penyampaian surat pernyataan pada periode 1 Januari hingga 31 Maret 2017.

Catatan :
Jika aset yang berada di luar negeri tersebut dialihkan ke dalam negeri maka tarif yang dikenakan adalah sesuai dengan tarif harta dalam negeri atau sesuai dengan point nomor 1 diatas.
Semakin cepat melapor maka akan semakin besar potongan discount yang diterima ole WP.


3. Wajib Pajak yang memiliki UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) ;
Tarif : 0,5% pada periode 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017, bagi WP yang memiliki harta sampai dengan 10 Milyar
Tarif : 2% pada periode 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017, bagi WP yang memiliki harta diatas 10 Milyar


B. Harta Bersih

Nilai Harta bersih dihitung dengan cara mengurangi seluruh harta yang dimiliki dengan nilai hutang atas perolehan aset tersebut, dengan ketentuan maksimal hutang adalah 75% dari nilai aset untuk WP Badan Usaha dan 50% untuk WP Orang Pribadi.

Contoh Perhitungan Uang Tebusan Tax Amnesty :

Ilustrasi PT. ABCD adalah WP badan Usaha yang telah melaporkan SPT PPh Badan terakhir untuk tahun 2015 pada periode 31 Maret 2016, namun ada harta tambahan senilai lebih kurang 1 Milyar yang dimiliki perusahaan belum dilaporkan dalam SPT dan ingin melaporkan pada periode pertama, perhitungan uang tebusannya adalah sebagiai berikut :

Unag Tebusan = 2% X (25% X 1 Milyar) atau 2% X 250 juta = Rp 5 juta

Catatan : Patokan nilai harta bersih diperoleh dengan menghitung nilai harta dikurangi dengan nilai maksimal hutang atas perolehan harta tersebut, dengan catatan bahwa nilai hutang tersebut belum dicantumkan dalam laporan SPT PPh Badan terakhir.

(sjp)

Copyright © 2011 INDOPREMIER IPOT-FORUM | "IPOT FORUM" is a registered trademark. All rights reserved.
Wisma GKBI 7/F Suite 718 | Jl. Jend. Sudirman No. 28 | Jakarta 10210 - Indonesia