Apa Kabar...?

Selamat Datang di IPOT-FORUM

Tempat yang tepat untuk berbagi tips, saran hingga keluh kesah di seputar investasi. Silahkan melakukan login terlebih dahulu atau silahkan mendaftar untuk member baru.

Lost your password?
Register

 

*required, username can only be alphanumeric Login
IPOT FORUM
 
Share:
Harga Saham pada Perdana
2016-12-01 14:50:08




Setiap perusahaan publik pasti akan melewati dua jenis pasar. Yang pertama adalah pasar perdana dan yang kedua adalah pasar sekunder atau sering juga disebut pasar reguler. Pasar perdana adalah pasar dimana untuk pertama kalinya perusahaan menawarkan sahamnya ke masyarakat pada harga perdana. Dari sini dapat disimpulkan bahwa harga perdana adalah harga penawaran saham saat penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dilakukan.

Dalam definisi tersebut yang dimaksud harga perdana tampaknya sangat sederhana. Ia hanya menunjukkan sebuah harga penjualan saham perusahaan yang akan go public. Namun, jika didalami, perjalanan atau proses untuk menentukan harga perdana suatu saham tidaklah sederhana. Banyak faktor yang harus diperhitungkan sebelum menetapkannya. Faktor itu misalnya kondisi pasar, besar kecilnya permintaan, dan kondisi fundamental perusahaan yang akan go public.

Seperti diketahui bahwa setiap perusahaan yang akan go public selalu didampingi oleh penjamin emisi saham. Tugas penjamin emisi ini adalah untuk mempersiapkan proses penawaran saham yang akan dilakukan oleh emiten. Ia membentuk sindikasi penjamin emisi, menyeleksi perusahaan sekuritas yang akan bertindak sebagai agen penjualan (selling agent), menjajakan (road show) saham ke investor-investor potensial, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sebelum menetapkan harga perdana, pihak penjamin emisi -bersama manajemen perusahaan yang akan go public- melakukan perhitungan dan menetapkan berapa banyak saham yang akan ditawarkan ke publik. Biasanya porsi saham yang ditawarkan ke publik bersifat optional. Artinya, besar kecilnya porsi saham yang ditawarkan akan ditentukan setelah menjajaki kekuatan pasar. Jika pasarnya kuat dan permintaannya besar, maka porsi saham yang ditawarkan akan besar pula. Di sini jelas bahwa kondisi pasarlah yang menentukan penawaran saham.

Begitu pula dengan penentuan harga saham perdana. Sebelum ditawarkan ke publik atau investor strategis, pihak penjamin emisi dan emiten terlebih dahulu melakukan kesepakatan (due dilligence) dan menentukan range atau kisaran harga. Nah, kisaran harga inilah yang kemudian diajukan kepada anggota sindikasi penjamin emisi dan agen penjual, termasuk juga ketika penjamin emisi dan emiten melakukan road show dalam rangka menawarkan saham ke investor.

Misalnya begini. Dalam due dillegence antara penjamin emisi utama dan emiten telah tercapai kesepakatan bahwa harga perdana akan ditetapkan pada kisaran Rp450 hingga Rp540 misalnya. Nah, proses menentukan harga perdana kemudian dilakukan melalui mekanisme yang disebut masa penawaran awal (book building method). Investor yang berminat untuk mengajukan pemesanan bisa menyampaikannya melalui penjamin emisi atau anggota sindikasi penjamin emisi atau agen penjualan.

Pada tahapan ini, investor akan memasukkan pemesanan dan indikasi harga perdana. Misalnya, investor A memesan saham sebanyak 10 juta lembar di harga Rp460. Lalu, investor B memesan sebanyak 20 juta lembar di harga Rp580. Ada juga yang berani mengajukan pemesanan di harga Rp520, dan seterusnya. Pendek kata, di tahapan ini calon investor yang menyatakan minatnya bisa mengajukan volume pemesanan serta harga pemesanan.

Semua pemesanan yang masuk saat book building dibuat rekapitulasinya.

Harga perdana biasanya ditetapkan berdasarkan jumlah pemesanan terbesar saat book building dilakukan. Misalnya, saat book building volume pemesanan terbesar terjadi pada harga Rp500. Harga pemesanan dengan volume terbesar ini diasumsikan sebagai harga terbaik saat itu. Dengan melihat kondisi pasar saat itu dan target perolehan dana go public, penjamin emisi utama dan emiten akan memutuskan bahwa harga Rp500 sebagai harga perdana penawaran saham.

Apakah harga perdana ini nantinya akan mengalami kenaikan saat masuk ke pasar sekunder? Bisa ya, bisa tidak. Hal itu tergantung pada besar kecilnya permintaan pasar saat penawaran umum dilakukan. Jika pemesanan yang masuk lebih besar dari jumlah saham yang ditawarkan maka itu berarti terjadi kelebihan permintaan (oversubcribed). Jika kondisinya oversubcribed, kemungkinan besar harga di pasar sekunder akan naik. Tapi jika yang terjadi sebaliknya -yaitu jumlah penawaran lebih besar dari pemesanan (undersubscribed)- maka bukan tidak mungkin saat masuk pasar sekunder harganya terkoreksi.
(sjp)


sumber :https://economy.okezone.com

RE : Harga Saham pada Perdana
2018-03-02 16:07:37

Apabila harga penawaran perdana saham ditentukan Rp. 500,- lalu bagaimana nasib yang investor yang telah melakukan penawaran awal (book building method) di bawah harga Rp. 500,- ? apakah serta merta pesanan meraka di batalkan secara sepihak?




Setiap perusahaan publik pasti akan melewati dua jenis pasar. Yang pertama adalah pasar perdana dan yang kedua adalah pasar sekunder atau sering juga disebut pasar reguler. Pasar perdana adalah pasar dimana untuk pertama kalinya perusahaan menawarkan sahamnya ke masyarakat pada harga perdana. Dari sini dapat disimpulkan bahwa harga perdana adalah harga penawaran saham saat penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dilakukan.

Dalam definisi tersebut yang dimaksud harga perdana tampaknya sangat sederhana. Ia hanya menunjukkan sebuah harga penjualan saham perusahaan yang akan go public. Namun, jika didalami, perjalanan atau proses untuk menentukan harga perdana suatu saham tidaklah sederhana. Banyak faktor yang harus diperhitungkan sebelum menetapkannya. Faktor itu misalnya kondisi pasar, besar kecilnya permintaan, dan kondisi fundamental perusahaan yang akan go public.

Seperti diketahui bahwa setiap perusahaan yang akan go public selalu didampingi oleh penjamin emisi saham. Tugas penjamin emisi ini adalah untuk mempersiapkan proses penawaran saham yang akan dilakukan oleh emiten. Ia membentuk sindikasi penjamin emisi, menyeleksi perusahaan sekuritas yang akan bertindak sebagai agen penjualan (selling agent), menjajakan (road show) saham ke investor-investor potensial, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sebelum menetapkan harga perdana, pihak penjamin emisi -bersama manajemen perusahaan yang akan go public- melakukan perhitungan dan menetapkan berapa banyak saham yang akan ditawarkan ke publik. Biasanya porsi saham yang ditawarkan ke publik bersifat optional. Artinya, besar kecilnya porsi saham yang ditawarkan akan ditentukan setelah menjajaki kekuatan pasar. Jika pasarnya kuat dan permintaannya besar, maka porsi saham yang ditawarkan akan besar pula. Di sini jelas bahwa kondisi pasarlah yang menentukan penawaran saham.

Begitu pula dengan penentuan harga saham perdana. Sebelum ditawarkan ke publik atau investor strategis, pihak penjamin emisi dan emiten terlebih dahulu melakukan kesepakatan (due dilligence) dan menentukan range atau kisaran harga. Nah, kisaran harga inilah yang kemudian diajukan kepada anggota sindikasi penjamin emisi dan agen penjual, termasuk juga ketika penjamin emisi dan emiten melakukan road show dalam rangka menawarkan saham ke investor.

Misalnya begini. Dalam due dillegence antara penjamin emisi utama dan emiten telah tercapai kesepakatan bahwa harga perdana akan ditetapkan pada kisaran Rp450 hingga Rp540 misalnya. Nah, proses menentukan harga perdana kemudian dilakukan melalui mekanisme yang disebut masa penawaran awal (book building method). Investor yang berminat untuk mengajukan pemesanan bisa menyampaikannya melalui penjamin emisi atau anggota sindikasi penjamin emisi atau agen penjualan.

Pada tahapan ini, investor akan memasukkan pemesanan dan indikasi harga perdana. Misalnya, investor A memesan saham sebanyak 10 juta lembar di harga Rp460. Lalu, investor B memesan sebanyak 20 juta lembar di harga Rp580. Ada juga yang berani mengajukan pemesanan di harga Rp520, dan seterusnya. Pendek kata, di tahapan ini calon investor yang menyatakan minatnya bisa mengajukan volume pemesanan serta harga pemesanan.

Semua pemesanan yang masuk saat book building dibuat rekapitulasinya.

Harga perdana biasanya ditetapkan berdasarkan jumlah pemesanan terbesar saat book building dilakukan. Misalnya, saat book building volume pemesanan terbesar terjadi pada harga Rp500. Harga pemesanan dengan volume terbesar ini diasumsikan sebagai harga terbaik saat itu. Dengan melihat kondisi pasar saat itu dan target perolehan dana go public, penjamin emisi utama dan emiten akan memutuskan bahwa harga Rp500 sebagai harga perdana penawaran saham.

Apakah harga perdana ini nantinya akan mengalami kenaikan saat masuk ke pasar sekunder? Bisa ya, bisa tidak. Hal itu tergantung pada besar kecilnya permintaan pasar saat penawaran umum dilakukan. Jika pemesanan yang masuk lebih besar dari jumlah saham yang ditawarkan maka itu berarti terjadi kelebihan permintaan (oversubcribed). Jika kondisinya oversubcribed, kemungkinan besar harga di pasar sekunder akan naik. Tapi jika yang terjadi sebaliknya -yaitu jumlah penawaran lebih besar dari pemesanan (undersubscribed)- maka bukan tidak mungkin saat masuk pasar sekunder harganya terkoreksi.
(sjp)


sumber :http://economy.okezone.com

Copyright © 2011 INDOPREMIER IPOT-FORUM | "IPOT FORUM" is a registered trademark. All rights reserved.
Wisma GKBI 7/F Suite 718 | Jl. Jend. Sudirman No. 28 | Jakarta 10210 - Indonesia