Apa Kabar...?

Selamat Datang di IPOT-FORUM

Tempat yang tepat untuk berbagi tips, saran hingga keluh kesah di seputar investasi. Silahkan melakukan login terlebih dahulu atau silahkan mendaftar untuk member baru.

Lost your password?
Register

 

*required, username can only be alphanumeric Login
IPOT FORUM
 
Share:
Perencanaan Asuransi (Insurance Plan)
2016-05-20 15:10:03

Perencanaan Asuransi (Insurance Plan)



Perencanaan Asuransi (Insurance Plan) adalah salah satu laporan (output) dari aktifitas anda melakukan perencanaan keuangan. Walaupun kita mengenal bahwa asuransi terbagi menjadi asuransi jiwa (life insurance) dan asuransi kerugian (general insurance), fokus perlindungan asuransi dalam perencanaan keuangan adalah perlindungan (asuransi) terhadap jiwa dari pada individu terkait (insured).



Tujuan dari perencanaan asuransi adalah untuk memastikan apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap diri kita, setidaknya tujuan atau impian kita dapat tetap tercapai (yang dimaksud tujuan dan impian bagi orang - orang yang menjadi tanggung jawab kita atau orang - orang yang kita cintai)


Selain jangka waktu atau masa pertanggungan asuransi jiwa yang kita inginkan, beberapa variabel yang digunakan oleh para ahli perencanaan keuangan untuk menghitung jumlah Uang Pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa :
  1. Penghasilan (Income)
    Potensial penghasilan yang dapat dihasilkan menjadi salah satu variabel yang digunakan dalam metode perhitungan jumlah uang pertanggungan asuransi.
  2. Kewajiban Hutang yang belum Lunas (Outstanding Liabilities)
    Tanggung jawab tertanggung atas hutang yang belum lunas wajib diperhitungkan ke dalam perhitungan jumlah uang pertanggungan asuransi.
  3. Asuransi Jiwa yang telah dimiliki (Any Existing Insurance)
    Umumnya golongan karyawan telah diasuransikan oleh perusahaan tempat bekerjanya, jumlah pertanggungan asuransi yang telah dibiayai oleh perusahaan tempat bekerja menjadi pengurang jumlah uang pertanggungan yang diperlukan, sehingga tidak terjadi kelebihan asuransi (over-insured) yang mengakibatkan premi asuransi yang dibayarkan menjadi tidak berlebihan.
  4. Biaya lain yang diharapkan (Other Expected Costs)
    Biaya keluarga dan tanggungan yang diharapkan seperti biaya pendidikan, biaya hidup sampai dengan periode mandiri.



Metode perhitungan jumlah uang pertanggungan asuransi dibagi berdasarkan variabel yang digunakan untuk memperhitungkan jumlah tersebut.
  1. Metode Pengganti Penghasilan (Income Replacement Approach)
  2. Metode Analisa Kebutuhan (Needs Analysis Approach)
  3. Metode Campuran (Human Life Value Approach)



Metode Pengganti Penghasilan (Income Replacement Approach)


Metode Pengganti Penghasilan (Income Replacement Approach) adalah perhitungan uang pertanggungan asuransi paling sederhana dengan hanya memperhitungkan penghasilan tahunan anda saat ini.

Jangka waktu produktif adalah memperkirakan jangka waktu tertanggung (insured) dalam keadaan mampu memproduksi penghasilan sampai dengan masa pensiunnya. Metode ini mengasumsikan walaupun tertanggung telah meninggal, keluarga yang ditinggalkan akan menerima uang pertanggungan sebesar apabila tertanggung bekerja sampai dengan usia pensiun yang diharapkannya.




Metode Analisa Kebutuhan (Needs Analysis Approach)


Dasar perhitungan uang pertanggungan asuransi dengan menggunakan metode ini berfokus kepada pemenuhan biaya – biaya kehidupan dan biaya yang diharapkan (impian) daripada individu – individu yang menjadi tanggungan tertanggung (insured).


Total biaya hidup keluarga tertanggung :
apabila anak – anak umumnya dihitung menggunakan asumsi sampai dengan usia tamat pendidikan tinggi sekitar usia 22 tahun dan dewasa di hitung menggunakan rata- rata masa perkiraan hidup, umumnya untuk pria 72 tahun, wanita 70 tahun.


Total biaya yang diharapkan :
Umumnya kita mengetahui biaya saat ini, untuk menghitung biaya masa yang akan datang dapat menggunakan formula Time of Money – Future Value.


Sebagai ilustrasi, kondisi Tuan A (sebagai tertanggung) adalah sebagai berikut :
  1. Tuan A memiliki istri (usia 37 tahun, tidak bekerja) dan anak lelaki (usia 8 tahun)
  2. Kebutuhan hidup bulanan keluarga Tuan A sebesar Rp. 6,000,000
  3. Perkiraan biaya pendidikan tinggi anak lelaki 10 tahun mendatang sebesar Rp. 850,000,000
  4. Tuan A saat ini belum memiliki perlindungan asuransi jiwa sama sekali dan tidak memiliki hutang apapun
    *dalam regulasi hutang – piutang beberapa kasus tidak mewajibkan pelunasan hutang apabila terjadi kematian pada pihak kreditur



Berapa jumlah uang pertanggungan sewajarnya dari asuransi jiwa Tuan A dengan kondisi sesuai dengan ilustrasi di atas ?
  1. Pertama, kita hitung dahulu total kebutuhan biaya hidup keluarga yang ditinggalkan Tuan A adalah menggunakan asumsi perkiraan hidup. Keseluruhan biaya dari 3 orang adalah Rp. 6.000.000, maka biaya perorang (istri dan anak lelaki) adalah Rp. 2.000.000 perbulan.
  • perkiraan total kebutuhan hidup istri adalah Rp. 2,000,000 * 12 bulan * (70 tahun – 37 tahun) sebesar Rp. 792,000,000
  • perkiraan total kebutuhan anak lelaki (sampai dengan usia mandiri) adalah Rp. 2,000,000 * 12 bulan * (22 tahun – 10 tahun) sebesar Rp. 144,000,000
    Total kebutuhan hidup keluarga tertanggung adalah Rp. 936,000,000.
  1. Total biaya yang diharapkan sebagai biaya pendidikan tinggi anak lelaki 10 tahun mendatang adalah Rp. 850,000,000.
  2. Tuan tidak memiliki kewajiban hutang yang belum terlunasi dan perlindungan asuransi dari tempatnya bekerja.



Anda benar apabila anda menjawab total jumlah uang pertanggungan asuransi yang sewajarnya adalah Rp. 1,786,000,000.
Perhitungan uang pertanggungan asuransi yang umumnya atau paling banyak digunakan adalah Metode Pengganti Penghasilan (Income Replacement Approach) dan Metode Analisa Kebutuhan (Needs Analysis Approach).


Metode Campuran (Human Life Value Approach)


Menghitung uang pertanggungan asuransi menggunakan metode Campuran (Human Life Value Approach) adalah menghitung selisih penghasilan tertanggung dikurangi biaya pribadi dan biaya pajak hanya dari tertanggung pribadi (penghasilan bersih / net income).
Metode Campuran (Human Life Value Approach) mirip dengan Metode Pengganti Penghasilan (Income Replacement Approach), tetapi variabel yang digunakan adalah penghasilan bersih (Net Income).


Kesimpulan


Asuransi bersifat sebagai jaring pengaman (safety net). Perhitungan uang pertanggungan dihitung dengan asumsi tertanggung meninggal dunia setelah perhitungan selesai dibuat. Jumlah uang pertanggungan asuransi menggunakan 3 (tiga) metode di atas tidak bersifat mutlak.


(IPOTAcademy/RR)

Copyright © 2011 INDOPREMIER IPOT-FORUM | "IPOT FORUM" is a registered trademark. All rights reserved.
Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190 - Indonesia