Apa Kabar...?

Selamat Datang di IPOT-FORUM

Tempat yang tepat untuk berbagi tips, saran hingga keluh kesah di seputar investasi. Silahkan melakukan login terlebih dahulu atau silahkan mendaftar untuk member baru.

Lost your password?
Register

 

*required, username can only be alphanumeric Login
IPOT FORUM
 
Share:
Manajemen Risiko (Risk Management)
2016-05-24 16:22:46


Manajemen Risiko (Risk Management)



Definisi Manajemen Risiko


Manajemen Risiko (Risk Management) dalam konteks investasi adalah suatu proses identifikasi, analisis, dan melakukan suatu usaha untuk menghilangkan atau meminimalisir (mitigasi) ketidak-pastian dalam pengambilan keputusan investasi. Sederhananya, manajemen risiko adalah proses menentukan potensi risiko di dalam investasi dan menangani risiko tersebut dengan solusi terbaik yang sesuai dengan tujuan investasi anda.


Tujuan utama memiliki strategi manajemen risiko di tempat dan waktu yang tepat dapat membantu anda mengendalikan (controlling) potensi hasil negatif yang mungkin terjadi.


Dasar Manajemen Risiko


Manajemen risiko merupakan salah satu bagian terpenting di dalam aktivitas bisnis suatu perusahaan, dimana perusahaan – perusahaan dewasa ini menginvestasikan waktu dan dana untuk mengembangkan strategi mengelola atau manajemen risiko ini. Dan sesungguhnya aktivitas manajeman risiko bagian yang tidak terpisahkan di dalam seluruh bagian kehidupan kita, termasuknya di dalamnya bagaimana seorang investor individual mengelola risiko terkait dengan kegiatan investasinya.


Berikut ini adalah gambaran menyeluruh manajemen risiko umum yang dapat dikembangkan dengan mengindentifikasi dan mengendalikan spesifik risiko yang terkait dengan investasi (risiko investasi).


Langkah dalam mengelola risiko


Berikut ini adalah 4 (empat) langkah proses dalam mengelola risiko.
  1. Menilai Risiko (Assess the Risk)
    Tahap mengindentifikasi risiko dan potensi bahaya atau segala sesuatu yang dapat menyebabkan kerusakan.
  2. Menggelompokkan Risiko (Categorize the Risk)
    Langkah berikutnya adalah menggelompokkan risiko, dimana tahap ini merupakan langkah terpenting dalam manajemen risiko. Seringkali seseorang terfokus kepada solusi penanganan risiko yang memiliki potensi kejadian (occurence) yang tinggi tetapi memiliki potensi kerugian atau kerusakan (loss/severity) yang rendah.
    Risiko dapat dikelompokan dalam 2 (dua) karakter yaitu :
    • Potensi Kejadian (Occurence),dan
    • Potensi Kerugian/Kerusakan (Loss/Severity).

    Di bawah ini ilustrasi mengenai kuardran risiko berdasarkan karakteristiknya

  3. Pertimbangkan Opsi Penyelesaian Anda (Consider Your Options)
    Setelah anda menentukan kategori risiko, langkah berikutnya adalah memilih metode yang tepat untuk mengatasi risiko tersebut.
    Teknik penanganan suatu risiko, sebagai berikut :
    • Menanggung Risiko (Risk Retention)
    • Teknik penanganan risiko dengan cara mempersiapkan diri untuk menanggung risiko yang berpotensi terjadi.
    • Contoh kasus, penyakit flu umum (influenza) mudah menyerang siapa pun tetapi tidak menimbulkan dampak yang besar, bukan ? Solusi penanganan risiko ini adalah mempersiapkan dana sebagai biaya pengobatan.
    • Menghindari Risiko (Risk Avoidance)
    • Risiko tertentu dapat dihindari (avoid). Sebagai contoh, jika anda memiliki penyakit jantung maka hindari permainan olah raga ekstrem yang dapat memicu risiko serangan jantung.
    • Mengalihkan Risiko (Risk Transfer)
    • Teknik penanganan risiko dengan cara mengalihkan (transfer) risiko kepada pihak lain. Praktek penanganan risiko ini adalah asuransi (insurance), dimana pihak pembeli polis asuransi menyerahkan sebagian atau keseluruhan risiko kepada pihak penerbit asuransi.
    • Teknik penanganan ini umumnya terhadap kategori risiko yang memiliki potensi kejadian yang rendah dan potensi kerugian/kerusakan yang besar (low occurence & high loss/severity).
    • Mengurangi Risiko (Risk Reduction)
    • Risiko yang tidak dapat dihindari (avoid) dan memiliki potensi kerugian/kerusakan yang besar, sedapat mungkin untuk dikurangi (deduct) potensi kejadian (occurence) dan potensi kerugian/kerusakan (loss/severity) yang pada akhirnya harus ditanggung (retain) oleh anda.
    • Salah satu contoh teknik mengurangi potensi kerugian dalam investasi adalah melakukan penyebaran risiko atau diversifikasi (diversification).
  4. Implementasi Strategi Anda (Implement Your Strategy)
    Langkah terpenting adalah implementasikan strategi manajemen risiko anda. Proses manajemen risiko adalah proses yang membutuhkan komitmen dan konsistensi individu yang dilakukan secara berkesinambungan, sehingga dibutuhkan juga evaluasi secara berkala dan penyesuaian apabila diperlukan.


Kesimpulan


Selama ini anda mungkin berpendapat bahwa semakin besar potensi hasil (return) semakin besar juga potensi risiko yang dihadapi ? Jika diibaratkan perbandingan adalah 1 : 1 (satu berbanding satu) ?
Jika seorang investor tidak memiliki pengetahuan dan manajemen risiko membuat perbandingan potensi risiko yang mungkin terjadi menjadi berlipat – lipat kali (multiple) lebih banyak dari pada potensi imbal hasil yang diharapkan.
Satu lagi alasan pasti mempersiapkan dan melakukan manajemen risiko adalah faktor yang membedakan seorang pelaku bisnis ataupun investor dengan seorang penjudi.


Artikel ini berisi kerangka dasar untuk mengelola risiko. Manajemen risiko tidak hanya untuk perusahaan tetapi dapat digunakan secara individual dan ini PENTING.


RE : Manajemen Risiko (Risk Management)
2016-05-27 09:21:54



Helloo,, saya investor newbie nih... ingin lebih tau ttg yg dimaksud dengan Kejadian (Occurence), bisakah dijelaskan lebih detail dan mohon berikan contoh atau gambarannya.

terima kasih.

RE : Manajemen Risiko (Risk Management)
2016-06-21 10:33:20



Helloo,, saya investor newbie nih... ingin lebih tau ttg yg dimaksud dengan Kejadian (Occurence), bisakah dijelaskan lebih detail dan mohon berikan contoh atau gambarannya.

terima kasih.



Occurence adalah kemungkinan atau probabilitas atau frekuensi terjadinya suatu kesalahan.
Misalnya : Saham itu ada yang namanya saham unggulan ataupun saham gorengan, dimana saham ini sangat fluktuatif harganya, potensi naik turun harga yang cukup tinggi ini disebut sebagai risiko kejadian (occurence)
Atau contoh lainnya adalah Karyawan disuatu perusahaan mengambil ATK (Alat Tulis Kantor) yang merupakan fasilitas dari kantor maka harus dimitigasi (antisipasi) agar tidak terjadi kejadian seperti itu.

Copyright © 2011 INDOPREMIER IPOT-FORUM | "IPOT FORUM" is a registered trademark. All rights reserved.
Wisma GKBI 7/F Suite 718 | Jl. Jend. Sudirman No. 28 | Jakarta 10210 - Indonesia