This is an RSS feed from IPOT-FORUM. It allows you to stay up to date with the forum without visiting the site. To subscribe to this "feed", you will need a News Reader or other similar device. en Sun, 26 May 2019 00:44:13 +0700 http://www.ipotforum.com/forum/img/ipotforum-Logo.svg IPOT-FORUM http://www.ipotforum.com/ [Perencana Keuangan] : Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1141 Sebagian besar kalangan muda yang rentan usianya memasuki umur 20an tidak dapat mengontrol keuangannya dengan baik. Hal ini akan mengakibatkan kondisi keuangan menjadi tidak baik jika terus-terusan menghabiskan uang untuk hal yang tidak dibutuhkan.<br /> <br /> Apa saja sekiranya tindakan yang dapat Anda hindari agar tidak terjebak dengan kebiasaan buruk mengelola keuangan? Berikut ulasannya seperti dilansir:<br /> <br /> <b>1. Terlalu bergantung pada orang tua</b><br /> Hilangkan kebiasaan bergantung pada orang tua secara terus menerus. Anda harus mulai memikirkan kebutuhan finansial jangka panjang. Ketika sudah mampu menyokong kebutuhan finansial Anda sendiri, Anda akan bisa lebih menghargai arti uang.<br /> <br /> <b>2. Mengeluarkan uang untuk keperluan jangka pendek</b><br /> Sebagian besar anak muda hanya mempunyai tujuan keuangan jangka pendek. Namun, jika Anda mampu untuk menetapkan tujuan keuangan jangka pendek, seharusnya Anda pun mampu membuat perencanaan jangka panjang. Tentukan berapa banyak Anda ingin menyimpan uang Anda dalam setahun, dan mulailah mengatur strategi agar mampu mewujudkan hal tersebut.<br /> <br /> <b>3. Tidak catat pengeluaran</b><br /> Mencatat adalah hal yang mudah dan sederhana namun tidak semua orang mau melakukannya. Jadi, jika Anda ingin benar-benar merencanakan keuangan dengan tepat, maka biasakan mencatat setiap adanya pengeluaran.<br /> <br /> Bukan hanya dapat lebih mudah mengetahui ke mana pengeluaran, mencatat pengeluaran pun dapat melatih kesadaran Anda untuk bertanggung jawab atas setiap pengeluaran yang dilakukan.<br /> <br /> <b>4. Ketergantungan kartu kredit</b><br /> Ketergantungan memakai kartu kredit dalam bertransaksi merupakan masalah besar yang perlu diperhatikan bagi kaum muda. Jika Anda memilih untuk membuat pembayaran bulanan minimum, utang kredit Anda baru akan lunas saat Anda berusia 30-an. Cobalah fokus untuk melunasi utang kartu kredit sesegera mungkin.<br /> <br /> <b>5. Menunggu banyak uang sebelum mulai investasi</b><br /> Mungkin bagi yang berusia muda menganggap investasi hal yang membingungkan, namun hal ini ternyata benar-benar bisa menguntungkan keuangan Anda. Jika Anda memutuskan untuk berinvestasi, mintalah saran dan informasi dari yang lebih berpengalaman.<br /> <br /> Karena sebuah investasi yang salah pun hanya akan merugikan. Namun jika Anda telah memiliki pengetahuan yang baik untuk berinvestasi, maka itu akan mengubah kondisi finansial menjadi lebih baik.<br /> <br /> <b>6. Tidak menabung</b><br /> Kalangan muda yang berusia 20an cenderung sudah merasa cukup apabila sudah mempunyai uang untuk membayar sewa kosan dan membeli makanan dan minuman sehari-hari. Padahal, memiliki perencanaan keuangan sedini mungkin diperlukan untuk menghadapi keadaan darurat di kemudian hari.<br /> <br /> Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang harus Anda hindari untuk dapat mengelola keuangan Anda dengan baik saat usia muda. Terapkan mulai dari sekarang, jangan sampai masalah keuangan menjadi mimpi buruk bagi kehidupan Anda. Semoga bermanfaat.<br /> <br /> Sumber :<br /> https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3333016/hindari-6-kebiasaan-buruk-mengelola-keuangan-di-usia-muda<br /> <br /> (RS) Mon, 31 Oct 2016 11:49:49 +0700 [Perencana Keuangan] : Kesalahan Finansial yang Bisa Anda Sesali 10 Tahun Kemudian https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1130 <br /> <br /> <br /> Kehidupan di masa dewasa penuh dengan keputusan finansial. Jika tidak ditentukan dengan tepat, bukan tidak mungkin hidup Anda jadi kurang nyaman di waktu yang akan datang Perencanaan keuangan memang perlu dipikirkan secara matang dan dimulai sedini mungkin sehingga tak timbul penyesalan di kemudian hari. Berikut adalah tujuh kesalahan finansial yang umum dilakukan orang tapi baru menimbulkan penyesalan 10 tahun kemudian sehingga perlu Anda hindari: <br /> <br /> 1. Menunda untuk Menabung <br /> Idealnya setiap orang perlu menabungkan paling tidak 30% dari total penghasilan setiap bulannya. Tabungan tersebut bisa digunakan untuk dana darurat atau mewujudkan target-target keuangan lainnya. Menunggu-nunggu untuk menabung bisa berdampak buruk karena akan menunda tujuan hidup Anda seperti, liburan, beli rumah, bahkan punya anak. <br /> <br /> 2. Tidak Tepat Bayar Kartu Kredit<br /> Membayar segala tagihan tepat waktu adalah hal baik yang perlu dibiasakan. Jika tidak, denda yang harus dibayar karenanya bisa menghalangi Anda dari tercapainya target finansial yang lebih penting, seperti beli rumah atau menabung pensiun. Jika memang Anda belum bisa bijaksana menggunakan kartu kredit sebaiknya tutup akun itu sementara. <br /> <br /> 3. Meninggalkan Dana Darurat<br /> Sebaiknya Anda menyiapkan budget sendiri untuk dana darurat. Tidak punya dana darurat bisa menyusahkan Anda saat peristiwa kurang menyenangkan terjadi secara tiba-tiba. Dilansir Time, disarankan Anda menyimpan uang sejumlah pengeluaran selama delapan bulan. Dana tersebut bisa digunakan untuk menutup biaya rumah sakit atau saat terkena PHK.<br /> <br /> 4. Beli Kendaraan yang Tak Terjangkau<br /> Tak sedikit orang yang memaksakan gaya hidup mewah. Misalnya dengan membeli kendaraan yang sebenarnya tidak mampu dibelinya. Alhasil mereka membayarnya dengan cara menyicil. Hal tersebut tentu perlu dihindari karena berhutang atau menyicil terlalu lama akan menyedot dana Anda untuk hal lebih penting. <br /> <br /> 5. Tidak Memikirkan Pensiun<br /> Meski Anda masih muda tidak ada salahnya sudah memikirkan masa tua. Dana pensiun akan semakin baik jika dikumpulkan mulai dari jauh-jauh hari. Dengan begitu, Anda akan lebih tenang di masa depan nanti.<br /> <br /> 6. Kurang Cermat Berinvestasi<br /> Berinvestasi juga penting untuk masa depan. Untuk itu, banyak orang yang bermain saham, obligasi, hingga reksadana untuk mengembangkan tabungan. Namun lakukan cara itu dengan informasi yang tepat. Jika merasa belum mengerti dengan benar, cari tahulah atau minta saran dari ahlinya. Jangan sampai tertipu atau malah jadi rugi.<br /> <br /> 7. Salah Pilih Asuransi<br /> Sebelum memilih asuransi, sebaiknya pikirkan baik-baik jenis mana yang paling cocok dan esensial untuk hidup Anda. Jangan sampai salah memilih sehingga mengganggu masa depan. Seperti berinvestasi, konsultasikan pilihan asuransi dengan orang yang ahli. (sjp)<br /> <br /> <br /> <br /> Sumber: wolipop.detik.com Sun, 12 Nov 2017 21:50:42 +0700 [Perencana Keuangan] : 6 Cara Mengatur Keuangan Untuk Wirausaha https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1100 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-EwdDllgduKk/V5CcBt8LDqI/AAAAAAAAAGw/rRLI6lCc_9sCy3Y60rdYdG0RG5d9WdL9gCCo/s720/enterpreuner.jpg"/><br /> <br /> Nikmatnya jadi wirausaha. Dapat mengatur jam kerja sendiri, dan dapat kesempatan untuk mendapat uang lebih besar, dan banyak kenikmatan lainnya menjadi wirausaha.<br /> Tetapi sebenarnya, di antara segudang kenikmatan menjadi wirausaha yang mampir di telinga ada satu hal yang mesti kamu waspadai yakni mengenai masalah keuangan. Sebagai seorang wirausaha yang tidak memiliki gaji tetap, Anda harus melakukan perencanaan keuangan yang tepat. <br /> <br /> Beberapa tips berikut ini semoga dapat membantu Anda sebagai wirausaha untuk dapat mengatur keuangan Anda.<br /> <br /> <b>1. Pisahkan keuangan usaha dengan uang pribadi Anda </b><br /> Kesalahan mencampur keuangan usaha dengan keuangan pribadi sering terjadi pada wirausaha pemula. Dengan menggabungkan kedua uang tersebut, maka Anda akan kesulitan dalam mengontrol pemasukan maupun pengeluaran usaha. Oleh karena itu, sebaiknya pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Agar Anda dapat mencatat semua transaksi usaha dengan rapi.<br /> <br /> <b>2. Tentukan besaran prosentase keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha</b> <br /> Seperti berapa persen uang yang digunakan untuk operasional usaha, berapa persen laba yang Anda tetapkan, berapa persen uang untuk cadangan kas usaha, serta berapa persen uang yang digunakan untuk pengembangan usaha. <br /> <br /> <b>3. Usahakan untuk selalu membayar seluruh tagihan saat memiliki uang</b><br /> Bayarlah tagihan hutang sebelum menyisihkan uang untuk simpanan dan investasi. Tagihan tersebut sudah termasuk ke dalam budget biaya hidup perbulan. Jadi setelah menghitung untung bersih yang Anda dapat dibulan tersebut, bayarlah seluruh kewajban yang kamu punya. Baru setelah itu Anda dapat memanfaatkan sisanya baik untuk menabung ataupun bisnis.<br /> <br /> <b>4. Gunakan hasil keuntungan usaha untuk menabung dan berinvestasi</b><br /> Budayakan kebiasaan menabung dan berinvestasi agar saat di bulan yang lain tak mendapat untung, kamu tak langsung bingung. Sisihkan 10% dari hasil usaha untuk menabung dan 20% dari hasil usaha untuk berinvestasi.<br /> <br /> <b>5. kendalikan hasrat konsumtif ketika sedang meraup banyak untung</b><br /> Ada kalanya seorang wirausaha mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari pendapatan biasanya. Pada saat tersebut jangan tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan. Selalu bayangkan bahwa di bulan depan Anda belum tentu punya uang yang sama.<br /> <br /> <b>6. Buatlah catatan mengenai pemasukan dan pengeluaran Anda dengan rapi dan pisahkanlah</b><br /> Adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol semua transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, serta hutang dan piutang yang dimiliki usaha, maupun untuk keperluan pribadi Anda, pisahkan lah kedua catatan tersebut ini akan mempermudah Anda untuk mengevaluasi perkembangan usaha dan pendapatan pribadi Anda.<br /> <br /> (EWS) Thu, 21 Jul 2016 16:58:24 +0700 [Perencana Keuangan] : Bunda, Yuk Hemat Belanja Sekolah Anak https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1096 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-IEK4I4Ktv1k/V0LZ9v2Hv5I/AAAAAAAAUh4/-WIsH8VTdJgL6myQDNoSFGsqUNgCtMjGwCCo/s627/1.png"/><br /> <br /> Pendidikan adalah hal yang penting. Dengan pendidikan Anda dapat mengubah nasib bahkan mengubah kondisi finansial seseorang. Sayangnya, biaya pendidikan semakin mahal saja tiap tahunnya. <br /> <br /> Meski sudah banyak program pemerintah yang meringankan beban masyarakat terkait biaya pendidikan, tetap saja biaya pendukung seperti ongkos transportasi kebutuhan alat tulis dan berbagai kebutuhan lain harus dipenuhi sendiri. <br /> <br /> Agar kebutuhan hidup yang lain tidak terbengkalai, berikut ini tips menghemat pengeluaran sekolah anak yang bisa Anda terapkan:<br /> <br /> <b>1. Buat anggaran belanja</b><br /> <br /> Saat anak masuk sekolah, akan ada segudang kebutuhan. Apalagi jika anak yang akan bersekolah merupakan anak pertama. Tidak ada warisan yang bisa dimanfaatkan dari kakaknya. Sudah pasti semua barang harus dibeli baru. <br /> <br /> Sama halnya dengan belanja kebutuhan sehari-hari, buatlah daftar belanja saat mau berburu kebutuhan sekolah. Dengan daftar belanjaan yang disusun berdasarkan bujet, pembelian tidak akan membengkak. <br /> <br /> Usahakan untuk membuat bujet dan daftar belanja jauh hari sebelumnya agar punya kesempatan untuk berfikir dan mempertimbangkan. <br /> <br /> <b>2. Beli kebutuhan sekolah secara online</b><br /> <br /> Belanja kebutuhan sekolah secara online juga bisa menghemat banyak pengeluaran. Sudah pasti, kamu tidak perlu repot ke luar rumah dan menghabiskan sejumlah uang untuk ongkos transportasi. Manfaatkan toko online yang menawarkan promo gratis ongkos kirim dan diskon.<br /> <br /> Selain itu, saat belanja online kamu lebih punya banyak waktu untuk membandingkan harga barang di toko yang satu dengan yang lainnya.<br /> <br /> <b>3. Jual yang bekas, beli yang baru </b><br /> <br /> Tidak ada salahnya anak menggunakan barang bekas. Asal masih bisa dipakai, peralatan sekolah yang sudah tidak dipakai kakak atau saudara bisa digunakan. Tapi, kalau memang harus beli yang baru, kenapa tidak berbelanja menggunakan uang hasil penjualan barang bekas. Coba jajal jual barang-barang bekas tersebut melalui sosial media atau situs jual-beli.<br /> <br /> <b>4. Stok keperluan sekolah</b><br /> <br /> Seperti biasa, harga kebutuhan sekolah akan naik menjelang musim masuk sekolah. Namun, harga tersebut akan turun seiring berlangsungnya aktivitas belajar mengajar. Biasanya, sebulan setelah masuk sekolah harga barang-barang kebutuhan belajar tersebut akan turun. <br /> Nah, kalau kamu mau sedikit berinvestasi, kenapa tidak beli barang untuk kebutuhan tahun depan sekarang juga. Jadi, ketika harga naik pada tahun depan, kamu tidak lagi khawatir ongkos belanja membengkak. <br /> <br /> <b>5. Gunakan transportasi gratis</b><br /> <br /> Ongkos transportasi sekolah anak tidak bisa dibilang murah. Apalagi jika rute menuju sekolah dan kantormu berlainan. Jadilah anak harus menggunakan jasa transportasi umum atau jemputan. Sebenarnya, pengeluaran satu ini bisa dipangkas. Bagi anak yang bersekolah di Jakarta dan Bandung, pemerintah setempat menyediakan bus sekolah gratis. <br /> <br /> Saat ini, rute dan armadanya sudah bertambah semakin banyak. Sementara, kamu yang tinggal di kota lain, coba cari layanan yang disediakan pemerintah setempat. Siapa tahu ada tapi kamu tidak pernah mengetahuinya.<br /> <br /> (Dimas)<br /> Tue, 19 Jul 2016 11:24:28 +0700 [Perencana Keuangan] : 9 Cara Hemat dan Aman Dalam Berbelanja Online https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1087 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-dkIq9HrPT-4/V3H6qtNPKII/AAAAAAAAAGc/lquUUKxEqgoFhaqNax7W-QCh2tOAFjx7wCCo/s912/online+shop.jpg"/><br /> <br /> Belanja online telah menjadi salah satu metode belanja yang sangat populer sejak internet telah berkembang dengan sangat pesat diseluruh dunia dan berpengaruh pada gaya belanja masyarakat. <br /> <br /> Jika dulu untuk berbelanja harus mendatangi toko dan bertatap muka dengan penjual, kini tak perlu lagi. Tak perlu terjebak macet dan antre di kasir, hanya dengan sekali klik, barang yang diinginkan sudah bisa diterima dalam beberapa hari.<br /> <br /> Di balik kemudahan berbelanja online, ada pula ancaman yang harus diwaspadai. Mulai dari barang yang kita pesan tidak dikirim, atau barang yang kita pesan dikirimnya terlalu lama, dan sampai belanja berlebihan. <br /> <br /> <b>Berikut cara hemat dan aman dalam berbelanja online</b>, semoga Anda dapat menerapkannya.<br /> <br /> <b>1. Lakukan riset toko online dengan cek koleksi dan bandingkan harga</b><br /> <br /> Sebelum memutuskan untuk membeli produk, sebaiknya Anda melakukan riset toko online terlebih dulu untuk mendapatkan pilihan produk, pilihan yang beragam akan memudahkan customer untuk menemukan produk yang tepat sekaligus untuk mendapatkan harga terbaik.<br /> <br /> Selain itu, Anda juga bisa mengetahui track record dari toko online di mana Anda akan membeli produk serta bisa mengetahui kebijakan toko online terkait dengan cara pembayaran dan pengiriman, termasuk juga return barang jika tidak sesuai dengan pesanan atau cacat.<br /> <br /> <br /> <b>2. Kenali pemilik toko online</b><br /> <br /> Karena pada saat belanja online, kita tidah bertem u langsung atau bertatap muka dengan sang penjual. Oleh karena itu, untuk keamanan bertransaksi sangat disarankan agar Anda mengenali pemilik toko online itu. Luangkan sedikit waktu untuk mencari tahu lebih banyak mengenai kredibilitas situs belanja online pilihan.<br /> <br /> Pilihlah toko online yang mencantumkan nomor telepon dan live chat sebagai fasilitas bagi pembeli untuk memesan atau menanyakan informasi lebih detail tentang produk yang akan dibeli. Cobalah hubungi untuk mengetahui apakah nomor telepon tersebut benar atau tidak, demi menghindari kerugian yang tidak diinginkan saat belanja online.<br /> <br /> <b>3. Berlangganan Newsletter </b><br /> <br /> Untuk bisa mengetahui update produk dari toko online favorit secara otomatis, ada baiknya Anda berlangganan newsletter dari toko online tersebut. bagi individu-individu yang gemar berbelanja online, newsletter dapat menjadi fitur yang praktis.<br /> <br /> Melalui newsletter, customer dapat selalu mengetahui koleksi, promo, dan penawaran menarik dari situs belanja online tersebut. Fitur ini juga mempermudah customer dalam membandingkan harga antara eCommerce satu dengan yang lainnya.<br /> Caranya sangatlah mudah, Anda hanya cukup mendaftarkan email dan mengkonfirmasi alamat email tersebut. <br /> Dengan begitu, Anda bisa memperoleh informasi setiap ada program promo atau produk baru yang ditawarkan oleh toko online terkait melalui email.<br /> <br /> <b>4. Follow Akun Media Sosial Situs Belanja Online Tersebut</b><br /> <br /> Follow akun media sosial milik situs belanja online, seperti Facebook, Instagram, Twitter dan juga Line. Akun media sosial tersebut dapat dijadikan juga sebagai ajang memeroleh informasi mengenai koleksi, promo, dan penawaran menarik dari situs belanja online tersebut. Biasanya pemegang akun media sosial milik situs belanja online juga aktif memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan customer yang masuk.<br /> <br /> <b>5. Manfaatkan Marketplace</b><br /> <br /> Berbelanja online melalui marketplace juga dapat menjadi pilihan yang tepat dan minim risiko. Marketplace adalah suatu tempat di internet dimana banyak pihak berkumpul untuk melakukan proses transaksi jual beli, ada yang ingin mencari suatu barang dan ada pihak lain yang sedang ingin menjual barang.<br /> <br /> Dengan demikian, Anda bisa lebih menghemat waktu, karena tidak perlu browsing toko online lain. Hanya dengan mengunjungi marketplace, Anda bisa belanja produk yang dibutuhkan sekaligus. Contoh marketplace online di Indonesia di antaranya Mataharimall, Bukalapak, Tokopedia, dan Elevenia.<br /> <br /> <b>5. Teliti sebelum membeli</b><br /> <br /> Meski sangat mudah, namun belanja online juga cukup berisiko. Maklum, karena pilihan produk hanya direpresentasikan oleh foto saja. Seperti produk baju dan sepatu, akan sulit untuk mengetahui ukuran dan jenis bahannya. <br /> <br /> Carilah toko online yang menampilkan deskripsi singkat tentang produk yang disertakan pada foto, dan untuk memastikan produk yang di display sesuai dengan keinginan, Anda bisa menanyakannya langsung kepada penjual baik melalui SMS, telepon, BBM, ataupun live chat.<br /> <br /> <b>6. Cek testimoni dari pelanggan</b><br /> <br /> Sebaiknya bacalah testimoni produk dan reputasi dari toko online tersebut dari pelanggannya sebelum Anda memutuskan untuk berbelanja di toko online tersebut. Dengan begitu Anda bisa menilai apakah toko online yang akan dituju bisa dipercaya atau tidak. <br /> <br /> <b>7. Manfaatkan diskon yang ditawarkan toko online</b><br /> <br /> Carilah toko belanja online yang menawarkan diskon, Anda dapat memanfaatkan diskon tersebut untuk berbelanja hemat. Anda bisa mendapatkan produk yang dibutuhkan dengan harga yang lebih murah.<br /> <br /> <b>8. Pilihan alternatif untuk metode pembayaran</b><br /> <br /> Sekarang ini banyak situs berbelanja online yang bekerjasama dengan berbagai bank di Indonesia, yang menyediakan potongan harga atau bunga cicilan yang rendah, sebut saja cicilan 0 persen. Kuncinya adalah memerhatikan situs-situs belanja online yang memberikan diskon sesuai dengan kartu yang dimiliki.<br /> <br /> Bila tidak memiliki kartu kredit namun perlu mencicil, pilihlah situs belanja online yang menyediakan layanan cicilan tanpa kartu kredit, seperti penyedia program Super Cintaku (Super Cicilan Tanpa Kartu).<br /> <br /> <br /> <b>9. Metode pengiriman barang</b><br /> <br /> Anda harus cermat dalam memilih metode pengiriman barang yang diterapkan situs belanja online. Walaupun harga barang di sebuah situs terlihat murah, belum tentu biaya yang dikeluarkan akan tetap lebih murah ketika ditambahkan dengan biaya kirim. Karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan harga akhir yang tertera merupakan harga terbaik.<br /> <br /> <br /> Belanja online memang lebih mudah dan praktis juga efisien. Tetapi, Anda juga harus tetap berhati-hati, jangan sampai Anda terkena pembengkakan dalam pengeluaran. <br /> Tue, 28 Jun 2016 11:20:07 +0700 [Perencana Keuangan] : THR Sebentar lagi https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1084 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-Zgt6pY78p_g/V1-tH2RZCzI/AAAAAAAAU1I/t6H-ouid5BQdYYqV3Fp99Jfz6t-mJUGmACCo/s720/tips-belanja-hemat-untuk-Imlek-belanja-secara-online-825x550.jpg"/></div><br /> <br /> Tunjangan Hari Raya atau THR adalah penghasilan tahunan yang senantiasa dinantikan oleh setiap karyawan. Setiap tahun diperoleh, namun tidak menjamin pengelolaannya sudah ideal. Agar THR dapat bermanfaat secara optimal untuk keuangan rumah tangga Anda, maka ada beberapa urutan prioritas dalam pengelolaan THR.<br /> <br /> <b>Pertama</b>, pembayaran Zakat dan Sedekah. Alokasi untuk pembayaran zakat baik itu zakat atas penghasilan mau pun zakat fitrah yang timbul selesai bulan Ramadhan sebaiknya diambil dari penghasilan THR. Anda dapat mengalokasikan sekitar 2.5 &ndash; 5% dari penghasilan untuk pengeluaran ini.<br /> <br /> <b>Kedua</b>, kebutuhan hari raya. Konsumsi makanan lebaran, pakaian, aksesoris, termasuk memberikan bantuan kepada yang membutuhkan atau pekerja Anda umumnya mengambil alokasi hingga 50% dari penghasilan THR. Jika semua pengeluaran terjadi, maka urutan prioritas sebaiknya dari bantuan pekerja, konsumsi makanan, barulah pakaian dan aksesoris.<br /> <br /> <b>Ketiga</b>, keperluan mudik lebaran. Berbagai pengeluaran untuk mudik dari mulai pengeluaran untuk tiket, akomodasi, mau pun biaya transportasi lain sebaiknya dialokasikan dari THR. Jika Anda adalah keluarga yang membutuhkan mudik lebaran, maka alokasi untuk pos ini bisa diutamakan dibandingkan dengan pembelian baju baru misalnya. Ada pun alokasi ideal sekitar 20%-30% dari jumlah THR yang diterima.<br /> <br /> <b>Keempat</b>, dana cadangan. Jika selama ini Anda belum dapat mengumpulkan dana cadangan untuk musibah atau urusan darurat lainnya, maka inilah kesempatannya. Dari dana THR yang diterima maka Anda bisa menyisihkan sebagian untuk dibuatkan tabungan dana cadangan atau dana darurat. Persentase alokasi yang ideal antara 10% hingga 20% dari THR.<br /> <br /> <b>Kelima</b>, membayar utang lebih cepat. Pada dasarnya ada dua jenis utang yang dapat terbantu dengan adanya penghasilan dari THR. Pinjaman rumah dapat Anda lunasi lebih cepat dengan alokasi dana yang dana. Sehingga, jumlah cicilan Anda dapat berkurang untuk durasi pinjaman yang sama. Alternatifnya, Anda dapat memperpendek durasi pinjaman rumah. Sedangkan, dana THR juga harus dialokasikan untuk membayar utang kartu kredit yang telah Anda gunakan selama bulan Ramadhan.<br /> <br /> <b>Keenam</b>, investasi. Apabila seluruh pos diatas telah terpenuhi, maka gunakanlah dana THR untuk menambah aset investasi. Jika Anda sanggup untuk menyisihkan di awal, maka ada baiknya untuk mentargetkan setidaknya 10% dari penghasilan THR untuk berinvestasi. Namun, jika masih ada prioritas kebutuhan lain yang lebih penting seperti zakat dan THR untuk para pekerja, maka usahakan agar dana THR ada sisa untuk investasi. Jenis investasi yang dipilih sebaiknya adalah ReksaDana Saham yang cocok untuk jangka panjang guna membangun dana pensiun Anda. Sebagai pilihan investasi, Anda juga dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana pasar uang, selama sesuai dengan profil risiko Anda.<br /> <br /> Pahami bahwa dana THR adalah penghasilan tahunan yang sebaiknya dialokasikan untuk pengeluaran tahunan atau tidak rutin. Untuk pengeluaran selama dan setelah bulan Ramadhan yang bersifat rutin seperti tagihan bulanan, cicilan pinjaman, dan lainnya tetap dialokasikan dari gaji rutin. Selama Anda bisa disiplin dan berkomitmen untuk mengelola THR dengan baik, maka keuangan yang lebih sehat dan sejahtera bukanlah impian lagi.<br /> <br /> (Dimas) Thu, 23 Jun 2016 11:41:33 +0700 [Perencana Keuangan] : 2016 : Beli Rumah Lebih Murah https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1083 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-2Lf4-0u_L8k/V2i-hR4_5aI/AAAAAAAAU4Q/zV96a0EIbBAQAYpD3Q0i5s0TsKMO8lP8wCCo/s512/RUMAH+1+M.png"/><br /> <br /> Bank Indonesia (BI) kembali memberikan pelonggaran bagi kebijakan Loan to Value Ratio (LTV) atau Financing to Value Ratio (FTV) untuk pembiayaan properti. Pelonggaran itu berupa penurunan uang muka alias down payment (DP) menjadi hanya 15 persen dari sebelumnya 20 persen.<br /> <br /> Ketentuan yang baru ini juga memberikan fasilitas kredit untuk rumah tapak tipe kurang dari 70 meter persegi yakni mencapai 85 persen untuk rumah pertama, 80 persen untuk rumah kedua, dan 75 persen untuk rumah ketiga.<br /> <br /> Kemudian untuk rumah susun tipe lebih dari 70 meter persegi fasilitas kredit menjadi 85 persen untuk rumah pertama, 80 persen rumah kedua, 75 persen untuk rumah ketiga. BI juga memberi kelonggaran untuk pembiayaan properti syariah. Untuk rumah tapak tipe kurang dari 70 meter persegi, fasilitas pembiayaan yang diterima sampai 90 persen rumah pertama, 85 persen rumah kedua, dan 80 persen rumah ketiga.<br /> <br /> Sebelumnya, fasilitas pembiayaan yang diterima 85 persen rumah pertama, 75 persen rumah kedua, dan 65 persen rumah ketiga. Pada rumah susun tipe 21-70 meter persegi, fasilitas pembiayaan yang diterima mencapai 90 persen untuk rumah pertama, 85 persen rumah kedua, dan 80 persen rumah ketiga.<br /> <br /> Pelonggaran ini akan berlaku pada Agustus mendatang, dan berlaku untuk bank dengan NPL KPR (gross) di bawah 5 persen dan NPL total di bawah 5 persen. BI juga memberikan kelonggaran pembiayaan melalui mekanisme inden dengan pengaturan pencairan sesuai perkembangan pembangunan rumah tapak, rumah susun, dan ruko sampai dengan fasilitas pembiayaan kedua.<br /> <br /> Pencairan kumulatif tersebut adalah sampai pondasi 40 persen dari plafon, tutup atap 80 persen dari plafon, dan pada saat serah terima berita acara 90 persen, dan jika sudah sampai akta jual beli maka 100 persen.<br /> <br /> (Dimas) Wed, 22 Jun 2016 14:00:38 +0700 [Perencana Keuangan] : Saat Tepat Membeli Mobil Baru https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1080 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-R5gvWNKO-V8/V2e-kBsIVyI/AAAAAAAAU3g/pRTqp-LBQ0celMHUm24mEMtVe6kg1_zWQCCo/s640/family-travel-essentials-feature.jpg"/><br /> <br /> Mobil menjadi kebutuhan setiap individu terutama bagi mereka yang aktif mobilisasi. Sebelum membeli mobil baru atau mengganti mobil lama Anda, pertimbangkan dahulu apakah ini waktu yang tepat? Terkadang, seseorang membeli mobil baru hanya sekadar mengikuti trend atau menaikkan gengsi.<br /> <br /> Padahal, membeli mobil baru itu harus berdasarkan kebutuhan bukan karena keinginan nafsu belanja semata saja. Apalagi hanya karena ingin menyombongkan diri. Ada beberapa momen tepat bagi Anda untuk membeli mobil baru. Kapan saja itu?<br /> <br /> Momen pertama adalah saat Anda sudah memiliki uang cukup untuk membeli mobil baru. Jelas ini merupakan persyaratan mutlak. Apabila belum memiliki uang tunai untuk membeli sebuah mobil maka cukup kumpulkan uang muka minimal 20 % dari harga mobil. Sambil mengumpulkannya Anda bisa berinvestasi reksadana pasar uang yang bagus untuk investasi jangka pendek.<br /> <br /> Momen lainnya yang merupakan saat tepat bagi Anda untuk membeli mobil baru atau mengganti mobil lama adalah di akhir bulan. Pendapat ini dikeluarkan Consultant National Automobile Dealers Association, Steve Emery seperti yang dikutip dari Autoguide.<br /> <br /> &ldquo;Waktu yang tepat adalah akhir bulan, karena di awal bulan para diler belum mengejar konsumen dan akan dilakukannya menjelang tutup bulan. Anda juga pasti akan ditawarkan banyak program terutama diskon&rdquo;.<br /> <br /> Nah, Anda juga bisa memanfaatkan diskon akhir tahun untuk membeli mobil baru, itu adalah hal tepat. Umumnya, masing-masing diler saling melempar promo demi merebut minat konsumen.<br /> <br /> Ada yang memberikan promo diskon uang muka, gratis merchandise hingga cicilan ringan. Yang jelas, lakukanlah dulu pembandingan sebelumnya, agar Anda tidak salah membuat keputusan saat hendak membeli mobil !<br /> <br /> (Dimas)<br /> Mon, 27 Jun 2016 09:59:45 +0700 [Perencana Keuangan] : 5 Kesalahan Dalam Membeli Mobil Keluarga! https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1079 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-VsfdodWEULc/V1j6wQW7R4I/AAAAAAAAUyM/NUKn-H770WUkV3qQYgG5ZmJthRhhaIKCwCCo/s500/5-tips-membeli-mobil-impian.jpg"/><br /> <br /> Pada saat membeli mobil terutama mobil keluarga, Anda pasti akan mengutamakan fitur kenyamanan dan keamanan. Hal ini karena Anda akan membawa serta pasangan dan buah hati untuk berkendara. Untuk itu, sangat perlu melakukan survey terlebih dahulu dengan membandingkan beberapa merek mobil agar mendapatkan harga terbaik serta fitur sesuai kebutuhan.<br /> <br /> Banyak alasan ketika ingin membeli kendaraan keluarga. Mulai dari hanya sebuah gaya, hingga kebutuhan. Intinya, membeli mobil butuh perencanaan yang matang, khususnya dalam masalah pengaturan keuangan. Agar Anda menemukan mobil keluarga yang tepat tanpa mendatangkan penyesalan di belakang hari, perlu menghindari 5 kesalahan berikut.<br /> <br /> 1. Minim Survey<br /> <br /> Memilih mobil keluarga sama halnya dengan memilih pekerjaan. Anda harus merasa cocok dan selektif agar tidak menyesal saat menjalankannya di kemudian hari. Oleh karena itu, saat memutuskan membeli mobil sebaiknya lakukan survey terlebih dahulu. Tujuannya agar Anda menemukan mobil dengan harga terbaik dan sesuai dengan kebutuhan.<br /> <br /> Langkah pertama survey bisa dilakukan dengan cara mengunjungi situs-situs penjual mobil lalu jika beruntung Anda bisa datang ke pameran otomotif di Indonesia untuk melihat dan membandingkan secara langsung masing-masing fitur dari mobil keluarga idaman Anda. Bila memiliki keterbatasan waktu dan tenaga, lakukan saja survey dengan berselancar di internet agar memperoleh informasi sebanyak-banyaknya mengenai mobil idaman Anda dan keluarga.<br /> <br /> 2. Memenuhi Gaya Hidup<br /> <br /> Jangan sampai Anda membeli mobil hanya untuk bergaya atau ajang pamer. Buang jauh-jauh hal tersebut dari pikiran Anda saat ini! Alih-alih membuang uang hanya untuk membeli mobil keluaran terbaru demi pamer semata, lebih baik Anda simpan uangnya untuk kebutuhan penting. Biasanya, membeli mobil ketika mengikuti keinginan untuk memuaskan orang lain bersifat sementara saja.<br /> <br /> Justru, ketika mau membeli mobil keluarga Anda harus pastikan bahwa kondisi keuangan mencukupi. Setelah menentukan anggaran baru mencari mobil idaman sesuai kebutuhan dan kondisi finansial Anda. Misalnya, Anda perlu mobil keluarga yang stylish namun fitur-fiturnya sangat lengkap seperti terdapat bagasi luas dan bisa menampung anggota keluarga sampai 7 orang, lalu kondisi ruangan sejuk karena terdapat double blower. Nah, opsi utama bisa merujuk pada Toyota Sienta.<br /> <br /> 3. Berkunjung ke Satu Dealer<br /> <br /> Apabila Anda hanya berkunjung ke satu dealer mobil itu sama saja menjauhkan diri dari pentingnya informasi mengenai mobil keluarga terbaik dan pas di kantong. Jangan ragu untuk mengunjungi beberapa dealer demi mendapatkan informasi tepat mengenai mobil keluarga yang Anda pilih. Semakin banyak tahu, semakin tepat Anda memilih. Pun, ketika mendatangi langsung beberapa dealer, Anda bisa bertanya-tanya pada sales untuk menggali informasi terkait mobil idaman Anda serta mendapatkan harga terbaik.<br /> <br /> Umumnya, harga mobil di beberapa dealer bervariasi walau tak terlalu signifikan . Bukan hanya itu, keuntungan serta bonus pemberian dari masing-masing dealer juga berbeda. Anda bisa saja mendapatkan akesoris gratis di dealer A, namun di dealer B yang Anda peroleh adalah uang muka rendah.<br /> <br /> 4. Berbalik Dari Kebutuhan<br /> <br /> Tujuan utama Anda ke dealer atau show room tentu membeli mobil keluarga. Jangan sampai karena tergiur model mobil SUV yang tampil kokoh dan sporty lantas Anda beralih minat. Tentukan kebutuhan utama Anda bahwa tujuan datang ke show room adalah membeli mobil keluarga atau MPV.<br /> <br /> Pastikan bahwa kebutuhan utama membeli mobil keluarga untuk mengantar anak-istri, membawa keluarga jalan-jalan dan traveling serta mengangkut perlengkapan dan kebutuhan keluarga ketika bepergian jarak jauh. Misalnya, karena sudah kehabisan tiket kereta untuk mudik ke kampung halaman saat Lebaran nanti, Anda berencana menggunakan mobil. Maka carilah mobil keluarga dengan bagasi luas seperti yang dimiliki Toyota Sienta. Anda bisa mengangkut seluruh perlengkapan mudik ke dalam mobil tanpa mengganggu ruang duduk Anda berkat fitur dive in seat. Di mana bangku ketiga bisa dilipat dan disimpan ke bawah bangku kedua.<br /> <br /> 5. Membeli di Awal Tahun<br /> <br /> Sudah jadi hal umum bahwa hampir semua show room mobil menebar promo besar-besaran ketika melakukan penjualan di akhir tahun. Maka itu usahakan untuk menahan keinginan Anda membeli mobil hingga akhir tahun tiba. Pembelian di akhir tahun bisa membuat Anda memperoleh uang muak rendah, cash back hingga gratis aksesoris.<br /> <br /> Biasanya di awal tahun, pihak penjual mobil akan mendongkrak penjualan hingga 12 bulan ke depan. Sementara di akhir tahun, dealer-dealer harus menghabiskan stok lama karena pada tahun baru muncul model baru untuk menggairahkan pasar. Saat itulah Anda harus membeli mobil demi menghemat keuangan.<br /> <br /> Kesalahan lain yang juga sering dilakukan calon pembeli mobil adalah mengabaikan test drive. Padahal dengan melakukan test drive, Anda bisa mengetahui seberapa tangguh mesin mobil dan kenyamanan berkendara.<br /> <br /> (Dimas) Mon, 20 Jun 2016 16:52:42 +0700 [Perencana Keuangan] : Tips Hemat & Nyaman Saat Libur Lebaran https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1069 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-UEbzXksFFFQ/V2EoGixPkxI/AAAAAAAAAGI/RxORH_ykxlA6gJU6E21dPhUo3eVM3OP8gCCo/s460/family+vacation.jpg"/></div><br /> <br /> Lebaran sebentar lagi. Selain berhari raya, biasanya masyarakat memanfaatkan libur lebaran yang lumayan panjang untuk melakukan berbagai aktivitas seru bersama orang-orang yang disayangi. <br /> Libur Lebaran menjadi salah satu waktu favorit bagi keluarga Indonesia untuk melakukan berbagai aktivitas yang merilekskan tubuh serta pikiran. Sayang, sebelum sampai pada waktu menyenangkan tersebut, banyak hal harus dipersiapkan hingga kadang menyita energi.<br /> <br /> Anda bisa meminimalisir upaya tersebut, termasuk menekan rencana pengeluaran liburan, dengan beberapa &ldquo;Tips&rdquo; berikut ini :<br /> <br /> <b>1. Rencanakan Liburan Lebaran Dari Jauh Hari<br /> </b><br /> Rencanakanlah liburan lebaran Anda, lakukan reservasi kamar dan tiket beberapa bulan sebelum waktu liburan. Buat perencanaan yang matang sejak jauh hari, ke mana Anda akan membawa keluarga menikmati libur Lebaran. <br /> Jangan merencanakan libur lebaran terlalu mepet. Jika terjadi bakalan anggaran untuk libur lebaran susah untuk dikontrol. <br /> <br /> <b>2. Berkomitmenlah Pada Budget Yang Telah Anda Buat.<br /> </b><br /> Budget adalah hal yang penting untuk diperhatikan pada saat libur Lebaran. Catat semua pengeluaran sebisa mungkin dan patuhlah pada budget yang telah ditentukan. <br /> Anda harus menabunglah sejak jauh-jauh hari agar segala kendala budget dapat teratasi dengan baik.<br /> <br /> <b>3. Pilihlah Tempat Wisata Untuk Lebaran Yang Cocok</b><br /> <br /> Buatlah daftar tempat wisata yang sesuai dengan budget yang telah Anda tentukan untuk liburan. Pilihlah tempat wisata melalui internet terlebih dahulu, hal ini agar memudahkan kita memilih tempat yang cocok baik dari tempat dan anggaran.Sebaiknya tempat wisata dekat dengan tempat Anda menginap. <br /> <br /> <b>4. Cari transportasi terbaik</b><br /> <br /> Selalu pantau maskapai penerbangan yang rajin memberikan promo rutin. Dengan membeli tiket promo, walaupun harus Anda lakukan beberapa bulan atau bahkan setahun sebelum tanggal liburan, akan membantu Anda menghemat banyak pengeluaran, terlebih jika bepergian bersama keluarga. Lihat juga alternatif kendaraan lain, seperti kereta api atau kapal cepat, jika memungkinkan. Semakin banyak pilihan, akan semakin baik.<br /> <br /> <b>5. Tentukan jadwal perjalanan</b><br /> <br /> Menentukan jadwal &amp; rencana perjalanan sebelum pergi berlibur sangatlah penting. Dengan rencana perjalanan yang jelas, Anda akan terhindar dari kebingungan pada saat liburan, seperti terjebak macet atau pergi ke tempat wisata yang terlalu ramai. <br /> <br /> <b>6. Bawa Makanan dan Minuman Dari Rumah</b><br /> <br /> Saat liburan bersama seperti lebaran, rumah makan atau warung yang ada di tempat wisata akan ramai dan penjual akan menaikkan harga. Untuk itu sebaiknya bawalah bekal dari rumah, untuk mengurangi anggaran liburan lebaran Anda. <br /> <br /> <b>7. Perhatikan Keamanan dan Kenyamanan Liburan Lebaran Anda</b><br /> <br /> Carilah tempat wisata yang aman dan nyaman untuk keluarga. Misalnya, akses menuju tempat wisata harus bagus, ada tempat yang nyaman untuk berkumpul dengan keluarga dan pengunjung tempat wisata yang Anda tuju tidak terlalu ramai. <br /> <br /> (EWS) Wed, 15 Jun 2016 17:06:33 +0700 [Perencana Keuangan] : 5 Cara Asyik Mengenalkan Uang Kepada Anak https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1059 <b>5 Cara Asyik Mengenalkan Uang Kepada Anak</b><br /> <br /> Pada saat menjelang libur panjang, banyak tempat yang akan dituju oleh anak-anak dalam waktu bersamaan dan tentunya perlu uang. Mereka dapat belajar bagaimana kita mampu menjalani semuanya.<br /> Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengenalkan uang kepada anak-anak. <br /> <br /> Penting untuk membesarkan anak-anak agar cerdas financial. <br /> Bagaimana kita bisa mengajarkan anak-anak tentang finansial sejak dini? <br /> Ada aplikasi yang dapat membantu anak-anak untuk cerdas financial (lihat www.ipotplan.com). tapi akan lebih berharga jika kita mendampingi dan memberikan contoh dalam kehidupan nyata. <br /> Membuat pelajaran keuangan yang kita alami sebagai sebuah pengalaman yang menginspirasi kreativitas dan refleksi dapat meninggalkan dampak yang lebih melekat pada anak-anak karena pengalaman adalah guru yang terbaik.<br /> <br /> Berikut adalah lima cara menyenangkan untuk mengajar anak-anak tentang uang:<br /> <br /> 1. Ingat masa lalu.<br /> Anak-anak perlu tahu tentang sejarah keluarga mereka, termasuk perjuangan dan keberhasilan.<br /> Ceritalah dengan mereka tentang bagaimana Anda dibesarkan dan apa yang diajarkan kakek nenek mengenai uang kepada Anda.<br /> Atau Anda juga bisa menelusuri keluarga dan kerabat kemudian mintalah anak Anda untuk bertanya dengan saudara yang sudah bekerja 20 tahun yang lalu, seperti berapa banyak yang mereka peroleh setelah bekerja 20 tahun ? <br /> Apa pendidikan atau keterampilan yang dibutuhkan? Dan bagaimana karirnya sekarang?<br /> Anda juga dapat melakukan penelitian pada kehidupan remaja pada satu dekade tertentu. Apa yang anak-anak lakukan untuk mendapatkan uang? Jenis kegiatan apa yang tersedia? <br /> Inti dari semua ini adalah untuk mengajarkan kepada anak-anak perubahan keuangan dari tahun ke tahun.<br /> <br /> 2. Berhemat<br /> Berapa banyak uang yang bisa kita kumpulkan jika hari libur kita habiskan waktu di rumah dan sekitarnya? Bandingkan jika kita ajak anak-anak ke luar kota, ke mall untuk makan, minum dan nonton. <br /> Diskusikan dengan anak-anak berapa banyak uang yang bisa disimpan. Jika anak-anak membutuhkan uang saku, Anda dapat mengambil uang dari simpanan. <br /> Tetapi jelaskan juga kepada anak bagaimana dampak dari penghematan dana dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Anda.<br /> <br /> 3. Tanamkan Ide<br /> Uang tidak tumbuh dari pohon. Ajak anak Anda ke toko tanaman, dan membeli bibit tanaman. Jelaskan bagaimana untuk menghemat uang, <br /> Anda harus mulai dengan benih ide. Tanamkan kepada anak dan diskusikan bahwa menabung itu membutuhkan tanggung jawab, perawatan dan kesabaran, mirip dengan merawat tanaman sehingga tumbuh menjadi besar.<br /> <br /> 4. Memulai Bisnis Kecil-kecilan<br /> Diskusikan bagaimana beberapa orang berani keluar dan memulai bisnis mereka sendiri. Mintalah anak Anda dengan keterampilan atau hobinya seperti membuat kue, membuat gelang persahabatan atau menjual alat tulis. <br /> Bersama-sama, Anda dapat menghitung biaya untuk membeli bahan-bahan serta modal yang dikeluarkan. Kemudian, berpikir tentang rencana bisnis anak-anak. <br /> Berapa unit yang mereka ingin buat? Bagaimana cara mereka menjual barang-barang, dan harga berapa yang harus mereka patok?<br /> Sambil diawasin, biarkan anak Anda menjual produknya sendiri, bisa dengan cara ikut pameran dan buka stand.<br /> Anda dapat menggunakan ini sebagai kesempatan mengajar anak-anak bagaimana bisnis yang mendapatkan keuntungan, serta mereka akan punya rasa bangga karena bisa cari uang sendiri. <br /> Perasaan itu mendorong mereka untuk bisnis dengan cara lain untuk mendapatkan hasil yang lebih.<br /> <br /> 5. Berhubungan dengan Komunitas Sosial<br /> Jelaskan kepada anak-anak Anda bagaimana uang dapat membantu mendukung organisasi masyarakat dan bagaimana membantu orang lain adalah cara yang benar dan dampak dari &quot;memberi&quot;. <br /> Ada program sosial untuk membantu anak-anak yang cacat mental atau fisiknya ataupun anak-anak yatim piatu.<br /> Ini membantu anak-anak tahu indahnya berbagi dengan menjadi sukarelawan dan menginspirasi mereka untuk memberikan dana yang lebih secara sukarela.<br /> <br /> Apapun kegiatan yang dilakukan bersama-sama dengan Anak, yang penting adalah kesempatan untuk berbicara terus terang dengan mereka tentang uang.<br /> Semakin melek finansial yang Anda berikan ketika mereka masih muda, semakin besar peluang mereka untuk mencapai kemandirian finansial ketika mereka dalam masa pertumbuhan.<br /> <br /> (RS) Thu, 09 Jun 2016 17:28:04 +0700 [Perencana Keuangan] : Mau Beli Mobil dari Hasil Reksadana ? Cek disini yuk ! https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1058 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-VsfdodWEULc/V1j6wQW7R4I/AAAAAAAAUyM/NUKn-H770WUkV3qQYgG5ZmJthRhhaIKCwCCo/s500/5-tips-membeli-mobil-impian.jpg"/></div><br /> <br /> Mobil memiliki peranan penting dalam keluarga. Apalagi keluarga besar yaa... itulah kenapa perlu yang namanya mobil keluarga. Mobil merupakan salah satu alat transportasi cukup dibutuhkan saat ini. Memiliki mobil, apalagi di kota Jakarta menjadi sebuah pilihan yang masuk akal.<br /> <br /> Sebelum membeli mobil kita bisa pertimbangkan ingin membeli cash atau beli dengan cara kredit. Jika anda memilih untuk membeli secara kredit hal ini bisa memberatkan kondisi keuangan anda. Karena dengan cara kredit, sebagian uang kita akan terpakai untuk membayar bunga kredit yang berarti bahwa uang tersebut tidak dapat digunakan untuk mendapatkan bunga apalagi membangun kekayaan.<br /> <br /> Membeli mobil dengan cara kredit, dari sudut pandang perencanaan keuangan sebetulnya tidak disarankan karena uang yang dikeluarkan akan jauh lebih besar dari nilai riil mobil itu sendiri pada akhir periode kredit.<br /> <br /> Misalkan tahun ini anda membeli mobil seharga Rp 100 juta secara kredit selama 3 tahun / 36 bulan dengan suku bunga 7% flat per tahun. Dengan uang muka sebesar Rp 30 juta (sisa pinjaman menjadi 70 jt), maka cicilan per bulannya akan berkisar sebesar Rp 2,35 juta. (bisa dihitung menggunakan kalkulator &ldquo;Simulasi Bunga Tetap (Flat)&rdquo;. Sehingga total angsuran menjadi lebih besar yaitu 84,7 juta.<br /> <br /> <b><div class="center">Tabel Simulasi Bunga Tetap (flat)</div></b><div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-mU9ab0gfRwE/V1j6zzsjZTI/AAAAAAAAUyE/VZhsXjqRPl0_If6iej6ZTIMWZYhBQBUpwCCo/s714/KREDIT.bmp"/></div><br /> <br /> <br /> Jika kita bandingkan dengan melakukan pembayaran secara cash dengan cara investasi Reksadana selama 3 tahun maka imbal hasil atas reksadana tersebut lebih besar dari 84 juta.<br /> <br /> <br /> Bagaimana caranya ?<br /> <br /> <br /> Dengan ilustrasi diatas sebelumnya, kita asumsikan cicilan perbulan sebesar Rp. 2,35 juta kita simpan secara rutin setiap bulannya kedalam instrumen investasi reksadana pendapatan tetap selama 3 tahun dengan perkiraan return mencapai 30% atau 10 % pertahun. Maka uang kita selama 3 tahun akan mencapai Rp. 98,187,280 (perhitungan menggunakan kalkulator Anuitas Nilai Masa Depan). Ingin beli mobil dengan cash ? Tentu bisa .. Investasikan dana anda dari sekarang. :)<br /> <br /> <br /> (ond) Thu, 09 Jun 2016 14:55:59 +0700 [Perencana Keuangan] : Rencanakan Anggaran-mu Saat Mudik https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1053 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-fSfy9mh9lfQ/V1ZAw7GvmjI/AAAAAAAAUvM/RBaGsBZed9kMq1jmsEfgXHHjE5aWX9K2wCCo/s837/mudik_cuy_by_bedorgraph-d6fzoe1.jpg"/></div><br /> <br /> Mudik sudah menjadi salah satu tradisi menjelang lebaran yang selalu kita tunggu-tunggu setiap tahunnya. Berkumpul bersama keluarga besar di hari yang fitri, bersilahturahmi, menikmati ketupat, rendang, opor ayam dan hidangan khas lebaran lainnya, membayangkannya saja sudah membuat kita tersenyum bahagia, apalagi merasakannya langsung.<br /> <br /> Masyarakat Indonesia pun punya berbagai cara untuk menikmati mudik lebaran, mulai dari mudik dengan kereta api, pesawat terbang, kapal laut hingga cara mudik yang paling hemat, mudik dengan mobil pribadi! Yup, selain lebih hemat, mudik dengan membawa kendaraan pribadi juga lebih memudahkan kita saat di kampung halaman. Dengan adanya mobil sendiri, kita tidak perlu lagi pusing memikirkan transportasi yang akan kita pakai untuk bersilahturahmi ke rumah sanak keluarga.<br /> <br /> Lantas, bagaimana dengan persiapan mudik anda nanti? Apakah segala sesuatunya sudah disiapkan dengan baik?<br /> <br /> Artikel berikut ini akan berbagi tentang beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan agar mudik anda berjalan lancar, terasa nyaman dan lebih hemat<br /> <br /> <br /> 1. <b>Buatlah Anggaran Biaya Mudik</b><br /> <br /> Sebelumnya Anda harus membuat daftar anggaran biaya apa saja yang harus anda keluarkan dengan cermat. Seperti misalnya, budget tiket pergi-pulang atau biaya bensin dan cadangan uang seandainya ada kerusakan kendaraan saat dalam perjalanan yang tak terduga, anggaran untuk oleh-oleh, dan uang tip lebaran untuk keluarga maupun keponakan-keponakan di kampung, dan sebagainya.<br /> <br /> Merencanakan budget ini sangat penting supaya anda tidak bingung dan tidak kehabisan uang tanpa tahu penggunaannya secara jelas. Patut dicatat, bahwa anda jangan memaksakan kebutuhan yang sebenarnya tidak bisa anda penuhi. Jangan sampai anda saat mudik malah berhutang hanya karena alasan supaya mempunyai uang cadangan.<br /> <br /> Percaya atau tidak, saat mudik merupakan momen tak terduga yang dapat membuat habis uang anda walau sebelumnya sudah mengukuhkan niat hanya akan memakai uang cadangan tersebut guna keperluan darurat.<br /> <br /> <br /> 2. <b>Kurangi Dana Dalam Bentuk Tunai</b><br /> <br /> Cara lain yang dapat Anda lakukan agar tidak bangkrut pasca mudik Lebaran, dengan membawa sedikit uang tunai saat mudik. Gantilah uang tunai Anda dalam bentuk debit atau Kartu Kredit. Selain akan lebih aman dan praktis, kesulitan dalam bertransaksi tentu saja akan membuat Anda enggan dan malas untuk berbelanja. Cara ini akan memudahkan Anda untuk menghemat uang dan displin pada anggaran Anda.<br /> <br /> <br /> 3. <b>Pesanlah Tiket Dari Jauh-Jauh Hari</b><br /> <br /> Hal yang satu ini juga dapat Anda lakukan untuk menghemat uang Anda pasca mudik Lebaran. Memesan tiket mudik jauh-jauh hari memungkinkan Anda untuk mendapatkan tiket dengan harga yang lebih murah. Tipsnya adalah Anda harus rajin mengecek serta membandingkan harga promosi satu maskapai ke maskapai lainnya. Keuntungannya tentu saja Anda akan dapat menyimpan sisa uang dari budget membeli tiket tersebut untuk nanti akan Anda gunakan pasca mudik Lebaran nanti.<br /> <br /> <br /> 4. <b>Pergunakan Rute Mudik yang Efektif</b><br /> <br /> Khusus anda pengguna kendaraan pribadi yang hendak melakukan mudik, ada baiknya mempelajari rute perjalanan mudik yang efektif terlebih dahulu. Supaya nanti saat di tengah perjalanan anda tidak berakhir dengan perjalanan panjang dan berputar-putar. Tentunya hal ini juga dapat menghemat biaya bahan bakar mobil anda.<br /> <br /> <br /> 5. <b>Persiapkan Kondisi Fisik dan Kesehatan</b><br /> <br /> Jangan sampai dikarenakan terlalu heboh dan bersemangat dalam mempersiapkan mudik anda, justru tidak sadar anda mengabaikan kondisi kesehatan. Sehingga kesehatan anda malah menurun di saat hari keberangkatan. Selama dalam perjalanan, anda juga harus menyiapkan beberapa obat-obatan, termasuk obat anti mabuk perjalanan, minyak angin, obat masuk angin, plastik, serta beberapa permen asam dan obat khusus yang sesuai dengan kebiasaan anda. Membelinya secara mendadak di tengah perjalanan, terutama pada tempat-tempat persinggahan akan membuat anda membayarnya dengan harga lebih mahal.<br /> <br /> <br /> Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dan anda lakukan guna memperoleh perjalanan mudik yang nyaman, aman, dan tentunya lebih hemat. Jadi persiapkan segala sesuatunya dengan baik, dan yang terpenting adalah persiapkan fisik Anda dengan menjaga pola makan serta tidur yang cukup. Agar tidak mengganggu perjalanan mudik Anda nantinya.<br /> <br /> (ond) Tue, 07 Jun 2016 10:36:10 +0700 [Perencana Keuangan] : Tips Belanja Hemat Pada Saat Sale https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1052 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-yyEOwx5PxQ0/V1U51YUHcCI/AAAAAAAAAFg/b8XBzO75HgQVUnuVlZUnSahonugeRJZNQCCo/s720/sale.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Banyaknya sale atau diskon di berbagai pusat perbelanjaan saat ini, bisa menjadi godaan yang tak tertahankan. hampir semua orang, selalu tergiur dengan iming-iming diskon. Bahkan mungkin kamu seringkali merasa sulit untuk berhenti berbelanja saat banyaknya toko atau pusat perbelanjaan yang menawarkan barang dengan diskon besar-besaran. <br /> <br /> Namun meskipun banyak barang yang ditawarkan dengan harga diskon yang cukup menggiurkan, tetap saja Anda harus bijak dan cerdas dalam berbelanja. Lalu bagaimana cara untuk menahan diri agar tidak &ldquo;kalap&rdquo; berbelanja saat serbuan diskon gila-gilaan? Simak tipsnya di bawah ini yuk :)<br /> <br /> <b>1. Tentukan Budget</b><br /> <br /> Anda harus menentukan budget khusus untuk berbelanja barang diskon, agar nafsu berbelanja Anda bisa lebih terkontrol. Pastikan Anda bisa berhenti belanja saat budget Anda sudah habis terpakai. Budget ini dapat Anda persiapkan dengan menabung dari jauh-jauh hari. <br /> Dan sebaiknya hindari membawa kartu kredit dan ATM saat berbelanja di pusat perbelanjaan yang menawarkan banyak diskon. Kedua benda ini dapat menjadi salah satu godaan kamu untuk terus-terusan belanja. Bawalah uang tunai sesuai dengan budget yang telah ditentukan sebelumnya. Jika uang tersebut sudah habis, mau tidak mau pastinya kamu harus menghentikan pemburuan barang-barang diskon.<br /> <br /> <b>2. Buat Daftar Kebutuhan</b><br /> <br /> Sebaiknya buat daftar apa saja kebutuhan Anda. Sehingga saat akan berbelanja barang diskon, Anda benar-benar tahu barang apa yang Anda butuhkan dan mana yang tidak. Usahakan berbelanja berdasarkan barang yang ada pada daftar Anda dan hindari melihat-lihat ke bagian yang tidak Anda butuhkan.<br /> <br /> <b>3. Bandingkan Harga</b><br /> <br /> Biasanya pada saat musim sale seperti tahun baru, lebaran dan akhir tahun semua pusat perbelanjaan berlomba-lomba memberikan diskon besar-besaran untuk menarik pembeli. Persaingan beberapa pusat perbelanjaan untuk memberikan harga terbaik ini harus kamu manfaatkan untuk memilih mana yang menjual barang yang serupa dengan harga termurah.<br /> <br /> Luangkan waktu sebelum Anda berbelanja, untuk membandingkan produk agar mendapatkan penawaran terbaik. Sebelum membeli, lakukan penelitian. Pergi ke toko yang berbeda, cari di internet untuk ulasan pelanggan, lihat apakah ada produk lain yang sama baiknya dan dengan harga yang lebih murah. <br /> <br /> <b>4. Simpanlah Struk Belanja Anda </b><br /> <br /> Simpanlah struk belanja Anda agar Anda dapat mamantau pengeluaran belanja Anda, apakah sudah sesuai budget atau kah melebihi budget.<br /> <br /> <br /> <b>5. Lakukan Pada Saat Bahagia</b><br /> <br /> <br /> Berbelanjalah pada saat keadaan hati Anda bahagia, karena apabila Anda dalam keadaan sedih dan stres, Anda akan impulsive membeli barang-barang yang tidak Anda butuh kan hanya demi kepuasan dan hiburan. <br /> <br /> (EWS)<br /> Mon, 06 Jun 2016 15:55:30 +0700 [Perencana Keuangan] : Biar Bonus Tahunan Ga Ludes Gitu Aja https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1051 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-12yBsKN8E6c/V01op7fFbDI/AAAAAAAAUpI/n3jHIbsqq1QIPIlLbEldW-0RFuvmxmvsgCCo/s800/Pasar-Modal.png"/><br /> <br /> Bagi yang bekerja di perusahaan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah BONUS tahunan. BONUS biasanya hadir karena adanya laba yang diterima perusahaan. Perusahaan memberikan prosentase tertentu dari laba bersihnya sebagai bonus bagi karyawan. Pembagiannya tergantung seberapa besar kontribusi karyawan terhadap perusahaan. Tapi jangan sampai BONUS tahunan yang sedemikian besar langsung ludes tanpa manfaat jangka panjang ya.<br /> <br /> Bagaimana sebaiknya mengatur BONUS Tahunan ini?<br /> <br /> Biaya Tahunan<br /> Pertama sebaiknya diperuntukkan bagi pengeluaran tahunan. Perhatikan estimasi jumlah bonus yang akan diterima sehingga nanti dapat melakukan penyesuaian dengan anggaran pengeluaran tahunan.Buat daftar pengeluaran tahunan.<br /> <br /> Utang<br /> Zakat<br /> Investasi<br /> Premi asuransi<br /> Biaya sekolah anak<br /> Hari Raya / Qurban<br /> Biaya-biaya seperti STNK, dll<br /> <br /> Prioritas Tujuan Finansial<br /> Alokasi berikutnya untuk tujuan finansial. Dalam membuat Plan seringkali ada alokasi untuk menambah dana darurat, dana pendidikan anak atau bahkan untuk DP properti. Biasanya ini sering sebagai alokasi untuk tujuan finansial jangka pendek di bawah 3 tahun. Produk pilihan bisa bervariasi. Namun jika jangka waktu pendek sebaiknya hanya menggunakan produk dengan likuiditas tinggi dan risiko rendah. Hindari spekulasi.<br /> Hadiah untuk Diri Sendiri<br /> Jangan lupa alokasikan hadiah untuk diri sendiri. Maksimal 20% dari BONUS dapat dipakai untuk bersenang-senang. Berlibur, shopping atau membayarkan membership suatu kegiatan/ klub yang Anda sukai. Bonus ini kan hasil dari kerja keras, jadi Anda juga berhak mendapatkan hadiah yang setimpal.<br /> <br /> Semoga Anda sudah terpikir mengalokasikan bonus tahunan. Jangan lupa untuk ngobrol dengan QMPlanner agar mengerti alasan dari pilihan-pilihan yang Anda akan ambil bersama Bonus itu. Manfaatkan dengan bijak, ya!<br /> <br /> (Dimas) Mon, 06 Jun 2016 15:55:01 +0700 [Perencana Keuangan] : Persiapkan Dana Pernikahan-mu Dengan Reksadana https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1044 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-DgYFhFr2hKc/V1D28FUVPvI/AAAAAAAAUrg/FVtOIo10Le8L1z0FDskCI9QYaBMawHBfQCCo/s800/weddingcost_0.jpg"/></div><br /> <br /> Budget dalam mempersiapkan pernikahan sering kali menjadi permasalahan beberapa pasangan yang ingin menyelenggarakan hari besar mereka. Banyak pasangan yang pada akhirnya mengandalkan bantuan hutang atau pinjaman bank untuk membiayai anggaran pernikahan mereka. Tentu saja, kami tidak ingin hal itu terjadi. Pada artikel kali ini kami akan memberikan solusi untuk Anda dalam merencanakan anggaran pernikahan dengan menginvestasikan dana Anda ke dalam Reksadana.<br /> <br /> Menurut salah satu Agent Jasa Pernikahan ternama biaya untuk Paket Pernikahan + Catering mencapai 70 jt, dana tersebut belum termasuk biaya lain-lainnya seperti biaya seserahan, biaya untuk pembelian souvenir, biaya seragam dll. Misalkan biaya lain-lainnya 10 jt maka total biaya pernikahan Anda menjadi sebesar 80 jt. Apabila saat ini umur Anda 23 tahun dan ingin melaksanakan pernikahan 3 tahun lagi yaitu umur 26 tahun dengan estimasi anggaran pernikahan sebesar 80 juta. Maka Anda dapat mulai menabung dari sekarang untuk mengumpulkan dana pernikahan anda.<br /> <br /> <b>Jadi, Berapakah dana yang dapat Anda sisihkan perbulannya ?</b><br /> <br /> Jika Anda menabung setiap bulannya di tabungan biasa selama 3 tahun maka Anda bisa menabung sebesar 2,5 juta perbulannya selama 3 tahun, dengan ketentuan tingkat inflasi sebesar 7 %, bunga 2% pertahun dan dana awal yang Anda miliki saat ini sebesar 5 juta. Namun apabila Anda menyimpan dana tersebut ke instrument investasi Reksadana biaya cicilan perbulannya akan lebih kecil.<br /> <br /> Misalkan untuk mencapai anggaran pernikahan sebesar 80 juta, Anda investasikan ke instrumen reksadana dengan estimasi return 11% pertahunnya dan dana awal yang dimiliki saat ini sebesar 5 juta serta jangka waktu investasi selama 3 tahun maka dana yang dapat Anda sisihkan perbulannya untuk mencapai tujuan Anda sebesar 2,1 juta. (perhitungan ini bisa menggunakan &ldquo;Saving Goals Calculator&rdquo; pada website www.ipotplan.com)<br /> <br /> <br /> (ond) Fri, 03 Jun 2016 10:19:03 +0700 [Perencana Keuangan] : Apa Itu IPOTPLAN ? https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1042 <b>IPOTPLAN</b><br /> <br /> <br /> Selama ini jika Anda kesulitan dalam mengatur keuangan dan setiap bulannya tidak dapat menyisihkan dana untuk investasi, solusinya adalah IPOTPLAN <br /> <br /> IPOT PLAN salah satu produk dari PT. Indo Premier Securities. <br /> IPOT PLAN merupakan produk tentang &quot;merencanakan keuangan&quot; individu atau keluarga yang disediakan secara ONLINE dan disediakan Free oleh IndoPremier.<br /> <br /> Pernah mendengar Financial Planner? <br /> Jika Anda ingin konsultasi mengenai keuangan dan bagaimana mengelola keuangan yang baik dan benar biasanya orang akan datang ke Financial Planner.<br /> Hanya saja biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan jasa seorang Financial Planner cukup besar. Besarnya mencapai Rp. 500.000,- sampai dengan Rp.3.000.000 per jam, bahkan belasan atau puluhan juta rupiah untuk melakukan satu kali kontrak/konsultasi komperhensif dengan Financial Planner. <br /> Adanya IPOT PLAN semakin mempermudah Anda dalam melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin tanpa harus mengeluarkan biaya untuk seorang Financial Planners karena semuanya disediakan Free.<br /> <br /> Perencanaan keuangan dapat diartikan sebagai proses mencapai tujuan melalui manajemen keuangan secara terencana. <br /> Dalam website IPOT PLAN (www.ipotplan.com), Anda dapat melakukan financial check-up untuk mengetahui apakah keuangan Anda sehat atau tidak (defisit atau surplus) setelah itu tentukan tujuan (jangka pendek, menengah, panjang) dan impian Anda. <br /> Setelah melakukan financial check-up dan menentukan tujuan atau impian, langkah selanjutnya Anda akan mendapatkan ringkasan hasil financial check-up dan rekomendasi yang harus Anda jalankan demi mencapai tujuan dan impian Anda. <br /> <br /> Perlu diketahui bahwa kebutuhan akan perencanaan keuangan timbul dikarenakan beberapa faktor.<br /> <br /> <b>Faktor Yang Mendorong Perlunya Perencanaan Keuangan adalah :</b><br /> <br /> 1. Inflasi<br /> 2. Pertumbuhan kredit<br /> 3. Pajak dan Dana Pensiun<br /> 4. Perubahan Demografis<br /> 5. Adanya PHK Terhadap Karyawan <br /> <br /> Oleh karena faktor-faktor tersebut di atas maka mulai sekarang sebaiknya melakukan perencanaan keuangan.<br /> Untuk memulai perencanaan keuangan secara gratis caranya mudah sekali, yaitu registrasinya terlebih dahulu. <br /> Anda dapat mengunjungi halaman website IPOT PLAN (www.ipotplan.com), klik Login/Register. <br /> Klik kalimat yang bertuliskan &quot;Anda belum menjadi member? Daftar disini&quot;<br /> Isi data diri Anda pada halaman tersebut lalu klik Register. <br /> <br /> Keamanan data di IPOT PLAN (www.ipotplan.com) sangat terjamin. <br /> IPOT PLAN yang Anda akses dienkripsi dengan menggunakan SSL256, sehingga sangat sulit dibaca oleh pihak lain.<br /> Dengan menggunakan SSL256, diberikan jaminan kepada pengguna IPOT PLAN atas data yang dikirimkan lewat web.<br /> <br /> Jadi, tidak perlu risau mengenai keamanan data Anda yang ada di IPOT PLAN, karena data Anda tidak akan tersebar.<br /> Selamat menggunakan IPOT PLAN.<br /> <br /> (RS) Tue, 17 Oct 2017 15:37:53 +0700 [Perencana Keuangan] : Financial Plan for Newlywed https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1036 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-oGGcN7Dauck/V05ciRwg-FI/AAAAAAAAAEk/5yskv1YJJAMJlhr04nsOBm3zyiknkbi4wCCo/s720/shutterstock_137614208.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Menikah merupakan keinginan banyak orang di dunia. Namun setelah menikah tentu banyak hal yang harus disesuaikan dengan pasangan baru anda, salah satunya adalah terkait dengan pengelolaan keuangan. Mengelola keuangan pada saat lajang dan menikah sangatlah berbeda.<br /> <br /> Berikut adalah tips untuk pasangan muda agar tepat mengelola keuangan setelah menikah.<br /> <br /> <br /> <b>1. Membuat Anggaran Bersama</b><br /> <br /> Langkah pertama adalah membuat anggaran bersama, jika sebelum menikah memiliki pemasukan dan pengeluaran masing-masing, maka setelah menikah akan memiliki pemasukan dan pengeluaran bersama. Diskusikan sumber pemasukan dan berapa besar pengeluaran bersama dalam satu bulan. Diskusikan pola soal pembagian pengeluaran. Misalnya, gaji suami dipakai untuk membayar kebutuhan pokok, sedangkan gaji istri bisa dipergunakan untuk hal-hal kecil yang sifatnya sekunder.<br /> <br /> Jangan lupa untuk mencatat semua pengeluaran rumah tangga. Jika Anda tak punya catatan kemana larinya uang setiap hari, maka Anda akan kesulitan menyusun anggaran kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut akan membuat Anda dan pasangan menjadi disiplin dalam pengelolaan pendapatan bersama.<br /> <br /> Hal ini sangat penting dilakukakan, untuk memonitor arus keuangan, dengan begitu akan membantu Anda terhindar dari perselisihan mengenai pendapatan dan pemasukan yang sering kali dialami oleh pasangan yang baru saja menikah.<br /> <br /> <b>2. Menunjuk Siapa Pemegang Keuangan Dalam Keluarga</b><br /> <br /> Sebaiknya orang yang lebih teliti dan cermat yang memegang keuangan dalam keluarga, karena dia akan menghitung serta mencatat setiap pengeluaran maupun pemasukan setiap bulan, ini berfungsi agar dapat terkontrol.<br /> <br /> <br /> <b>3. Berkomunikasilah Secara Terbuka Soal Keuangan Masing -Masing</b><br /> <br /> Anda dan pasangan baru dapat merencanakan keuangan rumah tangga, jika masing-masing mau terbuka dan membahasnya. <br /> Misalnya, tentang salah satu dari pasangan baru mendapatkan insentif atau bonus tahunan dari perusahaan tempat bekerjanya, tentang hutang kartu kredit, tentang kesepakatan pembelian barang dengan harga tinggi, atau ada anggota keluarga yang sedang butuh dana dan ingin meminjam uang, dan sebagainya.<br /> Dengan komunikasi mengenai keuangan dengan pasangan, Anda akan memahami dan menerima segala hal yang mungkin akan terjadi di masa depan tanpa merasa dibohongi.<br /> <br /> <br /> <b>4. Membuat Rekening Bank Atas Nama Bersama</b><br /> <br /> Buatlah rekening tabungan bank atas nama Anda dan pasangan, membuat rekening bersama dengan pasangan dapat menerapkan sistem satu pintu keuangan dalam keluarga akan mempermudah arus keuangan. Anda dan pasangan juga jadi mudah mengontrol jumlah pengeluaran setiap bulannya. Adanya sistem satu pintu berfungsi membantu saat membuat perencanaan dalam jangka pendek maupun panjang karena sistemnya adalah keuangan yang terpusat.<br /> <br /> Buatlah rekening tabungan joint or, dimana untuk rekening tabungan joint or ini bisa mendapatkan ATM, untuk menunjang transaksi keuangan keluarga Anda.<br /> <br /> <br /> <b>5. Siapkan Dana Darurat</b><br /> <br /> Dana Darurat adalah salah satu tujuan finansial yang sangat penting dalam setiap rencana keuangan keluarga. Sebetulnya apa sih yang disebut Dana Darurat ?<br /> Dana Darurat adalah sejumlah dana yang telah dialokasikan secara terpisah, untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sangat darurat. Sebagai contohnya adalah biaya sakit, kecelakaan, kematian, bantuan untuk keluarga dll. Dalam hal ini, dana daruratlah yang berperan untuk mengatasi biaya-biaya yang tidak terduga diluar anggaran yang kita buat. <br /> Dana Darurat sebaiknya ditempatkan pada produk keuangan yang bisa dengan mudah dan cepat diambil serta aman, salah satu contohnya dapat ditempatkan instrumen keuangan yang sifatnya likuid seperti di Reksa Dana Pasar Uang atau di tabungan.<br /> <br /> <br /> <br /> <b>6. Buatlah Tujuan Keuangan dan Berinvestasi </b><br /> <br /> Sebaiknya buatlah tujuan-tujuan keuangan keluarga Anda untuk masa depan, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, dana ibadah haji, dana liburan, dana pembelian rumah, dan lain-lain untuk tujuan ini lebih baik dapat terlaksana dengan berinvestasi.<br /> Berinvestasi lah atas kesepakatan bersama, berapa jumlah dana yang di investasikan dan apa juga jenis instrumen investasinya. <br /> Untuk berinvestasi sekarang sudah mudah dan murah, contohnya untuk berinvestasi ReksaDana dapat dimulai dengan nominal Rp. 100.000,- dan sudah dapat ditransaksikan secara online, jadi Anda dan pasangan dapat mengontolnya secara bersama-sama.<br /> Untuk berinvestasi ReksaDana secara online Anda dapat membuka link berikut ini https://www.indopremier.com/ipotfund/ melalui IPOTFUND anda dapat memilih lebih dari 100 ReksaDana dari Manajer Investasi yang bagus dan ternama. <br /> <br /> (EWS) Mon, 06 Jun 2016 15:54:52 +0700 [Perencana Keuangan] : Cegah Bokek Pasca Lebaran https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1031 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-0LOew6_clLA/V0gZMgNaQ0I/AAAAAAAAUmY/lvh0VGsg9hEofooF1GaPpro8bVNrtn4-QCCo/s337/rumah.jpg"/></div><br /> <br /> Tidak sedikit orang yang keuangannya menipis atau kanker (kantong kering) pasca lebaran. Banyaknya keperluan sebelum dan sesudah lebaran membuat pengeluaran membengkak. Agar bisa bertahan pasca lebaran, ini cara mengatur keuangan yang mungkin pas untuk Anda.<br /> <br /> Biaya untuk lebaran sebaiknya dimasukkan ke dalam anggaran tahunan. Tidak lupa menyertakan anggaran bulan puasa ke dalam dana menyambut Hari Raya. Kegiatan saat Ramadan penting diperhitungkan karena umumnya pengeluaran ketika bulan puasa lebih banyak dari biasanya. Dalam pengaturan anggaran, ada anggaran bulanan, tahunan, dan jangka panjang. Biaya selama Ramadan nggak kecil loh, jadi nggak mungkin nggak dibudgetin. Yang berhubungan dengan Ramadan sebaiknya dimasukkan ke anggaran tahunan.<br /> <br /> Mengapa harus menjadi anggaran tahunan? Biaya lebaran dimasukkan ke dalam anggaran tahunan untuk mengurangi beban pengeluaran Anda, terutama bagi yang sudah berkeluarga. Jika belum memasukkan biaya lebaran sebagai anggaran tahunan seharusnya dana tersebut sudah disiapkan maksimal tiga bulan sebelum Idul Fitri. Jika tidak, siap-siap saja pengeluaran Anda membengkak setelah Hari Raya.<br /> <br /> Anggaran untuk lebaran tidak perlu terlalu besar. Cukup sekitar 5 persen setiap bulan dari penghasilan yang diperoleh saat ini. &quot;Sebenarnya dana yang disisihkan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang itu kan kira-kira 30 persen ya. Kalau dana lebaran karena masih 12 bulan, itu hanya memakan 3% sampai 5% saja, cukup untuk mudik dan biaya lain juga kan.<br /> <br /> Oleh sebab itu, jika Anda baru mau menyiapkan dana lebaran beberapa minggu sebelum Idul Fitri, jangan kaget kalau keuangan pasca lebaran menipis atau bahkan memiliki hutang, dan bokek. Anda juga disarankan tidak hanya mengandalkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan karena THR saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Jadi, siapkanlah dananya jauh - jauh hari, hemat ya.<br /> <br /> (Dimas) Tue, 31 May 2016 11:46:49 +0700 [Perencana Keuangan] : Tips Mengatur Keuangan dalam Satu Bulan https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1030 <br /> <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-_xwcgoQpPI0/Vs6E2PloYsI/AAAAAAAATjw/LA7Z0iseOYsyuDo9QobIevpr5NOsDPO4ACCo/s512/plan+4.png"/></div><br /> <br /> <div class="left">Uang uang dan uang, lagi-lagi soal uang. Bahkan beberapa orang bilang kalau &ldquo;enggak ada uang, enggak sayang&rdquo; wahhhh&hellip;. masa sih sampai seperti itu? Sebenarnya memang uang menjadi alat tukar yang sangat berharga saat ini, sampai-sampai banyak orang yang rela menghabiskan banyak waktunya dalam satu hari hanya untuk mencari alat tukar tersebut. Memang enak sih kalau setelah itu kita bisa menikmatinya, namun jika kamu nggak pandai mengatur keuangan, bisa-bisa semua usaha yang dilakukan untuk mendapatkan uangmu itu akan sia-sia. Jangan berpikir untung dulu, mungkin rugi yang akan kamu terima.<br /> <br /> Nah untuk menghindari situasi seperti itu, diperlukan kecermatan dalam mengatur kehidupanmu paling nggak dalam satu bulan sampai kamu mendapatkan gaji selanjutnya. Berikut adalah tips yang bisa dicermati, seperti :<br /> <br /> <b>1. Rencanakan Pengeluaran dengan Cermat</b><br /> Alangkah baiknya nih, kamu punya catatan rencana pengeluaran dalam satu bulan dengan detail. Misal : untuk cicilan motor sekian, belanja keperluan sekian, makan sekian, hangout sekian, yang dimana semua pengeluaran tersebut jangan sampai dikeluarkan serentak di awal bulan ya. Dengan begitu agan/sista bisa memperkirakan berapa uang yang akan kamu keluarkan dalam satu bulan. Jika dalam rencana pengeluaranmu ternyata tak ada sisa untuk ditabung, kamu harus mulai mengurangi beberapa hal yang nggak begitu penting dalam satu bulan tersebut.<br /> <br /> <b>2. Hindari Hutang Apapun Bunyinya : Kartu Kredit, KTA, dll</b></div><div class="left">Sekilas memang sepertinya enak ya mendapatkan barang-barang yang kita suka dengan kredit. Tapi jangan salah, kredit yang berlebih akan menyebabkan beban biaya yang sangat besar. Misalnya kamu punya tanggungan kredit untuk satu barang seharga 500 ribu, tapi kamu kredit untuk empat barang sekaligus dalam satu bulan. Hmmmmm&hellip;. Jangan kaget kalau di awal bulan kamu langsung makan mie instan ya!<br /> <br /> </div><div class="left"><b>3. Cermat Mengetahui Berapa Pendapatan Perbulan.</b></div><div class="left">Kamu harus benar-benar mengetahui dan mengerti berapa pendapatan kamu dalam satu bulan. Biasanya ketika di awal bulan, pastinya sangat tergoda untuk berbelanja apapun yang kita suka, padahal sebenarnya kita nggak terlalu membutuhkannya. Percaya deh, kalau kamu maksain untuk membeli semuanya, bukan rasa senang yang didapat, namun penyesalan ketika kamu melihat saldo rekening. Untuk itu lakukan pembelian sesuai kebutuhanmu selama satu bulan kedepan.<br /> </div><div class="left"><b>4. Rajin-rajinlah Membawa Bekal</b><br /> Jika agan/sista adalah tipe orang yang suka jajan, jangan malu untuk membawa bekal makanan dari rumah yang kamu atau orang tuamu buat. Sehingga ketika makan siang, kamu bisa makan enak dan kenyang tanpa mengeluarkan uang yang mahal. Dengan begitu, kamu bisa menyisihkan uang makan siangmu dalam satu hari untuk ditabung atau digunakan untuk kebutuhan yang lain.<br /> <br /> (Dimas)</div><br /> Tue, 31 May 2016 11:47:22 +0700 [Perencana Keuangan] : Tips Bijak Mengelola THR-mu https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1024 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-d51xLVGYG3A/V0wO7-8b9DI/AAAAAAAAENc/jJHbZJ9ueJwWMEk4Su2Nn2vx8KM7doNlgCCo/s620/THR.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> <div class="left">Buat Anda yang sudah bekerja pasti sangat menantikan Tunjangan Hari Raya (THR). Tunjangan hari raya ini diberkan oleh perusahaan menjelang hari raya. Setelah sudah mendapatkan THR, kamu mulai memikirkan barang-barang impian yang sudah kamu impikan, baju baru, celana baru, pokoknya segala sesuatu yang baru. Tapi sebagian besar dari kita terkadanag tidak dapat mengelola uang tambahan ini, sehingga tidak jarang terjadi kekurangan dana untuk lebaran sehingga solusi yang diambil pun justru mengambil uang dari ATM. Gimana sih agar kita bijak dalam mengelolanya, yuk lihat tips berikut ini :<br /> <br /> </div><div class="left"><b>Membayar zakat 2,5% dari gaji dan THR </b></div><div class="left">Hal yang pertama Anda lakukan adalah gunakan THR untuk donasi, bayar Zakat, Perpuluhan atau Derma. Sebelum menggunakan pendapatan kita untuk keperluan lain-lain ada baiknya gunakan untuk donasi, bayar Zakat, Perpuluhan atau Derma. Hitung-hitung memberi donasi adalah bentuk usaha kita untuk menolong sesama kita. </div><br /> <br /> <div class="left"><b>Membayar orang yang bekerja kepada kita seperti embantu sopir, baby sitter (jika punya)</b></div><div class="left">Kalau di rumah ada asisten rumah tangga (pembantu rumah tangga), perawat kebun dan supir sebaiknya kita siapkan THR untuk mereka. Mereka juga sama seperti kita, ingin pulang kampung, ingin merayakannya juga. Bagi Kita yang wiraswasta / entrepreneur dan/atau Anda yang memiliki asisten rumah tangga, perawat kebun dan supirJangan sampai Kita berutang THR.</div><br /> <br /> <div class="left"><b>Buat Anggaran Pengeluaran</b></div><div class="left">Pencatatan secara detail perlu dilakukan misalnya seperti membeli makanan lebaran, perlengkapan sembahyang, biaya mudik, ongkos membeli oleh-oleh, pakaian baru dan lain sebagainya. Buat skala prioritas untuk kebutuhan tersebut dalam menggunakan uang THR. Dalam mengelola uang THR ini sebaiknya kita jangan mudah berkeinginan untuk berbelanja yang belum menjadi kebutuhan.</div><br /> <br /> <div class="left">Buat juga rincian anggaran buat kamu yang bekerja di luar kota dan setiap tahun punya tradisi mudik kekampung halaman. Rincikan biaya transportasi, oleh-oleh untuk sanak sodara, serta biaya selama kamu tinggal dikampung. Daripada kamu memaksakan diri untuk memenuhi keinginan kamu dan samai hutang menggunakan kartu kredit, alangkah baiknya jika kamu pintar mengerem pengeluaran yang bersifat keinginan. Jadi kamu harus pintar membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan.</div><br /> <br /> <div class="left">Semoga tips-tips mengelola THR ini dapat berguna bagi Anda. Bijaklah dalam memanfaatkan Tunjangan Hari Tua-mu agar suskses dunia dan sukses di Akhirat. Silakan direalisasikan tips-tips diatas. :)</div><br /> <br /> <div class="left">(ond)</div><br /> <br /> <br /> <br /> <br /> Mon, 30 May 2016 17:01:38 +0700 [Perencana Keuangan] : [Tips] Mengumpulkan DP Rumah dengan Investasi Reksadana https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1016 <div class="center"> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-0LOew6_clLA/V0gZMgNaQ0I/AAAAAAAAUmU/k4Hl84dPd2gHaaEnQvpPsqk5EuA94KJAACCo/s337/rumah.jpg"/></div><div class="left"><br /> Memiliki rumah atau apartement idaman adalah impian semua orang pastinya. Namun terkadang kita memiliki kendala sebelum membeli sebuah rumah yaitu salah satunya DP atau uang muka. Banyak orang kemudian memilih menabung agar uang untuk DP rumah cukup. Tetapi mereka tidak tahu bahwa waktu menabung dan kenaikan harga properti ternyata tidak berbanding lurus. Harga properti khususnya rumah cepat sekali naik sehingga turut meningkatkan uang muka rumah baru. Uang hasil menabung yang dari awal di rasa cukup kini sudah tidak dapat menjangkau kenaikan harga rumah.<br /> <br /> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa memiliki dana yang cukup untuk membayar DP rumah? Salah satunya, cobalah memanfaatkan instrument Investasi seperti Reksadana. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk perencanaan pembelian rumah melalui Reksadana :<br /> <br /> 1. <b>Tetapkan Tujuan Anda</b><br /> Misalkan saat ini Anda berumur 20 tahun dan ingin mulai menyisihkan dana untuk membeli rumah pada umur 30 tahun. Maka yang harus dilakukan sekarang Anda harus mulai menghitung berapa estimasi harga rumah yang Anda inginkan. Apabila Anda ingin membeli rumah berkisar diharga Rp. 400 juta, maka Anda bisa menghitung berapa dana yang bisa disisihkan untuk dapat membeli rumah impian Anda.<br /> <br /> 2. <b>Tentukan Dana yang harus Anda Sisihkan</b><br /> Setelah menentukan tujuan dan kisaran harga rumah impian Anda, sekarang kita bisa mulai melakukan perhitungan berapa besar dana yang dapat Anda sisihkan perbulannya. Misalkan Anda mengambil rumah menggunakan KPR maka yang Anda butuhkan adalah uang muka / uang DP. Sesuai dengan aturan Bank Indonesia DP KPR ditentukan 30% dari harga jual rumah, maka sekarang dana yang anda butuhkan untuk DP sebesar Rp. 120 juta.<br /> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Untuk mencapai tujuan Anda ada beberapa cara yaitu dengan menabung atau investasikan dana Anda. Apabila Anda menyisihkan dana di Tabungan setiap bulannya selama 10 tahun dengan asumsi bunga 1,5% pertahun maka Anda harus menyisikan dana Rp. 1 juta perbulan agar dapat mencapai Rp. 120 juta. Namun jika Anda sisihkan dana pada instrumen Reksadana, besaran dana yang perlu disisihkan hanya sebesar Rp. 700 ribu perbulannya dengan asumsi tingkat pertumbuhan Reksadana 11% pertahun dan pertumbuhan inflasi 3,6%. (Perhitungan bisa dilakukan dengan <a href="https://www.indopremier.com/ipotplan/pages/general/calc-savingsgoals.php" class="artikel_link">Saving Goals Calculator</a> )<br /> <br /> 3. <b>Tentukan Jenis Reksadana Yang Sesuai Dengan Anda</b><br /> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berdasarkan perhitungan yang Anda buat tadi, maka Anda bisa mencari reksadana yang cocok dengan rencana keuangan Anda. Tidak semua reksadana bisa memberikan imbal hasil yang sesuai dengan harapan dan target yang sudah dibuat. Menurut pendapat saya akan lebih tepat jika untuk pilihan jenis investasi Reksadana yang dibutuhkan dalam perencanaan ini adalah reksadana yang memiliki resiko rendah seperti Pendapatan Tetap dan Pasar Uang. Silahkan cek list produk reksadana di IPOTFUND pada link berikut ini <a href="https://www.indopremier.com/ipotfund/listreksadana.php" class="artikel_link">https://www.indopremier.com/ipotfund/listreksadana.php</a><br /> <br /> Selamat memburu rumah impian Anda :)<br /> <br /> <br /> (ond)</div><br /> <br /> <br /> Fri, 27 May 2016 16:57:11 +0700 [Perencana Keuangan] : Masa Depan Dunia Finansial ada ditangan kita https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1011 <br /> <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-O_LEF-3SaSQ/V0fDGWNm6mI/AAAAAAAAA1A/hge5NN9hEjgtnyxXHoe32XDUtDyjly_IACCo/s589/masa+depan.jpg"/></div><br /> Dunia tak lagi sama, banyak perubahan yang sudah terjadi. Biasanya, perubahan yang baik disebabkan oleh inovasi. Inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal baru, pembaharuan, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah diketahui sebelumnya. Inovasi juga dikenal sebagai sebuah improvisasi dari sistem yang sudah ada menjadi sistem yang lebih baik dan memberikan kita kemudahan. Misalnya komputer menjadi pengganti mesin ketik, handphone menjadi pengganti telepon, dan contoh inovasi lainnya yang tentunya membuat kegiatan kita sehari-hari menjadi lebih efisien dan efektif.<br /> <br /> Institusi tradisional bukanlah hal yang buruk, namun terkadang institusi tradisional sudah tidak relevan lagi di era modern seperti saat ini. Banyak cara lama yang sudah kita tinggalkan karena sudah dianggap rumit jika kita lakukan. Seperti yang dikatakan oleh seorang arsitek, musisi, penulis, pematung, pelukis, dan juga inovator di zaman Renaisans, Leonardo Da Vinci. &ldquo;Simpliycity is the ultimate shophistication&rdquo;. Maksudnya adalah kemudahan merupakan sebuah kecanggihan yang hebat. Inovasi sudah diisyaratkan oleh Sang Maestro sebagai suatu hal yang bisa membuat dunia menjadi lebih baik.<br /> <br /> Inovasi memberikan banyak sekali manfaat. Seperti inovasi di dunia finansial yang membuat aktifitas keuangan kita menjadi mudah. Teknologi finansial (Fintech) memberikan jangkauan yang luas kepada siapapun untuk mengakses aktifitas atau informasi seputar dunia finansial melalui teknologi. Dengan adanya fintech ini, masyarakat bisa terberdayakan dengan sejumlah pengetahuan dunia finansial.<br /> <br /> Kehidupan finansial di indonesia masih bisa dikatakan jauh dari baik. Masih banyak masyarakat yang belum &ldquo;melek&rdquo; finansial. Banyak masyarakat yang tidak merencanakan keuangannya dengan baik dikarenakan literasi keuangan mereka masih rendah. Jika masa &nbsp;depan tidak direncanakan dengan baik, kita tidak bisa menentukan arah menuju kesuksesan.<br /> <br /> Kita bisa membantu masa depan indonesia menjadi lebih baik. Caranya dengan meningkatkan literasi keuangan. Kita bisa mengakses informasi finansial dengan mudah. Sudah banyak fintech di Indonesia yang menyajikan informasi dunia finansial secara gratis dan mudah di mengerti, namun pastikan kita untuk memilih fintech yang kredibel, yang informasinya dapat dipercaya dan diandalkan sebagai acuan dalam melakukan transaksi keuangan. Melalui cara ini kita bisa berbagi pengetahuan dengan orang lain untuk memajukan masyarakat Indonesia.<br /> <br /> Tinggalkan cara lama, mulailah untuk menggunakan cara modern yang membuat aktifitas kita menjadi lebih mudah dan menguntungkan. Manfaatkan secara maksimal inovasi yang sudah ada. Pastikan kita memilih institusi yang tepat di era modern ini. Tentunya kita mengharapkan sebuah kemajuan bukan kemunduran. Dengan memanfaatkan inovasi teknologi finansial, berarti kita telah turut serta dalam memajukan masa depan finansial Indonesia yang lebih baik.<br /> (SAP) Fri, 27 May 2016 10:47:01 +0700 [Perencana Keuangan] : Cara Nagih Hutang Yang Benar https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/994 <br /> <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-OA80I0G5zZQ/Vwcnc3JKRII/AAAAAAAAUGQ/XdKo1uPwKY8PCw5d0JHBEWi3K1qrpmbmQCCo/s512/daya+ingat.png"/></div><div class="quote_wrapper"> <div class="thread_artikel"><p><span class="thread_quote_user"><!--span class="thread_quote">Quote: </span--><br /> Bagaimana cara&nbsp; menagih hutang ? seringkali ada perasaan&nbsp; sungkan, tidak enak, takut dianggap&nbsp;tidak punya perasaan, kita juga kadang tidak sempat atau lupa menagihnya. Kita berharap saat kita memberi pinjaman kepada orang lain, maka secara otomatis orang tersebut akan mengembalikannya. Pada kenyataan keadaan tidak akan selalu terjadi persis seperti yang kita harapkan . Tetapi bagi Anda, Anda tetap wajib untuk mencatat seluruh hutang yang Anda berikan, kecuali memang Anda berniat untuk memberi secara cuma - cuma.</span> </p><p class="thread_quote"></p></div> </div><br /> <br /> <br /> Ada 2 kemungkinan yang akan terjadi akibat meminjamkan uang ke orang, yang pertama adalah hutang tersebut akan di kembalikan dan yang kedua hutang itu tidak akan pernah kembali. Hutang bisa dikembalikan tepat waktu, tetapi bisa jadi karena berbagai hal tidak bisa kembali pada waktu yang dijanjikan dan berkurang dari jumlah yang dipinjam.&nbsp;Hutang juga bisa sama sekali tidak terbayar.<br /> <br /> Namun, jika hutang tersebut kembali apakah menjadi keuntungan untuk kita? Jawabannya tidak selalu. Karena saat meminjamkan uang juga bisa berakibat kita kehilangan&nbsp;<i>opportunity cost</i>&nbsp;atau kesempatan untuk mengambil keuntungan dengan cara&nbsp; berinvestasi ke tempat lain yang tidak bisa kita jalankan karena ketidak beradaan uang tersebut ditangan kita. Jadi hutang bisa menjadi untung atau rugi akan sangat tergantung dari tujuan pemberian hutangnya.<br /> <br /> <div class="left">Hutang yang kembali tentu jauh lebih baik daripada yang tidak kembali. Karena itu terlepas dari&nbsp;&nbsp;apakah Anda memberikan hutang sebagai bantuan atau sebagai investasi,&nbsp;&nbsp;tentunya Anda tetap mengharapkan uang Anda bisa kembali. Apalagi jika jumlahnya relatif besar seperti hutang investasi. Berikut ini adalah tips-tips dalam menagih hutang&nbsp;&nbsp;yang bisa Anda jalankan :</div><br /> <br /> <div class="left"><ol><li><b>Negosiasi</b> : banyak faktor yang bisa menyebabkan pembayaran hutang tertunda. Kenalilah penyebabnya untuk mencari jalan keluarnya. Komunikasi yang baik antara Anda dan pihak yang berhutang sangat diperlukan untuk bernegosiasi agar dicapai kesepakatan yang menguntungkan ke dua belah pihak.</li><li><b>Buat jadwal penagihan</b> : ketika kesepakatan&nbsp;&nbsp;sudah tercapai, maka langkah ke dua adalah pelaksanaan penagihan. Buatlah jadwal tetap pembayaran hutang,&nbsp;&nbsp;agar bisa diukur&nbsp;&nbsp;kemajuan-kemajuan dalam penyelesaian hutang.</li><li><b>Buat catatan</b> : jadwal penagihan saja tidak cukup, pencatatan yang rapi mengenai berapa besarnya jumlah hutang berikut saldo hutang yang tersisa dan kapan pembayarannya terjadi merupakan bukti tertulis yang jumlah angkanya dapat dipertanggung jawabkan.</li><li><b>Beri pujian</b> : Jangan lupa ucapkan terima kasih dan jagalah hubungan baik dengan pihak yang meminjam. Karena dengan hutang investasi pihak yang berhutang memberikan janji keuntungan untuk Anda, maka berilah penghargaan yang sewajarnya atas kerjasamanya dalam penyelesaian hutang.</li></ol></div><br /> <br /> &nbsp;<br /> (Dims)<br /> Fri, 27 May 2016 09:39:33 +0700 [Perencana Keuangan] : Rencanakan Hari Tua-mu dengan Reksadana https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/985 <div class="left"><div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-v86U4VtbFhQ/V0Qd69VXYCI/AAAAAAAAELg/IWbRr7zt5tACGD1EwHGTKiTdQFoKxCKKACCo/s352/PENSIUN.png"/></div><br /> <br /> <span class="font_size_3">Dalam perjalanan hidup kita ditakdirkan untuk menjadi tua dan dipengaruhi faktor-faktor lainnya. Ketika kita memasuki masa tua tentunya kita ingin hidup secara mandiri dan normal, karena pada masa ini kemampuan kita untuk bekerja menghasilkan uang tentunya sudah mengalami penurunan dan tidak bisa menghasilkan pendapatan seperti dahulu. Oleh karena itu untuk mempersiapkan hari tua kita terlebih dahulu harus memahami dan mengerti tentang bagaimana cara mengatur kondiri keuangan untuk persiapan masa depan atau masa tua dalam mengelola antara kebutuhan dan keinginan</span><br /> <br /> <br /> <span class="font_size_3">Beberapa dari kita mungkin sudah mulai memikirkan rencana keuangan untuk masa depan dan masa tua kita, namun masih bingung harus memulai dari mana. Di bawah ini adalah beberapa cara untuk mempersiapkan perencanaan keuangan hari tua kita.</span><br /> <br /> <br /> <span class="font_size_3"><b>1. Mulailah dengan menabung </b></span><br /> <br /> <span class="font_size_3">Apabila Anda sekarang sudah memiliki dana simpanan di tabungan, baik untuk pensiun atau tujuan lain, maka Anda akan tahu bahwa menabung adalah kebiasaan yang bermanfaat. Namun jika Anda saat ini belum memiliki dana simpanan maka kinilah saat untuk memulainya. Anda bisa mulai dengan dana kecil terlebih dahulu dan konsisten untuk menyisihkan dana setiap bulannya. Semakin cepat Anda mulai menabung, semakin banyak dana anda bertumbuh. Buatlah tabungan khusus untuk pensiun. Lalu susun rencana dan tetapkan tujuan masa tua-mu.</span><br /> <br /> <b><span class="font_size_3">2. </span></b><span class="font_size_3"><b>Ketahuilah seberapa besar kebutuhan pensiun anda</b></span><br /> <br /> <span class="font_size_3">Dalam menghitung biaya hidup setelah pensiun perlu disesuaikan dengan kebutuhan Anda Jadi, ada pos-pos yang mesti ditambahkan atau dikurangkan. B</span>iaya hidup setelah pensiun tentunya akan lebih besar dibandingkan biaya saat ini. Karena itu, kita perlu mengkalkulasinya berdasarkan konsep <i>future value</i> dengan memasukkan unsur inflasi dalam perhitungan. <br /> <br /> Misalkan biaya hidup saat ini adalah Rp 5 juta per bulan. Maka, 30 tahun ke depan besarannya akan menjadi Rp 28,7 juta per bulan, dengan asumsi inflasi 6 persen per tahun. (Bisa dihitung menggunakan kalkulator Time Value of Money &ldquo;<a href="https://www.indopremier.com/ipotplan/pages/general/calc-tvom-simpleinterest.php" class="artikel_link">https://www.indopremier.com/ipotplan/pages/general/calc-tvom-simpleinterest.php</a>&rdquo; ) Apabila anda pensiun pada saat umur 55 tahun dan masih ada masa hidup 20 tahun (hingga usia 75 tahun); maka setidaknya kita harus mempersiapkan uang sebesar Rp 6,8 miliar nilai masa depan atau sebesar Rp 1,2 miliar nilai saat ini.<br /> <br /> <span class="font_size_3"><b>3. Mulailah berinvestasi dengan Reksadana</b></span><span class="font_size_3"><br /> Setelah mengetahui total biaya masa pensiun, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan dana tersebut. Menurut perencanaan keuangan ternama</span> menyarankan untuk mempersiapkan dana pensiun dengan cara berinvestasi. Sebab, hanya dengan menabung saja tidak akan mungkin mencukupi biaya hidup yang tinggi saat pensiun nanti.<br /> <br /> <span class="font_size_3">Banyak sekali pilihan investasi yang bertebaran mulai dari tabungan, deposito, properti ataupun bentuk investasi lainnya. Namun investasi reksadana ini memiliki resiko lebih rendah dan aman untuk investasi jangka panjang. </span><br /> <br /> Lantas, <b>berapa uang perlu kita sisihkan untuk tabungan hari tua Anda? </b><br /> <br /> Dengan menghitung menggunakan kalkulator Saving Goals Calculator ( <a href="https://www.indopremier.com/ipotplan/pages/general/calc-savingsgoals.php" class="artikel_link">https://www.indopremier.com/ipotplan/pages/general/calc-savingsgoals.php</a> ) kita dapat melihat berapa dana yang kita sisihkan setiap bulannya untuk mencapai tujuan kita. Misalkan dana untuk pensiun yang dibutuhkan sebesar Rp. 6,8 miliar dan dana yang Anda miliki saat ini ada Rp 10 jt dengan jangka waktu 30 tahun dan estimasi pertumbuhan reksadana mencapai 11 % pertahun maka dana yang perlu di sisihkan perbulannya agar mencapai tujuan adalah sebesar Rp. 2,3jt perbulan.<br /> <br /> Berikut tampilan hasil kalkulator Saving Goals Calculator <br /> <br /> <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-Z5k9beyEx94/V0QeMfvOzPI/AAAAAAAAELo/KpBYTSxqxosSl7tBDojgV-O_UGzYXm13gCCo/s963/KALKULATOR.bmp"/></div><br /> <br /> <br /> (ond)<br /> </div><br /> <br /> <br /> <br /> <br /> Tue, 24 May 2016 16:27:11 +0700 [Perencana Keuangan] : Perencanaan Pensiun (Retirement Plan) https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/971 <div class="center"><b>Perencanaan Pensiun (<i>Retirement Plan</i>)</b></div><br /> <br /> Perencanaan Pensiun (<i>Retirement Plan</i>) merupakan kegiatan melakukan alokasi dana dari sebagian penghasilan atau pendapatan yang diterima ke dalam bentuk simpanan yang nantinya akan digunakan pada masa pensiun. Tujuan dari perencanaan pensiun adalah untuk mencapai kemandirian dalam keuangan (<i>financial freedom</i>).<img src="https://lh3.googleusercontent.com/-pICCwOZU1C0/Vz7wAg8sKMI/AAAAAAAACpw/te1MrHjwC7Ysi8FvO6rol4fdFXu3Yd40QCCo/s460/pensi1.png"/>Faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan perencanaan sebelum memasuki masa pensiun adalah :<ul><li>Menghitung dana yang dibutuhkan pada saat masa pensiun,Beberapa orang memutuskan pensiun di kota kecil yang relatif lebih tenang dan ini mempengaruhi gaya hidup yang otomatis terkait dengan dana yang dibutuhkan sebagai pengeluaran pada masa pensiun.Untuk memudahkan perhitungan ini, anda dapat memperkirakan secara persentase dari pengeluaran anda saat ini, katakanlah 80% dari biaya saat ini. Kenapa lebih kecil ? Karena aktifitas masa pensiun relatif berkurang. Atau mungkin sebaliknya, anda justru ingin merasakan hidup yang lebih mewah daripada saat ini, katakanlah 120% dari pengeluaran saat ini ?Sah saja, oleh karena itu mari kita persiapkan sekarang juga.</li><li>Menghitung perkiraan masa hidup semenjak hari pertama memasuki sampai dengan saat meninggalkan dunia dengan bahagia,Kesulitan untuk menentukan usia harapan hidup ? Berikut statistik rata &ndash; rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia sesuai data Biro Pusat Statistik (BPS) 2013 untuk pria adalah 72 tahun dan wanita adalah 70 tahun.</li></ul><br /> <br /> Dalam menghitung dana yang harus dipersiapkan untuk menyongsong masa pensiun, menggunakan 2 (dua) pendekatan atau metode :<ol><li>Pendekatan Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>)Kebutuhan dana pensiun dihitung dengan mengasumsikan pada saat pensiun nanti tetap mendapatkan jumlah dana yang senilai dengan jumlah penghasilan yang diterima saat ini.</li><li>Pendekatan Biaya Hidup (<i>Life Cost Approach</i>)Kebutuhan dana pensiun dihitung dengan gambaran besaran biaya hidup yang dibutuhkan pada saat pensiun nanti.</li></ol><br /> <br /> <b>Contoh Kasus</b>Tuan Heri berusia 36 tahun adalah karyawan swasta di ibukota DKI Jakarta, merencanakan pensiun pada umur 55 tahun, berapa dana investasi yang harus dimulai dari sekarang ?<ul><li>Berpenghasilan Rp. 8,000,000 / bulan</li><li>Pengeluaran bulanan keluarga Rp. 6,000,000 / bulan</li><li>Tuan Heri tidak tahu berapa usia harapan hidupnya, sehingga kita asumsikan dengan menggunakan rata &ndash; rata usia harapan hidup pria Indonesia sesuai data BPS 2013 adalah 72 tahun</li><li>Masa pensiun nanti, harapan tuan Heri pengeluarannya akan sama seperti saat ini (100%)</li></ul><br /> <br /> <b>Jawaban</b><b>Menggunakan Pendekatan Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>)</b>Variabel yang digunakan :<ul><li>Penghasilan semasa produktif Rp. 8,000,000 / bulan atau Rp. 96,000,000 / tahun</li><li>Perkiraan masa hidup semasa pensiun adalah usia harapan hidup dikurangi umur saat pensiun (72 tahun &ndash; 55 tahun = 17 tahun)</li></ul>Dengan Pendekatan Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>), tuan Heri pada saat memasuki masa pensiun sebaiknya memiliki dana pensiun sebesar Rp. 96,000,000 * 17 tahun = Rp. 1,632,000,000. Agar semasa pensiunnya, tuan Heri merasa seperti masih mendapatkan penghasilan yang sama.Pertanyaan selanjutnya adalah berapa jumlah yang harus mulai disisihkan tuan Heri mulai dari sekarang (usia 36 tahun) ?<br /> <br /> Dengan asumsi dana yang disisihkan ke dalam produk investasi yang memberikan imbal hasil (<i>return</i>) sebesar 7% pertahun.Jumlah yang harus mulai disisihkan agar mendapatkan jumlah dana Rp. 1,632,000,000 pada masa ini adalah sebesar Rp 50,199,144 pertahun atau Rp 4,183,262 perbulan.<br /> <br /> <b>Menggunakan Pendekatan Biaya Hidup (</b><i><b>Life Cost Approach</b></i><b>)</b>Variabel yang digunakan :<ul><li>Pengeluaran bulanan Rp. 6,000,000 / bulan atau Rp 72,000,000 / tahun</li><li>Perkiraan masa hidup semasa pensiun adalah usia harapan hidup dikurangi umur saat pensiun (72 tahun &ndash; 55 tahun = 17 tahun)</li></ul>Dengan Pendekatan Biaya Hidup (<i>Life Cost Approach</i>), tuan Heri pada saat memasuki masa pensiun sebaiknya memiliki dana pensiun sebesar Rp. 72,000,000 * 17 tahun = Rp. 1,224,000,000. Agar semasa pensiunnya, gaya hidup atau pengeluaran tuan Heri sama (100% seperti pengeluaran saat masa sekarang ini.Pertanyaan selanjutnya adalah berapa jumlah yang harus mulai disisihkan tuan Heri mulai dari sekarang (usia 36 tahun) ?<br /> <br /> Dengan asumsi dana yang disisihkan ke dalam produk investasi yang memberikan imbal hasil (<i>return</i>) sebesar 7% pertahun.Jumlah yang harus mulai disisihkan agar mendapatkan jumlah dana Rp. 1,224,000,000 pada masa ini adalah sebesar Rp 37,649,352 pertahun atau Rp 3,137,446 perbulan.<br /> <br /> <b>Formula Time Value of Money &ndash; Future Value of Annuity</b>digunakan untuk menjawab jumlah angsuran (dana yang harus disisihkan) setiap periodenya.<div class="left"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-K7Zz8DXbikk/Vz7wAuxQ35I/AAAAAAAACps/SMdADZTm7-0_RuJn1yWgPeeI8dqEoOnoQCCo/s500/pensi2.png"/></div><div class="left">atau gunakan <a href="https://ipotplan.com/pages/general/calc-tvom-futurevalueofannuity.php" class="artikel_link">calculator financial</a></div><br /> <br /> <b>Kesimpulan</b><br /> <br /> Pendekatan Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>) akan menghasilkan jumlah kebutuhan dana pensiun yang lebih besar daripada menggunakan Pendekatan Biaya Hidup (<i>Life Cost Approach</i>).Berdasarkan ilustrasi tuan Heri akan kesulitan untuk memenuhi dana yang harus disisihkan untuk dana pensiunnya karena dana yang dapat disisihkan saat ini bahkan tidak mencukupi perkiraan dana yang harus disishkan untuk kebutuhan dana pensiunnya. Untuk menjembatani ini, para ahli keuangan akan melakukan analisa yang disebut Gap Analytic.Masa pensiun bukan hanya milik kita, memasuki masa penisun berarti kita dapat lebih sering bertemu keluarga, anak maupun cucu. Alasan ini penting bagi kita untuk mempersiapkan masa pensiun sebaik mungkin, sehingga di saat pensiun nanti kita dapat memberikan kebahagiaan pada anak cucu dan tidak memberatkan keluarga atau kerabat,<br /> <br /> <span class="font_size_3">(IPOTAcademy/RR)</span> <br /> <br /> Mon, 23 May 2016 10:17:17 +0700 [Perencana Keuangan] : Perencanaan Investasi https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/966 <div class="center"><b>Perencanaan Investasi (Investement Plan)</b></div><br /> <br /> <br /> Salah satu laporan (<i>output</i>) yang dihasilkan dari aktifitas perencanaan keuangan adalah perencanaan investasi (<i>investment plan</i>).<br /> Tidak ada individu lain yang lebih mengenal diri anda selain diri anda sendiri. Kelebihan dan kekurangan, periode jangka waktu dan komitmen anda dalam menyisihkan nominal yang anda peroleh ke dalam media investasi anda. Maka dari pada itu, proses identifikasi kondisi keuangan saat ini (<i>financial fact finding</i>) menjadi proses yang sangat penting dan utama.<br /> <br /> <br /> Langkah-langkah manual untuk menghasilkan strategi perencanaan investasi adalah sebagai berikut :<br /> <ol><li><b>Kenali neraca keuangan anda,<br /> </b>Secara umum gambaran neraca keuangan bulanan anda adalah surplus atau defisit. Status surplus memudahkan anda untuk melangkah ke langkah selanjutnya. Tetapi apabila status neraca bulanan anda mayoritas diwarnai oleh defisit, sangat disarankan untuk melakukan penganggaran (<i>budgeting</i>) atas pengeluaran sehingga kontrol atas pengeluaran sekadar ingin dapat ditekan, untuk menciptakan sisa atau surplus dari penghasilan anda.</li><li><b>Kenali Profil Risiko (<i>Risk Profile</i>) anda,<br /> </b>Jangan hanya sepihak tergiur dengan imbal hasil (<i>return</i>) yang ditawarkan oleh penjual produk &ndash; produk investasi, karena anda pasti setuju dengan pernyataan bahwa &ldquo;tingkat imbal hasil berbanding lurus dengan tingkat risiko&rdquo;. Ada baiknya kenali profil risiko anda dan kemudian sesuaikan media investasi anda.<br /> Para ahli perencanaan keuangan membagi profil risiko menjadi 3 (tiga) atau 5 (lima) tipe yang pada intinya ingin menyampaikan kepada anda bahwa profil risiko setiap individu berbeda &ndash; beda, mulai dari yang paling konservatif sampai dengan yang paling agresif.<br /> Faktor utama yang menentukan profil risiko seorang investor :</li><ul><li>Toleransi Risiko (<i>Risk Tolerance</i>)<br /> Toleransi risiko umumnya datang seiring dengan pengetahuan dan pengalaman investor. Semakin terbukanya wawasan, maka investor akan sepenuhnya sadar atas risiko yang diambil dalam batasan yang sesuai dengan dirinya.</li><li>Jangka Waktu (<i>Horizon</i>) investasi anda,<br /> Cara mudah mengenali profil risiko anda adalah dengan menjawab perkiraan jangka waktu investasi anda sendiri. Jangka waktu investasi memegang peranan penting dalam menentukan media atau produk investasi anda.<br /> Sebagai contoh, walaupun anda memiliki toleransi risiko yang super agresif tetapi dikarenakan jangka waktu investasi anda hanya 1 tahun (jangka pendek), sangat disarankan untuk menempatkan investasi anda di toleransi risiko yang konservatif. Karena dalam jangka waktu yang pendek apabila performa kinerja produk investasi tidak sesuai yang anda harapkan, waktu untuk melakukan perbaikan sangat tidak memadai. Begitu pun sebaliknya, walaupun anda memiliki toleransi risiko konservatif tetapi memiliki jangka waktu investasi yang panjang (misal 10 tahun), anda dapat melakukan penyesuaian terhadap produk investasi yang berisiko sedikit lebih tinggi dengan harapan imbal hasil yang lebih tinggi.</li></ul><li><b>Tambah pengetahuan atas produk investasi,<br /> </b>Banyak sekali jumlah saham / obligasi perusahaan terbuka dan sebagainya yang dapat dijadikan sebagai media investasi. Jauh sebelum masuk ke dalam detail produk investasi tersebut, mari kenali jenis &ndash; jenis produk investasi yang ada, mulai dari alur proses investasi, faktor &ndash; faktor risiko, sampai dengan ada atau tidaknya badan otoritas yang mengawasi dan berfungsi melindungi pihak investor.</li></ol><br /> <br /> <br /> Setelah melakukan perencanaan investasi, tahap selanjutnya anda dapat memulai melakukan strategi aset alokasi sebagai bagian dari strategi penyebaran risiko (diversifikasi) dan secara bertahap lengkapi diri anda dengan pengetahuan mengenai strategi investasi.<br /> <br /> <br /> <b>Perhatikan,</b><br /> Secara genetik manusia mempunyai sifat senang membandingkan, usahakan tidak terjebak dengan prilaku investasi yang hanya sekadar ikut &ndash; ikutan, spekulasi. Dasar dari aktifitas investasi adalah sama seperti menabung, keduanya adalah kegiatan menyisihkan dan menyimpan dana anda, tergantung anda yang memutuskan apakah hanya <b>sekadar menyimpan (</b><i><b>fund parking</b></i><b>) atau akumulasi nilai (</b><i><b>investment)</b></i>. <br /> Lakukan secara konsisten dan berkesinambungan, <u>Selamat Berinvestasi !</u><br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> Fri, 20 May 2016 16:32:09 +0700 [Perencana Keuangan] : Gaji Bulanan Cukup Buat 1 bulan ? Begini Caranya https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/964 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-PSekPAvWhn0/Vz7Ue2-ib4I/AAAAAAAAAA4/8whKMDnr5dUW98E5KVOXkzopeCYyWToigCCo/s912/woman+with+money.jpg"/><br /> <br /> <br /> Tentunya gajian menjadi saat yang dinantikan setelah satu bulan lamanya menunggu. Dan ketika tiba waktunya gajian, pastinya Anda juga akan merasa bangga atas apa yang kita peroleh setelah kerja keras kita selama sebulan.<br /> Tetapi tidak sedikit yang mengeluhkan gaji sudah menipis bahkan tak bersisa jauh sebelum waktu gajian berikutnya tiba. Sebenarnya besaran gaji yang memang tidak mencukupi biaya hidup selama satu bulan atau manajemen pengelolaannya yang kurang baik?<br /> <br /> Berikut tips mengelola gaji agar cukup sampai dengan gajian berikut nya :<br /> <br /> <b>1. Membuat Anggaran Bulanan</b><br /> Mulailah membuat daftar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan menjadi dua bagian. Untuk kebutuhan primer seperti makan, biaya transportasi bekerja, tagihan listrik, cicilan rumah, cicilan motor dan lain sebagainya. Sedangkan untuk kebutuhan tersier, buatlah anggaran untuk shopping, traveling, hingga anggaran hangout dengan teman-teman atau rekan kerja Anda.<br /> <br /> <b>2. Bayar Tagihan</b><br /> Saat mendapatkan gaji, hal yang pertama Anda lakukan adalah membayar semua tagihan Anda di awal, seperti tagihan kartu kredit, tagihan listrik, tagihan internet, tagihan cicilan rumah, tagihan cicilan mobil, dan lain-lain. Ada baiknya anda membuat pendebetan secara langsung dari rekening tabungan anda untuk pos tagihan ini. Dengan memisahkan atau membayarkannya terlebih dahulu tentu akan membuat Anda lebih tenang untuk mengatur pengeluaran bulanan lainnya.<br /> <br /> <b>3. Membuat laporan keuangan Harian</b><br /> Dengan terbiasa mencatat laporan keuangan, Anda akan lebih menghargai setiap uang yang Anda keluarkan. Simpanlah struk belanja yang Anda dapatkan setiap kali berbelanja. Catatlah semua pengeluaran Anda setiap harinya. Selain cara ini membantu Anda mengetahui kemana saja uang yang digunakan selama ini, ini juga dapat membantu Anda menganalisa barang-barang apa saja yang sebenarnya tidak harus Anda beli di bulan yang akan datang.<br /> <br /> <b>4. Manajemen Amplop</b><br /> Anda juga dapat memanajemen uang dengan menaruh uang dalam amplop yang akan Anda gunakan untuk berbagai keperluan atau kebutuhan selama sebulan. Dalam hal ini Anda harus cermat dalam menggunakannya. Buat komitmen bahwa anggaran tersebut adalah anggran maksimal yang perlu dikeluarkan.<br /> <br /> <b>5. Miliki Dua Rekening Bank</b><br /> Buatlah dua rekening bank yang berbeda. Gunakan satu rekening untuk kebutuhan sehari-hari Anda seperti, menerima gaji, membayar tagihan, dan belanja. Dan untuk rekening lain dapat Anda gunakan khusus untuk menabung. Sisihkanlah minimal 10% dari gaji bulanan Anda untuk ditabung. Lakukan halnya seperti kewajiban yang harus Anda penuhi setiap bulannya. Ada baiknya rekening Bank yang dikhususkan untuk menabung adalah rekening tabungan berkala, dimana sudah didebet secara otomatis dari rekening induk tabungan Anda setiap bulannya dengan jumlah dan tanggal yang telah Anda tetapkan, tabungan berkala ini membantu Anda untuk dislipin menabung.<br /> <br /> <b>6. Bijaklah Dalam Menggunakan Kartu Kredit</b><br /> Kartu kredit juga dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan, jika Anda dapat menggunakannya dengan cerdas. Misalkan, gunakan promo yang diberikan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, atau bisa dialokasikan untuk membayar semua tagihan-tagihan Anda. Jangan lupa untuk segera melunasi tagihan kartu kredit Anda ketika menerima tagihan kartu kredit.<br /> <br /> <b>7</b><b>. Investasi</b><br /> Setelah Anda menyisihkan untuk tabungan dan gaji bulanan pada kebutuhan sehari-hari. Namun masih ada kelebihan dana dari gaji tersebut. Ada baiknya Anda menggunakan dana tersebut untuk investasi minimal 30% dari gaji Anda, dengan membeli Reksa Dana, maupun membeli emas ataupun perhiasan dengan nilai jual tinggi. Hal ini berbeda dengan menabung, jika menabung Anda bisa mengambilnya setiap saat. Di Investasi, uang yang Anda simpan dalam bentuk lain dan tidak bisa Anda ambil kapanpun sesuai keinginkan. Cara ini tidak hanya membuat uang Anda diam di tempat, namun juga dapat menguntungkan Anda di masa depan.<br /> <br /> <b>8. Sisihkan Untuk Dana Cadangan</b><br /> Sebaiknya sisihkan juga sekitar 10 % dari gaji Anda untuk <b>Dana Cadangan, </b>yang akan memfasilitasi Anda di saat ada hal-hal yang tak terduga. Misalnya saat ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami kecelakaan, ada bila Anda mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).<br /> <br /> <br /> (EWS) Tue, 24 May 2016 17:47:56 +0700 [Perencana Keuangan] : 6 Tips Agar Kaya di Usia 25 https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/960 <div class="left"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-zP7AuwWNQnQ/Vz7R-w-bIzI/AAAAAAAAAMQ/1s_Z1wp8O_Qa0CudhBpY2ZTXtBIx1_MlQCCo/s473/loan-slider3.png"/></div><br /> <br /> <div class="left">Siapa sih yang tidak mau kaya? Pastinya semua orang juga ingin kaya. Tapi bagaimana caranya? harus mulai dari mana?&nbsp;</div><div class="left">Ada 6 tips yang bisa membantu kalian untuk menjadi kaya terutama bagi yang masih muda belia.</div><br /> <br /> <br /> <div class="left"><b>1. Segera Lunasi Hutang</b></div><br /> <br /> <div class="left">Hutang yang tidak segera dilunasi dapat menghambat keuangan untuk tahun yang akan datang karena harus bayar bunga lebih.</div><div class="left">Supaya sukses dalam menganggarkan keuangan, kita perlu memonitor pendapatan dan pengeluaran dalam sebuah buku catatan atau bisa juga dengan menggunakan tools pencatatan yang ada di website&nbsp;<a href="www.ipotplan.com." class="artikel_link">www.ipotplan.com.</a></div><div class="left">Hal ini penting untuk mengetahui bagaimana kamu menghabiskan uang dan sisanya digunakan untuk melunasi hutang.</div><div class="left">Jauh lebih mudah untuk membangun kekayaan ketika kita tidak punya hutang.</div><br /> <br /> <b>2. Jangan Besar Pasak daripada Tiang</b><br /> <br /> <div class="left">Jika penghasilan kita 60 juta per tahun, jangan menghabiskan 90 juta per tahun.</div><div class="left">Biasanya jika pengeluaran lebih besar daripada penghasilan dikarenakan gaya hidup kita yang terlalu tinggi, misalnya beli handphone baru setiap keluar model baru, ngopi-ngopi di cafe, nonton film setiap ada yang baru tayang, belanja barang mewah dan sebagainya.Jika kamu mempunya kebiasaan belanja yang melebihi penghasilan pertahun, maka sebaiknya cari pekerjaan yang penghasilannya bisa mencukupi kebiasaanmu.</div><br /> <br /> <b>3. Pikirkan Tentang Pensiun</b><br /> <br /> <div class="left">Sejak muda kita sudah harus memikirkan pensiun, mungkin keliatannya masih lama dan sulit untuk membayangkan sekarang, tapi penting untuk memulai perencanaan dan mempersiapkan dari sekarang, daripada nanti, sehingga bisa menentukan jenis investasi apa yang cocok.</div><div class="left">Cari perusahaan yang memberikan jaminan hari tua kepada karyawannya.</div><div class="left">Tindakan yang dilakukan sekarang pada saat kita masih muda akan berdampak pada kesuksesan finansial masa depan.</div><br /> <br /> <div class="left"><b>4. Sisihkan Uang Untuk Investasi</b></div><br /> <br /> <div class="left">Mulailah menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk diinvestasikan.</div><div class="left">Contoh investasi yaitu reksa dana, saham dan properti.</div><br /> <br /> <div class="left"><b>5. Membuat sendiri makan siang untuk bekerja</b></div><br /> <br /> <div class="left">Daripada menghabiskan uang setiap hari untuk makan siang di kantin, lebih baik bawa makanan dari rumah.</div><div class="left">Misalnya jajan 20 ribu/hari mungkin murah, berarti kalau per bulan 400 ribu dan sekitar 4.8 juta/tahun.</div><div class="left">Uang tersebut bisa digunakan untuk liburan dan bukan dihabiskan untuk makan di luar.</div><br /> <br /> <div class="left"><b>6. Jangan Belanja Barang Yang Tidak Dibutuhkan</b></div><br /> <br /> <div class="left">Salah satu hal terburuk adalah untuk membeli barang hanya karena ada discount, bukan karena kebutuhan, yang pada akhirnya barang tersebut masih tersimpan di lemari (kadang-kadang dengan tag harga yang masih menempel)</div><div class="left">Hal itu seperti sama saja dengan membuang uang sia-sia.</div><div class="left">Ingatlah beli barang yang benar-benar dibutuhkan.</div><div class="left">Jangan menunggu sampai usia 35-an Anda untuk mulai membangun kekayaan, usia 25-an adalah dekade penting untuk mulai membuat keputusan keuangan.</div><br /> <br /> <div class="left">(RS)</div><br /> <br /> Tue, 24 May 2016 14:39:29 +0700 [Perencana Keuangan] : BERBAGI KHUSUS YANG PUNYA PRODUK RD INDOPREMIER https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/875 yang berkenan silahkan, karena melalui IPOT saya kenal RD dan akhirnya punya RD, tetapi di antara member IPOT belum tentu mempunyai produk RD dari Indopremier Invesment. Sat, 28 Nov 2015 11:23:28 +0700 [Perencana Keuangan] : salam hangat https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/737 dunia investasi Mon, 20 Oct 2014 10:29:52 +0700 [Perencana Keuangan] : INGIN seperti HERRY - part1- https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/644 <b>MENABUNG BUKAN SOLUSI !!</b><br /> <br /> <br /> <iframe style="width:100%;max-width:500px;height:314px" src="https://www.youtube.com/embed/ftnwWpEvGAQ" frameborder="1" allowfullscreen></iframe> Thu, 06 Mar 2014 17:41:42 +0700 [Perencana Keuangan] : Asuransi yg tepat dari kacamata Financial Planner https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/617 Siang...<br /> <br /> Sebagai orang awam financial planning, saya bingung dalam memilih berbagai macam bentuk asuransi untuk proteksi saya.<br /> <br /> Profil saya adalah seorang suami dan seorang ayah.<br /> <br /> Asuransi yg tepat (dari kacamata financial planner) untuk SAYA dan ISTRI saya serta ANAK saya itu tipe asuransi apa saja ya (jiwa atau kesehatan atau unit link)??<br /> <br /> thnx Thu, 02 Jan 2014 09:17:00 +0700 [Perencana Keuangan] : investasi https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/610 investasi saham pra-ipo bagus gak gan...??? :sick: Thu, 12 Dec 2013 08:59:41 +0700 [Perencana Keuangan] : PENGERTIAN DAN JENIS ASURANSI https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/605 PROTEKSI<br /> Jenis Asuransi di Indonesia :<br /> <br /> 1. Asuransi tradisional &rarr; &ldquo;Polis Asuransi Jiwa (Life Insurance Policy) adalah polis di mana di dalam polis tersebut perusahaan asuransi berjanji untuk membayar manfaat atas kematian orang yang diasuransikan/tertanggung.&rdquo;<br /> <br /> a. Asuransi Term life (berjangka)<br /> Asuransi berjangka hanya memberikan proteksi dalam jangka waktu tertentu saja. Proteksinya bisa sesingkat naik pesawat dari Jakarta ke Semarang selama kurang dari dua jam atau selama 20 tahun. Ciri khasnya, ada batas waktu proteksi asuransi. Selain itu, jika tidak terjadi risiko, uang asuransi tidak dikembalikan atau hangus.<br /> <br /> Asuransi jenis ini memiliki premi paling murah di antara asuransi lainnya. Uang pertanggungannya pun bisa besar, mencapai miliaran dengan premi yang tidak terlalu menguras isi kantong. Asuransi jenis term life tidak memiliki nilai tunai. Jika pada masa berakhirnya kontrak asuransi si tertanggung masih sehat walafiat, kontrak berakhir dan tidak ada uang yang diberikan kepada tertanggung<br /> <br /> b. Asuransi whole life (seumur hidup)<br /> Asuransi ini mengandung nilai tabungan. Masa proteksinya pun lebih panjang, hingga mencapai 99 tahun. Asuransi ini disebut sebagai penyempurnaan asuransi term life yang tidak memiliki nilai tunai. Namun nilai premi yang wajib dibayarkan nasabah juga lebih mahal dibanding asuransi term life.<br /> <br /> Pada asuransi whole life, ketika kontrak berakhir dan tertanggung masih sehat walafiat, ada nilai tunai yang diberikan kepada nasabah. Nilai tunai polis whole life dapat dijadikan agunan pinjaman dan ada bonus dividen dari perusahaan bagi pemegang polis whole life. Selain itu, jika tidak dapat membayar preminya, pemegang polis dapat mengambil dana dari nilai tunai ini. Fitur ini tidak ada pada jenis asuransi term life.<br /> <br /> c. Asuransi endowment (dwiguna)<br /> Jenis asuransi tradisional ketiga adalah endowment. Jenis ini bersifat seperti asuransi berjangka juga sebagai tabungan. Bentuk asuransi endowment beragam. Selain memiliki nilai tunai, ada juga dana yang dikeluarkan secara berjangka sebelum masa kontrak asuransi berakhir. Dana ini keluar secara berkala misalnya 3 tahun sekali atau 5 tahun sekali.&nbsp;<br /> <br /> Misalnya seperti asuransi pendidikan yang mengeluarkan dana ketika si anak berusia 5 tahun untuk biaya masuk TK, 7 tahun untuk biaya masuk SD dan seterusnya.&nbsp;Sayangnya, premi asuransi endowment ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan premi asuransi berjangka maupun whole life.<br /> <br /> <br /> 2. Asuransi non-tradisional &rarr; Jenis asuransi non tradisional hanya satu yaitu&nbsp;unit link. Selain berfungsi sebagai proteksi, juga berfungsi sebagai investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link.<br /> Pemegang polis akan diminta memilih di mana akan ditempatkan investasinya, apakah pada reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, atau pasar uang.<br /> Untuk asuransi jenis unit link ini cukup rumit dan lebih sulit untuk dipahami. Sehingga calon nasabah harus benar-benar memperhatikan dan meneliti lebih jauh.<br /> <br /> <br /> 3. Asuransi Pendidikan &rarr; Merupakan jenis asuransi yang melindungi pendidikan putera-puteri anda. Biasanya asuransi ini bisa digabungkan dengan asuransi jiwa.<br /> <br /> <br /> 4. Asuransi Property &rarr; Asuransi properti meliputi kerusakan properti &lsquo;dan kerugian akibat kebakaran, bencana alam, atau kerusakan lainnya<br /> <br /> <br /> 5. Asuransi kendaraan Bermotor &rarr; Berdasarkan jenis penutupan atau luas jaminan, asuransi kendaraan bermotor memiliki dua jenis penutupan, yaitu ada jaminan Kerugian Total atau Total Loss Only, dan jaminan komprehensif.<br /> Jaminan Kerugian Total&nbsp;artinya bila kendaraan hilang dicuri atau kendaraan mengalami kecelakaan yang mana biaya perbaikannya diperkirakan minimal 75 persen dari harga kendaraan.<br /> Jaminan Komprehensif&nbsp;hampir serupa dengan jaminan Kerugian Total hanya tidak ada minimum perkirakan biaya perbaikan.<br /> <br /> Salam.. Wed, 11 Dec 2013 15:33:03 +0700 [Perencana Keuangan] : Porsi Yang Tepat untuk Asuransi dan Investasi https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/604 Gan, kira2 gimana Porsi yang tepat bagi yang dananya terbatas untuk dialokasikan ke asuransi dan investasi ???? Mon, 09 Dec 2013 09:48:59 +0700 [Perencana Keuangan] : Mencapai Financial Freedom https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/583 Ada satu istilah yang mengganggu pikiran saya. &quot;Financial Freedom&quot;<br /> Apakah ada yg sudah mencapai level itu ? How ? When ?<br /> Share dunks..<br /> <br /> thnx Fri, 28 Feb 2014 07:10:24 +0700 [Perencana Keuangan] : Pensiun https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/582 kalau idealnya seseorang untuk pensiun kira&sup2; diusia berapa ya :question: Fri, 29 Nov 2013 20:45:17 +0700 [Perencana Keuangan] : MELEK FINANCIAL https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/581 Seberapa perlukah seseorang mengetahui tentang financial / keuangan, terutama tentang mengatur keuangan pribadinya untuk mencapai tujuan pensiun dengan tenang ? :-)<br /> <br /> mari bersama-sama kita share disini yah agan-agan :cheese: Thu, 19 Dec 2013 10:28:45 +0700 [Perencana Keuangan] : Apa yang di dapat? https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/579 Nanya nich apa yang saya dpt kalo saya join ke ipot plan? trims ;-) Fri, 29 Nov 2013 20:55:51 +0700 [Perencana Keuangan] : IPOTPLAN = MI pribadi https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/574 apakah bsa di identikan klu IPOTPLAN = MI pribadi kita ? Fri, 29 Nov 2013 21:37:23 +0700 [Perencana Keuangan] : Other Assets di Statement Of Asset https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/573 Min...<br /> <br /> Kan di Financial Fact Finding ada tuh bagian Other (asset). Nah, ane udah ngisi itu bagian Other (asset) di FFF, tapi kenapa ya di bagian Statement of Assetnya malah yg bagian Other(di bawah Gold &amp; Jewelrynya) isinya nol. Itu kenapa begitu ya? Apa Other Asset itu gak masuk Non-Liquid Asset? Klo gak masuk non liquid asset, dicatet di mana donk tuh Other Asset? Penting gak sih tau ttg non-liquid asset?<br /> <br /> Maaf ye, pertanyaannya lumayan banyak, soalnya lagi mau tau banget nih ttg IPOTPlan :red:<br /> Thu, 28 Nov 2013 08:34:09 +0700 [Perencana Keuangan] : Tips melakukan palaning https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/572 mau tanya bagaimana tips jitu bagi orang yang berpenghasilan minim supaya planing nya tercapai itu gimana ya :question: Wed, 27 Nov 2013 10:02:14 +0700 [Perencana Keuangan] : Perencanaan Keuangan https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/571 Gimana tips cara cerdas mengelola keuangan pribadi?? soalnya sering bgt melebihi dari anggaran yg ada. :cheese:<br /> <br /> dengan IPOT Plan apakah bisa? thx Thu, 05 Dec 2013 13:52:55 +0700 [Perencana Keuangan] : Mahasiswa https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/570 IPOT Plan ini apakah bisa digunakan juga buat mahasiswa,sedangkan penghasilan mereka khn terkadang dari ortunya tidak menentu...<br /> <br /> :-) Fri, 29 Nov 2013 21:28:12 +0700 [Perencana Keuangan] : Apa kah ini.... https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/563 IPOT Plan...apa ya ? <br /> Produk baru dari IPOT kah? <br /> Harus jd member IPOT kah? maklum newbie 8-/ Thu, 27 Feb 2014 15:20:21 +0700 [Perencana Keuangan] : merencanakan pendidikan anak https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/561 dalam merencanakan pendidikan untuk anak tentunya kita membutuhkan biaya yang begitu besar untuk pendidikannya, yang ingin saya tanyakan apakah lewat IPOT Plan ini rencana kita kedepan apakah bakal bisa terealisasi ? lalu apa bedanya dengan program asuransi pendidikan lainnya ? mohon untuk penjelasannya ya? :-) Sun, 17 May 2015 21:17:07 +0700 [Perencana Keuangan] : IPOT PLAN dan Account Rekening di IPOT ? https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/558 Dear admin, mo tanya apakah IPOT PLAN terhubung dengan Account Rekening saya di IPOT trading dan bagaimana caranya agar terhubung ? terima kasih :-) Tue, 26 Nov 2013 15:43:10 +0700 [Perencana Keuangan] : Ipot Plan https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/544 ipot plan itu seperti perencanaan keuangan ya?? kelebihannya apa ya dibanding kita pake jasa Consultant perencanaan keuangan diluar sana?? <br /> 8-/ Tue, 26 Nov 2013 12:52:36 +0700 [Perencana Keuangan] : Asuransi Kecelakaaan atau Perjalanan https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/534 Hi Min, mau numpang tanya. Saya saat ini sering melakukan Perjalanan Dinas baik didalam kota maupun diluar kota. Pertanyaan saya adalah asuransi apa sih yang cocok buat saya? :roll: Thu, 21 Nov 2013 15:38:03 +0700