This is an RSS feed from IPOT-FORUM. It allows you to stay up to date with the forum without visiting the site. To subscribe to this "feed", you will need a News Reader or other similar device. en Mon, 25 Mar 2019 04:10:51 +0700 http://www.ipotforum.com/forum/img/ipotforum-Logo.svg IPOT-FORUM http://www.ipotforum.com/ [Asuransi] : Asuransi Motor : Apa Saja Biaya Dan Manfaatnya? https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1142 Banyak orang yang bilang &ldquo;ngapain sih harus bayar asuransi?&rdquo; bukannya itu hanya ngabisin duit aja? Mending uangnya buat makan atau ditabung? statement itu adalah statement yang salah kaprah. Padahal, ketika sudah terdaftar pada perusahaan asuransi tertentu akan banyak manfaat yang bisa Anda rasakan, khususnya saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.<br /> <br /> Apakah itu berarti Anda berpikir pesimis atau bahkan yakin dan mengharapkan akan ada musibah dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi? Tentu saja tidak. Ingat slogan &ldquo;Mencegah lebih baik daripada mengobati&rdquo;? Slogan tersebut hampir sama dasarnya dengan menggunakan asuransi untuk menanggulangi kerugian lebih besar di masa depan. Khususnya bagi Anda para pengendara sepeda motor yang sekarang ini memang banyak sekali jumlahnya di Indonesia, asuransi motor sangatlah penting. Dengan membayar asuransi motor yang istilahnya tidak seberapa, ada beberapa manfaat yang sangat besar yang bisa Anda rasakan. <br /> <br /> <b>Biaya Yang Dibutuhkan</b><br /> <br /> Supaya lebih jelas, di sini akan dijelaskan contoh kasus yang dialami oleh Andi, di mana ia inginmembeli motor matic secara kredit dengan harga Rp13 juta. Pada awalnya, Andi yang ingin kredit motor bersikeras untuk tidak menggunakan asuransi mengingat ada biaya tambahan yang cukup besar. Namun, setelah dijelaskan dengan gamblang, Andi akhirnya luluh dan dapat mengerti bahwa pembayaran asuransi TLO (Total Loss Only) sudah otomatis harus dibayarkan jika ingin kredit motor.<br /> <br /> Ilustrasi rincian biaya asuransi yang pada umumnya diberikan adalah sebagai berikut. Harga motor matic yang akan dibeli secara kredit oleh Andi adalah Rp13 juta. Nah, biaya asuransi yang dibayarkan adalah sebesar 2,5% dari total harga motor tersebut ditambah dengan biaya administrasi asuransi. Jadi ilustrasinya seperti ini: 2,5% x Rp13.000.000= Rp325.000 ditambah dengan biaya administrasi Rp25.000, jadi total biaya asuransi TLO yang dibayarkan adalah Rp350.000. Meskipun Andi sepertinya kecewa dan tidak ingin membayar asuransi, apa boleh dibuat karena kredit motor harus disertai dengan asuransi TLO.<br /> <br /> Lalu pada suatu hari setelah beberapa bulan kredit motor yang hanya tinggal 1 bulan lagi kredit motor, Andi terkena musibah. Ia dibegal oleh sekawanan orang tidak bertanggung jawab dan motor pun dirampas. Langsung saja Andi menelepon polisi dan menghubungi kantor leasing tempat Ia kredit motor. Setelah menyelesaikan dan menyerahkan beberapa berkas yang diisyaratkan, Andi sukses melakukan klaim asuransi motor tersebut.<br /> <br /> Andi mendapatkan ganti rugi atas kehilangan motornya tersebut yang masih dikredit sebesar harga motor yang dibelinya. Namun, dikurangi nilai penyusutan per-tahun sebesar 10% dari harga motor yang dibelinya. Andiberarti mendapatkan Rp13 juta dikurangi Rp1.300.000. Total yang didapatkan Andi sebagai ganti rugi dari motornya yang hilang tersebut adalah sebesar, Rp11.700.000. Anda bisa bayangkan bila Andi menolak untuk mengikuti asuransi motor tersebut, berapa banyak kerugian yang harus ditanggung.<br /> <br /> <b>Pilih Jenis Asuransi</b><br /> <br /> Melihat kasus Andi seperti yang diceritakan di atas, sudah seharusnya Anda menjadi lebih tahu pentingnya asuransi motor. Pada umumnya perusahaan asuransi mempunyai dua jenis asuransi motor yang ditawarkan, yang pertama adalah TLO (Total Loss Only) seperti kasus Andi yang dipaparkan diatas, dan yang kedua adalah All Risk. Jenis asuransi kedua ini tidak hanya memberikan ganti rugi motor saat hilang saja (loss) akan tetapi, juga termasuk musibah atau kerugian lain seperti motor/mobil yang lecet. Intinya, segala resiko yang terjadi pada kendaraan Anda yang diasuransikan dengan asuransi All Risk akan diganti rugi dengan syarat ketentuan yang berlaku. Meskipun demikian, biasanya tidak semua perusahaan asuransi menawarkan kedua jenis asuransi tersebut. Pada umumnya hanya asuransi TLO saja yang diberikan. Namun, asuransi TLO tersebut biasanya ditambahi dengan asuransi personal accident atau terjemahannya yaitu asuransi kecelakaan diri.<br /> <br /> Untuk asuransi All Risk biasanya ditawarkan untuk kendaraan diatas Rp30 juta rupiah, seperti motor gede (MOGE) seperti Harley Davidson atau Moge-moge mewah lain, atau mobil-mobil yang cukup mewah. Motor yang dibeli kredit biasanya diwajibkan untuk ikut premi asuransi, jadi pada saat pertama membayar uang muka, uang muka tersebut sudah termasuk dengan total premi asuransi untuk motor kreditan tersebut. Untuk motor yang belinya cash memang tidak diwajibkan untuk diikutkan asuransi, hanya tetap bisa didaftarkan asuransi agar lebih aman dalam berkendara dan tentunya hati menjadi tenang.<br /> <br /> Hal lain yang perlu diingat, konsumen atau para pemegang asuransi bisa saja memilih jenis asuransi apa yang akan dipakai atau dibeli. Jadi, sebagai konsumen kita bisa saja memilih jenis asuransi yang kita sukai sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Contoh leasing telah merekomendasikan asuransi jenis X, Anda bisa saja membeli asuransi Z selama kita suka dan tentunya sesuai dengan kebutuhan, dan yang pasti menguntungkan! Dan yang perlu diketahui oleh masyarakat umum adalah, asuransi bukan saja hanya untuk motor baru, akan tetapi premi asuransi juga bisa dibeli dengan motor lama, alias mengasuransikan motor lama. Namun, biasanya ada tambahan biaya asuransi untuk motor lama. Untuk motor yang sudah dipakai selama 3 tahun lebih akan ada tambahan 5%. <br /> <br /> Bisa dibayangkan jika Motor kredit hasil tabungan Anda hilang, tanpa sempat Anda asuransikan. Dengan asuransi kehilangan dan kerugian atas kemalingan akan dicover dan malah bisa beli motor baru dari uang ganti rugi perusahaan asuransi, menarik bukan?<br /> <br /> <br /> <b>Sedia Payung Sebelum Hujan</b><br /> <br /> <br /> Tidak hanya kredit mobil saja, kendaraan yang bisa diasuransikan, motor juga bisa. Jika masih ada yang berpikir bahwa asuransi itu merugikan, cobalah berpikir bahwa kejadian di masa depan tidak ada yang tahu kecuali Tuhan. Mungkin ada dari kamu sekalian yang masih berpikir &ldquo;Bagaimana kalau motor saya baik-baik saja kemudian terjadi resiko dalam tahun tersebut? Kan rugi?&rdquo; Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari, memang kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berlalu lintas dengan baik dijalan, tapi bagaimana jika ternyata orang lain yang tidak berlalu lintas dengan baik dan itulah penyebab kecelakaan? Motor rusak, remuk padahal kita sudah berlalu lintas dengan baik? Nah, karena itulah mendaftarkan motor atau kendaraan apapun itu yang Anda miliki pada perusahaan asuransi yang terpercaya adalah pilihan yang sangat bijak. Disinilah perlunya asuransi motor untuk melindungi asset kita tersebut.<br /> <br /> Ada banyak jenis asuransi yang bisa dipakai. Jika ternyata Anda mempunyai uang lebih, Anda bisa menambah premi asuransi personal accident. Jadi Anda tidak perlu khawatir ketika suatu saat terjadi kecelakaan, Anda bisa klaim asuransi kesehatan. Lumayan kan?<br /> <br /> Asuransi ini sebenarnya ibarat seperti payung yang melindungi Anda jika turun hujan. Seperti peribahasa yang terkenal &ldquo;Sedia payung sebelum hujan&rdquo;. Anda tentu tidak usah khawatir akan hujan ketika Anda telah mempunyai payung yang melindungi dari air hujan bukan? Jadi ketika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan saat berkendara, Anda tidak usah khawatir, karena premi asuransi yang telah Anda bayarkan akan menghapus segala kecemasan atas masalah kendaraan yang Anda miliki.<br /> <br /> <b>Segera Asuransikan Motor Anda</b><br /> <br /> Melihat kondisi lalu lintas diIndonesia yang padat dan tidak sedikitnya kecelakaan yang terjadi. Membeli asuransi motor tentu menjadi pilihan bijak. Tidak ada ruginya jika Anda menyisihkan sedikit pendapatan Anda untuk membayar premi asuransi motor Anda. Jangan tunggu sampai terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi pada motor Anda, yang mengharuskan Anda membayar lebih mahal di bandingkan jika Anda memiliki asuransi motor.<br /> <br /> Sumber : https://www.cermati.com/artikel/asuransi-motor-apa-saja-biaya-dan-manfaatnya<br /> <br /> (RS) Mon, 31 Oct 2016 16:04:34 +0700 [Asuransi] : Manajemen Risiko (Risk Management) https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/995 <br /> <div class="center"><b>Manajemen Risiko (<i>Risk Management</i>)</b></div><br /> <br /> <br /> <b>Definisi Manajemen Risiko</b><br /> <br /> <br /> Manajemen Risiko (<i>Risk Management</i>) dalam konteks investasi adalah suatu proses identifikasi, analisis, dan melakukan suatu usaha untuk menghilangkan atau meminimalisir (mitigasi) ketidak-pastian dalam pengambilan keputusan investasi. Sederhananya, manajemen risiko adalah proses menentukan potensi risiko di dalam investasi dan menangani risiko tersebut dengan solusi terbaik yang sesuai dengan tujuan investasi anda.<br /> <br /> <br /> Tujuan utama memiliki strategi manajemen risiko di tempat dan waktu yang tepat dapat membantu anda mengendalikan (<i>controlling</i>) potensi hasil negatif yang mungkin terjadi.<br /> <br /> <br /> <b>Dasar Manajemen Risiko</b><br /> <br /> <br /> Manajemen risiko merupakan salah satu bagian terpenting di dalam aktivitas bisnis suatu perusahaan, dimana perusahaan &ndash; perusahaan dewasa ini menginvestasikan waktu dan dana untuk mengembangkan strategi mengelola atau manajemen risiko ini. Dan sesungguhnya aktivitas manajeman risiko bagian yang tidak terpisahkan di dalam seluruh bagian kehidupan kita, termasuknya di dalamnya bagaimana seorang investor individual mengelola risiko terkait dengan kegiatan investasinya.<br /> <br /> <br /> Berikut ini adalah gambaran menyeluruh manajemen risiko umum yang dapat dikembangkan dengan mengindentifikasi dan mengendalikan spesifik risiko yang terkait dengan investasi (risiko investasi).<br /> <br /> <br /> <b>Langkah dalam mengelola risiko</b><br /> <br /> <br /> Berikut ini adalah 4 (empat) langkah proses dalam mengelola risiko.<br /> <ol><li>Menilai Risiko (<i>Assess the Risk</i>)<br /> Tahap mengindentifikasi risiko dan potensi bahaya atau segala sesuatu yang dapat menyebabkan kerusakan.</li><li>Menggelompokkan Risiko (<i>Categorize the Risk</i>)<br /> Langkah berikutnya adalah menggelompokkan risiko, dimana tahap ini merupakan langkah terpenting dalam manajemen risiko. Seringkali seseorang terfokus kepada solusi penanganan risiko yang memiliki potensi kejadian (<i>occurence</i>) yang tinggi tetapi memiliki potensi kerugian atau kerusakan (<i>loss/severity</i>) yang rendah.<br /> Risiko dapat dikelompokan dalam 2 (dua) karakter yaitu :</li><ul><li><b>Potensi Kejadian (</b><i><b>Occurence</b></i><b>)</b>,dan</li><li><b>Potensi Kerugian/Kerusakan (</b><i><b>Loss/Severity</b></i><b>)</b>.</li></ul><br /> Di bawah ini ilustrasi mengenai kuardran risiko berdasarkan karakteristiknya<br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-pUazalX4hL8/V0P4JxRHf0I/AAAAAAAACsk/fZiHQTcIxToQ27rklX5qXvuH-w0BAXT9gCCo/s500/manrisk1.png"/> <br /> <li>Pertimbangkan Opsi Penyelesaian Anda (<i>Consider Your Options</i>)<br /> Setelah anda menentukan kategori risiko, langkah berikutnya adalah memilih metode yang tepat untuk mengatasi risiko tersebut.<br /> Teknik penanganan suatu risiko, sebagai berikut :</li><ul><li>Menanggung Risiko (<i>Risk Retention</i>)</li><li>Teknik penanganan risiko dengan cara mempersiapkan diri untuk menanggung risiko yang berpotensi terjadi.</li><li>Contoh kasus, penyakit flu umum (<i>influenza</i>) mudah menyerang siapa pun tetapi tidak menimbulkan dampak yang besar, bukan ? Solusi penanganan risiko ini adalah mempersiapkan dana sebagai biaya pengobatan.</li><li>Menghindari Risiko (<i>Risk Avoidance</i>)</li><li>Risiko tertentu dapat dihindari (<i>avoid</i>). Sebagai contoh, jika anda memiliki penyakit jantung maka hindari permainan olah raga ekstrem yang dapat memicu risiko serangan jantung.</li><li>Mengalihkan Risiko (<i>Risk Transfer</i>)</li><li>Teknik penanganan risiko dengan cara mengalihkan (<i>transfer</i>) risiko kepada pihak lain. Praktek penanganan risiko ini adalah asuransi (<i>insurance</i>), dimana pihak pembeli polis asuransi menyerahkan sebagian atau keseluruhan risiko kepada pihak penerbit asuransi.</li><li>Teknik penanganan ini umumnya terhadap kategori risiko yang memiliki potensi kejadian yang rendah dan potensi kerugian/kerusakan yang besar (<i>low occurence &amp; high loss/severity</i>).</li><li>Mengurangi Risiko (<i>Risk Reduction</i>)</li><li>Risiko yang tidak dapat dihindari (<i>avoid</i>) dan memiliki potensi kerugian/kerusakan yang besar, sedapat mungkin untuk dikurangi (<i>deduct</i>) potensi kejadian (<i>occurence</i>) dan potensi kerugian/kerusakan (<i>loss/severity</i>) yang pada akhirnya harus ditanggung (<i>retain</i>) oleh anda.</li><li>Salah satu contoh teknik mengurangi potensi kerugian dalam investasi adalah melakukan penyebaran risiko atau diversifikasi (<i>diversification</i>).</li></ul><li>Implementasi Strategi Anda (<i>Implement Your Strategy</i>)<br /> Langkah terpenting adalah implementasikan strategi manajemen risiko anda. Proses manajemen risiko adalah proses yang membutuhkan komitmen dan konsistensi individu yang dilakukan secara berkesinambungan, sehingga dibutuhkan juga evaluasi secara berkala dan penyesuaian apabila diperlukan.</li></ol><br /> <br /> <b>Kesimpulan</b><br /> <br /> <br /> Selama ini anda mungkin berpendapat bahwa semakin besar potensi hasil (return) semakin besar juga potensi risiko yang dihadapi ? Jika diibaratkan perbandingan adalah 1 : 1 (satu berbanding satu) ?<br /> Jika seorang investor tidak memiliki pengetahuan dan manajemen risiko membuat perbandingan potensi risiko yang mungkin terjadi menjadi berlipat &ndash; lipat kali (<i>multiple</i>) lebih banyak dari pada potensi imbal hasil yang diharapkan. <br /> Satu lagi alasan pasti mempersiapkan dan melakukan manajemen risiko adalah faktor yang membedakan seorang pelaku bisnis ataupun investor dengan seorang penjudi.<br /> <br /> <br /> Artikel ini berisi kerangka dasar untuk mengelola risiko. Manajemen risiko tidak hanya untuk perusahaan tetapi dapat digunakan secara individual dan ini PENTING.<br /> <br /> <br /> Tue, 21 Jun 2016 10:33:20 +0700 [Asuransi] : Baca Ini Dulu Sebelum Membeli Asuransi Unit Link https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/973 <div class="left"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/6oFox-1rQc4qpzdpPo2O_qFXLlcrXsDs4TiuYVdGbzwOlw-E7n85TZn6sDD7HH4dYIG993Eu-g8EsaMCgrUzQwAgHPlQAlIcs_z88nnrhITkUCBsg7jhMHMxucaarbCUFb_68-v75BJRTaCCOdgK8p-wyoAhsDeZqTnnIJY9-jhzOyJIKDY6iKA6FtZ093bJLhzUy8rZeeRaABQPVV8BBzr57EjDyK4p2_whPecKj8_RbPdhfh5Y0aCFCHmUQ57Z_Vs536XBkQjyeUKWsTNPc3O7DA5W9u2vUy6BrvCYQfxaqtSQpfiyhWj5PxLRqVd5xS9_D-5XKZ6T1tskwgZ4Lq-RpFkRQ5fX01XlOfFFmfXriqJZs4IpRfPkThRlL85_bR66j8qVeekv3vZAeB7JSuJ-t0fc4dwO3OWxCuS6X7dTn32ZcdVjwgSk0y_Xkudup4WRvgSuGH_tWI3ysLYojeokurkvTo855dd8apuM_3EvRvevWPe8_QOo45I73eWmrCgpRk4RK_leN8C3_wPSQtEhn3yEsxVIrZJqevvjD3a4ga3KbUM_-Tnn7mshrF9XPqNIhsHKaoZV19eJuyTyFq8BJG3ioyc=w538-h404-no"/></div><div class="left">Kalian pasti pernah dihubungi oleh agen asuransi baik itu teman, sahabat bahkan saudara.<br /> Kalau teman lama yang dulunya tidak akrab tiba-tiba menghubungi kamu untuk ngajakin ketemu, biasanya ada 2 kemungkinan, yaitu menawarkan produknya baik itu asuransi, produk perbankan atau ajakan bergabung di MLM. Jangan tergiur dengan tawaran-tawaran yang memang tidak kita butuhkan.&nbsp;<br /> <br /> Biasanya agen asuransi menawarkan asuransi satu paket dengan investasi, yaitu asuransi + investasi atau biasa disebut unit link (asuransi yang berbalut investasi). Investasinya dimana? Ya di ReksaDana.&nbsp;<br /> <br /> Dalam hal ini nasabah hanya bisa pasrah dengan pilihan ReksaDana oleh asuransi, dan menunggu perkembangannya.&nbsp;<br /> Memang sih dengan unit link nasabah tidak perlu repot pilih ReksaDana yang ingin dibeli karena semua dikelola oleh perusahaan asuransi. Biasanya pemikiran ini untuk orang yang masih awam yang belum tahu banyaknya kemudahan lain bila menjalankan sendiri investasi ReksaDana Online terutama di IPOTFUND. Semudah belanja online.&nbsp;<br /> <br /> <b>Beberapa hal yang perlu diketahui tentang unit link :</b><br /> <br /> - Investasi di unit link tidak dapat dicairkan setiap saat, kalaupun dicairkan kena penalty yang sangat besar.&nbsp;<br /> - Total dana yang dicairkan dari awal joint hingga ditutup jumlahnya lebih kecil ketimbang total setoran premi.<br /> - Adanya biaya akuisisi yang dikenakan ke nasabah. Biaya ini ujung-ujungnya buat komisi agen dan biaya operasional perusahaan asuransi.&nbsp;</div><div class="left">&nbsp; <b>Biaya akuisisi yang dikenakan cukup besar yaitu :&nbsp;</b></div><div class="left">&nbsp; Tahun pertama 100% uang premi untuk biaya akuisisi,&nbsp;</div><div class="left">&nbsp; Tahun kedua 60%,&nbsp;</div><div class="left">&nbsp; Tahun ketiga 15% sampai dengan tahun kelima. <br /> &nbsp; Jadi nasabah harus bayar biaya akuisisi selama 5 tahun. <br /> &nbsp; Jika premi tiap tahunnya sebesar 5 juta maka <b>biaya akuisisi yang harus dikeluarkan sebanyak Rp 10.250.000,-.</b> Wow angka fantastis hanya untuk bayar biaya akuisisi.<br /> - Adanya biaya administrasi dikenakan setiap bulan yang lebih besar daripada adminstrasi di tabungan.<br /> - Ada biaya pembelian investasi sebesar 5% selama jangka waktu kontrak polis asuransi. <br /> &nbsp; Padahal kalau investasi ReksaDana di Supermarket ReksaDana Online di IPOTFUND tidak ada biaya pembelian maupun penjualan.&nbsp;</div><div class="left"><br /> Sebenarnya jika kita membutuhkan asuransi, carilah asuransi murni. Murni tanpa embel-embel investasi. Pisahkan asuransi dengan tabungan/investasi.&nbsp;<br /> Kebanyakan orang lebih memilih asuransi unit link untuk pendidikan.&nbsp;<br /> Niatnya sih menabung untuk masa depan. Tapi sesungguhnya menabung itu bukan di asuransi, karena tujuan asuransi adalah untuk proteksi bukan investasi.<br /> <br /> (RS)</div><br /> <br /> <br /> <br /> Tue, 24 May 2016 14:44:08 +0700 [Asuransi] : 6 Kesalahan Dalam Membeli Asuransi https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/972 <div class="center"> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/CUKLIuJjTlBLNsSe3uVVihavM344IjU3wTr2ws7f9oX0eJjbRp4puw13xYdVHbKUzbd04TljNqcRZmz6ygsblnWdS2Y2aBQJh2Z1RMA4LS9DDOWNKvZ7o4EtYGQjH21EuwBv29Fp-zZpxHLUUxqmHu1qBg-QFXpWBbe81wHei5VcXYI2adF2ZrDwdweELKe2ZG-aez3VC0R-QURzZTAoyDagn1Tj5ZD8SSnGkM0ouyvk3cR__Pz4EucovwCCv8Z2RXlGOwM9JJoYHW3OKZXuMt51UMJuW34_E4T-XB2kDB9-12Ab-HgZ-w7zuhz59YsBOcImQsCCbuPSKYzzmpjapFaijlJe9t4gGukPh__7o9xkVOSDFKr4aXtvpUtGSDZi8RmjwB_X67Koeg0_ymAyzpEM9fgIFafjpqYA_-JcytrIib3l_P2ZPKV6J2a1Y-4feMuTcKEZ63vXL47AhoFz3p_bxGtdYO-oeDWyO-ioZhjfTcERcHKZe3oCNgK1LwD7_Y1p4srpXL_HdhITeGliSQQcjGq5YAJEeekMFMK-GPwvAxffi2OFuKKJaiTDVNgEFE1Vpd62WgLNQuQ1_CEjOpRKDDqtHsg=w500-h375-no"/></div><br /> <br /> Orang hidup pasti akan menghadapi resiko dan tidak bisa menghindar dari resiko.&nbsp;<br /> Resiko umumnya mengakibatkan keadaan menjadi sulit, kesusahan, kehilangan kebahagiaan.<br /> <br /> <b>Resiko yang biasa dihadapi dibagi 2 yaitu :&nbsp;</b><br /> <br /> 1. Harta Benda (rumah terbakar, mobil/motor tertabrak, mobil/motor hilang)<br /> 2. Jiwa (Meninggal, cacat tetap, sakit kritis, sakit demam berdarah dll)<br /> <br /> Untuk meminimalisir keadaan dikarenakan adanya resiko tersebut, maka diperlukan adanya asuransi.<br /> Apabila kita mempunyai tanggungan (orang/hutang) dan juga tidak punya ketersediaan dana yang cukup untuk recovery maka pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi.<br /> <br /> <b>Pada saat membeli asuransi, terdapat kesalahan-kesalahan yang biasa ditemui, yaitu :</b><br /> <br /> 1. Tidak mencek biaya-biaya asuransi dalam nominal (bahkan kadang agen asuransi menyembunyikan biaya2 tersebut)<br /> 2. Tidak membuat analisa kebutuhan asuransi, sehingga asuransi yang kita beli tidak sesuai dengan kebutuhan<br /> 3. Tidak melakukan perbandingan dengan asuransi lain<br /> 4. Menggabungkan asuransi dengan investasi yang biasa disebut unit link<br /> 5. Membeli asuransi secara bertahap dimana uang pertanggungan kecil sehingga biaya premi tinggi<br /> 6. Tidak mengevaluasi program yang ditawarkan oleh agen asuransi<br /> <br /> <b>Pisahkan asuransi dengan investasi :</b><br /> <br /> Asuransi berfungsi sebagai proteksi<br /> Investasi befungsi sebagai pengembangan dana<br /> <br /> <b>Peran asuransi &nbsp;dan Investasi :</b><br /> <br /> Peran asuransi terjadi &nbsp;pada saat kita meninggal dunia terlalu cepat dan &nbsp;memiliki keluarga tetapi belum mempunyai dana yang cukup untuk keluarga yang ditinggalkan.<br /> Peran Investasi dapat dirasakan pada saat umur kita panjang dan menghadapi masa tua akan tetapi tidak mempunyai dana yang cukup untuk kebutuhan hidup di masa tua.<br /> <br /> (RS) <br /> <br /> Tue, 14 Jun 2016 14:20:21 +0700 [Asuransi] : Perencanaan Asuransi (Insurance Plan) https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/961 <div class="center"><b>Perencanaan Asuransi (<i>Insurance Plan</i>)</b></div><br /> <br /> <br /> Perencanaan Asuransi (<i>Insurance Plan</i>) adalah salah satu laporan (<i>output</i>) dari aktifitas anda melakukan perencanaan keuangan. Walaupun kita mengenal bahwa asuransi terbagi menjadi asuransi jiwa (<i>life insurance</i>) dan asuransi kerugian (<i>general insurance</i>), fokus perlindungan asuransi dalam perencanaan keuangan adalah perlindungan (asuransi) terhadap jiwa dari pada individu terkait (<i>insured</i>).<br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-T02jBksTyac/Vz7FpGt5XYI/AAAAAAAACpM/X-Dv_JFJF4gSaVxxPvoTV61JKPEtdUS-wCCo/s347/asr1.png"/><br /> <br /> Tujuan dari perencanaan asuransi adalah untuk memastikan apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap diri kita, setidaknya tujuan atau impian kita dapat tetap tercapai (yang dimaksud tujuan dan impian bagi orang - orang yang menjadi tanggung jawab kita atau orang - orang yang kita cintai)<br /> <br /> <br /> Selain jangka waktu atau masa pertanggungan asuransi jiwa yang kita inginkan, beberapa variabel yang digunakan oleh para ahli perencanaan keuangan untuk menghitung jumlah Uang Pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa :<br /> <ol><li>Penghasilan (<i>Income</i>)<br /> Potensial penghasilan yang dapat dihasilkan menjadi salah satu variabel yang digunakan dalam metode perhitungan jumlah uang pertanggungan asuransi.</li><li>Kewajiban Hutang yang belum Lunas (<i>Outstanding Liabilities</i>)<br /> Tanggung jawab tertanggung atas hutang yang belum lunas wajib diperhitungkan ke dalam perhitungan jumlah uang pertanggungan asuransi.</li><li>Asuransi Jiwa yang telah dimiliki (<i>Any Existing Insurance</i>)<br /> Umumnya golongan karyawan telah diasuransikan oleh perusahaan tempat bekerjanya, jumlah pertanggungan asuransi yang telah dibiayai oleh perusahaan tempat bekerja menjadi pengurang jumlah uang pertanggungan yang diperlukan, sehingga tidak terjadi kelebihan asuransi (<i>over-insured</i>) yang mengakibatkan premi asuransi yang dibayarkan menjadi tidak berlebihan.</li><li>Biaya lain yang diharapkan (<i>Other Expected Costs</i>)<br /> Biaya keluarga dan tanggungan yang diharapkan seperti biaya pendidikan, biaya hidup sampai dengan periode mandiri.</li></ol><br /> <br /> <br /> Metode perhitungan jumlah uang pertanggungan asuransi dibagi berdasarkan variabel yang digunakan untuk memperhitungkan jumlah tersebut.<br /> <ol><li>Metode Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>)</li><li>Metode Analisa Kebutuhan (<i>Needs Analysis Approach</i>)</li><li>Metode Campuran (<i>Human Life Value Approach</i>)</li></ol><br /> <br /> <br /> <b>Metode Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>)</b><br /> <br /> <br /> Metode Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>) adalah perhitungan uang pertanggungan asuransi paling sederhana dengan hanya memperhitungkan penghasilan tahunan anda saat ini.<br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-rCsUiVN2ZdE/Vz7FpKMK9_I/AAAAAAAACpQ/GSQOlWbwWHYNfYqiTsdyV4XNYJ6BrsE3gCCo/s700/asr2.png"/><br /> Jangka waktu produktif adalah memperkirakan jangka waktu tertanggung (<i>insured</i>) dalam keadaan mampu memproduksi penghasilan sampai dengan masa pensiunnya. Metode ini mengasumsikan walaupun tertanggung telah meninggal, keluarga yang ditinggalkan akan menerima uang pertanggungan sebesar apabila tertanggung bekerja sampai dengan usia pensiun yang diharapkannya. <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <b>Metode Analisa Kebutuhan (<i>Needs Analysis Approach</i>)</b><br /> <br /> <br /> Dasar perhitungan uang pertanggungan asuransi dengan menggunakan metode ini berfokus kepada pemenuhan biaya &ndash; biaya kehidupan dan biaya yang diharapkan (impian) daripada individu &ndash; individu yang menjadi tanggungan tertanggung (<i>insured</i>).<br /> <br /> <br /> Total biaya hidup keluarga tertanggung :<br /> apabila anak &ndash; anak umumnya dihitung menggunakan asumsi sampai dengan usia tamat pendidikan tinggi sekitar usia 22 tahun dan dewasa di hitung menggunakan rata- rata masa perkiraan hidup, umumnya untuk pria 72 tahun, wanita 70 tahun.<br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-w4HDmL2vSLE/Vz7FpHPop7I/AAAAAAAACpg/W9dO8PozKlkextVffkJofVtWIEFpn2onQCCo/s700/asr3.png"/><br /> <br /> Total biaya yang diharapkan :<br /> Umumnya kita mengetahui biaya saat ini, untuk menghitung biaya masa yang akan datang dapat menggunakan formula Time of Money &ndash; Future Value.<br /> <br /> <br /> Sebagai ilustrasi, kondisi Tuan A (sebagai tertanggung) adalah sebagai berikut :<br /> <ol><li>Tuan A memiliki istri (usia 37 tahun, tidak bekerja) dan anak lelaki (usia 8 tahun)</li><li>Kebutuhan hidup bulanan keluarga Tuan A sebesar Rp. 6,000,000</li><li>Perkiraan biaya pendidikan tinggi anak lelaki 10 tahun mendatang sebesar Rp. 850,000,000</li><li>Tuan A saat ini belum memiliki perlindungan asuransi jiwa sama sekali dan tidak memiliki hutang apapun<br /> <span class="font_size_2"><i>*dalam regulasi hutang &ndash; piutang beberapa kasus tidak mewajibkan pelunasan hutang apabila terjadi kematian pada pihak kreditur</i></span></li></ol><br /> <br /> <br /> Berapa jumlah uang pertanggungan sewajarnya dari asuransi jiwa Tuan A dengan kondisi sesuai dengan ilustrasi di atas ?<br /> <ol><li>Pertama, kita hitung dahulu total kebutuhan biaya hidup keluarga yang ditinggalkan Tuan A adalah menggunakan asumsi perkiraan hidup. Keseluruhan biaya dari 3 orang adalah Rp. 6.000.000, maka biaya perorang (istri dan anak lelaki) adalah Rp. 2.000.000 perbulan.</li></ol><ul><li>perkiraan total kebutuhan hidup istri adalah Rp. 2,000,000 * 12 bulan * (70 tahun &ndash; 37 tahun) sebesar Rp. 792,000,000</li><li>perkiraan total kebutuhan anak lelaki (sampai dengan usia mandiri) adalah Rp. 2,000,000 * 12 bulan * (22 tahun &ndash; 10 tahun) sebesar Rp. 144,000,000<br /> Total kebutuhan hidup keluarga tertanggung adalah Rp. 936,000,000.</li></ul><ol><li>Total biaya yang diharapkan sebagai biaya pendidikan tinggi anak lelaki 10 tahun mendatang adalah Rp. 850,000,000.</li><li>Tuan tidak memiliki kewajiban hutang yang belum terlunasi dan perlindungan asuransi dari tempatnya bekerja.</li></ol><br /> <br /> <br /> Anda benar apabila anda menjawab total jumlah uang pertanggungan asuransi yang sewajarnya adalah Rp. 1,786,000,000.<br /> Perhitungan uang pertanggungan asuransi yang umumnya atau paling banyak digunakan adalah Metode Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>) dan Metode Analisa Kebutuhan (<i>Needs Analysis Approach</i>).<br /> <br /> <br /> <b>Metode Campuran (<i>Human Life Value Approach</i>)</b><br /> <br /> <br /> Menghitung uang pertanggungan asuransi menggunakan metode Campuran (<i>Human Life Value Approach</i>) adalah menghitung selisih penghasilan tertanggung dikurangi biaya pribadi dan biaya pajak hanya dari tertanggung pribadi (penghasilan bersih / <i>net income</i>).<br /> Metode Campuran (<i>Human Life Value Approach</i>) mirip dengan Metode Pengganti Penghasilan (<i>Income Replacement Approach</i>), tetapi variabel yang digunakan adalah penghasilan bersih (<i>Net Income</i>).<br /> <br /> <br /> <b>Kesimpulan</b><br /> <br /> <br /> Asuransi bersifat sebagai jaring pengaman (<i>safety net</i>). Perhitungan uang pertanggungan dihitung dengan asumsi tertanggung meninggal dunia setelah perhitungan selesai dibuat. Jumlah uang pertanggungan asuransi menggunakan 3 (tiga) metode di atas tidak bersifat mutlak.<br /> <br /> <br /> (IPOTAcademy/RR) Fri, 20 May 2016 15:10:03 +0700