This is an RSS feed from IPOT-FORUM. It allows you to stay up to date with the forum without visiting the site. To subscribe to this "feed", you will need a News Reader or other similar device. en Thu, 17 Jan 2019 00:13:30 +0700 http://www.ipotforum.com/forum/img/ipotforum-Logo.svg IPOT-FORUM http://www.ipotforum.com/ [Investasi] : klinik jual obat aborsi asli, wa : 082220700307. obat penggugur janin https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1490 JUAL OBAT ABORSI ASLI<br /> obat telat bulan, obat telat datang bulan,obat aborsi asli medan, obat aborsi asli, obat aborsi asli batam, obat aborsi asli tasikmalaya, obat aborsi asli bogor, obat aborsi asli banjarmasin, obat penggugur, jual obat penggugur, obat aborsi asli surabaya, obat aborsi surabaya, obat aborsi malang, obat aborsi bandung, jual obat aborsi surabaya, jual obat aborsi di bandung, jual obat aborsi indramayu, jual obat aborsi karawang, jual obat aborsi gombong, Obat aborsi alami, jual obat aborsi alami, jual obat aborsi yogyakarta, jual obat aborsi jakarta,Obat aborsi gastrul asli, obat aborsi herbal, obat aborsi gastrul, aborsi gastrul, Obat Aborsi Asli, Obat Aborsi Cytotec Asli, Obat Aborsi Kandungan, Obat Penggugur Kandungan, Obat Aborsi Terbaik, Obat Aborsi Ampuh, Obat Aborsi Manjur, obat aborsi asli bandung, obat aborsi asli jambi, obat aborsi asli bali, obat aborsi asli denpasar, obat aborsi asli jakarta, Obat Aborsi Alami, Obat Aborsi Aman, Obat Peluntur Kandungan, Obat Peluntur Janin, Jual obat penggugur batam, Jual obat penggugur medan, jual obat aborsi bandung, Obat Terlambat Bulan Terbaik - Telah Terbukti Ampuh Cara Menggugurkan Janin &amp; Cepat Aman Tanpa Resiko.<br /> Kontak Kami ?<br /> WA : 082220700307<br /> TLP : 082220700307<br /> http://cytotecasliimport.com/<br /> http://cytotecasliimport.com/jual-obat-aborsi/<br /> Obat Aborsi Asli Dosis 1 Bulan<br /> Paket Tuntas Rp 1.000.000,- ( Misoprostol Cytotec, Mifeprex dan Pembersih, Obat Anti Nyeri )<br /> Paket Standart Rp 500.000,- ( Misoprostol Cytotec, Obat Anti Nyeri )<br /> Obat Aborsi Asli Dosis 2 Bulan<br /> Paket Tuntas Rp 1.250.000,- ( Misoprostol Cytotec, Mifeprex dan Pembersih )<br /> Paket Standart Rp 1.000.000,- ( Misoprostol Cytotec, Obat Anti Nyeri )<br /> Obat Aborsi Asli Dosis 3 Bulan<br /> Paket Tuntas Rp 1.500.000,- ( Misoprostol Cytotec, Mifeprex dan Pembersih, Obat Anti Nyeri )<br /> Paket Standart Rp 1.250.000,- ( Misoprostol Cytotec, Obat Anti Nyeri )<br /> Obat Aborsi Asli Dosis 4 Bulan<br /> Paket Tuntas Rp 2.000.000,- ( Misoprostol Cytotec, Mifeprex dan Pembersih, Obat Anti Nyeri )<br /> Paket Standart Rp 1.750.000,- ( Misoprostol Cytotec, Obat Anti Nyeri )<br /> Obat Aborsi Asli Dosis 5 Bulan<br /> Paket Tuntas Rp 2.500.000,- ( Misoprostol Cytotec, Mifeprex dan Pembersih, Obat Anti Nyeri )<br /> Paket Standart Rp 2.250.000,- ( Misoprostol Cytotec, Obat Anti Nyeri )<br /> Obat Aborsi Asli Dosis 6 Bulan<br /> Paket Tuntas Rp 2.750.000,- ( Misoprostol Cytotec, Mifeprex dan Pembersih, Obat Anti Nyeri )<br /> Paket Standart Rp 2.500.000,- ( Misoprostol Cytotec, Obat Anti Nyeri )<br /> Keterangan :<br /> Paket Tuntas tingkat keberhasilan 99%<br /> Paket Standart tingat keberhasilan 90%<br /> Untuk usia kandungan 4 bulan ke atas hubungi kami lebih lanjut karena di usia itu resiko lebih tinggi tanpa panduan kami. Usia kehamilan di hitung 1 minggu sesudah keluar Menstruasi terakhir !<br /> PENJELASAN ABORSI USIA 1 BULAN<br /> Pada usia kandungan ini, pasien tidak akan merasakan sakit, dikarenakan janin belum terbentuk.<br /> Cara kerja obat aborsi :<br /> Cara kerjanya Adalah dengan membendung hormon diperlukan untuk mempertahankan kehamilan yaitu hormon progesterone. Maka jalur kehamilan ini mulai membuka dan leher rahim menjadi melunak sehingga mulai mengeluarkan darah merupakan tanda bahwa obat telah bekerja (maksimal 3 jam sejak obat diminum). Darah inilah kemudian menjadi pertanda bahwa pasien telah mengalami menstruasinya, sehingga secara otomatis kandungan didalamnya telah hilang dengan sendirinya. 100% berhasil&hellip;.Tanpa efek samping.<br /> PENJELASAN ABORSI USIA 2 BULAN<br /> Pada usia kandungan ini, pasien akan adanya rasa sedikit nyeri pada saat darah keluar itu merupakan pertanda menstruasi. Hal ini dikarenakan pada usia kandungan 2 bulan, janin sudah mulai terbentuk walaupun hanya sebesar bola tenis.<br /> Cara kerja obat aborsi :<br /> Secara umum sama dengan cara kerja &ldquo;OBAT ABORSI dosis 1 bulan&rdquo;, hanya bedanya selain membendung hormon progesterone, juga mengisolasi janin sehingga akan terbelah menjadi kecil-kecil sehingga nantinya akan mudah untuk dikeluarkan. Selain itu, &rdquo; OBAT ABORSI dosis 2 bulan &rdquo; juga akan membersihkan rahim dari sisa-sisa janin mungkin ada sehingga rahim akan menjadi bersih kembali seperti semula,artinya tetap dapat mengandung dan melahirkan secara normal untuk selanjutnya. Menstruasi akan terjadi maksimal 24 jam sejak OBAT ABORSI diminum.<br /> PENJELASAN ABORSI USIA 3 BULAN<br /> Pada usia kandungan ini, pasien akan merasakan sakit yang sedikit tidak berlebihan(sekitar 1 jam), namun hanya akan terjadi pada saat darah keluar merupakan pertanda menstruasi. Hal ini dikarenakan pada usia kandungan 3 bulan, janin sudah terbentuk sebesar kepalan tangan orang dewasa.<br /> Cara kerja obat aborsi :<br /> OBAT ABORSI dosis 3 bulan secara umum sama dengan cara kerja &ldquo;DOSIS OBAT ABORSI 2 bulan&rdquo;, hanya bedanya selain mengisolasi janin juga menghancurkan janin dengan formula methotrexate dikandung didalamnya. Formula methotrexate ini sangat ampuh untuk menghancurkan janin menjadi serpihan-serpihan kecil akan sangat berguna pada saat dikeluarkan nanti. &rdquo; OBAT ABORSI dosis 3 bulan&rdquo; juga membersihkan rahim dari sisa-sisa janin mungkin ada / tersisa sehingga nantinya tetap dapat mengandung dan melahirkan secara normal. Menstruasi akan terjadi maksimal 24 jam sejak OBAT ABORSI diminum.<br /> UNTUK PENJELASAN PADA USIA KANDUNGAN 4, 5 DAN 6 BULAN, MENGENAI REAKSI &amp; CARA KERJA OBAT ABORSI SILAHKAN HUBUNGI KAMI .<br /> <br /> Untuk semua produk obat &ldquo;OBAT ABORSI&rdquo;, kami jamin 99% efektif dan berhasil jika diminum sesuai dengan aturan pemakaian dan sesuai dengan usia kandungan pemakai. Jika tidak berhasil padahal sudah sesuai usia kandungan dan aturan pemakaian, maka dengan senang hati kami akan kirim kembali OBAT ABORSI dengan dosis lebih tinggi. Aturan pemakaian secara detil kami sertakan dalam bungkus paket OBAT ABORSI yang kami kirim ke pembeli / kami pandu langsung.<br /> HARGA OBAT ABORSI DIATAS SUDAH TERMASUK ONGKOS KIRIM KE SELURUH<br /> KOTA-KOTA DI INDONESIA.<br /> obat aborsi asli BANDA ACEH | obat aborsi asli MEDAN | obat aborsi asli PADANG | obat aborsi asli PEKANBARU | obat aborsi asli JAMBI | obat aborsi asli PALEMBANG | obat aborsi asli BENGKULU | obat aborsi asli BANDAR LAMPUNG | obat aborsi asli BATAM | obat aborsi asli PANGKAL PINANG | obat aborsi asli TANJUNG PINANG | JAKARTA | BANDUNG | SEMARANG | CIREBON | PATI | KUDUS | PURWOREJO | JOGJA | SOLO | SURABAYA | MALANG | PASURUAN | JEMBER | BANYUWANGI | BLITAR | BOJONEGORO | KEDIRI | MOJOKERTO | JOMBANG | SERANG | DENPASAR | MATARAM | BIMA | KUPANG | PONTIANAK | PALANGKARAYA | BANJARMASIN | SAMARINDA | BALIK PAPAN | MANADO | PALU | MAKASSAR | KENDARI | GORONTALO | MAMUJU | AMBON | SOFIFI | MANOKWARI | JAYAPURA. DAN KOTA BESAR LAINNYA JUGA MANCA NEGARA.<br /> Pengiriman obat aborsi dilakukan melalui Tiki, Jne, pos indonesia untuk luar negri pos EMS<br /> EXPRESS 1-2 HARI SAMPAI.<br /> MAAF TIDAK SEMUA ORDER AKAN KAMI LAYANI&hellip;..<br /> KAMI HANYA AKAN MELAYANI PESANAN ATAU ORDER KEPADA PASIEN ATAU KONSUMEN YANG BENAR-BENAR MEMBUTUHKAN OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN SESUAI PROSEDUR YANG BENAR.<br /> Jika anda pernah mencoba obat aborsi lain namun gagal, maka disinilah solusi terakir dan terbaik untuk anda gunakanlah obat aborsi aman dari kami, hanya butuh waktu paling cepat 3 jam dan paling lama 1 hari. <br /> Wed, 19 Dec 2018 21:03:29 +0700 [Investasi] : ask:transfer beda bank https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1210 min, kalau trf beda bank kena cas gak ? klo kena, brp besarnya ? Wed, 12 Jul 2017 07:40:57 +0700 [Investasi] : Manual Book IndoPremier https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1209 Hai semuanya...bagi yang ingin membaca manual book IPOTSTOCK, IPOTGO, IPOTFUND ataupun IPOT ATM bisa melalui link dibawah ini<br /> <br /> link<br /> https://drive.google.com/open?id=0B8TiTqB1Sz_5M1hrWlJwOS12emM<br /> <br /> Terima Kasih<br /> <br /> <br /> Thu, 28 Jun 2018 08:01:01 +0700 [Investasi] : Bagaimana Cara Mengukur Kesehatan Keuangan suatu Perusahaan? https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1154 <br /> Profit margin suatu perusahaan merupakan indikator pengukur kesehatan keuangan perusahaan tersebut. Investor secara konstan mencari pengukuran hal apa yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan. Untuk mengevaluasi secara akurat kesehatan keuangan dan ketahanan jangka panjang suatu perusahaan, banyak terdapat rasio-rasio yang harus diperhatikan. Empat area utama dari kesehatan keuangan yang harus diperiksa adalah likuiditas, solvency, profitablitas dan efisiensi operasional. Dari keempat hal tersebut, pengukuran yang terbaik dari kesehatan keuangan suatu perusahaan adalah dilihat dari profitabilitas.<br /> <br /> <br /> Terdapat beberapa rasio keuangan yang dapat direview untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan secara umum dan untuk menentukan kecenderungan perusahaan dapat terus menjalankan bisnisnya atau tidak. Angka yang berdiri sendiri seperti total utang atau laba bersih akan kurang memiliki arti dibandingkan rasio keuangan yang berhubungan dan dibandingkan dengan beberapa angka dari neraca atau laporan laba rugi suatu perusahaan. Tren rasio keuangan secara umum, apakah ia berkembang atau tidak juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. <br /> <br /> <br /> <b>Likuditas</b><br /> Likuiditas merupakan faktor kunci dalam menilai kesehatan keuangan secara mendasar suatu perusahaan. Likuiditas merupakan jumlah kas dan asset yang mudah dikonversi menjadi kas yang dimiliki oleh perusahaan untuk mengatur kewajiban jangka pendeknya. Sebelum perusahaan dapat makmur di jangka panjang, ia terlebih dahulu harus mampu bertahan di jangka pendek. <br /> <br /> Ukuran yang biasa digunakan dalam mengukur likuiditas adalah current ratio dan quick ratio. Dari kedua rasio tersebut, quick ratio merupakan pengukuran yang lebih rinci, quick ratio yang kurang dari 1 menunjukkan tanda yang berbahaya. <br /> <br /> <br /> <b>Solvency </b><br /> Berhubungan dekat dengan konsep likuiditas, kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban utang jangka panjang. Rasio solvency mengkalkulasi kewajiban jangka panjang perusahaan dengan aset dan ekuitas yang dimiliki.<br /> <br /> Rasio Debt to Equity Ratio merupakan indikator yang kuat dalam menilai ketahanan jangka panjang suatu perusahaan. Rasio DER yang rendah menunjukkan bahwa operasional perusahaan lebih banyak dibiayai oleh pemegang saham dibandingkan kreditur. Hal ini merupakan suatu kelebihan bagi perusahaan tersebut karena pemegang saham tidak membebani biaya bunga. <br /> <br /> Rasio DER bervariasi besarnya pada berbagai industri, namun secara umum dapat dikatakan bahwa makin rendah rasio DER suatu perusahaan makin kuat keuangan perusahaan tersebut.<br /> <br /> <br /> <b>Efisiensi Operasional </b><br /> Efisiensi operasional perusahaan merupakan kunci kesuksesan keuangan perusahaan tersebut. Margin operasional merupakan indikator yang tepat dalam menilai efisiensi operasionalnya. Ukuran ini mengindikasikan tidak hanya profit margin operasional perusahaan setelah memperhitungkan berbagai macam biaya dalam memproduksi produk atau jasa perusahaan tersebut; oleh karena itu hal ini dapat menjadi indikasi seberapa baik perusahaan dalam mengontrol biayanya. Manajemen yang baik merupakan hal mendasar dalam ketahanan jangka panjang suatu perusahaan. <br /> <br /> <br /> <b>Profitabilitas </b><br /> Selain likuiditas, solvency dan efisiensi operasional hal yang menjadi faktor penting dalam mengevaluasi perusahaan adalah net profitability. Perusahaan dapat bertahan bertahun-tahun tanpa adanya keuntungan, namun untuk bertahan secara jangka panjang perusahaan harus dapat menjaga dan memperoleh keuntungan.<br /> <br /> Ukuran yang terbaik untuk mengevaluasi profitabilitas adalah net profit margin, rasio antara laba bersih dengan total pendapatan. Suatu perusahaan bisa saja menghasilkan net profit sebesar ratusan milyar rupiah, namun jika hal tersebut hanya menunjukkan net margin sebesar 1% atau kurang, maka perubahan kecil dalam biaya operasional atau kompetisi yang berubah dapat merubah perusahaan ini menjadi rugi dengan mudahnya. Net margin yang besar khususnya jika dibandingkan dengan industri perusahaan tersebut menunjukkan kekuatan keuangan yang baik sehingga perusahaan dapat dikatakan bisa berekspansi dan stabil dalam jangka panjang. <br /> (sjp)<br /> <br /> <br /> sumber : http://www.analisissahamfundamental.com<br /> <br /> <br /> <br /> Tue, 07 Feb 2017 11:17:44 +0700 [Investasi] : Jajan Saham dengan uang kembalian minimarket https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1153 Berapa pengeluaran kamu untuk jajan dalam satu hari? 50ribu? Atau bisa sampai 100ribu per hari. Lalu, berapa Rupiah uang yang bisa kamu sisihkan untuk di investasikan? Di Era modern ini, kebanyakan anak muda lebih memilih membeli kopi atau makanan mahal untuk di posting ke sosial media agar terlihat lebih gaul ketimbang mereka menggunakan uang untuk di investasikan sebagai aset masa depan. Banyak anak muda jaman sekarang yang lebih mementingkan gaya hidup dibandingkan dengan kualitas hidup. Mereka mengesampingkan hal-hal yang bisa mendukung kegiatan mereka nanti dimasa depan. Padahal, investasi bisa memberikan rasa aman karena. Rasa aman ini timbul akibat dari aset yang kita tanam telah tumbuh seiring dengan waktu, yang bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.<br /> <br /> Namun banyak mereka yang tergolong muda beranggapan jika investasi sebaiknya dilakukan ketika sudah mapan. Padahal ini merupakan kesalahan besar, semakin awal kita mulai investasi, maka semakin besar kesempatan kita untuk memperoleh imbal hasil yang tinggi. Jangan sampai mereka yang beranggapan seperti itu, ketika mereka sudah berkeluarga, baru mereka menyadari tentang pentingnya investasi dan juga sadar karena telah menghabiskan waktu dan uang mereka sia-sia di saat muda.<br /> <br /> Selain itu sebagian orang masih memandang skeptis investasi, khususnya investasi di pasar modal seperti saham. Mereka menganggap saham merupakan instrumen investasi para jutawan atau konglomerat saja. Padahal tidak, justru mereka bisa memulai investasi hanya dengan menggunakan kembalian uang receh yang didapatkan setelah berbelanja dari minimarket.<br /> <br /> Contohnya saja saham PT. Bumi Resources dengan kode BUMI memiliki harga Rp.68 per lembar saham pada tanggal 4 Oktober 2016. Tapi sekarang harga per lembar sahamnya sudah naik menjadi Rp. 480 di tanggal 24 Januari 2017. Jadi misalnya kamu membeli 1 lot atau 100 lembar saham, di harga Rp. 68 per lembar saham artinya kamu hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 6.800 dan sekarang uang kamu sudah menjadi Rp. 48.000. Dengan begitu keuntungan yang kamu dapatkan sebesar Rp. 41.200. Coba kamu bayangkan, dengan hanya mengeluarkan uang Rp. 6.800 kamu sudah menjadi salah satu pemilik perusahaan dengan keuntungan 600%.<br /> <br /> Seperti berbelanja, investasi bisa dijadikan kegiatan sehari-hari kamu. Investasi saham bisa kamu gunakan sebagai tempat mengembangkan uang. Misalnya, jika kamu ingin membeli suatu barang tapi uang kamu belum cukup. Kamu bisa letakan uang kamu di saham yang memiliki performa baik. Selain itu investasi di saham bisa kamu jadikan sebagai tempat menabung untuk modal masa pensiun kamu. Menurut Bloomberg, IHSG yang menjadi patokan harga saham di Indonesia ini selama 2016 mengalami kenaikan sebesar 21,01%. Peningkatan ini menunjukan bahwa rata-rata saham di Indonesia selalu growth atau mengalami kenaikan.<br /> <br /> Saham bukanlah sebuah instrumen investasi yang hanya bisa dijangkau oleh orang kaya saja, malah justru mahasiswa yang hanya bisa menyisihkan uang 50ribu per bulan bisa melakukan investasi saham. Tidak hanya nilai nominal investasinya saja yang terjangkau, untuk melakukan transaksinya pun sekarang sudah mudah karena sudah ada sistem Online trading yang memungkinkan kamu bertransaksi jual-beli saham secara Real-Time. Mulai dari web hingga aplikasi handphone, juga dari yang tampilan sederhana hingga tampilan yang lengkap bisa kamu gunakan. Segera mulai investasi saham. Jangan tunggu hingga penyesalan tiba. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?<br /> Thu, 26 Jan 2017 14:20:50 +0700 [Investasi] : 5 Rahasia Reksadana Yang Harus Diketahui Investor https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1152 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/kaFBTN-f-KMvCe8OtKTaSdhcRbuX3jU2lokJxzsULK1jBoXiLRW9-XgpiNt9KpKSJEj6I2oNZmsyMGW-0YfBpmBdhQwZhY7fmCfaEtzyKvgl_2SYGP2CQgyAVDADggEe6aL77RbJLSzgK56KJ_nOBD8_H9sCws9drEVviw0Mgw5ZLMP0glCTlBeqhsmS0UJ_zzZCXCN_5xhJxUzT1KMnH5XDfd5dPH_cPQ4G6SGCqi3z1WPXmhbetHSx0c9F6EelCnQaA5_1c4H9IXZ0N_rOT0xyPF5XXJ_bJUFY9bluRraH8YkhKPcHxQf9nsZTtC9bsklM16WW6eP-8RJPmqfkwxLnlh-3cjbhKo3gVbt5JwYvGVE0D7iTuUyAZDlvCnx5tWEEFIQwb9RJAOqu96uwhgn_hw5Cx57EAq5oB42hGQLh-fwJPw3lwOqAWmp93__27-kgG3Zz1KDqHPJJRzlVudU_nTCpxY07ctLvY3nxd4H4I-EDp8QV5K5b5UyInrtLyz4F7kKBpbLIgF00ZKQXOokvi3Bz1KHHcND20Yxt9oIUUJ4EauOTvJRNRXvOjMF7BRvDbXGbg5hbVcWtqckk8Tbxb8-2MPfS99e0DR1I3dJQ4gY5tvTu=w450-h300-no"/></div><br /> <br /> <br /> Meskipun reksadana merupakan salah satu instrumen investasi populer, ada sejumlah &ldquo;rahasia&rdquo; tentang investasi reksadana yang belum diketahui oleh banyak investor.<br /> <b><br /> Reksadana berkinerja hebat tak selalu memberikan hasil investasi bagus</b><br /> <br /> Salah satu strategi investasi yang umum digunakan banyak investor reksadana adalah mencari ranking reksadana pada akhir tahun, dan memilih empat teratas dari lima reksadana berkinerja terbaik untuk berinvestasi di tahun selanjutnya. Di permukaan, strategi investasi ini terlihat masuk akal dan logis. Tapi ada satu masalah, yaitu strategi ini biasanya tidak bekerja dengan baik. Strategi ini mengabaikan fakta bahwa investasi cenderung siklikal. Contoh, produk reksadana yang meningkat dalam satu tahun seringkali menurun pada tahun berikutnya. Jarang sekali manajer investasi produk reksadana yang dikelola secara aktif akan mampu secara konsisten mengalahkan pasar secara keseluruhan, secara berkelanjutan.<br /> <br /> Menurut studi Standard &amp; Poor&rsquo;s, kurang dari 10% reksadana berkinerja baik pada 2012 yang mampu bertahan di peringkat 25% reksadana terbaik pada 2014. Dengan kata lain, jika kita berinvestasi di reksadana pada awal 2013 dengan mengacu pada kinerja terbaik reksadana versi tahun 2012, maka 90% kemungkinan bahwa pada akhir tahun 2013 kinerja reksadana tersebut cenderung memburuk. Masih menurut studi tersebut, reksadana tersebut cenderung semakin memburuk pada tahun-tahun berikutnya. Studi menemukan bahwa setelah lima tahun, kurang dari 1% reksadana yang sebelumnya berkinerja terbaik, masih masuk dalam ranking 25% reksadana terbaik.<br /> <br /> <br /> <b>Fee reksadana bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan</b><br /> <br /> Banyak investor reksa dana tidak memahami akan pentingnya besaran rasio pengeluaran (expensse ratio) dan fee lain pada reksadana, yang akan mempengaruhi potensi keuntungan. Banyak investor yang mengetahui adanya angka rasio pengeluaran sebesar 1% dan mengabaikannya. Ini terjadi karena mereka salah memahami bahwa fee sebesar 1% hanya dikenakan pada berapapun laba yang dapat dihasilkan. Sejatinya, tidak seperti itu cara kerjanya. Fee bukan diterapkan pada keuntungan, tetapi pada total modal investasi investor, yang berarti akan mengambil lebih banyak keuntungan investor, jauh lebih besar dari yang disadarinya.<br /> <br /> Contoh, jika seorang investor menginvestasikan $10.000 di reksadana dengan rasio pengeluaran 1%, merepresentasikan fee tahunan sebesar $100. Anggaplah reksadana tersebut menghasilkan keuntungan sebesar 5% dalam setahun, memberikan hasil $500 bagi investor. Maka fee sebesar 1% itu tidak hanya mengurangi keuntungan investor sebesar 1% dari keuntungan sebesar $500, seperti yang salah dimengerti banyak investor. Sejatinya, fee tersebut mencapai 20% dari keuntungan. Jika keuntungan reksadana itu lebih rendah lagi, misal, hanya 2% dalam setahun, maka fee sebesar 1% itu akan memakan hingga separuh dari keuntungan yang diperoleh investor.<br /> <br /> <br /> <b>Banyak reksadana aktif yang hanya mencontek reksadana indeks</b><br /> <br /> Menurut analis Motley Fool, Dan Dzombak, studi mengungkapkan bahwa sejumlah reksadana yang dikelola secara aktif, pada kenyataannya &ldquo;sangat mirip&rdquo; reksadana indeksyang disamarkan sebagai reksadana aktif. Dzombak mengacu pada studi yang dilakukan tahun 2009 dan 2013, yang mempelajari data nilai reksadana selama 20 tahun. Kedua studi menemukan bahwa dalam rentang 20 tahun, terjadi lonjakan besar jumlah reksadana mirip indeks, dari sekitar 10% menjadi 30% dari semua jenis reksadana.<br /> <br /> Pada kenyataannya, seleksi saham yang dilakukan manajer investasi &ldquo;aktif&rsquo; banyak yang hanya mencontek indeks saham acuan, dan protofolio saham reksadana tersebut tidak banyak berbeda dengan reksadana indeks.Ternyata mudah saja untuk melakukannya. Manajer investasi sangat peduli untuk mempertahankan persepsi kinerja yang baik. Salah satu cara untuk melakukannya adalah memastikan bahwa kinerja reksadana yang ia kelola tidak terlalu jauh dari rata-rata kinerja indeks saham yang populer.<br /> <br /> Karena fee untuk reksadana yang dikelola secara aktif bisa mencapai 10 hingga 20 persen lebih tinggi dibanding reksadana indeks, investor perlu berhati-hati untuk memastikan bahwa mereka benar-benar mendapatkan jasa manajemen yang aktif sesuai yang dibayarkan.<br /> <br /> <br /> <b>ETF bisa memberi hasil investasi yang lebih baik</b><br /> <br /> Salah satu kegagalan manajer investasi untuk bersikap terbuka kepada investor reksadana adalah karena perbedaan cara dalam membentuk struktur ETF dibandingkan dengan reksa dana. Secara keseluruhan seringkali ETF memberikan hasl investasi yang lebih baik. Salah satu keuntungan ETF dibandingkan reksadana biasa adalah likuiditasnya yang lebi tinggi. Tidak seperti reksadana saham yang hanya dapat dibeli atau dijual sebesar nilai aset value neto atau NAV pada akhir sesi perdagangan. Saham-saham ETF bebas diperdagangkan sepanjang hari selama sesi perdagangan bursa utama. Keuntungan lain, secara sederhana karena perbedaan konstruksi ETF dan reksadana, adalah fakta bahwa ETF biasanya menciptakan lebih sedikit pajak keuntungan modal bahkan bagi investor.<br /> <br /> Contoh; jika sejumlah besar saham ETF ditarik (redeem) pada saat bersamaan, seringkali manajer investasi harus melikuidasi sebagian kepemilikan dananya untuk membayar saham-saham yang di-reedem.Biasanya, tindakan ini menyebabkan adanya keuntungan modal yang dapat dikenakan pajak pada investor reksadana. Jika saham-saham ETF dijual ke investor ETF lainnya, melalui pertukaran, maka tidak terjadi peristiwa yang dapat dikenakan pajak itu. Satu rahasia yang sedikit diketahui tentang investasi reksadana adalah bahwa invetor reksadana yang tidak pernah sekalipun menjual sahamnya masih dapat menjadi subjek kewajiban pajak. Ditambah lagi, rasio biaya ETF pada umunya lebih rendah dibanding rasio biaya reksadana, yang kadang-kadang bisa mencapai 50%.<br /> <br /> <br /> <b>Reksadana bisa menjadi sarana investasi yang lebih efisien</b><br /> <br /> Satu &ldquo;rahasia&rdquo; yang baik tentang reksadana adalah menawarkan cara berinvestasi di pasar ekuitas secara mudah dan efisien karena memungkinkan untuk membeli hanya sebagian saham. Bagi investor dengan rencama keuangan pribadi seperti berinvestasi berkala sebesar $100 per bulan, akan dapat menyederhanakan proses untuk menjalankan rencananya dam dapat melakukan investasi yang lebih efisien. Jika investor berupaya untuk membeli saham individual yang dijual seharaga $60 per lembar, maka dia harus menyisihkan hampir dari separuh rencana investasi bulanannya sebesar $100, atau sebesar $40 hingga bulan berikutnya agar mempunyai modal yang cukup untk membeli tambahan saham. Kondisi tersebut , tak hanya menunda investasi, tapi bisa memberi tambahan biaya jika pada bulan berikutnya harga saham naik dari $60 menjadi $70 per lembar. Reksadana mengatasi persoalan-persoalan tersebut dengan memperkenankn investor membeli sebagian saham, sehingga investor pada contoh kasus ini bisa berinvestasi secara berkala $100 per bulan, tanpa masalah kenaikan harga saham atau penundaan pembelian saham.<br /> (sjp)<br /> <br /> <br /> Sumber: https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=5_Rahasia_Reksadana_Yang_Harus_Diketahui_Investor&amp;level2=newsandopinion&amp;id=4703068&amp;img=level1_tips_1&amp;urlImage;=#.WGtUt09fVBQ Tue, 03 Jan 2017 15:53:36 +0700 [Investasi] : 10 Saran Untuk Trader Pemula https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1149 Setiap orang yang memulai trading ingin menjadi trader sukses. Tapi banyak dari trader pemula malah kehilangan banyak uang dalam waktu singkat, biasanya karena salah langkah. Artikel ini memberikan berbagai saran supaya Anda tidak menjadi salah satu trader yang seperti ini. Walaupun berbagai saran ini tidak menjamin Anda pasti menjadi trader sukses, tapi setidaknya bisa membantu Anda supaya tidak mudah kehilangan uang saat trading. Berikut adalah 10 saran untuk trader pemula, supaya terhindar dari bencana kerugian dan memaksimalkan potensi Anda dalam trading saham, forex, atau emas. <br /> <br /> 1. <b>Miliki pengetahuan yang benar sebelum trading</b><br /> Trader pemula seharusnya memperbanyak pengetahuan dahulu sebelum memulai trader. Orang yang memulai trading biasanya terlalu bersemangat, langsung trading, karena menganggap trading itu mudah. Tanpa pengetahuan yang benar itu seperti maju perang tanpa senjata. Hasilnya, umur akunnya cuma bertahan seumur jagung atau lebih singkat. Trader yang tidak mau belajar, akan membayar mahal dengan habisnya modal trading. Yang perlu diperhatikan adalah bukan sembarang pengetahuan yang harus Anda cari, tapi pengetahuan tentang trading yang benar. Banyak pemula justru tersesat belajar tentang trading. Akibatnya terbentuk mindset yang salah juga tentang trading. Di pikirannya trading itu mudah, trading itu cara cepat menjadi kaya, trading itu cuma analisis dan sebagainya. Jika Anda ingin belajar tentang trading disarankan mencari sumber yang bonafid.<br /> <br /> <br /> 2. <b>Trading di instrumen yang tepat</b><br /> Anda harus memilih apa yang akan di tradingkan. Tradinglah sesuai kemampuan dan risiko yang bisa diambil. Saya banyak dikontak oleh orang-orang yang ingin belajar trading option. Saat saya tanya apakah tahu saham, dijawab sama sekali tidak tahu. Ini kan ngaco. Padahal option adalah turunan dari saham. Belum ngerti saham tapi mau langsung trading option. Itu sama saja baru mau belajar tinju, tapi mau bertarung dengan juara kelas berat. Dijamin bonyok. Banyak orang seperti ini, maunya langsung trading forex, emas, indeks, tapi tidak tahu bahwa kemampuannya masih belum bisa trading di sana. Untuk pemula disarankan trading saham dulu, baru kalau sudah profit konsisten bisa beralih ke forex, lalu emas, baru kemudian indeks. Pemula yang trading saham pun juga perlu memilih trading di saham apa. Untuk pemula disarankan trading di saham blue chip yang relatif tidak banyak fluktuasinya. Kalau baru trader saham pemula, sukanya trading saham gorengan ya siap-siap banyak deposit jarang withdraw.<br /> <br /> <br /> 3. <b>Pilih broker yang tepat</b><br /> Pemilihan broker sangat penting, karena khususnya untuk broker forex banyak yang nakal. Sayang kan, sudah cape-cape trading, uangnya dibawa kabur oleh broker. Periksa rekam jejak broker, legalitasnya, terdaftar di mana. Setelah itu baru cek fasilitas dan fitur yang diberikan. Apakah softwarenya enak digunakan, fiturnya lengkap, dan sebagainya. Sesuaikan layanan broker dengan gaya trading Anda.<br /> <br /> <br /> 4. <b>Mulai dengan dana jumlah kecil</b><br /> Salah satu tips terbaik untuk trading adalah memulai dengan jumlah dana kecil. Setelah profit konsisten baru tambah. Jumlah dana yang besar tidak menjamin trading lebih mudah. Sama saja. Jika Anda tidak bisa trading dengan baik, pakai uang sejuta, semilyar, setriliun tetap saja akan habis.<br /> <br /> <br /> 5. <b>Bersikap realistis</b><br /> Realistis terhadap hasil trading. Jangan mikir trading for living dulu. Kecuali Anda luar biasa beruntung, jangan berharap mengubah modal trading $100 menjadi $ 100.000 dalam sekejap. Justru fokus trading sebenarnya adalah bertahan hidup. Kalau Anda berharap terlalu muluk, Anda hanya akan kecewa, frustrasi, nekat dan akhirnya gagal. Sejak awal memulai trading, berpikir dan bersikaplah realistis (kecuali Anda sangat-sangat beruntung). Sayangnya tidak ada orang yang sangat-sangat beruntung.<br /> <br /> <br /> 6. <b>Punya Sistem Trading</b><br /> Trader sebaiknya memiliki rencana atau sistem trading, sehingga tahu kapan masuk dan keluar pasar. Akibatnya trader tersebut tidak bingung, dan tidak mudah diombang-ambingkan pasar. Ia memiliki keyakinan pada diri sendiri. Sistem trading yang dimiliki harus komplet, mulai dari teknik analisis, manajemen uang dan risiko..<br /> <br /> <br /> 7. <b>Disiplin</b><br /> Setelah memiliki sistem trading, trader harus disiplin menjalankannya. Sayangnya, hal ini sering tidak terjadi. Kegagalan trader umumnya terjadi karena tidak mematuhi sistem trading yang telah ditetapkan. Terutama mengenai aturan keluar pasar atau cut loss. Kebanyakan trader tidak mau cut loss, akibatnya kerugian menumpuk super bengkak. Trader tersebut akhirnya berakhir dengan margin call atau uangnya habis. Anda mau jadi trader disiplin atau trader emosional?<br /> <br /> <br /> 8. <b>Perhatikan Psikologi Trading</b><br /> Banyak trader menyepelekan aspek psikologi dalam trading. Padahal emosi yang tidak terjaga bisa menghancurkan kinerja trading. Emosi keserakahan dan ketakutan sangat mempengaruhi kinerja trading. Banyak kasus trading yang semula mulus, akhirnya berakhir berantakan karena faktor emosi.<br /> <br /> <br /> 9. <b>Catat Keberhasilan dan Kegagalan</b><br /> Catat rekam jejak trading, pelajari apa yang bisa ditingkatkan. Trader yang sukses biasanya membuat catatan, jurnal aktivitas perdagangan di mana ia dengan hati-hati mencari tahu apa yang berhasil dan apa yang tidak. Dengan menggunakan jurnal, Anda akan tahu kelemahan yang perlu diperbaiki.<br /> <br /> <br /> 10. <b>Bila gagal, coba lagi dengan cara yang lebih baik</b><br /> Menjadi trader sukses adalah evolusi, perlu proses dan pembelajaran yang lama. Banyak trader yang gagal sebelum menjadi sukses. Bila gagal, Anda hanya perlu mencoba lagi dengan lebih baik. Gunakan jurnal trading dan pembelajaran untuk memperbaiki kualitas trading. Jangan lakukan kesalahan yang sama.<br /> <br /> Sumber : juruscuan.com Fri, 09 Dec 2016 10:34:28 +0700 [Investasi] : Harga Saham pada Perdana https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1148 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/LToqxTr8RZmPr4IlER2-fRb24VZ7xFPMXwM6wZqtoemkJZGUr_4--bAIgjjL7fpeQTjaWs0gUzjXrAG-R3YwL7p4F0WnJ3rOIX90uSJl_lDOfe7XHGiUWJEqd-_bzRQiGOWvjvlSnujS5f0rNIkubY6BOUox-0IXGLLU2jh-mFv7au8_00hZZ2Y-u4zWFkI-n9qTnGRBvKF3ChNIHIYsKp3U7_q6BIKFPdXqQ8Ct63aBrNJ0y5zBv6gUAgIJx-e1WZmNdON2LZ0nvhaEgb47JTs31pXDj_feAbr6O6MQE8mwJBFXbDVoZfdDMEtPFBqEStCwkrsAZm-cpFr1y_FFpxKRLNeP-kM4Vk_FzJXFwpouyT46A_cJPHNqawj7fwL7v-cMg1Td54Us39qR4TXnyKQ0bsviVbr8G04cyP6tMnL6sN6254RoHbxuoutUVgv_0c5y6JE4MuVz34UbJQfq3vFQQvxWupUBxLyDuj2lcy7Ybr7NAt8OaX_7NDYiUxzlU_Xj1LE_i0Kq2UeGYnsCne4GWHrWwjikjwqWVHzuhQdh5BPM7eMWtJomEMg64hMk2oSzdnzWzcchwDqRLRRejOJ_hCgQAvZ1V0VBerGRFJvvLMBirg=w540-h270-no"/></div><br /> <br /> <br /> Setiap perusahaan publik pasti akan melewati dua jenis pasar. Yang pertama adalah pasar perdana dan yang kedua adalah pasar sekunder atau sering juga disebut pasar reguler. Pasar perdana adalah pasar dimana untuk pertama kalinya perusahaan menawarkan sahamnya ke masyarakat pada harga perdana. Dari sini dapat disimpulkan bahwa harga perdana adalah harga penawaran saham saat penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dilakukan.<br /> <br /> Dalam definisi tersebut yang dimaksud harga perdana tampaknya sangat sederhana. Ia hanya menunjukkan sebuah harga penjualan saham perusahaan yang akan go public. Namun, jika didalami, perjalanan atau proses untuk menentukan harga perdana suatu saham tidaklah sederhana. Banyak faktor yang harus diperhitungkan sebelum menetapkannya. Faktor itu misalnya kondisi pasar, besar kecilnya permintaan, dan kondisi fundamental perusahaan yang akan go public.<br /> <br /> Seperti diketahui bahwa setiap perusahaan yang akan go public selalu didampingi oleh penjamin emisi saham. Tugas penjamin emisi ini adalah untuk mempersiapkan proses penawaran saham yang akan dilakukan oleh emiten. Ia membentuk sindikasi penjamin emisi, menyeleksi perusahaan sekuritas yang akan bertindak sebagai agen penjualan (selling agent), menjajakan (road show) saham ke investor-investor potensial, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.<br /> <br /> Sebelum menetapkan harga perdana, pihak penjamin emisi -bersama manajemen perusahaan yang akan go public- melakukan perhitungan dan menetapkan berapa banyak saham yang akan ditawarkan ke publik. Biasanya porsi saham yang ditawarkan ke publik bersifat optional. Artinya, besar kecilnya porsi saham yang ditawarkan akan ditentukan setelah menjajaki kekuatan pasar. Jika pasarnya kuat dan permintaannya besar, maka porsi saham yang ditawarkan akan besar pula. Di sini jelas bahwa kondisi pasarlah yang menentukan penawaran saham.<br /> <br /> Begitu pula dengan penentuan harga saham perdana. Sebelum ditawarkan ke publik atau investor strategis, pihak penjamin emisi dan emiten terlebih dahulu melakukan kesepakatan (due dilligence) dan menentukan range atau kisaran harga. Nah, kisaran harga inilah yang kemudian diajukan kepada anggota sindikasi penjamin emisi dan agen penjual, termasuk juga ketika penjamin emisi dan emiten melakukan road show dalam rangka menawarkan saham ke investor.<br /> <br /> Misalnya begini. Dalam due dillegence antara penjamin emisi utama dan emiten telah tercapai kesepakatan bahwa harga perdana akan ditetapkan pada kisaran Rp450 hingga Rp540 misalnya. Nah, proses menentukan harga perdana kemudian dilakukan melalui mekanisme yang disebut masa penawaran awal (book building method). Investor yang berminat untuk mengajukan pemesanan bisa menyampaikannya melalui penjamin emisi atau anggota sindikasi penjamin emisi atau agen penjualan.<br /> <br /> Pada tahapan ini, investor akan memasukkan pemesanan dan indikasi harga perdana. Misalnya, investor A memesan saham sebanyak 10 juta lembar di harga Rp460. Lalu, investor B memesan sebanyak 20 juta lembar di harga Rp580. Ada juga yang berani mengajukan pemesanan di harga Rp520, dan seterusnya. Pendek kata, di tahapan ini calon investor yang menyatakan minatnya bisa mengajukan volume pemesanan serta harga pemesanan.<br /> <br /> Semua pemesanan yang masuk saat book building dibuat rekapitulasinya.<br /> <br /> Harga perdana biasanya ditetapkan berdasarkan jumlah pemesanan terbesar saat book building dilakukan. Misalnya, saat book building volume pemesanan terbesar terjadi pada harga Rp500. Harga pemesanan dengan volume terbesar ini diasumsikan sebagai harga terbaik saat itu. Dengan melihat kondisi pasar saat itu dan target perolehan dana go public, penjamin emisi utama dan emiten akan memutuskan bahwa harga Rp500 sebagai harga perdana penawaran saham.<br /> <br /> Apakah harga perdana ini nantinya akan mengalami kenaikan saat masuk ke pasar sekunder? Bisa ya, bisa tidak. Hal itu tergantung pada besar kecilnya permintaan pasar saat penawaran umum dilakukan. Jika pemesanan yang masuk lebih besar dari jumlah saham yang ditawarkan maka itu berarti terjadi kelebihan permintaan (oversubcribed). Jika kondisinya oversubcribed, kemungkinan besar harga di pasar sekunder akan naik. Tapi jika yang terjadi sebaliknya -yaitu jumlah penawaran lebih besar dari pemesanan (undersubscribed)- maka bukan tidak mungkin saat masuk pasar sekunder harganya terkoreksi.<br /> (sjp)<br /> <br /> <br /> sumber :http://economy.okezone.com Fri, 02 Mar 2018 16:07:37 +0700 [Investasi] : REQ Save Sorting List IPOTFund https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1147 Hi kawan IPOTFund<br /> <br /> Saya merasa kerepotan karena list yang sudah saya sort kerap kembali ke tampilan default.<br /> <br /> Alangkah baik jika ada fitu save sort preference. Sehingga load layar selalu mengacu pada preloaded sort yang kita sudah atur.<br /> <br /> Saya sudah 2x mengirimkan email ke support IPOT. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan fitur.<br /> <br /> <br /> <b>Adakah kawan2 disini mengalami permasalahan serupa? Apakah ada cara mengakali nya, sementara fitur tsb belum tersedia?<br /> </b><br /> <br /> <br /> (image:https://goo.gl/photos/qN17nLx6LDvtb3kn6) <br /> <br /> [url]https://goo.gl/photos/qN17nLx6LDvtb3kn6[/url]<br /> <br /> Thu, 01 Dec 2016 15:27:09 +0700 [Investasi] : BEI Tegaskan Belum Tentukan Tanggal Pemberlakuan Perubahan Auto Rejection https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1126 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/ukCSX1oXSkkrFy_1vRsbVqhnNcg9X2q3qD6AbSm_M-LGNQgVkDX3RcJKGmqTKLewgKWwTBcTcNhyvYU-JOUTnfDrr3KxOLYO4iixuUFv_nPTZ9Eq8k-2wnX-3GAWPTaDLXVLDP2dKzpp_UAtkQhzByCUbiTZipVAKKeOjzAxVfgHbcSEwnI6VGT0xz-put0warBeJEGd42HSRlJx2oLBXbB9EsqHg865QQkTa6eCEMXBER32G83EFknw4TZe75mlKXjq9mDpbDkutT-cRWr0PLSp7OUts7THRBCsXsKLvNtzc08cBJ_amOFTuZya2s2YkHzWDYfCaOLlBmAzHfiX056z-R45DjbSFZOpEHmc8RjLHZ9M72A2gvas987OSHazFLDyMi6ATzkCQUli5R6WIJaw1aYs9qxokrIlmiXQUK4paMP4K_jr2djJN6kYvklwixB-TLK6QsjUmvsct_AsyxRDAUw2CMFlym1z-s-39s42qvPliaWNU-RIk9kYiVcwMLp0-fUWVbXyNTcmN-A0dGV0WtPIanfN9OVLepGG2L6iT_GIZHtD1EM3uPOJkRrIiQNYw4ZIBb1EGQ9wd83MNfuBcKV5X2Ce4VygDdqBfUWYFoXvIA=w800-h440-no"/><br /> <br /> <br /> <br /> PRESS RELEASE<br /> PR No: 065/BEI.KOM/08-2016<br /> 31 Agustus 2016<br /> <br /> <br /> <br /> Jakarta &ndash; PT Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menentukan tanggal pemberlakuan batas minimal Auto Rejection dari saat ini yang diberlakukan secara asimeteris menjadi simetris. Sehingga surat keputusan Direksi BEI nomor Kep-00096/BEI/08-2015 tentang Perubahan Batasan Auto Rejection masih akan diberlakukan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.<br /> <br /> Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan pada tanggal 25 Agustus 2015 atau tepat satu tahun yang lalu, BEI memang melakukan perubahan batasan Auto Rejection dalam ketentuan VI.7.1. dan VI.7.4. Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Perubahan tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi perdagangan di Bursa dan dalam rangka mengupayakan terciptanya likuiditas pasar dengan tetap menjaga terlaksananya perdagangan Efek yang teratur, wajar, dan efisien.<br /> <br /> &ldquo;BEI memang wajib dan berwenang untuk mengkaji kembali atas semua parameter yang ada agar sesuai dengan kondisi pasar,&rdquo; ujar Hamdi, Rabu (31/8). Beberapa parameter yang tengah dikaji oleh BEI di antaranya adalah batasan Auto Rejection.<br /> <br /> BEI akan melakukan perubahan kembali parameter perdagangan, termasuk Auto Rejection dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang ada. Perubahan tersebut tentunya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).<br /> <br /> Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti pemberitaan yang selama ini beredar di berbagai media massa, Hamdi menegaskan bahwa pemberlakuan kembali ketentuan batas harga Auto Rejection secara simetris belum akan diberlakukan pada tanggal 1 September 2016.<br /> <br /> Seperti diketahui, Auto Rejection adalah penolakan secara otomatis oleh JATS terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli Efek Bersifat Ekuitas yang dimasukkan ke JATS akibat dilampauinya batasan harga atau jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang ditetapkan oleh Bursa. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI nomor Keo-00096/BEI/08-2015 tentang Perubahan Batasan Auto Rejection, yang mengatur Auto Rejection untuk rentang harga natara Rp50 sampai dengan Rp200 maka batas atas yang diterapkan ialah 35% dan 10% untuk batas bawah.<br /> <br /> Rentang harga antara Rp200 sampai dengan Rp5.000 maka batas atas yang diterapkan ialah 25% dan 10% untuk batas bawah, dan rentang harga di atas Rp5.000 maka batas atas yang diterapkan ialah 20% dan 10% untuk batas bawah.<br /> <br /> Demikian untuk diketahui publik.<br /> <br /> KEPALA KOMUNIKASI PERUSAHAAN<br /> PT BURSA EFEK INDONESIA<br /> DWI SHARA SOEKARNO<br /> NO. TELP: 021- 5150515<br /> TOLL FREE: 0800-100-9000 (National)<br /> FAX: 021- 5150330<br /> EMAIL: callcenter@idx.co.id<br /> Copyright 2010 by Bursa Efek Indonesia <br /> <br /> <br /> Sumber : https://goo.gl/T4hpFk Fri, 16 Sep 2016 15:34:08 +0700 [Investasi] : Anda bisa memperkecil resiko investasi dengan melakukan hal berikut ini. https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1114 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/Ew8LXJ9-GnIzMa7Ye9Xm-0YbrfQyUcfrDZMXnUnjeEbL1D581ct5YFghS5QYMvcd-N9-tZQtRdwuGmTkLquFGGjO2hwqQRrTw9KhDKbNC5fhgIsuV5lyryQYKrExG_OjlB1NoANT7FYNhJ8T1wgm52qYjCE_OAyKfIeSmXA7o5ud40mETBVab_TYMg74NQPIsUsz_-1VlBy1xH9JlBD1RBJrrZ5nwOw_67eX9k4M7DlZt_kd5fAuwsJ7-1cx2SQgxkrBY8qqBWQrZfVdSXHKqQm7WnLtArt8VVqp1gGlvTQMZxpvfZ_QOWLsuThXhqUrmwC1ZzBChaTuyms1qGck60vuk_hk6JVcKBaqxuQxLNaCSY9-8TiAU-DK8BtTXLHrMM_ud5quaU4t7GsIoBwXDSE90kflzRnAcIJ_Vxfvxs33hrRpQ2iBMu0fOGFrPJDqkeMCZUONqg2vLUX3q_TPXX2zXYXVWKPcA3ZFqMMP69FRKKXEwrEv_xiYgQQorIgHcYwb6p12BBY47Zr2aO8snu636KHeDwtEi0sMTmiC5QMskiru-d3F4OBfztmFSgULwHO7NYs46ZKCuRrt_1zlmIcGMoe-ociUjYy1DHBSp2TDvuOQ=w750-h445-no"/></div><br /> <br /> Ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi, itu artinya Anda juga harus siap untuk menghadapi resiko yang akan terjadi. Setiap jenis investasi memiliki resiko yang berbeda-beda, semakin tinggi nilai investasinya maka semakin besar pula resiko yang bakal terjadi.<br /> <br /> Tapi, Anda tak perlu khawatir. Meskipun ada resiko yang siap menyapa Anda, tapi itu semua bisa diminimalisir dengan beberapa cara.<br /> <br /> Untuk itu kami menyajikan beberapa cara berinvestasi agar dapat meminimalkan resiko yang ada.<br /> <br /> 1. Dengan Diversifikasi<br /> <br /> Salah satu cara yang paling banyak dilakukan oleh para investor adalah dengan melakukan diversifikasi. Apa itu Diversifikasi? Diversifikasi merupakan strategi dalam berinvestasi yang membagi modal investasi ke beberapa jenis aset investasi yang ada. Jadi, dari modal investasi yang Anda miliki, tidak semuanya ditaruh dalam aset investasi yang sama. Cara ini cukup membantu dalam meminimalkan resiko berinvestasi. Contohnya seperti ini, Anda berinvestasi di aset saham, properti, dan obligasi. Nah, di sini Anda telah melakukan Diversifikasi. Jika suatu saat investasi saham Anda jatuh, maka Anda akan terbantu dengan aset lain yakni properti dan obligasi. Yang perlu diperhatikan ketika melakukan diversifikasi adalah memilih jenis aset investasi yang benar. Jangan asal memilih aset-aset investasi yang memiliki untung besar, tetapi semua aset tersebut harus saling melengkapi.<br /> <br /> 2. Pilih Aset Investasi Yang Anda Ketahui<br /> <br /> Banyaknya pilihan investasi membuat Anda harus ekstra pandai dalam memilihnya. Namun kaitannya dengan meminimalkan resiko berinvestasi, lebih baik Anda memilih aset investasi yang Anda ketahui dan pahami. Anda tak perlu terpengaruh ajakan atau manisnya keuntungan dari sebuah investasi yang belum Anda ketahui betul. Apalagi kalau ada iming-iming jenis investasi yang berujuk pada &ldquo;investasi bodong&ldquo;, Anda harus hati-hati. Sekali lagi, pilih jenis investasi yang Anda pahami. Karena dengan Anda mengerti dan memahami, maka Anda akan mudah dalam mengelola dan mengetahui resiko yang akan terjadi nanti.<br /> <br /> 3. Bisa Memilih Investasi Tabungan<br /> <br /> Jika Anda memang tak mau direpotkan dengan masalah resiko yang ada. Anda bisa memilih investasi tabungan. Karena Tabungan memiliki resiko yang yang kecil. Tabungan juga bisa Anda cairkan kapan saja jika Anda membutuhkan.<br /> <br /> 4. Pelajari Ilmu Dasar Investasi<br /> <br /> Meskipun ada jenis investasi yang cukup mudah dijalankan oleh orang awam yang belum mengerti tentang investasi, Anda tetap harus mau mempelajari tentang ilmu dasar investasi. Hal ini sangat penting agar Anda mengetahui berbagai resiko investasi dan bagaimana nanti mengatasinya. Ketika sudah memiliki ilmu dasarnya ini, Anda pun akan semakin percaya diri dalam berinvestasi dan mengelola investasi ke depannya. Karena investasi ini sifatnya jangka panjang sehingga membutuhkan keputusan-keputusan yang sangat matang akan hasilnya bisa dirasakan di masa yang akan datang.<br /> <br /> Anda bisa menanyakan kepada rekan yang sudah bermain investasi atau bisa membaca buku investasi. Gunakan internet untuk mencari referensi soal investasi. Itu semua akan membantu Anda dalam mematangkan diri Anda sebelum benar-benar memilih investasi. Dan yang jelas, dengan mengetahui apa itu investasi Anda bisa mencegah resiko investasi yang ada.<br /> <br /> (SAP) Thu, 18 Aug 2016 14:58:41 +0700 [Investasi] : APEI tetapkan minimal fee broker 0,18% https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1112 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/0fEoJXys1h0s0tliJKomPSEtITDSLussvAMA23L-zFwgPhmWHGssHOuZjJOt4qPFw3vcqRW4tXf9dQol4FkDW6zecrLp2iN1a4-3D9BfMBbhE0LNyT0y6kvE3f8dhKTYxWs8GJGsE86u4fSgvv0K5Uh7JCBhg6UgMdHWKwssjtPTWdtBtbn10uWroku5_I8nXtc1MTZF2gMnXl2GVkXSyR6J0f-KgAI56owZlPzw51Ccrhc02v2uI8M2JaIGxQ-kV1si2tTaeL4Zs5uZyhp5mdWx26ERWgJ0_4gm59KCjspjfb0RbtlUKZYZjiDYx3oIuyFo5u7dsVURpAjrNihVnL4fxke6FJ9-Fk-gP-ed7oG3_JK9P93CmS-n5fMTrU-RSznremON9k7BYjzI2TeZF2aI3tqv2B4ozjWtkQemdt4ED6kqZZnQuP-a_PCb9lfwE3Ro_lFD1hltRRf3m28wkM6gSh92XMh4RwipxbHPc754rktWx9x6KpYrJWbnMzdjb4uXEz0AfcPtiSZSrI_GcddDvik2QX5x65Nqu7qTcagC6ejxtnMziMv0r1W17C2cVccP3DmsSNrdiHutS-6k7EuVPHJw5PRi=w675-h450-no"/></div><br /> <br /> Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) akhirnya menetapkan standar imbalan jasa alias fee broker untuk menyudahi perang tarif antar sekuritas yang terjadi selama ini.<br /> <br /> Kompetisi sengit yang terjadi di industri sekuritas membuat para broker berlomba-lomba menurunkan fee transaksi untuk menjaring lebih banyak nasabah. Akibatnya, kinerja broker berdarah-darah karena margin semakin menipis.<br /> <br /> Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB) yang diselenggarakan APEI, Jumat (12/8), memutuskan menyetujui penetapan batas minimum fee broker dalam transaksi online menjadi 0,18% untuk tarif pembelian dan 0,28% tarif jual. Sementara untuk transaksi biasa, batas minimum pembelian 0,2% dan jual 0,3%.<br /> <br /> Standar imbalan jasa broker tersebut hanya berlaku untuk transaksi di pasar reguler baik untuk nasabah institusi dan ritel, serta akan efektif mulai 1 Januari 2017. Ini tidak berlaku untuk transaksi di pasar negosiasi, algo trading, program trading dan nasabah afiliasi. Selain itu, transaksi terkait tax amnesty juga dikecualikan dalam ketentuan ini.<br /> <br /> Susy Meilina, Ketua Umum APEI mengatakan, RUALB telah menyetujui memasukkan ketentuan batasan minimum fee tersebut dalam kode etik APEI. &quot; Kita harapkan tidak ada anggota yang melanggar agar industri lebih sehat,&quot; katanya di Jakarta, Jumat (12/8).<br /> <br /> Ia bilang, hasil kajian auditor independen Price water house Coopers (PwC) telah menunjukkan terjadi bleeding 83% pada anggota APEI tahun lalu. Sementara tahun sebelumnya mencapai 84%. Oleh karena itu, ketentuan tersebut sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup industri broker.<br /> <br /> Untuk mendukung realisasi keterntuan tersebut, RUALB yang digelar APEI juga mengangkat dewan pengawas yang terdiri dari Mustofa, Direktur Utama PT Pratama Capital Indonesia, Antony, Direktur Utama HD capital, Chaeruddin Berlian, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI).<br /> <br /> Susi bilang, Dewan pengawas tersebut bertugas untuk memastikan bahwa kode etik APEI bisa ditegakkan. Dewan tersebut nantinya akan menetapkan langkah-langkah yang harus ditempuh jika terjadi pelangggaran kode etik seperti memberikan teguran tertulis satu, kedua dan selanjutnya. &quot;Ini ada tahap-tahapnya, tapi proses pemberian sanksi tersebut harus didasarkan dengan bukti valid. Nanti setiap sanksi akan kita informasikan ke OJK maupun ke bursa,&quot; jelasnya. <br /> <br /> Sumber : [url]http://investasi.kontan.co.id/news/apei-tetapkan-minimal-fee-broker-018[/url] Tue, 16 Aug 2016 17:22:26 +0700 [Investasi] : IPOTBOT: Jual Beli Reksadana dan Saham Bisa Lewat Chat https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1108 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-Fk8GD_18-18/V6K_Ga8wDSI/AAAAAAAAJKs/kkTmfawRAJQPa_1qREL8IvxvQDOhOAnwQCCo/s650/42457_60907_IPOTBOT.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Untuk meningkatkan kenyamanan nasabah pasar modal, IndoPremier meluncurkan fitur baru Personal Assistant yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.<br /> <br /> <br /> Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi jual beli saham dan reksadana, mencari informasi mengenai harga saham, reksadana, mata uang dan indeks dunia, bahkan bertanya berbagai informasi keuangan secara mudah lewat Chatting.<br /> <br /> <br /> &ldquo;Personal Assistant ini kami namai dengan IPOTBOT,&rdquo; kata President Director Indo Premier Securities, Moleonoto The. &ldquo;Dengan menggabungkan artificial intelligence dan real account officer, pengguna serasa memiliki Personal Assistant yang akan membantu dalam semua aktivitas investasi mereka,&rdquo; imbuhnya.<br /> <br /> <br /> Nasabah dapat melakukan transaksi, mencari info seputar saham dan reksadana secara otomatis dan real-time menggunakan menu keyboard yang ada. Mereka juga dapat ber-chit-chat dengan staf IndoPremier apabila membutuhkan bantuan. &ldquo;Semuanya bersifat personal dan one-on-one.&rdquo;<br /> <br /> <br /> Melalui Chatting, nasabah dapat secara langsung membeli 140 produk reksadana, semua saham yang ada di bursa, melihat posisi portfolio, saldo kas dan status order mereka, bahkan dapat melakukan chatting dengan staf IndoPremier. Dengan adanya Personal Assistant melalui Chatting ini, diharapkan nasabah dan pengguna lebih mudah dan cepat dalam berinvestasi ataupun mencari informasi seputar dunia investasi.<br /> <br /> <br /> Berikut layanan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan Personal Assistant IPOTBOT<br /> <br /> - Transaksi Saham dan/atau Reksadana; dapat diakses oleh nasabah IPOT yang telah melakukan sinkronisasi akun IPOT.<br /> <br /> - Perbadingan Produk Saham dan Reksadana; membandingkan beberapa instrument keuangan, seperti saham, Reksadana, ETF, komoditas.<br /> <br /> - Informasi Cash, Portfolio dan Status Order; memberikan informasi saldo kas, portfolio (saham dan reksadana) dan status order (open/done).<br /> <br /> - Fitur Easy Command; keyboard menu agar memudahkan dalam memberikan instruksi/perintah.<br /> <br /> - Fitur Smart Search; memberikan daftar referensi yang sesuai dan paling mendekati atas apa yang sedang dicari.<br /> <br /> - Berita Terbaru Seputar Dunia Investasi; menampilkan berita ter-update, mengenai dunia keuangan, lokal dan internasional.<br /> <br /> <br /> <br /> Sumber : www.ipotnews.com<br /> <br /> (sjp)<br /> <br /> Thu, 04 Aug 2016 11:08:29 +0700 [Investasi] : Apa itu Diversifikasi? https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1104 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-OpcLnNFTLuw/V6Bnk_0p7SI/AAAAAAAAJJI/0rDTntVzaiwSJ9F3u2hFP3Sw5KkEq5wxwCCo/s675/1298048444p.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), diversifikasi mempunyai arti penganekaan usaha untuk menghindari ketergantungan pada ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi.<br /> <br /> Dalam dunia pasar modal, tindakan untuk melindungi investasi dan meminimalkan resiko dengan cara membagi investasi ke dalam beberapa jenis instrumen investasi disebut diversifikasi.<br /> <br /> Pasti tidak asing bagi anda yang sudah terjun di dunia pasar modal mendengar istilah &ldquo;Don't Put Your Eggs in One Basket&rdquo; atau &ldquo;Jangan menaruh semua telur anda dalam satu keranjang&rdquo;. Lalu apa hubungannya telur dengan investasi?<br /> Sebenarnya tidak ada hubungannya, istilah tersebut adalah sebuah nasehat bijak dalam mengelola investasi yang anda miliki. Jika diibaratkan investasi anda adalah telur, maka jika anda menaruh semua telur pada satu keranjang, anda akan memiliki risiko kehilangan semua investasi anda saat keranjang tersebut jatuh dan mengakibatkan pecahnya semua telur dalam keranjang.<br /> Sama hal nya seperti telur, investasi juga memiliki tingkat risiko yang tinggi jika tidak anda jaga dengan baik. Jika anda menaruh investasi pada beberapa jenis instrumen investasi tentu saja anda memiliki tingkat risiko yang rendah.<br /> <br /> <br /> <b>Bagaimana melakukan diversifikasi dengan baik? </b><br /> <br /> Jangan melakukan diversifikasi pada instrumen investasi yang mempnyai karakter yang sama. Contohnya adalah reksadana saham. Jangan terlalu banyak membeli macam reksadana saham karena umumnya Fund Manager reksadana saham akan mengalokasikan portfolionya ke saham-saham blue chip sehingga returnnya biasanya tidak berbeda jauh satu sama lain. <br /> Siapkan uang tunai yang disediakan khusus untuk investasi, bukan uang tunai yang kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai kita tidak memiliki uang tunai saat akan ada peluang investasi yang bagus untuk masuk ke investasi tersebut.<br /> <br /> <br /> <b>Dampak negatif dari diversifikasi yang berlebihan</b><br /> <br /> Kesulitan dalam mengontrol perkembangan investasi kita. <br /> Anda akan kesulitan jika berinvestasi di lebih dari 15 macam investasi.<br /> <br /> Pertumbuhan investasi yang kurang memuaskan. <br /> Sudah menjadi rahasia umum bahwa diversifikasi akan menyebabkan kita kehilangan peluang untuk berinvestasi sepenuhnya dalam instrumen yang akan memberikan return yang besar. Jika harga saham sedang naik, return investasi kita yang terdiversifikasi dalam aset lain mungkin tidak sebesar return portofolio investor lain yang mengalokasikan dana investasinya sepenuhnya dalam saham.<br /> <br /> <br /> <b>Strategi diversifikasi yang cocok</b><br /> <br /> Pada dasarnya setiap orang memiliki profil dan tujuan investasi yang berbeda-beda. Dalam melakukan diversifikasi selalu pertimbangkan karakter setiap instrumen investasi seperti Potensi return, Risiko dan Likuiditas.<br /> <br /> <br /> <br /> Happy Investing!<br /> (sjp) Tue, 02 Aug 2016 16:35:30 +0700 [Investasi] : DIRE https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1103 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-D1s1pHDUX7w/V5sPQ9m9sOI/AAAAAAAAJGg/ayBi1tFq_f0t0BbuQ3gM3UvM4qfR_dWTwCCo/s648/dire.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> <br /> Apakah Anda pernah mendengar DIRE singkatan dari Dana Investasi Real Estate.<br /> Yuk kita kenalan apa itu DIRE.<br /> <br /> <br /> DIRE (Dana Investasi Real Estate) atau dalam bahasa inggris nya dikenal sebagai REIT (Real Estate Investment Trust) <br /> merupakan salah satu sarana investasi yang tergolong baru di Indonesia.<br /> DIRE adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal yang oleh perusahaan investasi atau manajer investasi <br /> diinvestasikan pada aset real estate (properti) baik secara langsung (seperti membeli gedung/apartemen dimana sewa dan <br /> hasil penjualan dari aset properti tersebut dikembalikan ke pemodal sebagai dividen), <br /> maupun tidak langsung (dengan membeli saham/obligasi perusahaan properti).<br /> <br /> <br /> Apakah DIRE sama seperti ReksaDana?<br /> DIRE mirip dengan reksadana yaitu sama-sama menghimpun dana dari pemodal, tetapi mempunyai perbedaan pada aturan dan <br /> komposisi portofolio. Pada reksadana, aset yang ada dalam portofolio berupa efek pasar modal, seperti saham, obligasi, dan deposito. <br /> Sementara pada DIRE, aset portofolionya mayoritas pada aset real estate. <br /> <br /> <br /> Bagaimana risiko jika kita berinvestasi di DIRE? <br /> Pastinya setiap produk investasi memiliki risiko. Karena DIRE memiliki aset dasar (underlying asset) <br /> berupa properti yang disewakan dan hanya bisa berinvestasi pada aset real estate sehingga kinerjanya sangat bergantung <br /> pada sektor propetri. Maka beberapa hal yang bisa mempengaruhi risiko, dikarenakan :<br /> <br /> 1. Penyewa properti yang gagal bayar.<br /> 2. Penurunan nilai properti.<br /> 3. Risiko likuiditas. Menjual aset properti tidak selikuid menjual aset di pasar modal.<br /> <br /> <br /> Dengan kebijakan investasi yang diarahkan pada instrumen berisiko relatif rendah maka DIRE cocok <br /> untuk investor tidak terlalu spekulatif dan mengharapkan pendapatan yang bersifat tetap pada jangka waktu relatif panjang. <br /> (sjp) Fri, 29 Jul 2016 15:33:13 +0700 [Investasi] : Saham Biasa dan Saham Preferen https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1102 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/--JxdqmCgqws/V5hpXaf7gJI/AAAAAAAAJFU/3bln9bGE0KYmWiGAOMN2HhwYo4HjDXGvACCo/s960/coins-1523383_960_720.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal sering disebut efek atau sekuritas, salah satunya yaitu saham. <br /> <br /> Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market). (<i>wikipedia</i>)<br /> <br /> Ada beberapa tipe dari saham, termasuk saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham preferen biasanya disebut sebagai saham campuran karena memiliki ciri-ciri hampir sama dengan saham biasa.<br /> <br /> Saham preferen memiliki ciri-ciri sebagai berikut :<br /> <br /> - Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan ciri-ciri yang berbeda.<br /> - Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian dividen.<br /> - Dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa.<br /> - Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk.<br /> <br /> Saham biasa memiliki ciri-ciri :<br /> <br /> - Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris<br /> - Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru<br /> - Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja<br /> <br /> Biasanya Saham biasa (common stock) hanya memiliki satu jenis tapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B, kelas C, dan lainnya. Masing-masing kelas dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri.<br /> <br /> Di Indonesia biasanya Perusahaan BUMN memiliki saham kelas ganda yakni Seri A yang memiliki hak suara istimewa (cuma 1 lembar dan di pegang pemerintah) dan Seri B (saham biasa). <br /> Saham Seri A tidak dapat dipindahtangankan, memiliki hak-hak istimewa dalam hal perubahan modal, pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Komisaris, Anggaran Dasar, penggabungan, peleburan dan pengambilalihan serta pembubaran dan likuidasi Perusahaan. <br /> Salah satu contoh Perusahaan BUMN yang memiliki saham kelas ganda yaitu PT. Timah Tbk (TINS).<br /> (sjp)<br /> Wed, 27 Jul 2016 15:01:39 +0700 [Investasi] : Tidak Perlu Takut... https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1099 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/QrHOU-8dMfIan_dMjq5uN1DGWzCb-ElKkE9ZI6QHvTgnjbSGL8taEJnmcuZd4FhloNpGvJdGiPkP5ED2Cr3qIX4q4boQJqu7laNSwewwFQwtnsYln0UHi9KguVSuDAOLRt123otdXPc0WLORqKptYY9ay-S03MzSynkXLPpCo1e6Y4HMACx5zMZxBQaufDOjyxMu0EqEL8nXqTLvzrQyW0rY_tjnLDo77Q85fQXT1IN8MFy50Nn4_AzZkn7AvXwprpc2qM4QgJjyfXfnj2FQt-xAJkMAX16SiD2VRUpJjfcccj4IOmEIn4doK-7P6UE5AeIvgGAwCG6aeAoFCYDfS1-Ctfe-C2Tga3dlNeXVKA7ovDlINVL1xzeQjGbvEmtyFMb53RlT6nDdWXXZX-AbYezZcayyAcwsDPJJ5iMspNr-ZsyAaTuINfg4GKX4-cdWthAwo6vNXb4d-qxWhhraxgXwPcQgbvsohuDWHJBqSgOGy18Ea2JNGOKUqEj0zCd2i2bVrkrl5yMkQvM6hihafglDgdLLIskpqQC8o9zMmvRh2-EnDtGHcBJfjQdXj3JwfySNl0Mmns1GpRwkMkUjhox47055VgY=w503-h194-no"/></div><br /> <br /> Coba perhatikan, sudah menjadi pemandangan sehari-hari ketika akan melewati pintu tol dalam kota di Jakarta, terlihat antrean panjang kendaraan yang hendak bayar.<br /> <br /> Untuk para pemilik kartu e-toll, ada lajur khusus dan nyaris tidak perlu antri. Sangat praktis, cukup tempelkan kartu di loket elektronik, gerbang segera terbuka, dan wuuzzz hanya dalam hitungan detik.<br /> <br /> Sementara itu, yang melakukan pembayaran secara tunai atau manual, harus antri beberapa saat, bermenit-menit, untuk sampai di loket pembayaran. Dan hal yang sama terjadi pula di beberapa ruas jalan tol di luar Jakarta.<br /> <br /> Bahkan untuk suatu &lsquo;kemewahan&rsquo; melalui lajur khusus tadi, masih ditambah dengan iming-iming potongan harga tarif tol sekian persen. Namun, tetap saja jalur antrian manual lebih menjadi pilihan.<br /> <br /> Saya tidak sedang promosi untuk penggunaan kartu e-toll. Saya hanya tidak habis pikir. Rasanya ada yang salah dengan kita. Mengubah kebiasaan, menjadi sesuatu yang sangat sulit di negeri ini.<br /> <br /> Tentu yang dimaksud adalah mengubah sesuatu untuk menjadi lebih baik, lebih efektif, lebih efisien. Teknologi sudah sedemikian maju, memudahkan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari kita. Lalu kenapa masih harus menghabiskan bensin dan terutama menghabiskan waktu bermenit-menit mengantre yang tidak perlu?<br /> <br /> Kita sedang bicara ratusan bahkan ribuan kendaraan lengkap dengan orang-orang di dalamnya. Setiap hari. Masyarakat kita kadang memang harus &lsquo;dipaksa&rsquo; untuk mencoba sesuatu yang baru, yang jelas-jelas lebih bermanfaat.<br /> <br /> Demikian juga halnya dengan berinvestasi, khususnya produk-produk pasar modal. Keengganan membuka diri untuk berubah, misalnya, seperti halnya menggunakan tiket elektronik tol tadi, membuat begitu banyak manfaat terlewatkan begitu saja dalam kehidupan kita sehari-hari.<br /> <br /> Dalam hal berinvestasi, tampaknya memang ada ketakutan-ketakutan yang menjadi alasan mengapa masyarakat tidak berani memulainya.<br /> <br /> <b>TAKUT GAGAL</b><br /> <br /> Ketakutan yang pertama adalah takut gagal. Menggunakan kartu e-toll dan pertama kali melintas di jalur khusus, mungkin cukup menakutkan bagi sebagian orang.<br /> <br /> Takut tersendat lama, dan membayangkan pengemudi di belakang kita akan menggerutu, sambil berharap tidak terdengar bunyi klakson.<br /> <br /> Padahal kegagalan terbesar kita justru pada saat kita memutuskan untuk tidak mencoba. Tidak berani mencoba sesuatu yang baru, yang sebenarnya akan memberi manfaat lebih untuk kita. Dan investasi adalah sesuatu itu.<br /> <br /> Cerita kegagalan dalam berinvestasi kerap terjadi justru karena kita bukan berinvestasi, melainkan berspekulasi. Membeli saham-saham terbaik (di industrinya), hampir pasti selalu memberikan keuntungan (dividen) setiap tahun, serta potensi kenaikan harga dari waktu ke waktu, bahkan saat kita wariskan suatu saat nanti.<br /> <br /> Dan ini rasanya jauh dari kata &lsquo;gagal&rsquo; yang bermain-main di kepala kita selama ini. Sekali lagi, investasi dan bukan spekulasi.<br /> <br /> Hal berikutnya adalah ketakutan membayangkan bahwa kita mungkin ditipu. Saham, reksadana, atau obligasi adalah produk-produk keuangan yang resmi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak ada yang perlu ditakutkan. Instrumen-instrumen ini jelas &lsquo;real&rsquo;.<br /> <br /> Membeli saham adalah menjadi pemilik perusahaaan yang kita beli. Membeli obligasi adalah memberikan pinjaman kepada negara atau perusahaan yang menerbitkan obligasi tersebut. Membeli reksadana adalah menyerahkan dana kita untuk dikelola manajer investasi, dalam bentuk saham, obligasi, ataupun instrumen-instrumen investasi lainnya.<br /> <br /> Di luar sana, sampai kapanpun juga, tentu saja akan selalu ada pihak-pihak yang berniat menipu, dan dalam berbagai bentuk. Berpikir secara bijak dan memahami secara rasional produk-produk investasi adalah awal terbaik untuk terhindar dari risiko tertipu.<br /> <br /> Saham, obligasi, dan reksadana adalah produk-produk terbaik untuk kita mulai. OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah dua lembaga yang dapat kita andalkan untuk mendapatkan informasi atas tawaran-tawaran investasi yang ada.<br /> <br /> Ada juga ketakutan lain yakni takut dengan hitung-hitungan, angka-angka, pembukuan, matematika. Terbayang investasi dengan segala ke-njelimetannya. Analisis ini itu, perhitungan sana-sini, prediksi atas bawah.<br /> <br /> Kita tidak perlu membuat investasi menjadi serumit itu, tanpa bermaksud mengatakan bahwa investasi itu juga sesuatu yang sangat mudah. Satu hal yang pasti, investasi itu sederhana.<br /> <br /> Seperti disebutkan di atas, tengok saja perusahaan-perusahaan terbaik di bidangnya, itu sudah cukup memberikan gambaran mengenai bakal pilihan saham pertama kita.<br /> <br /> Tetapi baiklah kalaupun kita tetap &lsquo;phobia&rsquo; dengan angka-angka dan hitung-hitungan, seharusnya kita kan tidak perlu takut sedikitpun dengan para manajer investasi yang mengelola reksadana kita ataupun para broker yang selalu setia memberikan kita masukan-masukan mengenai investasi saham kita.<br /> <br /> Terakhir adalah takut kalah atau rugi. Ketika kita memperlakukan saham sebagai produk spekulasi, kita akan berhadapan dengan istilah menang dan kalah.<br /> <br /> Namun, saat kita menempatkan saham sebagai instrumen investasi, dalam persepsi jangka panjang&mdash;demikian pengertian yang memang melekat dengan sendirinya untuk kata investasi&mdash;tentu masih ada kemungkinan rugi.<br /> <br /> Layaknya menjadi pengusaha, tentu saja ada risiko usaha kita merugi. Namun, negeri ini bertahun-tahun memiliki setumpuk instrumen investasi yang terbukti menguntungkan, dan masih juga menapak masa depan dengan begitu besar potensi keuntungan.<br /> <br /> Satu hal yang sering kita lupakan, di satu sisi kita adalah orang-orang yang menaruh harapan akan masa depan yang lebih baik untuk kita dan keluarga kita, dan kita optimistis mengenai itu.<br /> <br /> Namun di sisi lain, kok, kita tidak kunjung mulai berinvestasi, padahal investasi identik dengan optimisme itu sendiri. Investor adalah orang-orang yang optimis. Saat ini cukup dengan selembar uang pecahan terbesar negeri ini, kita sudah bisa mulai menjadi investor saham ataupun reksadana. Begitu banyak alasan untuk kita memulai investasi dan tidak perlu takut.<br /> <br /> Lagipula, memulai dengan uang Rp100.000 tidaklah menyakitkan. Seperti halnya suatu hari nanti mungkin tidak akan ada lagi pintu tol manual tunai, ketika kita tidak pernah membeli dan mulai menggunakan kartu e-toll investasi (baca: instrumen investasi), rasanya kita harus bersiap pula bahwa suatu saat nanti jalan bebas hambatan masa depan mungkin akan tertutup untuk kita.<br /> <br /> *) Nicky Hogan, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia<br /> http://koran.bisnis.com/read/20160718/251/566668/tidak-perlu-takut#.V45Zy4iRSXA.facebook<br /> <br /> (RS) Wed, 20 Jul 2016 15:16:55 +0700 [Investasi] : Tax Amnesty? https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1097 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-E2dSNYog8c4/V44G8e-SeaI/AAAAAAAAJBU/u7uelT4KH7Ynkvv3fNN9My0T9qeBaRqHACCo/s380/tax-amnesty-380x200.jpg"/></div><br /> <br /> Belakangan ini lagi ramai berita tentang tax amnesty.<br /> Apa sih tax amnesty itu?<br /> Secara sederhana tax amnesty adalah pengampunan pajak, yaitu adanya penghapusan pajak bagi Wajib Pajak (WP) yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan imbalan menyetor pajak dengan tarif lebih rendah. <br /> <br /> Tujuan dari tax amnesty tersebut adalah diharapkan para pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri akan memindahkan dananya di Indonesia dan menjadi WP baru yang patuh sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara.<br /> <br /> Lalu jika dana repatriasi ini akan masuk ke Indonesia kemudian dana tersebut digunakan untuk apa?<br /> Pemerintah tengah menyiapkan berbagai instrumen keuangan untuk menampung dana repatriasi yang masuk ke Indonesia. <br /> Sedikitnya ada 3 pintu masuk untuk menempatkan dana repatriasi ke berbagai instrumen keuangan yang ada di Indonesia, yaitu melalui perbankan, perusahaan efek, dan Manajer Investasi (MI). Instrumen keuangan yang tersedia di Indonesia pun beragam mulai dari deposito, obligasi, reksa dana, saham, hingga Surat Berharga Negara (SBN). <br /> <br /> &ldquo;Potensi dana hasil repatriasi yang masuk diperkirakan mencapai Rp 1.000 triliun, sedangkan tambahan penerimaan dari tarif tebusan diperkirakan mencapai Rp 165 triliun. Perkiraan besaran dana yang akan kembali ke Indonesia didapatkan dari perhitungan jumlah aset WNI di luar negeri dikali dengan tarif tebusan pajak sebesar 2%.&rdquo;(detikfinance)<br /> <br /> &quot;Pemerintah mempunyai hitungannya. Target pemerintah Rp 165 triliun. Itu Rp 1.000 triliun targetnya dari uang masuk kali 2% dan kira-kira dari Rp 3.500-Rp 4.500 triliun dari aset sama uang yang tetap di luar negeri 4%. Ini total Rp 165 triliun,&quot; <br /> <br /> Woww Rp. 1000 triliun...nol nya ada berapa tuh hehe...dan jauh dari angka yang beberapa saat lalu rame jadi headline berita di TV nasional.<br /> PT Freeport Indonesia telah menawarkan 10,64% sahamnya kepada pemerintah Indonesia dengan harga US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 23 triliun. (beritasatu.com)<br /> <br /> Berikut ini infografis mengenai tax amnesty<br /> <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-iApzmRj23iY/V48t0XgMvrI/AAAAAAAAVDs/HnhInbqdqEcUhr5XBMFMlqTcEg68aXuPACCo/s912/CnX_O9FUIAEpbHN.jpg"/></div><br /> <br /> Semoga kebijakan tax amnesty ini terus menjadi sentimen positif dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.<br /> (sjp) Wed, 20 Jul 2016 14:54:45 +0700 [Investasi] : MACD https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1086 MACD adalah singkatan dari Moving Average Convergence / Divergence ( rata-rata pergerakan konverjensi / perbedaan), yang merupakan suatu indikator dari analisis teknis yang diciptakan oleh Gerald Appel pada tahun 1960an. <br /> <br /> <br /> MACD adalah indikator untuk kelebihan beli atau kelebihan jual dengan melihat hubungan antara MA (moving average=rata-rata pergerakan) jangka panjang dan pendek. Garis MACD adalah selisih dari 2 MA di atas. Garis kedua yaitu garis tanda adalah MA jangka pendek dari garis MACD.<br /> <br /> <br /> MACD menunjukkan perbedaan antara eksponensial pergerakan rata-rata (exponential moving average yang biasa disingkat &quot;EMA&quot;) yang cepat dan lambat dari harga penutupan. Beberapa pengembangan telah dilakukan atas MACD selama bertahun-tahun namun masih menyisakan masalah kelambatan pada indikatornya, sehingga sering dikritik atas kegagalannya dalam menanggapi kondisi pasar yang lemah ataupun bergejolak. <br /> Periode standar yang disarankan oleh Gerald Appel pada tahun 1960an adalah dengan menggunakan periode 12 dan 26 hari: <br /> <br /> <b>MACD = EMA[12] dari harga &ndash; EMA[26] dari harga</b><br /> <br /> <br /> Garis yang menjadi sinyal atau garis pemicu adalah terbentuk dengan memperhalus rumusan tersebut dengan EMA. Periode standar dari EMA adalah 9 hari.<br /> <br /> <b>Sinyal = EMA[9] dari MACD </b><br /> <br /> <br /> Perbedaan antara MACD dan garis sinyal seringkali dihitung dan dinyatakan tidak dalam bentuk garis tetapi dalam bentuk histogram kotak berisi. Konstruksi ini dibuat oleh Thomas Aspray pada tahun 1986. Cara perhitungannya :<br /> <br /> <b>histogram = MACD &ndash; sinyal</b><br /> <br /> <br /> Pada contoh grafik di bawah ini, menunjukkan ketiganya secara bersamaan. Grafik yang atas adalah harga, grafik yang bawah memiliki garis MACD dalam warna merah dan garis sinyal dalam warna hijau dan yang berwarna biru dalam bentuk histogram merupakan perbedaan antara keduanya.<br /> Rangakaian periode dari nilai rata-rata tersebut biasanya ditulis seperti 12,26,9, dan dapat bervariasi.<br /> <br /> <div class="center"><img src=" https://lh3.googleusercontent.com/-g5dk51U6jaY/V2d6FBSls6I/AAAAAAAAI_Q/nG7ZUYwdKUo6dfvOSDXt6TkDOokHgpDrgCCo/s913/MACD.png"/></div><br /> <br /> (sjp) Thu, 23 Jun 2016 16:39:41 +0700 [Investasi] : Jangan Tiru Saya, Tapi Ini Nasihat Saya Untuk Investor Individu: Buffett https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1074 Ipotnews &ndash; Sebagai seorang investor tersukses di dunia, banyak orang akan mendengarkan dan melakukan sarannya, namun Warren Edward Buffett (85 tahun) tidak pernah mendorong para investor individu untuk meniru kesuksesannya, melainkan memberikan beberapa saran penting bagi para investor individu ketika berinvestasi.<br /> <br /> Buffett adalah seorang investor, pengusaha, dan philanthropist asal Amerika Serikat. Selain itu ia juga merupakan direktur utama, sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway, perusahaan yang memberikan tingkat pengembalian tahunan rata-rata yang fenomenal, yaitu lebih dari 25 persen kepada para pemilik saham selama 25 tahun terakhir, dengan jumlah kapital yang besar dan utang yang sedikit.<br /> <br /> Pada tahun Tahun 2012, majalah Time memasukan Buffett sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia dan tahun 2015, dia menjadi orang ketiga terkaya di dunia versi Forbes. Saat ini kekayaan bersihnya mencapai USD72 miliar dengan nilai perusahannya sebesar lebih dari USD212 miliar.<br /> <br /> <br /> <a href="https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Jangan_Tiru_Saya__Tapi_Ini_Nasihat_Saya_Untuk_Investor_Individu__Buffett&amp;level2=newsandopinion&amp;id=4278757&amp;img=level1_tips_4&amp;urlImage;=#.V2NhA9J96ow" class="artikel_link">Selengkapnya:</a><br /> <br /> Fri, 17 Jun 2016 09:34:33 +0700 [Investasi] : Beli Saham Untuk Investasi? Jangan Panik Ketika Pasar Bergejolak! https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1073 Ipotnews - Sebelum Anda panik dengan anjloknya pasar saham, yang kemudian membuat Anda bekerja keras mengubah mengelola portofolio, ada baiknya Anda memahami betul tujuan awal Anda membeli saham, apakah untuk investasi atau trading (perdagangan), demikian saran Jim Cramer.<br /> <br /> Saat menuntut ilmu di Harvard Law School pada tahun 1981, Jim Cramer yang sebelumnya menjadi reporter, mulai tertarik dengan program Financial News Network (FNN) yang disiarkan di CNBC. Sejak saat itu Cramer menghabiskan setiap waktu luangnya untuk meneliti saham dan investasi serta semua hal terkait uang yang bisa ia tabung dari pekerjaannya. Setelah memperoleh sarjana hukumnya pada tahun 1984, ia bekerja sebagai broker di Wall Street Goldman Sachs.<br /> <br /> <br /> <a href="https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Beli_Saham_Untuk_Investasi__Jangan_Panik_Ketika_Pasar_Bergejolak!&amp;level2=newsandopinion&amp;id=4348449&amp;img=level1_tips_2&amp;urlImage;=#.V2NgxdJ96ow" class="artikel_link">Selengkapnya: </a> Fri, 17 Jun 2016 09:33:29 +0700 [Investasi] : Perbedaan Stock Split dan Reverse Stock https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1067 <b>Stock Split</b><br /> Stock split merupakan salah satu bentuk corporate action yang dilakukan emiten, dengan cara memecah jumlah sahamnya menjadi lebih banyak. Hal ini akan secara otomatis juga memecah harga saham, baik harga nominal dan harga pasar. <br /> <br /> Misalkan perusahaan A akan melakukan stock split 1 : 2, sebelum stock split perusahaan A memiliki 5 juta lembar saham dengan harga nominal Rp 1000 dan harga di market Rp 2000. Setelah stock split perusahaan A akan memiliki 10 juta lembar saham dengan harga nominal Rp 500 dan harga market menjadi Rp 1000.<br /> <br /> Ilustrasi stock split adalah seperti anda menukar uang pecahan Rp 5000 menjadi pecahan Rp 1000 sebanyak lima lembar.<br /> Tujuan dari aksi ini antara lain agar saham diperdagangkan di pasar lebih likuid karena jumlah saham yang beredar semakin banyak dan harga saham lebih terjangkau oleh semua investor. <br /> <br /> <br /> <b>Reverse Stock</b><br /> Reverse Stock merupakan kebalikan dari stock split, merupakan salah satu bentuk corporate action yang dilakukan emiten, dengan cara menaikkan harga saham dengan memperkecil jumlah saham beredar.<br /> Misalkan perusahaan A akan melakukan reverse stock 2 : 1, sebelum reverse stock perusahaan A memiliki 5 juta lembar saham dengan harga nominal Rp 1000 dan harga di market Rp 2000. Setelah reverse stock perusahaan A akan memiliki 2,5 juta lembar saham dengan harga nominal Rp 2000 dan harga market menjadi Rp 4000.<br /> Ilustrasi reverse stock adalah seperti anda menukar uang pecahan Rp 1000 sebanyak lima lembar menjadi pecahan Rp 5000.<br /> <br /> Tujuan dari aksi ini adalah mengurangi jumlah saham yang beredar dan menaikkan harga sahamnya. <br /> Dalam beberapa kasus, reverse stock split adalah upaya untuk tetap dapat tercatat di bursa efek besar karena harga saham mungkin dapat saja jatuh terlalu rendah hingga akan dikeluarkan dari pencatatan.<br /> (sjp) Wed, 15 Jun 2016 10:09:16 +0700 [Investasi] : Di Dunia Ini Gak Ada yang Mahal, Uang Kita Aja yang Gak Berkembang https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1065 <div class="center"><b> Di Dunia Ini Gak Ada yang Mahal, Uang Kita Aja yang Gak Berkembang</b></div><br /> <br /> <div class="center"><b><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-mN0SYGrYpSI/V1-0ZrTjDZI/AAAAAAAAASo/i92ZSbcRNwcQLBIo3LqZnxSYaQuUS0KIACCo/s576/key-951783_960_720.jpg"/></div></b><br /> <br /> Akhir tahun 90-an sampai awal tahun 2000-an kita tentunya tau bahwa dunia komunikasi saat itu dikuasai oleh perusahaan dari Finlandia bernama Nokia. Hampir seluruh kalangan menggunakan produk tersebut dari berbagai tipe hingga muncul istilah &ldquo;handphone sejuta umat&rdquo;. Hanya mengandalkan 3 fitur yaitu telpon, sms, dan games nya yang legendaris itu; Ya, anda sangat benar, game snake; mereka dapat menguasai dunia walaupun sisanya spesifikasinya hanya &ldquo;pas-pasan&rdquo; saat itu, bunyi ringtone yang masih monophonic tentunya sudah canggih menurut kita pada jaman itu. Namun era sudah berganti, monophonic berganti polyphonic dan akhirnya sampai sekarang menjadi real music. Dari games snake off-line hingga sekarang hampir semua game berbasis on-line. Dari Nokia yang tidak berwarnadan tanpa kamera, berubah menjadi berwarna dengan kamera, dari keypad yang keras untuk ditekan hingga sekarang cukup dengan sentuhan lembut (touchscreen), anda sudah dapat melakukan aktifitas di handphone tersebut.<br /> <br /> Kalau untuk teknologi saja dalam waktu kurang dari 10 tahun sudah berganti begitu cepatnya, bagaimana dengan investasi? <br /> Kurangnya sosialisasi ditambah informasi negatif yang disebarkan oleh &ldquo;barisan sakit hati&rdquo; para investor lawas membuat dunia investasi terutama saham dan reksadana menjadi stigma negatif di mata calon investor. Padahal nyatanya investasi lah yang menggerakkan roda perekonomian di Indonesia. Menabung di bank apalagi dalam jangka waktu yang lama sudah bukan merupakan sebuah pilihan karena biaya administrasi yang mahal tiap bulannya dan bunga minim yang diterima.<br /> Jadi kalau gadget kita saja sudah &not;update menjadi layar sentuh yang lebih mutakhir, lantas mengapa dalam berinvestasi kita tidak mengikuti perkembangan jaman yang lebih mutkahir yaitu di saham dan reksadana.<br /> <br /> Lalu, apa sih yang membuat masyarakat Indonesia enggan berubah? Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, berikut saya sampaikan data yang saya dapatkan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Dari total 250.000.000 penduduk di Indonesia, sekitar 173 juta lebih penduduk Indonesia memiliki tabungan (sekitar 70% dari total penduduk Indonesia), dan hanya 485.487 penduduk Indonesia yang memiliki rekening efek (kurang dari 2% penduduk Indonesia).<br /> Ternyata akar permasalahannya ada disini, berikut hasil survey yang saya ambil dari Study of Measurement of Potential Candidate Investor in Indonesia, Sept 2015, akan saya coba patahkan satu per satu keraguan yang ada menurut survey tersebut.<br /> <br /> <i><b>1. High Risk</b></i><br /> Sebanyak 60% responden menjawab bahwa investasi saham itu beresiko tinggi, karena harga saham dapat naik turun tanpa jelas arahnya (berfluktuasi). Sekarang pertanyaan saya, apakah anda waktu membeli emas atau properti kemudian harganya turun langsung anda jual? Tentu saja tidak, anda pasti akan tahan dulu karena toh nanti juga akan naik lagi. Konsep seperti itu berlaku juga pada saham, lalu kenapa dibeda-bedakan?<br /> Saya sedikit kasih bocoran, satu-satunya resiko investasi di saham adalah apabila perusahaan tersebut bangkrut. Faktanya, dalam 10 tahun belakangan di Bursa Efek Indonesia, perusahaan-perusahaan yang sudah go public tidak ada yang menyatakan diri mereka bangkrut.<br /> Pertanyaan selanjutnya, resiko tingginya dimana?<br /> <br /> <i><b>2. Need a lot of Money</b></i><br /> Total 44% menjawab untuk berinvestasi membutuhkan dana yang besar. Pertanyaan saya, kata siapa? Di perusahaan saya bekerja (Indo Premier Securities.red) tidak dikenakan saldo awal minimum. Harga saham juga tidak semuanya mahal, saya ambil contoh PT. Telkom Tbk., harga sahamnya sekitar Rp. 350.000 per lot, saya yakin untuk karyawan fresh graduate atau mahasiswa masih mampu membelinya.<br /> <br /> <i><b>3. Requires in-depth Knowledge</b></i><br /> Sebanyak 17% responden menjawab bahwa perlu ilmu mendalam mengenai analisa teknikal dan fundamental sebelum membeli sebuah saham. Warren Buffet, orang terkaya nomor 3 dunia, sewaktu beliau membeli saham PT. Coca-cola mengatakan alasannya adalah mudah saja karena dia melihat banyak orang Amerika mengkonsumsi minuman bersoda tersebut.<br /> Kita kadang-kadang suka berpikir &not;out-of-the-box tapi melupakan apa yang sebenarnya lebih mudah dari itu. Saya bantu anda dalam pengambilan keputusan untuk memilih sebuah saham, di kehidupan kita sehari-hari, setiap hari kita menjumpai kemacetan di ibukota, perusahaan apa yang untung dari kemacetan yang ada? Kalau jawaban anda Pertamina, sayangnya Pertamina belum go public. Gojek? Perusahaan tersebut juga belum go public. Kalau jawaban anda mobil atau kendaraan bermotor, itu yang tepat. Jelas saja, yang membuat macet sudah pasti mobil atau motor. Maka dari itu, jangan ragu-ragu untuk membeli saham PT. Astra Internasional (kode saham ASII).<br /> <br /> <i><b>4. Stock Investing is Gambling</b></i><br /> 17% orang bilang saham itu judi atau tidak halal. Perihal tidak halal, PT. Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan DSN MUI mengeluarkan saham-saham mana saja yang halal. Orang bilang itu judi, karena kebanyakan investor melakukan spekulasi terhadap saham, namun apabila saham diperlakukan sebagai alat investasi atau tabungan maka tidak ada unsur judi disana. Sedikit bocoran aja, saham itu tidak memiliki batas waktu, sehingga dapat dijadikan sebagai warisan kepada anak cucu kita.<br /> <br /> <i><b>5. Stock Investing Requires a Strong Grasp in Technology</b> </i><br /> Sebanyak 11% responden menjawab bahwa mereka tidak memiliki keahlian dalam bidang teknologi / gaptek (gagap teknologi), tapi handphone nya iphone atau android terbaru. Bertansaksi saham saat ini layaknya jual beli barang di online shop. Di Indopremier, melalui websitenya www.indopremier.com sudah sangat user-friendly, layaknya belanja di online shop. Cukup melalui handphone, dapat anda download di Playstore (untuk handphone android, kalau IOS melalui browser), anda sudah dapat melakukan transaksi beli dan jual saham.<br /> <br /> <i><b>6. Do not Have Time</b></i><br /> 11% orang menjawab karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka di kantor atau mengurus anak untuk ibu rumah tangga, sehingga mereka tidak memiliki waktu dalam melihat pergerakan harga saham tiap detik, menit, atau jam. Pertanyaan saya ke mereka, siapa yang suruh anda untuk melihat tiap menit bahkan detik?<br /> Sama seperti emas, dalam membeli emas, apakah anda memperhatikan pergerakan harga emas tiap menit bahkan detik? Kan tentunya tidak, untuk konsistensi, maka lakukan hal yang sama dengan saham. <br /> <br /> Terbukti ternyata saya berhasil mematahkan keraguan terbesar dari para masyarakat awam mengenai stigma negatif dalam berinvestasi saham. Lucunya lagi ketika saya tanya apa yang menyebabkan mereka memiliki stigma negatif yang separah itu sehingga antipati terhadap saham. Usut punya usut, saya menarik kesimpulann dari jawaban mereka adalah mereka hanya mendapatkan referensi dari saudara atau kerabat dekat mereka bahwa saham itu beresiko tinggi. Lalu ketika saya tanya lagi, apakah kerabat anda merupakan investor? Jawabannya sangat mencengangkan, ternyata mereka belum tentu investor, melainkan hanya dari membaca buku literasi mengenai keuangan yang menyatakan bahwa saham merupakan instrumen investasi yang beresiko tinggi dan lain-lain. <br /> <br /> Untuk itu perlu saya luruskan mengenai stigma-stigma negatif diatas. <br /> Tahukah anda banyak <b>keuntungan yang bisa didapat dengan berinvestasi di saham,</b> keuntungannya adalah:<br /> <br /> <b>1. Business Owner</b><br /> Banyak yang tidak sadar bahwa dengan cukup anda membeli 1 lot saja saham dari perusahaan go public artinya anda adalah pemilik perusahaan tersebut alias bos. Analoginya seperti ini, anda melihat bahwa orang di Jakarta banyak berkendara dengan taksi, maka menurut anda perusahaan taksi memiliki prospek yang bagus ke depannya maka anda membeli 1 lot saham taksi Blue Bird. Dengan anda membeli 1 lot saham PT. Blue Bird, Tbk. (kode saham BIRD), artinya ketika anda menaiki taksi Blue Bird, anda dapat bilang ke supir taksi &ldquo;Pak, tolong nyetir yang bener karena anda sedang membawa salah satu bos anda atau pemilik dari perusahaan dimana anda bekerja. Kalau anda gak bisa nyetir bener, anda bisa saya pecat.&rdquo;<br /> <br /> <b>2. Capital Gain</b><br /> Sebuah saham memiliki harga pasar yang berbeda-beda satu sama lain, harga inilah yang nantinya harus dibayar oleh calon investor untuk membeli sebuah saham. Apabila harga tersebut naik dalam beberapa waktu ke depan, itulah yang kita sebut dengan capital gain atau keuntungan.<br /> <br /> <b>3. Deviden</b> <br /> Selain capital gain, sebuah saham juga memiliki keunikan lain yaitu deviden. Deviden adalah keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan kemudian dibagikan kepada pemilik saham sesuai jumlah kepemilikkan sahamnya.<br /> <br /> <b>4. RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)</b><br /> Last but not least, karena anda adalah pemilik saham maka anda berhak menghadiri RUPS dari tersebut. Biasa perusahaan mengadakan di hotel atau di Bursa Efek Indonesia. Rapat ini dihadiri oleh para petinggi perusahaan seperti direktur, membahas berbagai macam agenda, apabila ada agenda khusus seperti pembagian deviden maka akan dibahas dalam rapat ini, dan lain-lain.<br /> <br /> Cukup dengan segala macam teori yang sudah ada, tentunya saya tidak akan berhenti sampai sini, karena pertunjukkan sesungguhnya baru akan dimulai. Jadi siapkan diri anda, pasang sabuk pengaman anda karena saya takut anda loncat dari bangku tempat anda duduk. Dan yang paling penting nikmati perjalanan ini.<br /> Dibawah ini akan saya tampilkan tabel investasi singkat pada saham PT. Astra Internasional dan PT. Bank Mandiri.<br /> <br /> <i><b>Tabel 1.1 PT. Astra International Tbk.</b></i><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-CzgnbkwYlOs/V2DXzT0JPHI/AAAAAAAAATw/DTJATIKW1K4Feq_n-CYGcy0a-LqcZiKBwCCo/s926/pic1.png"/><br /> <br /> Perhitungan investasi pada 4 Feb 2016:<br /> 4 jan 2000 Rp. 1,912,500<br /> 4 feb 2016 Rp. 58,696,000 (harga saham sekarang) + Rp 23,496,960 (Devidend cumulative) = Rp 82,192,960 <br /> <br /> Pertumbuhan investasi =<br /> 4,197.67% atau 257.22% per tahun sejak tahun 2002<br /> <br /> <br /> Supaya lebih menggugah selera investasi anda dalam berinvestasi di saham, saya akan buktikan bahwa investasi di saham adalah salah satu &ldquo;obat penawar&rdquo; permasalahan keuangan anda.<br /> Tabel 1.1 yang merupakan ilustrasi apa yang terjadi pada tahun 2000 apabila anda membeli saham PT. Astra Internasional (ASII) dibandingkan membeli motor Honda Legenda. Dengan melakukan sistem lupa, alias sekali beli saham kemudian saham tersebut didiamkan saja tanpa diperjual belikan, maka apa yang terjadi?<br /> Uang anda yang tadinya hanya 2juta rupiah, selama 16 tahun berkembang menjadi kurang lebih 83 juta rupiah atau dengan arti lain investasi anda mengalami pertumbuhan sebesar 4000% selama 16 tahun atau 250% lebih per tahun. Anda tidak hanya dapat motor legenda, tapi mungkin sudah bisa membeli mobil Toyota Innova terbaru. Namun apabila yang anda lakukan adalah membeli motor Honda Legenda, maka pada tahun 2016 motor tersebut benar-benar sudah menjadi legenda.<br /> <br /> <br /> <b><i>Tabel 1.2 PT. Bank Mandiri Tbk.</i></b><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-07ggZTXyqFs/V2DXe1dPz4I/AAAAAAAAATk/aEZyQG8uzhk4zqXF_ebFRTWrb1OceWAkwCCo/s919/pic2.png"/><br /> <br /> Perhitungan investasi pada 4 feb 2016:<br /> 14 juli 2013 Rp 337, 500<br /> 4 feb 2016 Rp 4,800,000 (harga saham sekarang) + Rp 1,085,341 (devidend cumulative) = Rp 5,885,341<br /> <br /> Pertumbuhan investasi =<br /> 1,643.80% atau 128.98% per tahun sejak 2013 <br /> <br /> Masih belum puas dengan ASII? Sekarang saya akan berikan contoh saham lainnya yaitu PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada tabel 1.2 supaya anda semakin terbakar &ldquo;emosi&rdquo;nya untuk berinvestasi. Kalau uang 300 ribu anda pada tahun 2003 bukan untuk anda pakai jajan atau hanya sekedar ditabung melainkan dibelikan saham BMRI, maka pada tahun 2016 uang 300 ribu anda yang kita perlakukan sama dengan saham ASII yaitu sistem lupa, maka investasi anda akan berkembang menjadi hampir 6 juta rupiah atau setara 1600% per 13 tahun atau 128% per tahun sejak pertama anda membeli saham tersebut. Bunga deposito Bank Mandiri sendiri tidak sanggup untuk melawan kinerja perusahaannya. <br /> <br /> Pertanyaan saya, untuk pertumbuhan investasi sebesar 4000% selama 16 tahun dan 1600% selama 13 tahun, apakah termasuk lama atau sebentar? Kalau jawaban anda lama, coba bandingkan dengan investasi selama 16 tahun di deposito Bank Mandiri dimana per tahunnya hanya 7% per tahun atau 128% selama 16 tahun.<br /> <br /> <br /> Well, kalau anda menganggap ini adalah akhir dari cerita semuanya, anda salah besar, karena sekaranglah saatnya anda untuk memulai perjalanan berinvestasi anda di pasar modal., Semoga apa yang saya sampaikan dapat anda mengerti dan mengubah paradigma berpikir anda mengenai investasi di saham. Ada pepatah mengatakan Don&rsquo;t Judge Book from it&rsquo;s Cover ada benarnya di dunia investasi, dan juga saran saya jangan mudah percaya terhadap apa kata orang diluar sana mengenai saham apabila anda sendiri belum pernah ikut langsung dalam berinvestasi, toh investasi di saham juga relatif murah untuk sekedar anda mencoba masuk dan ingin tahu. Mulai lah berinvestasi dari yang kecil, orangtua saya bilang nabung sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Jadi kalau masih menganggap semua barang yang ada itu mahal, mungkin anda belum kenal dengan yang namanya investasi saham. Kalau anda sudah kecanduan investasi saham maka tidak ada lagi kata mahal, yang ada hanya uang anda saja yang tidak berkembang akibat tergerus inflasi.<br /> <br /> <b>Happy investing!!</b><br /> <br /> For further information, please find us on:<br /> www.indopremier.com<br /> <br /> <br /> <br /> <br /> Wed, 15 Jun 2016 17:47:30 +0700 [Investasi] : Arti EPS dan PER https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1064 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-tbUYa6Wo77M/V199APvXOlI/AAAAAAAAI9E/JCEBu88ISMM_PWMNfjCzSYIYOt35KIVIQCCo/s300/PER&amp;EPS;.jpg"/></div><br /> <br /> EPS dan PER adalah dua istilah yang sangat populer dikalangan pelaku pasar saham. Dua istilah tersebut yang paling sering digunakan sebagai pendekatan oleh para analis di perusahaan sekuritas untuk menilai suatu saham.<br /> <br /> <b>EPS/Earning per Share (laba per saham)</b> <br /> <br /> Laba per lembar saham atau EPS di peroleh dari laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa dibagi dengan jumlah rata &ndash; rata saham biasa yang beredar. <br /> EPS memberikan informasi kepada para pihak luar (ekstern) seberapa jauh kemampuan perusahaam menghasilkan laba untuk tiap lembar yang beredar. EPS dapat dijadikan sebagai indikator tingkat nilai perusahaan, juga merupakan salah satu cara untuk mengukur keberhasilan dalam mencapai keuntungan bagi para pemiliki saham dalam perusahaan.<br /> <br /> Earning per Share dihitung dengan formula :<br /> <b>EPS = Keuntungan bersih / Jumlah saham beredar </b><br /> <br /> <br /> <b>Price Earning Ratio (PER) </b><br /> <br /> PER atau Price Earning Ratio atau rasio harga terhadap laba bersih per saham adalah harga suatu saham dibagi dengan laba bersih per saham (EPS) atau angka yang menunjukkan harga suatu saham berapa kali dari laba bersih per saham dalam suatu tahun buku. <br /> <br /> Price Earning Ratio dihitung dengan formula :<br /> <b>PER = Harga saham / EPS </b><br /> <br /> Misalnya, saham A mempunyai keuntungan bersih per saham (Earning Per Share) sebesar Rp500, dengan harga sahamnya saat ini Rp5.000 per lembar, maka PER saham A adalah 10. <br /> Artinya jika kita berinvestasi saat ini pada saham A maka masa kembali modal pokoknya (payback period)-nya sekitar 10 tahun. Mengapa demikian? Itu karena kita membeli saham tersebut dengan 10 kali laba bersih per sahamnya (EPS) dengan asumsi inflasi 0% dan saham A mempunyai tingkat keuntungan tetap Rp200 per saham. <br /> <br /> Semakin besar PER menyatakan saham tersebut semakin mahal terhadap pendapatan bersih per saham. Jika dikatakan suatu saham mempunyai PER 10 kali, berarti harga saham tersebut 10 kali lipat terhadap EPSnya. Dan semakin kecil PER menyatakan saham tersebut semakin murah. PER merupakan salah satu segi untuk memandang kinerja harga saham. <br /> (sjp)<br /> Tue, 14 Jun 2016 10:45:14 +0700 [Investasi] : UMA (Unusual Market Activity) https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1062 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-2Xr7zk9GygU/V15ao2TQleI/AAAAAAAAI8I/IA0p4_QxVZcjsD0RWsBItVnIWuXejD_0wCCo/s675/uma.jpg"/></div><br /> <br /> UMA (Unusual Market Activity) adalah aktifitas perdagangan dan/atau pergerakan harga suatu Efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di Bursa yang menurut penilaian Bursa dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. <br /> <br /> Jika ada saham-saham yang masuk unsual market activity atau UMA itu sebagai lampu kuning bagi investor dan BEI akan memberikan pengumuman atas saham yang masuk UMA dan menyampaikan bahwa Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham yang masuk UMA sehingga diharapkan para investor untuk :<br /> <br /> a.Memerhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa<br /> b.Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya<br /> c.Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS<br /> d.Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.<br /> <br /> Namun pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal.<br /> <br /> Saham yang terkena UMA biasanya dilakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangannya di Bursa. Suspensi adalah salah satu bentuk sanksi dari BEI terhadap emiten yang telah melakukan pelanggaran tertentu. Berdasarkan peraturan BEI, suspensi merupakan sanksi tingkat 4, atau satu tingkat sebelum sanksi terberat, yaitu emiten tersebut ditendang keluar dari bursa (delisting). <br /> <br /> Berikut adalah urutan dari sanksi-sanksi tersebut, mulai dari yang teringan sampai terberat.<br /> <br /> 1. Denda maksimal Rp 500 juta<br /> 2. Teguran tertulis<br /> 3. Peringatan tertulis <br /> 4. Larangan sementara untuk melakukan aktifitas perdagangan di Bursa (suspensi).<br /> 5. Pencabutan keanggotaan Bursa.<br /> (sjp)<br /> Mon, 13 Jun 2016 14:09:34 +0700 [Investasi] : Informasi Yang Harus diKetahui Dalam Prospektus ReksaDana https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1061 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-z3WRFLlWF0Y/V1qBBcqKNdI/AAAAAAAAAF0/eAOWUp9JRsM5n2vZmExtOVP9io35Sy_UgCCo/s640/Prospektus_cover.png"/></div><br /> <br /> <br /> <b>Prospektus reksa dana</b> adalah setiap pernyataan yang di cetak atau informasi tertulis yang digunakan untuk penawaran umum reksa dana dengan tujuan calon pemegang unit penyertaan membeli unit penyertaan reksa dana, kecuali pernyataan atau informasi yang berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinyatakan bukan sebagai prospektus.<br /> <br /> Prospektus reksa dana memberikan gambaran yang detail mengenai produk reksa dana yang akan anda pilih, prospektus reksa dana akan menjelaskan kepada Anda mengenai dasar hukum, pengelola, kebijakan investasi, risiko, tata cara pembelian dan penjualan kembali, dan informasi penting lainnya seputar reksa dana.<br /> <br /> Prospektus disiapkan oleh manajer investasi untuk memudahkan investor mendapatkan informasi yang lengkap mengenai reksa dana. Isi prospektus bersumber pada akta kontrak investasi kolektif (KIK) yang dibuat antara manajer investasi dan bank kustodian.<br /> <br /> Prospektus merupakan materi yang wajib dibaca, dipahami dan dijadikan bahan pertimbangan sebelum investor melakukan investasi di reksa dana. Prospektus ini berguna agar investor bisa mengenali manajer investasi dan reksa dana yang akan menjadi tempatnya berinvestasi.<br /> <br /> <br /> <b>Isi prospektus ReksaDana</b><br /> <br /> 1. Ringkasan<br /> 2. Dasar Hukum<br /> 3. Penawaran Umum<br /> 4. Manajer Investasi<br /> 5. Bank Kustodian<br /> 6. Tujuan dan Kebijakan Investasi<br /> 7. Perpajakan<br /> 8. Faktor Risiko yang Utama<br /> 9. Alokasi Biaya &amp; Imbalan Jasa<br /> 10. Hak-hak Pemegang Unit Penyertaan<br /> 11. Pembubaran &amp; Likuidasi<br /> 12. Pendapat Hukum<br /> 13. Pendapat Akuntan tentang laporan Keuangan<br /> 14. Persyaratan &amp; Tata Cara Pembelian Unit Penyertaan<br /> 15. Persyaratan &amp; TataCara Penjualan Kembali / Pengalihan Unit Penyertaan<br /> 16. Penyebar luasan Prospektus<br /> <br /> Sebelum memutuskan untuk membeli unit penyertaan reksa dana, Anda harus terlebih dahulu mempelajari isi prospektus khususnya pada bagian :<br /> <br /> <br /> <b>1. Manajer Investasi</b><br /> <br /> Anda perlu mengetahui siapa manajer investasi (MI) sebagai pengelolanya, sebab dia yang akan sangat berperan dalam menghasilkan kinerja investasi reksa dana.<br /> <br /> <b>2. Tujuan, Kebijakan Investasi, Pembatasan Investasi &amp; Kebijakan Pembagian Hasil Investasi</b><br /> <br /> Tujuan dan kebijakan investasi akan menentukan jenis reksa dana dan menentukan kemana saja reksa dana akan berinvestasi. Anda harus memilih tujuan dan kebijakan investasi yang sesuai dengan tujuan investasi Anda. Pada umumnya, tujuan investasi adalah untuk mendapatkan pertumbuhan investasi yang optimal pada tingkat risiko tertentu.<br /> <br /> <b>3. Faktor Risiko</b><br /> <br /> Faktor risiko perlu Anda pertimbangkan untuk memastikan apakah Anda sanggup menerima risiko-risiko yang ada dan bagaimana mengurangi risiko tersebut. Pilihlah produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko Anda.<br /> <br /> <b>4. Alokasi Biaya &amp; Imbalan Jasa</b><br /> <br /> Investor perlu mengetahui biaya apa saja yang dikenakan dari berinvestasi di reksa dana sehingga dapat memaksimalkan investasinya. Anda sebaiknya tidak memilih suatu reksa dana hanya karena biaya-biaya yang dibebankan lebih murah dibandingkan dengan reksa dana lainnya.<br /> <br /> Biaya transaksi tersebut yaitu biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan (redemption fee), biaya pengalihan (switching fee) dan biaya transfer proses transaksi (jika ada).<br /> <br /> Prospektus merupakan dokumen penting tentang reksa dana. Jadi, pastikan bahwa Anda telah membaca prospektus terlebih dahulu sebelum akhirnya Anda membeli reksa dana. Jadi, seperti itulah beberapa hal terkait dengan prospektus reksa dana. <br /> <br /> Anda dapat mengunduh prospektus reksa dana di www.ipotfund.com pada menu list reksa dana &ndash; klik reksa dana yang akan Anda beli &ndash; klik download Fund Prospektus<br /> <br /> (EWS) Fri, 10 Jun 2016 16:03:11 +0700 [Investasi] : Daftar Istilah Saham https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1060 <b>A</b><br /> <br /> <b>Anggota Bursa Efek</b> <br /> Perusahaan Efek yang telah memiliki izin usaha sebagai Perantara Pedagang Efek dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah memperoleh Persetujuan Keanggotaan Bursa. <br /> <br /> <b>Akuisisi </b><br /> Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan. <br /> <br /> <b>Annual Report (laporan tahunan)</b> <br /> Suatu laporan resmi mengenai keadaan keuangan emiten dalam jangka waktu 1 tahun. Termasuk di dalam laporan ini antara lain Neraca Perusahaan, Laporan Laba/Rugi dan Neraca Arus Kas. Laporan ini harus disampaikan kepada para pemegang saham untuk disetujui di dalam RUPS untuk selanjutnya disahkan sebagai laporan tahunan resmi perusahaan. <br /> <br /> <b>Auto Rejection </b><br /> Penolakan secara otomatis oleh JATS terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli Efek yang dimasukkan ke JATS akibat dilampauinya batasan harga yang ditetapkan oleh Bursa. <br /> <br /> <b>B</b><br /> <br /> <b>Bursa Efek </b><br /> Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek Pihak-Pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka. <br /> <b><br /> Bursa Efek Indonesia (Bursa) </b><br /> Perseroan yang berkedudukan di Jakarta yang telah memperoleh izin usaha dari OJK sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan permintaan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal. <br /> <br /> <b>Buy Back </b><br /> Pembelian kembali saham-saham yang telah beredar di publik oleh emiten/perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. <br /> <br /> <b>C</b><br /> <br /> <b>Capital Gain </b><br /> Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu Efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss. <br /> <br /> <b>Current Ratio (rasio lancar) </b><br /> Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban lancar. Semakin besar hasil perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Current ratio (CR) dapat dihitung dengan rumus: Aktiva Lancar / Utang Lancar <br /> <b><br /> Current Yield </b><br /> Mengukur tingkat pendapatan pada saat ini berdasarkan tingkat bunga kupon yang diterima dengan harga pasar saat ini. Dihitung dengan rumus: Tingkat Bunga Kupon / Harga Pasar. <br /> <br /> <b>D</b><br /> <br /> <b>Debt to Equity Ratio (rasio utang atas modal) </b><br /> Rasio ini sering disebut dengan istilah Rasio Leverage, menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan demikian dapat dilihat struktur risiko tidak tertagihnya&nbsp; hutang. Semakin kecil angka rasio ini semakin baik, yang dapat dihitung dengan rumus: Total Utang / Total Ekuitas <br /> <br /> <b>Dilusi </b><br /> Penurunan prosentase kepemilikan saham. <br /> <br /> <b>Dividen </b><br /> Bagian laba atau pendapatan perusahaan yang ditetapkan oleh direksi (dan dishkan oleh rapat pemegang saham) untuk dibagikan kepada pemegang saham. Pembayarannya diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku pada jenis saham yang ada. <br /> <br /> <b>E</b><br /> <br /> <b>Efek </b><br /> surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek. <br /> <br /> <b>Emiten </b><br /> Pihak atau perusahaan yang menawarkan efeknya kepada masyarakat investor melalui penawaran umum. <br /> <br /> <b>Employee Stock Option Program (ESOP)</b><br /> Program kepemilikan saham oleh Karyawan yang dilakukan melalui Penawaran Saham atau Penawaran Opsi Saham dalam rangka kompensasi kepada Karyawan. <br /> <br /> <b>Earning per Share/EPS (laba per saham). </b><br /> Bagian proporsional dan laba perusahaan yang dapat diklaim oleh setiap lembar saham biasa yang sedang beredar, yang dihitung dengan membagi laba setelah pajak sesudah pembayaran dividen saham preferen dengan rata-rata saham biasa yang sedang beredar selama periode tersebut. <br /> <br /> <b>Equity (ekuitas) </b><br /> Klaim kepemilikan yang tercatat dari pemegang saham biasa dan preferen pada suatu perusahaan sebagaimana tercermin dalam neraca; juga dihasilkan dari total aktiva yang lebih rendah dari semua kewajiban. <br /> <br /> <b>F</b><br /> <br /> <b>Fixed Asset (aktiva tetap) </b><br /> Setiap aktiva dalam neraca yang dipertimbangkan mempunyai umur atau kegunaan untuk bisnis melebihi satu tahun, seperti tanah, bangunan, dan mesin. <br /> <br /> <b>Fraksi Harga </b><br /> Satuan perubahan harga saham dalam aktivitas tawar menawar di Pasar Reguler. Fraksi Harga merupakan salah satu persyaratan yang diatur sebagai syarat-syarat Perdagangan di pasar reguler. <br /> <br /> <b>G</b><br /> <br /> <b>Go Public (penawaran umum saham) </b><br /> Penawaran umum (saham atau obligasi) yang dilakukan perusahaan kepada publik. <br /> <br /> <b>Go Private </b><br /> Perubahan status perusahaan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup. <br /> <br /> <b>Growth Stock </b><br /> Saham suatu perseroan yang sudah memperlihatkan perolehan penghasilan yang lebih cepat dari rata-rata selama beberapa tahun terakhir dan diharapkan akan mempertunjukkan tingkat pertumbuhan laba yang tinggi. Dalam jangka panjang, saham unggul cenderung berkinerja lebih daripada saham yang tumbuh lebih lambat atau bahkan tidak tumbuh. Tetapi saham unggul merupakan investasi yang lebih berisiko daripada saham rata-rata, karena biasanya saham seperti itu memiliki rasio harga/laba yang lebih tinggi, dan tidak atau hanya sedikit membayar dividen kepada pemegang saham . <br /> <br /> <b>H</b><br /> <br /> <b>Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)</b> <br /> Hak yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham yang ada untuk membeli Efek baru, termasuk saham, Efek yang dapat dikonversikan menjadi saham dan waran, sebelum ditawarkan kepada Pihak lain. Hak tersebut harus dapat dialihkan. <br /> <br /> <b>Harga </b><br /> Sejumlah nilai dalam mata uang rupiah yang terbentuk berdasarkan penjumpaan penawaran jual dan permintaan beli Efek yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek di Bursa. <br /> <br /> <b>Harga Dasar </b><br /> Harga suatu saham yang dijadikan dasar untuk menghitung indeks. Harga dasar akan disesuaikan apabila terjadi penambahan jumlah saham yang beredar. <br /> <br /> <b>Harga Pembukaan </b><br /> Harga yang terbentuk pada saat periode Pra-pembukaan. <br /> <br /> <b>Harga Penutupan (closing price)</b> <br /> Harga yang terbentuk berdasarkan penjumpaan penawaran jual dan permintaan beli Efek yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek yang tercatat pada akhir jam perdagangan di Pasar Reguler. <br /> <br /> <b>Harga Previous </b><br /> Harga Penutupan pada Hari Bursa sebelumnya yang menjadi patokan pada Pra-pembukaan, atau pada pembukaan perdagangan. <br /> <br /> <b>Harga Teoritis</b> <br /> Sejumlah nilai yang dihitung berdasarkan rasio pembagian dividen saham, saham bonus, penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, Waran, Stock Split, Reverse Stock, penggabungan usaha atau peleburan usaha Perusahaan Tercatat, dan Corporate Action lainnya yang ditetapkan oleh Perusahaan Tercatat. <br /> <br /> <b>Hari Bursa </b><br /> Hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa yaitu hari Senin sampai dengan hari Jum&rsquo;at, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur Bursa oleh Bursa.<br /> <br /> <b>I</b><br /> <br /> <b>Indeks Harga Saham</b> <br /> Indikator pergerakan harga saham yang menggambarkan trend pergerakan pasar saham. <br /> <br /> <b>J</b><br /> <br /> <b>Jakarta Automated Trading System &amp;#40;JATS&amp;#41; </b><br /> Sistem perdagangan Efek yang berlaku di Bursa untuk perdagangan yang dilakukan secara otomasi dengan menggunakan sarana komputer. <br /> <br /> <b>Jakarta Option Trading System &amp;#40;JOTS&amp;#41; </b><br /> JATS yang difungsikan khusus untuk perdagangan Opsi Saham. <br /> <br /> <b>K</b><br /> <br /> <b>Kliring </b><br /> Proses penentuan hak dan kewajiban yang timbul dari Transaksi Bursa <br /> <br /> <b>Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)</b> <br /> Perseroan yang berkedudukan di Jakarta yang telah memperoleh izin usaha dari OJK sebagai pihak yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian sentral bagi Bank <br /> Kustodian, Perusahaan Efek dan Pihak lain, dan perseroan tersebut berdasarkan perjanjian dengan Bursa memberikan jasa Kustodian sentral dan penyelesaian atas Transaksi Bursa. <br /> <br /> <b>L</b><br /> <br /> <b>Laporan Keuangan </b><br /> Laporan yang berisi informasi keuangan perusahaan yang terdiri dari komponen-komponen Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. <br /> <br /> <b>Limit Order (amanat terbatas) </b><br /> Amanat jual/beli efek tertentu dari suatu perusahaan yang dilaksanakan pada batas harga yang ditetapkan atau amanat jual beli sekuritas pada batas harga tertentu. <br /> Indeks atas 45 emiten yang tercatat di Bursa Efek Jakarta dengan mengambil likuiditas dan nilai kapitalisasi pasar sebagai tolok ukur. <br /> <br /> <b>M</b><br /> <br /> <b>Management Stock Option Program (MSOP) </b><br /> Program kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris yang dilakukan melalui Penawaran Saham atau Penawaran Opsi Saham dalam rangka kompensasi kepada Direksi dan Komisaris. <br /> <br /> <b>Margin Trading </b><br /> Perdagangan Efek oleh nasabah dimana pembiayaannya sebagian dilakukan oleh Perantara Pedagang Efek dengan jaminan (Collateral) saham yang dibeli. <br /> <br /> <b>Market to Book Value (nilai pasar terhadap nilai buku) </b><br /> Hubungan antara harga pasar saham biasa saat ini dan nilai buku yang tercatat, suatu rasio yang sering kali digunakan dalam mempertimbangkan kinerja saham perusahaan. <br /> <br /> <b>Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) </b><br /> Modal Kerja Bersih Disesuaikan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam Nomor V.D.5.: Tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan. <br /> <br /> <b>N</b><br /> <br /> <b>Nilai Kapitalisasi Saham </b><br /> Hasil perkalian antara jumlah saham yang akan dicatatkan dengan harga saham perdana untuk perusahaan yang melakukan penawaran umum atau&nbsp; harga saham di Bursa untuk Perusahaan Tercatat. <br /> <br /> <b>Netting</b> <br /> Kegiatan Kliring yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi setiap anggota Kliring untuk menyerahkan atau menerima saldo Efek tertentu untuk setiap jenis Efek yang ditransaksikan dan untuk menerima atau membayar sejumlah uang untuk seluruh Efek yang ditransaksikan <br /> <br /> <b>O</b><br /> <br /> <b>Odd Lot </b><br /> Satuan jumlah saham yang jumlahnya lebih kecil dari satuan perdagangan saham di Bursa Efek, sehingga jumlah tersebut tidak dapat diperdagangkan di pasar reguler. Satuan perdagangan di BEI adalah 100 saham. <br /> <br /> <b>Opsi Saham </b><br /> Hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli (call option) dan atau menjual (put option) kepada pihak lain atas sejumlah saham (Underlying Stock) pada harga (Strike Price) dan dalam waktu tertentu <br /> <br /> <b>Over the Counter Market (OTC) </b><br /> Merupakan pasar di luar bursa saham di mana harga dari sekuritas ditentukan dengan sistem negosiasi (tawar menawar) antara investor dan dealer/broker. <br /> <br /> <b>P</b><br /> <br /> <b>Papan Utama </b><br /> Papan pencatatan yang disediakan untuk mencatatkan saham dari perusahaan yang memiliki Aktiva Berwujud Bersih sekurang-kurangnya Rp 100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah) dan memiliki pengalaman operasional sekurang-kurangnya 36 (tiga puluh enam) bulan. <br /> <br /> <b>Papan Pengembangan </b><br /> Papan pencatatan yang disediakan untuk mencatatkan saham dari perusahaan yang memiliki Aktiva Berwujud Bersih sekurang-kurangnya Rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah) dan memiliki pengalaman operasional sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan. <br /> <br /> <b>Pasar Modal </b><br /> Kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek. <br /> <br /> <b>Pasar Negosiasi </b><br /> Pasar dimana perdagangan Efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan tawar menawar langsung secara individual dan tidak secara lelang yang berkesinambungan (Non Continuous Auction Market) dan penyelesaiannya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan Anggota Bursa Efek. <br /> <br /> <b>Pasar Reguler </b><br /> Pasar dimana perdagangan Efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa Efek melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya Transaksi Bursa (T+3). <br /> <br /> <b>Pasar Reguler Tunai (Pasar Tunai) </b><br /> Pasar dimana perdagangan Efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa Efek melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada Hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa (T+0). <br /> <br /> <b>Penawaran Umum </b><br /> Kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya. <br /> <br /> <b>Pencatatan (Listing)</b> <br /> Pencantuman suatu Efek dalam daftar Efek yang tercatat di Bursa sehingga dapat diperdagangkan di Bursa. <br /> <br /> <b>Pra-pembukaan </b><br /> Periode sebelum dimulainya jam perdagangan pada setiap Hari Bursa dimana setiap Anggota Bursa Efek mempunyai kesempatan untuk memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli suatu Efek sehingga dimungkinkan terjadinya pembentukan Harga Pembukaan atas Efek tersebut. <br /> <br /> <b>Price Earning Ratio (PER) </b><br /> Rasio antara harga saham dibandingkan dengan keuntungan perusahaan yang dapat didistribusikan untuk setiap saham yang dimiliki (EPS). <br /> <br /> <b>Primary Market (pasar perdana)</b> <br /> Penjualan perdana emisi efek setelah memperoleh izin emisi dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK. Pembelian efek pada pasar perdana dapat dilakukan melalui Underwriter atau Selling agentnya dengan membawa tanda bukti diri. <br /> <br /> <b>Prospektus </b><br /> Setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar Pihak lain membeli Efek. <br /> <br /> <b>Public Expose</b> <br /> Suatu pemaparan umum kepada publik untuk menjelaskan mengenai kinerja Perusahaan Tercatat dengan tujuan agar informasi mengenai kinerja perusahaan tersebut tersebar secara merata. <br /> <br /> <b>Penjatahan (allotment)</b> <br /> Alokasi atas penjualan saham baru kepada para pemesan di pasar perdana apabila jumlah saham yang dipesan lebih besar dari jumlah saham yang ditawarkan. <br /> <br /> <b>Perusahaan Efek</b> <br /> Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, Manajer Investasi. <br /> <br /> <b>Q</b><br /> <br /> <b>Quick Ratio (rasio cepat)</b> <br /> Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid (dengan mengeluarkan pos persediaan dan uangmuka biaya dari aktiva lancar) mampu membiayai hutang lancar. Quick ratio atau rasio cepat dapat dihitung dengan rumus: (Aktiva Lancar &ndash; Persediaan) / Utang Lancar <br /> <br /> <b>R</b><br /> <br /> <b>Recording Date</b> <br /> Tanggal yang merupakan tanggal terakhir dari pendaftaran atas pemilikan saham dalam Daftar Pemegang Saham perusahaan. Pendaftaran ini&nbsp; biasanya berhubungan dengan pembagian dividen, right issue, pemberian saham bonus/dividen saham dan hak untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham. <br /> <br /> <b>Remote Trading </b><br /> Sistem perdagangan Efek yang diselenggarakan oleh Bursa bagi Anggota Bursa Efek melalui Jaringan. <br /> <br /> <b>Return on Equity/ROE (pengembalian atas kekayaan bersih) </b><br /> Hubungan laba tahunan setelah pajak terhadap ekuitas pemegang saham yang tercatat. Rasio ini digunakan sebagai ukuran efektivitas dana pemegang saham yang telah diinvestasikan. <br /> <br /> <b>Right Issue (Penawaran Umum Terbatas)</b> <br /> Merupakan salah satu bentuk peningkatan modal disetor suatu perseroan. Dalam right issue, perseroan menawarkan hak (right) kepada pemegang saham yang ada untuk mendapatkan saham baru yang tentu saja berarti menyetor modal dengan rasio tertentu. Jika pemegang saham tersebut tidak mengambil haknya, maka ia dapat menjual hak-nya tersebut kepada investor lain. Dengan demikian di pasar modal juga dikenal perdagangan right.&nbsp; Jadi right&nbsp; adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk terlebih dahulu membeli saham yang baru dikeluarkan dengan tujuan agar para pemegang saham lama diberi kesempatan untuk mempertahankan persentase kepemilikannya dalam suatu perusahaan. <br /> <br /> <b>S</b><br /> <br /> <b>Saham (stock) </b><br /> Bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. <br /> &lrm;<br /> <b>Saham Bonus </b><br /> Saham yang diberikan secara cuma-cuma oleh Emiten kepada pemegang saham,&nbsp; yang merupakan kapitalisasi dari Agio Saham. <br /> <br /> <b>Stock Split (pemecahan saham) </b><br /> Pemecahan nilai nominal saham sehingga menjadi lebih kecil. Pemecahan saham berimplikasi pemecahan harga saham sesuai dengan rasio split. Jumlah saham beredar akan meningkat sesuai dengan rasio split. <br /> Suspend (suspensi) <br /> Penghentian sementara perdagangan suatu saham di Bursa Efek. <br /> <br /> <b>T</b><br /> <br /> <b>Transaksi Bursa </b><br /> kontrak yang dibuat oleh Anggota Bursa Efek sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Bursa Efek mengenai jual beli Efek, pinjam-meminjam Efek, atau kontrak lain mengenai Efek atau harga Efek. <br /> <br /> <b>Transaksi di Luar Bursa </b><br /> transaksi antar Perusahaan Efek atau antara Perusahaan Efek dengan Pihak lain yang tidak diatur oleh Bursa Efek, dan transaksi antar Pihak yang bukan Perusahaan Efek. <br /> <br /> <b>Transaksi Marjin </b><br /> Transaksi Bursa yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek untuk kepentingan nasabahnya yang penyelesaian transaksinya dibiayai oleh Anggota Bursa Efek tersebut. <br /> <br /> <b>Technical Analysis (analisis teknikal)</b> <br /> Salah satu metode analisis investasi yang menggunakan grafik dan bagan yang menelusuri secara historis harga dan jumlah perputaran suatu efek tertentu dalam jangka waktu tertentu. <br /> <br /> <b>Tender Offer</b> <br /> Suatu proses penawaran pembelian saham yang hendak dilakukan oleh seorang investor atau sebuah perusahaan yang akan membeli saham suatu perusahaan yang tercatat di bursa efek (perusahaan publik) dalam jumlah tertentu. <br /> <br /> <b>Treasury Stock (saham tresuri) </b><br /> Saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh perusahaan untuk disimpan sebagai treasuri yang nantinya dapat dijual kembali. <br /> <br /> <b>U</b><br /> <br /> <b>Underwriter (penjamin emisi) </b><br /> Lembaga penunjang pasar modal yang berperan sebagai penjamin emisi atau penjamin penjualan saham pada waktu pasar perdana..<br /> Beberapa bentuk komitmen penjaminan emisi: <br /> 1. Full Commitment (komitmen penuh), merupakan komitmen penuh dari pihak underwriter kepada emitan. Artinya jika dalam proses emisi sebagian saham tidak terjual maka underwriter berkewajiban membeli sisa tersebut. <br /> 2. Best Effort Commitment (komitmen terbaik), merupakan komitmen dimana jika saham tidak habis terjual di pasar perdana, maka pihak underwriter dapat mengembalikannya kepada emiten.<br /> <br /> <b>V</b><br /> <br /> <b>Voting Right (Hak Suara)</b><br /> Hak pemegang saham untuk mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegan Saham (RUPS). <br /> <br /> <b>W</b><br /> <br /> <b>Wali Amanat</b><br /> Pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek yang bersifat utang. <br /> <br /> <b>Waran </b><br /> Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang Efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu untuk 6 (enam) bulan atau lebih. <br /> <br /> <b>WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek) </b><br /> Seseorang yang telah memperoleh Izin Perorangan sebagai WPPE dan/atau Wakil Penjamin Emisi Efek dari OJK dan telah mendapat persetujuan dari Bursa untuk mewakili Anggota Bursa dalam melaksanakan perdagangan Efek di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan Peraturan Bursa. <br /> <br /> <b>X</b><br /> <br /> <b>XD </b><br /> Suatu simbol yang biasa digunakan didalam pengumuman surat kabar untuk menunjukkan bahwa saham yang diperdagangkan adalah ex deviden (tanpa deviden). Simbol &quot;X&quot; juga digunakan untuk obligasi tanpa bunga. <br /> <br /> <b>XR </b><br /> Suatu simbol yang biasa digunakan didalam pengumuman surat khabar untuk menunjukkan bahwa saham yang diperdagangkan adalah saham Ex-Right (tanpa right). <br /> <br /> <b>XW </b><br /> Suatu simbol yang biasa digunakan didalam pengumuman surat kabar untuk menunjukkan bahwa saham yang diperdagangkan adalah saham Ex-Warrants (tanpa warrants). <br /> <br /> <b>Y</b><br /> <br /> <b>Yield </b><br /> Keuntungan yang diterima investor, baik yang berasal dari capital gain maupun dividen. Yield dinyatakan dalam persentase dari modal yang ditanamkan. <br /> <b><br /> Yield to Maturity (hasil sampai jatuh tempo) </b><br /> Tingkat pengembalian internal yang diperoleh dari obligasi yang dipegang sampai pada saat jatuh tempo. YTM juga dapat diartikan sebagai Konsep yang digunakan untuk menentukan berapa tingkat pengembalian yang diterima pemodal bila ia menginvestasikan dana pinjaman jangka panjang (obligasi) dikaitkan dengan saat jatuh temponya. Untuk itu harus diperhitungkan harga beli, nilai pelunasan, waktu jatuh tempo, tingkat bunga serta waktu diantara pembayaran bunga. <br /> <br /> <b>Z</b><br /> <br /> sumber : www.idx.co.id<br /> (sjp) Tue, 19 Jul 2016 10:14:21 +0700 [Investasi] : Delisting Saham https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1057 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-MFhJO_SsPXE/V1Z-HbS2xDI/AAAAAAAAIxg/4S6P6FC_nwoWmJEbHpV1kHFzHVGUVXFuwCCo/s1024/delisting+relisting.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Delisting adalah penghapusan pencatatan saham emiten dari bursa. Setelah delisting, saham perusahaan tersebut tidak bisa lagi diperdagangkan di bursa, istilah lain dari delisting ini adalah Go Private (status perusahaan menjadi perusahaan tertutup).<br /> <br /> <b>Alasan Delisting Saham</b><br /> Mengapa perusahaan melakukan delisting sahamnya? Pada dasarnya delisting itu terjadi karena 2 hal, secara sukarela atau voluntary delisting dari pihak perusahaan dan karena adanya pemaksaan otoritas bursa atau forced delisiting.<br /> Jika keputusan sukarela, perusahaan tersebut akan membayar pemegang saham atau publik untuk menjual saham yang dimiliki oleh mereka sekaligus menghapus seluruh saham dari bursa. Sebuah perusahaan dapat menghentikan perdagangan saham secara sukarela karena beberapa alasan internal. <br /> Dalam forced delisting saham dari bursa, bisa berarti perusahaan tersebut belum memenuhi persyaratan pencatatan bursa atau juga tidak memenuhi standar keuangan atau likuiditas. Hal ini dapat meliputi adanya kegagalan untuk memenuhi tenggat waktu pelaporan, non-pembayaran biaya pencatatan, dan merupakan tanda bahwa perusahaan sedang memasuki masa sulit. <br /> <br /> <br /> <b>Berikut adalah saham yang delisting di Bursa Efek Indonesia </b>(<i>sumber : www.idx.co.id</i>) :<br /> <br /> <br /> <b>Saham Delisting 2015</b><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-dBWCKfihIS4/V1Z61y9D2UI/AAAAAAAAIwc/jHF2zf7T6VA2MiqQ-SZYFqqiKtiXVX5gQCCo/s759/2015.png"/><br /> <br /> <br /> <br /> <b>Saham Delisting 2014</b><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-IhqeY7Ca3ic/V1Z66igw--I/AAAAAAAAIwk/NRa12Fur94cPZgGPYGojlAN4i9C6GUacQCCo/s759/2014.png"/><br /> <br /> <br /> <br /> <b>Saham Delisting 2013</b><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-KaluRU7pimg/V1Z68GKo7WI/AAAAAAAAIws/ORsIWxUXuY0h8UpYC8bHbGAENMlx-yJxwCCo/s761/2013.png"/><br /> <br /> <br /> <br /> <b>Saham Delisting 2012</b><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-mC0jUdFRDQY/V1Z6-eiy2BI/AAAAAAAAIw0/4QICs27zajYw8JMWJS-hshhDSw1E8Je9wCCo/s760/2012.png"/><br /> <br /> <br /> <br /> <b>Saham Delisting 2011</b><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-XGHe7cpLjyk/V1Z7APA8CJI/AAAAAAAAIw8/khDfFGIHQLwD-WRKosKeoUodb1uuFRiOwCCo/s761/2011.png"/><br /> <br /> <br /> <br /> <b>Saham Delisting 2009</b><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-CZykLes9yl0/V1Z7BcpGqTI/AAAAAAAAIxE/87ylrZXTU7ojZ8VcVfIOJ8h3V3h-7N9iACCo/s759/2009.png"/><br /> <br /> <br /> (sjp)<br /> Thu, 09 Jun 2016 11:22:45 +0700 [Investasi] : Mengenal LQ45 dan Kriteria-nya https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1055 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-6409HHS_w2M/V1eVsTIr0HI/AAAAAAAAUws/YB-AsesixNkOk7Ao6PTmKl4rorPiMT1_gCCo/s626/Daftar-Saham-LQ45.png"/></div><br /> <br /> <b>Pengertian</b><br /> <br /> LQ45 merupakan suatu forum yang didalamnya berisi perusahaan &ndash; perusahaan yang saham &ndash; sahamnya memiliki tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi. Tidak sembarang perusahaan yang dapat masuk dalam kriteria LQ45. Perusahaan &ndash; perusahaan yang ingin masuk dalam daftar LQ45 harus memiliki berbagai kriteria yang harus dipenuhi, antara lain :<br /> <br /> a. Saham tersebut harus masuk dalam rangking 60 besar dari total transaksi saham di pasar regular (yang dilihat adalah rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).<br /> b. Saham tersebut juga harus masuk ke dalam jajaran teratas dalam peringkat berdasarkan kapitalisasi pasar (yang dilihat adalah rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).<br /> c. Saham tersebut harus tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama miniman 3 bulan.<br /> d. Keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhan dari perusahaan pemilik saham harus baik begitu juga frekuensi dan jumlah hari perdagangan transaksi di pasar regulernya juga harus baik.<br /> <br /> Duduk di jajaran LQ45 merupakan suatu kehormatan bagi sebuah perusahaan karena itu berarti pelaku pasar modal sudah mengakui dan percaya bahwa tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar dari perusahaan ini baik. Namun bagi yang sudah berada di dalamnya harus tetap bekerja keras untuk mempertahankannya, karena saham-saham ini akan dipantau setiap 6 bulan sekali dan akan diadakan review yang biasanya berlangsung pada awal Februari dan awal Juli. Saham yang masih berada dalam kriteria akan tetap bertahan dalam jajaran LQ 45 sedangkan yang sudah tidak memenuhi kriteria akan diganti dengan yang lebih memenuhi syarat. Pemilihan saham &ndash; saham LQ45 harus wajar, oleh karena itu BEI mempunyai komite penasihat yang terdiri dari para ahli di BAPEPAM, Universitas dan Profesional di bidang pasar modal.<br /> <br /> <b><br /> Terdapat pula faktor &ndash; faktor yang berperan dalam pergerakan indeks LQ45, yaitu :</b><br /> <br /> a. Tingkat suku bunga SBI sebagai dasar portofolio investasi di pasar keuangan Indonesia.<br /> b. Tingkat toleransi investor terhadap resiko.<br /> c. Saham &ndash; saham penggerak indeks yang merupakan saham berkapitalisasi pasa besar di BEI.<br /> <br /> <br /> <b>Adapula faktor &ndash; faktor yang berpengaruh terhadap naiknya indeks LQ45, yaitu :</b><br /> <br /> a. Penguatan bursa global dan regional menyusul penurunan harga minyak mentah dunia.<br /> b. Penguatan nilai tukar rupiah yang mampu mengangkat indeks LQ45 ke zona positif.<br /> <br /> Tujuan dari indeks LQ45 adalah sebagai pelengkap IHSG dan khususnya untuk menyediakan sarana yang obyektif dan terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan pemerhati pasar modal lainnya dalam memonitori pergerakan harga dari saham &ndash; saham yang aktif diperdagangkan.<br /> <br /> <br /> <b>Update List Daftar Saham LQ45 Februari 2016 &ndash; Juli 2016 </b>: http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/Publication/LQ45/20160407_IDX-LQ45-February-2016.pdf<br /> <br /> (ond) Wed, 08 Jun 2016 13:45:21 +0700 [Investasi] : Perbedaan Hutang Baik dan Hutang Buruk https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1054 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-P29vdTuX264/V1aDPSyWRhI/AAAAAAAAIyQ/jzkn44fH0dwqF2v7oA81I9kJtINBwO65ACCo/s585/hutang.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Apakah anda pernah berhutang?Ya tentu dengan kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat hampir semua orang pernah berhutang. Berhutang adalah salah satu cara &ldquo;cepat&rdquo; untuk membantu anda menemukan solusi keuangan. Penting sekali bagi kita untuk segera mengenali hutang yang buruk agar tidak terpuruk ke dalam masalah hutang. Namun, ternyata tidak semua hutang itu bersifat buruk, ada juga hutang yang baik yang dapat membantu kehidupan finansial anda. Tapi apakah anda tahu perbedaan antara hutang baik dan hutang buruk?Dibawah ini kita akan membahas mengenai hutang baik dan hutang buruk. Hutang baik adalah hutang yang tujuanya digunakan untuk investasi jangka panjang. Akan memberikan manfaat secara finansial untuk kita. <br /> <br /> <br /> Ada tiga jenis hutang yang tergolong sebagai hutang baik :<br /> <br /> 1.KPR (Kredit Kepemilikan Rumah).<br /> KPR masuk dalam golongan hutang baik. Hutang ini bersifat baik karena nilai rumah cenderung akan meningkat setiap tahun.<br /> Dalam kondisi perekonomian yang stabil, rata-rata kenaikan harga properti berkisar 10% - 20% per tahun. Dua faktor yang memengaruhinya ialah inflasi dan kekuatan pasar.<br /> Misalkan Anda sekarang meminjam KPR dengan tenor 5 tahun untuk membeli sebuah rumah seharga Rp 500 juta, 5 tahun lagi rumah Anda harganya sudah bertumbuh menjadi 100% (asumsi kenaikan harga properti 20% per tahun).<br /> <br /> 2.Keperluan Pendidikan.<br /> Biaya pendidikan untuk saat ini sangat mahal. Untuk mengambil pendidikan sarjana/S1 di perguruan tinggi swasta ternama, uang kuliah secara keseluhan sudah mencapai puluhan juta. Tentunya akan terasa berat bila dibayar secara tunai. Oleh karena itu berhutang untuk pendidikan dapat menjadi salah satu pilihan. Setelah lulus kuliah, nilai pendapatan anda akan meningkat. Jadi hutang untuk biaya pendidikan dalam jangka waktu panjang akan memberikan efek positif pada aliran kas anda.<br /> <br /> 3.Hutang untuk membuka usaha. <br /> Hutang ini tergolong baik karena usaha tersebut bisa memberikan penghasilan tambahan. Namun perlu diperhatikan juga bahwa membuka usaha adalah tindakan yang beresiko. Cukup banyak usaha yang kurang laku hingga akhirnya bangkrut.<br /> <br /> <br /> Hutang buruk adalah hutang yang tujuannya digunakan untuk barang yang nilainya semakin lama semakin kecil, dan yang parahnya lagi berhutang digunakan untuk barang konsumtif yang nilainya langsung habis. Contohnya adalah berhutang untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari, kredit kendaraan bermotor.<br /> <br /> Penggunaan kartu kredit untuk pembelian kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian dan lain-lain akan membahayakan keuangan anda apabila anda tidak bisa melunasi seluruh tagihan, bukan melunasi minimal pembayaran saja karena bunga kartu kredit akan terus bertumbuh setiap bulannya.<br /> Kemudian berhutang untuk kredit kendaraan bermotor. Karena nilai dari kendaraan bermotor cenderung akan turun dari waktu ke waktu. Oleh karena itu anda harus cerdas dalam memilih kendaraan bermotor, beli kendaraan sesuai kebutuhan anda bukan karena gengsi contohnya tidak memilih kendaraan dengan merk mewah, karena biaya pajak, asuransi dan pemeliharaan mobil tersebut akan menjadi sangat mahal.<br /> <br /> <br /> Bagaimana Cara Mengetahui Anda Terlalu Banyak Hutang Buruk?<br /> <br /> Misalkan sebagai karyawan penghasilan bulanan anda adalah Rp 4 juta dan pembayaran bulanan hutang buruk anda Rp 1,5 juta (kartu kredit dan cicilan motor) kemudian dibagikan dengan pendapatan bulanan Anda. Maka rasio hutang buruk adalah :<br /> <br /> Rasio Hutang Buruk = Hutang Buruk / Pendapatan<br /> = Rp 1,5 juta / Rp 4 juta<br /> = 37,5%<br /> <br /> Dalam contoh diatas rasio hutang buruk adalah 37,5%. Jumlah rasio hutang buruk yang masih dalam kategori &quot;sehat&quot; umumnya adalah&nbsp; 10% - 20%.<br /> Apabila rasio hutang buruk Anda lebih besar dari 20%, Anda memiliki kecenderungan untuk mengalami masalah dengan hutang. Karena hutang buruk cenderung untuk membesar dari waktu ke waktu. Segera benahi kembali keuangan Anda, kurangi belanja konsumtif dan usahakan untuk melunasi seluruh hutang buruk yang masih ada.<br /> (sjp) Fri, 10 Jun 2016 16:01:04 +0700 [Investasi] : Mengenal Inflasi https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1050 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-optbwocitfM/V1AJrH5UqMI/AAAAAAAAIuo/889tEo9wByAaYYpkRa5DQlJirFDIRogSgCCo/s600/inflasi.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Jika pada tahun 90-an hingga 2000-an dengan uang Rp 1000 bisa jajan sepuasnya, tetapi masa kini uang Rp 1000 hanya bisa mendapatkan lima buah permen. Itulah Inflasi dimana nilai mata uang menurun secara kontinu. <br /> <br /> Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. <br /> <br /> Inflasi berpengaruh terhadap semua barang yang Anda butuhkan: makanan, pakaian, perumahan, air, listrik, gas, kesehatan, pendidikan, rekreasi, transportasi dan lain-lain. Oleh karena itu Anda harus mempersiapkan diri Anda terhadap inflasi.<br /> <br /> Cara mempersiapkannya adalah misalkan Anda akan mempersiapkan dana pendidikan Kuliah untuk anak anda 5 tahun mendatang, misal biaya masuk kuliah pada tahun ini adalah Rp 40.000.000 maka perkiraan biaya masuk kuliah 5 tahun mendatang akan meningkat menjadi Rp 58.773.123 (asumsi inflasi 8% per tahun). Bila Anda tidak memperkirakan inflasi dan hanya menyiapkan Rp 40.000.000 maka Anda akan kekurangan Rp 18.773.123 pada saat akan membayar biaya masuk kuliah anak Anda. <br /> <br /> Oleh karena itu, bila Anda ingin menabung untuk jangka waktu panjang maka lebih baik Anda membeli produk investasi yang hasilnya lebih tinggi dari inflasi seperti beberapa produk investasi reksadana, obligasi, saham.<br /> (sjp) Mon, 06 Jun 2016 14:39:16 +0700 [Investasi] : Dari Pada Uang Abis Buat Beli Rokok, Mending di Tabung di Reksadana yukk !! https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1046 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-RkEE4lK8who/V1FOdrOSZMI/AAAAAAAAUs8/84PdY6Z70OEBTRu9He6bntbe6lRKT__VwCCo/s460/rokok.jpg"/></div><br /> <br /> Untuk sebagian orang, merokok sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus rutin dikonsumsi. Banyak para perokok yang bilang bahwa merokok adalah suatu kebiasaan bahkan adalah suatu kebutuhan. Ibarat orang makan nasi, maka merokok pun juga sama halnya dengan menyantap nasi yang dimakan sehari-hari. Lebih parahnya lagi adalah ketika seseorang yang sudah menjadi pecandu rokok hingga orang tersebut mengatakan bahwa jika disuruh memilih antara makan nasi atau rokok, orang tersebut lebih memilih rokok daripada nasi. Ini berarti rokok sudah mengakar dan menancap menjadi candu di dalam tubuh seseorang. Seorang pecandu rokok sedikitnya bisa menghabiskan satu bungkus sigaret per hari.<br /> <br /> <br /> Apabila kita asumsikan bahwa harga rata-rata sebungkus rokok sebesar Rp15.000, maka bagi seorang pecandu rokok yang dalam sehari menghabisakan 1 bungkus rokok paling tidak harus mengeluarkan kocek sekitar Rp 450.000 per bulan hanya untuk menghisap asap. Jika Anda sudah menghisap rokok selama 5 tahun, itu sama saja dengan membakar habis uang Anda sebesar Rp 27 juta. Sangat disayangkan sekali bukan.<br /> <br /> <br /> <b>Lalu, bagaimana jika kita menggunakan uang rokok tersebut untuk menabung reksa dana?</b><br /> <br /> <br /> Misalkan sejak 5 tahun lalu uang rokok itu Anda tabungkan dalam bentuk reksa dana pendapatan tetap&ndash;salah satu jenis reksa dana di mana dana nasabah ditempatkan di obligasi (surat utang) pemerintah atau swasta--maka dana yang semula berjumlah Rp 27 juta sudah tumbuh hampir 50 persen, menjadi Rp 40,5 juta!<br /> <br /> Bayangkanlah, dalam 5 tahun, total uang rokok Anda yang berjumlah Rp 27 juta, alih-alih terbakar habis, malah menghasilkan keuntungan (return) sebesar Rp 40,5 juta atau tumbuh 50 persen. Sehingga total uang Anda menjadi Rp 40,5 juta.<br /> <br /> Jadi, silakan Anda pilih: terus merokok atau mulai berinvestasi di reksadana!<br /> <br /> <br /> <br /> (ond)<br /> <br /> <br /> Fri, 03 Jun 2016 16:37:35 +0700 [Investasi] : ETF https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1045 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-stA3hrH1VnI/V1FDe4OEPSI/AAAAAAAAUso/6QZXTxAUd6wKy0KU0TCgAitnBCc-ERsMQCCo/s340/ETF.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> ETF (Exchange Traded Fund) adalah ReksaDana yang diperdagangkan di bursa efek. <br /> ETF merupakan kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dicatat dan diperdagangkan di bursa efek seperti halnya saham. Seperti halnya Saham atau ReksaDana pada umumnya terdapat pula Manajer Investasi dan Bank Kustodian.<br /> <br /> ETF pada awalnya dimulai di negara Kanada pada tahun 1990 kemudian menyebar negara Amerika Utara lainnya, yaitu Amerika Serikat pada tahun 1993 dan kemudian menyebar luas ke Eropa dengan dimulai pada tahun 1999. Di Indonesia sendiri ETF mulai ada pada tahun 2007.<br /> ETF di Indonesia yang pertama mengacu kepada indeks LQ-45 adalah R-LQ45X yang dikeluarkan oleh PT Indo Premier Securities, kemudian disusul oleh Bahana Securities. <br /> Industri ETF ini kemudian mati suri sebelum digalakkan lagi pada tahun 2011. Delapan jenis ETF saham yang dikeluarkan oleh PT. IPIM (Indo Premier Investment Management) adalah XIIT (IDX 30), XIIC (INDO CONSUMER), XIJI (JII), XISI (SMINFRA 18), XISR (SRI-KEHATI), XIIF (INDO FINANCIAL) dan XISC (INDONESIA STATE-OWNED COMPANIES).<br /> Pada negara maju dunia finansial dan investasinya, umumnya pamor ETF jauh mengalahkan ReksaDana konvensional terutama ReksaDana Saham. <br /> <br /> <br /> Mekanisme Perdagangan ETF<br /> <br /> ReksaDana ETF ditawarkan melalui 2 Pasar, yaitu: <br /> 1. Pasar primer, pemodal dapat membeli (create) atau menjual kembali (redeem) Unit Penyertaan ETF dalam satu Unit Kreasi (1 unit kreasi/basket = 100.000 Unit Penyertaan).<br /> 2. Pasar sekunder, investor dapat membeli atau menjual Unit Penyertaan ETF dalam satuan lot (1 lot = 100 Unit Penyertaan) melalui Bursa Efek Indonesia.<br /> <br /> Keunggulan<br /> <br /> 1. Biaya Murah<br /> 2. Fleksibel<br /> 3. Diversifikasi<br /> 4. Transparan<br /> 5. Risiko Fund Manager Yang Kecil<br /> 6. Akurat &amp; Efisien<br /> 7. Pengawasan Berlapis<br /> 8. Dividen<br /> 9. Dealer Partisipan Mewujudkan Perdagangan Yang Likuid<br /> Memudahkan Implementasi Alokasi Aset<br /> <br /> <br /> Risiko<br /> <br /> &bull; Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi, Politik, Hukum dan peraturan perundang-undangan<br /> &bull; Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan<br /> &bull; Risiko Perdagangan<br /> &bull; Risiko Likuiditas dan Wanprestasi<br /> &bull; Risiko Pasar<br /> (sjp)<br /> Fri, 03 Jun 2016 15:50:41 +0700 [Investasi] : Cara Membaca Fund Fact Sheet https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1043 Sebelum menentukan produk Reksadana yang ingin kita beli, biasanya kita akan menganalisa dari data yang telah disediakan oleh Manajer Investasi tersebut. Data yang dipublikasikan biasanya berbentuk prospectus dan ringkasan dari prospectus ini disebut Fund Fact Sheet.<br /> <br /> Sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam prospektus, Manajer Investasi wajib menerbitkan FFS (Fund Fact Sheet) setiap bulan dan merupakan hak bagi investor Reksadana untuk memperolehnya. Meski demikian, FFS (Fund Fact Sheet) bukan hak bagi umum sehingga tidak ada kewajiban untuk mempublikasikan laporan tersebut.<br /> <br /> Fund Fact Sheet bisa ditemukan di dalam situs www.ipotfund.com &ndash; List Reksadana lalu pilih Reksadana yang diinginkan kemudian klik Download Fund Fact Sheet. Berikut contoh Fund Fact Sheet salah satu produk di IPOTFUND :<br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-QQupQpS8KwA/V1D2KlbEfDI/AAAAAAAAUrQ/Qva5yi1IGyc3A2Rf2uwpGDTLK59H3-mWgCCo/s835/FFS.bmp"/><br /> <br /> <br /> <b>Tujuan Investasi</b><br /> <br /> Merupakan target Manajer Investasi dalam mengelola Reksadana dan juga strategi yang digunakan didalam mengelola Reksadana tersebut, sehingga nasabah mengetahui jenis dari Reksadana tersebut.<br /> <br /> <b>Informasi tentang Manajer Investasi</b><br /> <br /> Pada profile Manajer Investasi akan memuat perizinan, tanggal pendirian, ruang lingkup usaha serta dana kelolaan terkini.<br /> <br /> <b>Informasi tentang Reksadana</b><br /> <br /> Biasanya memuat tentang tanggal peluncuran, Nilai Aktiva Bersih (NAB), Publikasi NAB (harian), Mata Uang yang digunakan, jenis Reksadana, Bank Kustodian, Biaya-biaya transaksi seperti biaya pembelian dan biaya penjualan kembali.<br /> <br /> <b>Kebijakan Investasi</b><br /> <br /> Berisi ketentuan investasi berdasarkan jenis Reksadana tersebut. Pada gambar diatas menggunakan jenis Reksadana Pasar Uang.<br /> <br /> <b>Alokasi Investasi</b><br /> <br /> Menunjukkan ke mana dana tersebut diinvestasikan. Didalam informasi ini investor juga dapat melihat jenis aset yang dipilih serta rentang batas dari setiap aset yang dipilihnya tersebut.<br /> <br /> <b>Grafik Performa</b><br /> <br /> Grafik yang membandingkan performa dari Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi dengan benchmarknya. Sehingga dapat dilihat kinerja reksadana tersebut.<br /> <br /> <b>Performa Reksadana Semenjak Penawaran</b><br /> <br /> Pada bagian ini berisikan informasi performa reksadana dari awal peluncuran sampai dengan tanggal yang tertulis di Fund Fact Sheet<br /> <br /> <br /> (ond)<br /> <br /> <br /> Fri, 03 Jun 2016 10:16:09 +0700 [Investasi] : Macam-Macam Pasar Finansial https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1041 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-80eP6s-G2As/V1AKfnskzXI/AAAAAAAAIuw/yKW5j-K8sbgar3F1V_MHG5ZDzDGXvm2ZgCCo/s760/pasar+finansial.jpeg"/></div><br /> <br /> <br /> Pasar finansial dapat berupa pasar umum (dimana banyak jenis komoditas diperdagangkan) dan pasar-pasar khusus (dimana hanya satu jenis komoditas diperdagangkan). Pasar-pasar finansial beroperasi dengan cara mempertemukan banyak pembeli dan penjual yang berminat, termasuk rumah tangga, perusahaan-perusahaan, dan lembaga-lembaga pemerintah pada satu 'tempat', sehingga memudahkan pembeli menemukan penjual, dan sebaliknya.<br /> <br /> <br /> Istilah pasar finansial seringkali dipakai untuk merujuk pada pasar-pasar yang dimanfaatkan untuk menghimpun dana seperti dana jangka panjang dihimpun di pasar modal, sementara dana jangka pendek dihimpun di pasar uang.<br /> <br /> <br /> Istilah pasar finansial juga banyak dipergunakan untuk mengacu pada semua pasar yang ada di sektor keuangan, seperti halnya penggolongan di bawah ini:<br /> <br /> <br /> Jenis-jenis pasar keuangan<br /> <br /> Pasar keuangan dapat dibagi kedalam beberapa sub jenis seperti :<br /> <br /> Pasar saham, yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan saham perdana kepada masyarakat (IPO), dan merupakan sarana perdagangan saham.<br /> <br /> Pasar obligasi, yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan obligasi dan merupakan sarana perdagangan obligasi.<br /> <br /> Pasar komoditi, yang memfasilitasi perdagangan komoditi.<br /> <br /> Pasar keuangan, yang merupakan sarana pembiayaan utang jangka pendek dan investasi.<br /> <br /> Pasar derivatif, yang merupakan sarana yang menyediakan instrumen untuk mengelola risiko keuangan.<br /> <br /> Pasar berjangka, yang merupakan sarana yang menyediakan stadarisasi kontrak berjangka bagi perdagangan suatu produk pada suatu tanggal dimasa mendatang .<br /> <br /> Pasar asuransi, yang menyediakan instrumen untuk mengalihkan risiko.<br /> <br /> Pasar valuta asing, yang memfasilitasi perdagangan mata uang asing .<br /> <br /> <br /> Semua jenis pasar keuangan ini melakukan kegiatan yang berhubungan dengan penghimpunan dana, penyaluran dana, transaksi tukar menukar mata uang. Artinya, pasar keuangan melibatkan pembiayaan keuangan baik melalui surat berharga maupun pembiayaan ataupun pinjaman.<br /> <br /> (sjp)<br /> Thu, 02 Jun 2016 17:29:43 +0700 [Investasi] : Supermarket ReksaDana Online “IPOTFUND” https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1040 ReksaDana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio Efek baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya oleh Manajer Investasi yang telah mendapatkan ijin usaha dari Bapepam-LK atau yang sekarang lebih dikenal dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). <br /> <br /> Oleh karena itu, ReksaDana merupakan produk yang aman dan berbeda dengan investasi bodong yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan merupakan instrumen investasi yang tepat untuk investor pemula karena dana investor ReksaDana di kelola oleh Manajer Investasi.<br /> <br /> Imbal balik investasi (&ldquo;return&rdquo;) ReksaDana umumnya lebih tinggi dari produk yang instrumen financial dari Bank seperti tabungan atau deposito, dengan risiko yang berbeda-beda tergantung jenis ReksaDana yang dipilih. Risiko investasi pada ReksaDana jauh lebih kecil daripada investasi langsung dengan membeli saham perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia, karena sifat diversifikasi yang dimiliki oleh ReksaDana dan faktor Manajer Investasi yang memiliki pengalaman dalam mengelola portfolio efek. Anda juga dapat mengurangi risiko dengan melakukan investasi pada beberapa produk ReksaDana, bukan hanya pada 1 produk ReksaDana saja.<br /> <br /> Melihat dari kebutuhan masyarakat pemodal Indonesia akan kebutuhan investasi yang mudah, murah dan mudah di akses, maka IndoPremier meluncurkan platform <i>&ldquo;Supermarket ReksaDana Online Pertama di Indonesia&rdquo;</i> yaitu IPOTFUND pada bulan April tahun 2014.<br /> <br /> Supermarket Reksadana Online adalah supermarket yang menjual produk-produk ReksaDana secara online. <br /> <br /> <b>Apa saja ya kelebihan dari bertransaksi ReksaDana di supermarket ReksaDana online IPOTFUND ?</b><br /> <br /> <b>1. Solusi Investasi Terintegrasi.</b><br /> Otomatis bisa transaksi saham dan ETF di IPOT, tidak perlu registrasi tambahan. Semua terintegrasi tanpa biaya bulanan dan minimum transaksi.<br /> <br /> <b>2. Konfirmasi transaksi dari Bank Kustodian T+1. </b><br /> Hanya di IPOTFUND, konfirmasi pembelian dan penjualan ReksaDana dari Bank Kustodian secara elektronik diberikan kepada nasabah pada T+1 dimana selling agent lain mengirimnya hanya melalui pos.<br /> <br /> <b>3. Bebas biaya pembelian dan penjualan ReksaDana.</b><br /> Untuk pembelian semua ReksaDana yang ada di IPOT FUND tidak dikenakan biaya apapun (alias gratis), namun ada beberapa Manajer Investasi yang mengenakan biaya penjualan selama jangka waktu tertentu, biasanya 1-2 tahun pertama, setelah itu bebas biaya penjualan. Biaya penjualan ini sepenuhnya akan diambil oleh Manajer Investasi. IPOT FUND sama sekali tidak mengambil biaya transaksi penjualan ReksaDana tersebut.<br /> <br /> <b>4. 1 Account untuk semua ReksaDana. </b><br /> Registrasi, Rekening Bank, dan Laporan ReksaDana semuanya dalam satu account atas nama Nasabah sendiri.<br /> <br /> <b>5. Beragam pilihan produk ReksaDana. </b><br /> Akses kepada lebih dari 100 produk ReksaDana, baik pasar uang, pendapatan tetap, campuran maupun saham dari puluhan Manajer Investasi ternama di Indonesia. Kedepannya akan bertambah terus Manajer Investasi dengan lebih dari lebih dari 100 produk ReksaDana tersebut.<br /> <br /> <b>6. Tidak memerlukan tandatangan basah (&ldquo;wet signature&rdquo;) </b><br /> Untuk transaksi pembelian dan penjualan ReksaDana. Pembelian dan penjualan ReksaDana semuanya dilakukan secara online melalui platform IPOT FUND, sehingga tidak memerlukan tanda tangan basah setiap kali Nasabah melakukan transaksi.<br /> <br /> <b>7. Kepemilikan Unit ReksaDana dicatat atas nama Nasabah sendiri. </b><br /> Keamanan atas kepemilikan unit ReksaDana sangat dijamin, karena dicatat atas nama Nasabah sendiri oleh Bank Kustodian di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).<br /> <br /> <b>8. Dana Nasabah disimpan atas nama Nasabah sendiri. </b><br /> Keamanan dana yang dimiliki oleh Nasabah disimpan di Rekening Dana Investor (RDI) di bank yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan, terpisah dari rekening bank milik Indo Premier (IPOT FUND).<br /> <br /> <b>9. Database ReksaDana terlengkap dan ter-update. </b><br /> IPOT FUND memiliki database semua produk ReksaDana yang ada di Indonesia dan dapat dianalisa dengan menggunakan tools Fund Screener secara Mudah dan Gratis.<br /> <br /> <b>10. Keamanan yang sangat terjamin. </b><br /> Transaksi melalui IPOT FUND sangat terjamin keamanannya, karena menggunakan SSL-256 bit dan PIN Trading pada setiap transaksi.<br /> <br /> <b>11. Multi-Platform. </b><br /> IPOT FUND dapat digunakan pada Multi Platform, baik desktop, laptop, tablet, dan smartphone, kapan saja dan dimana saja.<br /> <br /> <br /> <b>Bagaimana cara memulai berinvestasi ReksaDana di IPOTFUND?</b><br /> <br /> Mudah sekali. Anda hanya perlu membuka Rekening IndoPremier secara Online di www.indopremier.com kemudian pilih menu Open An Account .<br /> Pembukaan rekening Anda akan siap digunakan sekitar 2-3 hari kerja setelah dokumen asli diterima oleh kantor pusat IndoPremier.<br /> <br /> <b>Bagaimana memilih ReksaDana yang bagus?</b><br /> <br /> Dalam memilih ReksaDana harus disesuaikan dengan profil risiko (&ldquo;Risk Profile&rdquo;) Anda apakah itu konservatif, moderat atau agresif.<br /> <br /> Selain itu dalam menentukan pilihan ReksaDana, ada beberapa faktor yang dapat digunakan dalam menganalisa dan membandingkan ReksaDana tersebut, seperti :<br /> <br /> 1. Kinerja NAV (Net Asset Value)<br /> 2. Relatif kinerja ReksaDana terhadap jenis ReksaDana sejenis<br /> 3. Konsistensi kinerja ReksaDana<br /> 4. Sharpe Ratio, membandingkan tingkat imbal hasil dengan risiko fluktuasi suatu ReksaDana<br /> 5. DrawDown Ratio, untuk mengukur besaran risiko fluktuasi NAV maximum dalam suatu periode<br /> 6. AUM (Asset Under Management) jumlah dana yang dikelola manajer investasi dalam produk tertentu<br /> <br /> Ada fitur di <b>IPOTFUND</b> yang dapat membantu Anda dapat memilih dan membandingkan ReksaDana yang paling baik dan cocok untuk Anda melalui link berikut: <br /> https://www.indopremier.com/ipotfund/cr-nav.php<br /> <br /> <b>Menu Compare ReksaDana </b><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-tNSOWoCNC0o/V1AGL-OBE4I/AAAAAAAAAFE/BDePkxckX7koWADq94TEFiB2HT3_I5ZFgCCo/s870/compare+rd.JPG"/><br /> <br /> Untuk menggunakan fitur Compare ReksaDana tersebut sebaiknya anda membandingkan dengan produk ReksaDana yang sama jenis nya, misalnya Anda membandingkan ReksaDana Pasar Uang dengan ReksaDana Pasar Uang juga.<br /> <br /> Anda juga dapat melihat dan membandingkan performa (kinerja) ReksaDana sejenis secara cepat dengan menggunakan metodologi Simple Weighting and Scoring dari pergerakan NAV suatu periode tertentu, nilai dari Sharpe Ratio dan Drawdown Ratio, dengan menggunakan tools Fund Evaluator yang dapat diakses melalui link berikut:<br /> https://www.indopremier.com/ipotfund/evaluator.php<br /> <br /> <b>Menu IPOTFUND Evaluator</b><br /> <br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-UcMMpcbPcOA/V1AGhtBJB1I/AAAAAAAAAFI/AiHVCRJ-NJoqviX9h18kAwrRZ3Tzp1KCgCCo/s912/ipotfund+evaluator.JPG"/><br /> <br /> Sebagai ilustrasi, dapat dipilih Reksadana Saham (Equity Fund) (https://www.indopremier.com/ipotfund/evaluator.php lalu pilih menu Equity Fund). <br /> Pada halaman tersebut dapat terlihat berdasarkan NAV Performance produk ReksaDana Simas saham unggulan memiliki keunggulan dengan Score 16 Semakin kecil score yang dimiliki berarti semakin bagus performance reksadana tersebut karena score yang dilihat adalah berdasarkan score NAV per 6 periode yaitu 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Reksadana Simas saham unggulan per 3 bulan berada pada peringkat ke- 1, maka diberikan score senilai 1, kemudian per 6 bulan berada pada peringkat ke- 1 maka diberikan score senilai 1, begitu seterusnya. Kemudian dijumlahkan Top NAV per masing-masing periode tersebut maka akan diperoleh Score secara keseluruhan.<br /> <br /> <b>Bagaimana melakukan transaksi pembelian dan penjualan ReksaDana?</b><br /> <br /> Nasabah dapat melakukan transaksi pembelian, penjualan maupun pengalihan ReksaDana dengan menggunakan menu List ReksaDana yang ada di IPOTFUND. Nasabah juga dapat melihat portfolio, assets allocation dan historical order and transaction. <br /> <br /> <b>Fitur -Fitur lainnya di IPOTFUND</b><br /> <br /> <b>1. Manual Portfolio Entry</b><br /> <br /> Manual Portfolio Entry merupakan salah satu fitur IPOTFUND yang bertujuan untuk membantu nasabah dalam mengawasi/memantau ReksDana yang dimiliki nasabah diluar dari IPOTFUND.<br /> <br /> <b>2. Investasi Berkala Reksadana<br /> </b><br /> Investasi Berkala adalah fitur investasi secara berkala dari IPOTFUND yang bertujuan membantu dan mempermudah nasabah IPOTFUND untuk melakukan pemesanan (order) pembelian secara teratur dan berkala pada tanggal tertentu. Investasi Berkala merupakan proses otomatisasi pemesanan (order) pembelian, tetapi tidak meliputi proses otomatisasi pembayaran atas ReksaDana akan dibeli tersebut, dengan kata lain nasabah harus melakukan transfer dari rekening bank pribadi ke Rekening Dana Investor (RDI) atas nama nasabah bersangkutan. <br /> <br /> Dengan kemudahan dan fitur-fitur yang diberikan oleh Supermarket Reksadana Online IPOTFUND, nasabah menjadi lebih mudah untuk berinvestasi ReksaDana.<br /> <br /> Ingin tahu lebih banyak tentang fitur-fitur lainnya di &quot;Supermarket ReksaDana Online <b>IPOTFUND</b>&quot; ?, Anda dapat membuka link berikut ini https://www.indopremier.com/ipotfund/<br /> <br /> (EWS) Fri, 07 Oct 2016 16:53:52 +0700 [Investasi] : Right Issue https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1038 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-SDEPdkJkQeo/V06qBrJnJhI/AAAAAAAAItk/1Xaoc8TGUv0hiQ4ysE7ocEBWK43C4FzGgCCo/s380/Rights-Issue.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Right issue atau yang disingkat HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) merupakan hak untuk memesan saham baru yang akan dikeluarkan oleh emiten. Rights ini diberikan cuma-cuma dan diprioritaskan kepada pemegang saham biasa untuk memesan saham baru.<br /> <br /> Dilakukan atas dasar persetujuan rapat umum pemegang saham atau RUPS. Setelah mendapatkan persetujuan, emiten harus menawarkan saham barunya tersebut kepada pemilik saham lama terlebih dahulu, sesuai dengan proporsi kepemilikannya (preemptive rights).<br /> <br /> Rights issue akan ditawarkan kepada investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada waktu yang telah ditentukan. Artinya investor yang membeli saham pada waktu tersebut, berhak untuk membeli saham (cum date). Sementara itu, investor yang memiliki saham diluar waktu tersebut, tidak akan mendapatkan hak membeli saham (ex-date), dan hak atas rights menjadi milik penjual.<br /> <br /> Pada umumnya tujuan rights issue adalah untuk menghimpun dana segar yang akan digunakan untuk ekspansi usaha, membayar pinjaman, atau untuk modal kerja. Beberapa tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan porsi kepemilikan pemegang saham, atau untuk meningkatkan jumlah saham beredar sehingga lebih likuid perdagangannya itu merupakan tujuan positif dari right issue, dan negatifnya adalah apabila penerbitan right issue hanya untuk membayar pinjaman atau hutang, hal ini menunjukan ke pasar bahwa manajemen kesulitan untuk membayar hutang atau terbebani dengan beban bunga yang tinggi. <br /> <br /> Harga rights issue lebih rendah dari harga pasar, hal ini sebagai insentif bagi pemegang saham lama. Namun sebetulnya, harga per-saham dari total saham yang dimiliki investor, tidak menjadi serendah harga rights issue. Pemilik saham harus melakukan penyesuaian harga dengan menambahkan nilai saham lamanya dengan nilai saham baru, dan kemudian dibagi dengan total jumlah saham. Harga penyesuaian akan menunjukkan harga pasar yang terdilusi. Itulah sebabnya mengapa rights issue ditawarkan kepada pemegang saham lama terlebih dahulu.<br /> <br /> Berikut ini adalah bentuk lain dari rights issue :<br /> <br /> <b>1. Saham Bonus :</b> saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemilik saham lama.<br /> <b>2. Stock Dividend :</b> Pembagian keuntungan emiten kepada investor dalam bentuk saham.<br /> <b>3. Stock Split :</b> memecah jumlah saham yang berakibat juga pada pemecahan harga per-saham.<br /> <b>4. Waran :</b> suatu hak bagi investor yang memilikinya, untuk membeli saham pada harga dan pada waktu yang telah ditentukan, umumnya 3-5 tahun ke depan<br /> (sjp) Wed, 01 Jun 2016 16:31:13 +0700 [Investasi] : Mekanisme Perdagangan https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1037 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-eDBL9L1t2PA/V06katXYldI/AAAAAAAAIsk/KRXidLBEbPwx2WHDu2oOrRPy38unBJbvACCo/s513/bei.png"/></div><br /> <br /> <br /> Sebelum dapat melakukan transaksi, terlebih dahulu investor harus menjadi nasabah di perusahaan efek atau broker saham. Di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat sekitar 116 perusahaan Efek yang menjadi anggota BEI. Pertama kali investor melakukan pembukaan rekening dengan mengisi dokumen pembukaan rekening.<br /> <br /> Di dalam dokumen pembukaan rekening tersebut memuat identitas nasabah lengkap (termasuk tujuan investasi dan keadaan keuangan) serta keterangan tentang investasi yang akan dilakukan.<br /> <br /> Nasabah atau investor dapat melakukan order jual atau beli setelah investor disetujui untuk menjadi nasabah di perusahaan efek yang bersangkutan. Umumnya setiap perusahaan efek mewajibkan kepada nasabahnya untuk mendepositkan sejumlah uang tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham.<br /> <br /> Perdagangan dilakukan melalui proses tawar menawar secara berkesinambungan (Continuous Auction Market) dalam satuan perdagangan efek. Tawar menawar dilakukan dengan memperhatikan prioritas harga dan waktu (Price and Time Priority).<br /> <br /> Dalam perdagangan saham, jumlah saham yang dijual-belikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut dengan lot, dimana satu lot berarti 100 saham.<br /> <br /> <br /> Pasar modal di Indonesia terdiri dari pasar perdana dan pasar sekunder.<br /> <br /> <b>a. Pasar Perdana</b><br /> Merupakan pasar dimana efek diperdagangkan untuk pertama kalinya, sebelum dicatatkan di Bursa Efek. Di sini, saham dan efek lainnya untuk pertama kalinya ditawarkan kepada investor oleh pihak Penjamin Emisi (Underwriter) melalui Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer) yang bertindak sebagai Agen penjual saham. Proses ini biasa disebut dengan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering / IPO).<br /> <br /> <b>b. Pasar Sekunder</b><br /> Merupakan pasar dimana efek yang telah tercatat di Bursa Efek diperdagangkan. Pasar Sekunder memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang tercatat di Bursa.<br /> <br /> <br /> Saham diperdagangkan pada hari bursa sebagai berikut :<br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-qNLCTfN43IY/V06kx2slaCI/AAAAAAAAIss/-EwbqfQy9bIAF6bwNuhV2MopJJ_nou1UgCCo/s630/jam+p.png"/><br /> <br /> <br /> Berikut ini istilah dalam perdagangan saham :<br /> <br /> 1. <b>Amend/Mengubah order</b><br /> Hanya dapat dilakukan pada order yang belum menjadi transaksi. Perubahan harga akan membuat time priority berubah sesuai dengan harga baru. Pengurangan volume order pada tingkat harga yang sama membuat time priority tidak berubah. Perubahan harga dan volume order diperlakukan sebagai order baru.<br /> <br /> 2. <b>Withdraw</b><br /> Adalah instruksi untuk menarik atau membatalkan order yang belum menjadi transaksi (belum match).<br /> <br /> 3. <b>Fraksi Harga</b><br /> Harga berdasarkan previous price pasar reguler. Harga penawaran harus merupakan <br /> kelipatan fraksi harga yang berlaku. Ketentuan fraksi harga berlaku penuh selama <br /> satu hari bursa. Aturan fraksi harga akan tertulis di bawah.<br /> <br /> <br /> <b>Satuan Perdagangan</b><br /> <br /> Perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot) Efek atau kelipatannya, yaitu 100 (seratus) Efek. Perdagangan di Pasar Negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan (tidak round lot).<br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-0oGaXokeDzQ/V06mnqevqmI/AAAAAAAAItI/CQOkj4QrdYkeSwzJQ4t3NFfxjeC_QOCNwCCo/s577/fraksi.png"/><br /> <br /> <br /> <b>Auto Rejection</b><br /> <br /> 1. Acuan harga yang digunakan untuk pembatasan harga penawaran tertinggi atau terendah di Pasar Reguler dan Pasar Tunai atas saham yang dimasukkan ke JATS ditentukan sebagai berikut :<br /> a. menggunakan harga pembukaan (Opening Price) yang terbentuk pada sesi Pra-Pembukaan; atau<br /> b. menggunakan harga penutupan di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya (previous price) apabila Opening Price tidak terbentuk<br /> c. Dalam hal Perusahaan Tercatat melakukan tindakan korporasi maka selama 3 (tiga) Hari Bursa berturut-turut setelah berakhirnya perdagangan saham yang memuat hak (periode cum) di Pasar Reguler, Acuan Harga di atas menggunakan Previous Price dari masing-masing Pasar (Reguler atau Tunai). <br /> <br /> 2. JATS akan melakukan penolakan secara otomatis (Auto Rejection) terhadap harga penawaran jual atau penawaran beli saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai apabila :<br /> a. Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih kecil dari Rp 50,- (lima puluh rupiah);<br /> b. Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 35% (tiga puluh lima perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga Rp 50,- (lima puluh rupiah) sampai dengan dari Rp 200,- (dua ratus rupiah); <br /> c. Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 25% (dua puluh lima perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga Rp 200,- (dua ratus rupiah) sampai dengan dari Rp 5.000,- (lima ribu rupiah); <br /> d. Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 20% (dua puluh perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga di atas Rp 5.000,- (lima ribu rupiah). <br /> <br /> <br /> 3. Penerapan Auto Rejection terhadap harga di atas, untuk perdagangan saham hasil Penawaran Umum yang pertama kalinya diperdagangkan di bursa (perdagangan perdana), ditetapkan sebesar 2 (dua) kali dari persentase batasan Auto Rejection harga sebagaimana dimaksud dalam butir 2.a, 2.b., 2.c., dan 2.d. di atas <br /> (sjp)<br /> Wed, 01 Jun 2016 16:21:00 +0700 [Investasi] : 5 Hal yang Perlu diketahui Oleh Investor Tentang ReksaDana https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1035 <b>5 Hal yang Perlu diKetahui Oleh Investor Tentang ReksaDana</b><br /> <br /> ReksaDana adalah salah satu cara terbaik untuk berinvestasi di pasar modal. <br /> <br /> <b>Mengapa ReksaDana ? </b><br /> Karena ReksaDana memiliki beberapa keuntungan diantaranya : <br /> 1. Diversifikasi (karena disimpan di dalam instrumen yang berbeda. Don't put all your eggs in one basket)<br /> 2. Likuid dan Fleksibel, Mudah untuk perdagangan (mudah dicairkan)<br /> 3. Dana yang diinvestasikan relatif kecil (mulai dari Rp.100 ribu)<br /> 4. Keterbukaan informasi<br /> 5. Hasil investasi bebas dari pajak<br /> 6. Dikelola oleh Manajer Investasi<br /> 7. Aman (diawasi oleh OJK Otoritas Jasa Keuangan)<br /> <br /> <b>Ada 5 faktor yang perlu investor pahami sebelum berinvestasi di ReksaDana. </b><br /> <br /> <b>1. Biaya Transaksi</b><br /> Cari agen penjual yang menggratiskan biaya transaksi seperti di IPOTFUND. <br /> Imbal hasil akan lebih besar bagi ReksaDana yang biaya jual belinya gratis daripada imbal hasil ReksaDana yang masih harus dipotong biaya transaksi.<br /> <br /> <b>2. Biaya yang dibayar oleh ReksaDana</b><br /> ReksaDana menanggung :<br /> -Biaya Manajer Investasi <br /> -Biaya Bank Kustodian<br /> -Biaya Asuransi (jika ada)<br /> -Biaya Transaksi<br /> -Biaya Pembaharuan Prospektus dan Distribusinya<br /> -Biaya lain yang ditetapkan dalam kontrak<br /> Nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan atau harga ReksaDana merupakan harga yang telah dikurangi oleh biaya-biaya tersebut. <br /> Investor secara tidak langsung telah membayar biaya tersebut karena telah termasuk dalam harga ReksaDana.<br /> <br /> <b>3. Transaksi ReksaDana</b><br /> Transaksi ReksaDana tidak seperti saham dimana investor sudah mengetahui berapa harga pada saat transaksi dilakukan dan berapa harga saham yang diperoleh.<br /> Pada ReksaDana, jika investor membeli ReksaDana pada Hari Jumat di atas jam 13:00, maka transaksi akan dijalankan Hari Senin jam 13:00 (karena cut off time transaksi ReksaDana adalah jam 13:00) <br /> Tetapi bila membeli ReksaDana di bawah jam 13:00 maka akan dijalankan di hari yang sama. Hanya saja investor tidak mengetahui berapa NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang diperoleh saat itu juga, investor reksa dana baru mengetahui harga reksa dana pada keesokan harinya<br /> (jika transaksi sebelum jam 13:00 siang per hari ini) atau lusa apabila transaksi dilakukan setelah jam 13:00.<br /> <br /> <b>4.ReksaDana tidak dikenakan pajak </b><br /> ReksaDana bukan merupakan objek pajak. Oleh karena itu keuntungan yang investor peroleh tidak dipotong pajak, begitu juga dengan transaksi baik pembelian maupun penjualan.<br /> Dalam laporan pajak tahunan, ReksaDana dilaporkan sebagai aset dengan nilai buku sesuai dengan harga pembelian.<br /> Contoh suatu ReksaDana Pasar Uang, dananya disimpan di deposito, ketika dana tersebut mendapatkan bunga maka akan dipotong pajak sebesar 20%. Artinya secara tidak langsung investor telah membayar pajak. <br /> Jika return ReksaDana merupakan objek pajak maka akan terjadi pembayaran pajak ganda.<br /> <br /> <b>5. Manajer Investasi harus mengikuti pedoman investasi yang cukup ketat </b><br /> Manajer Investasi hanya dapat berinvestasi pada instrumen tertentu yang sudah ditetapkan. <br /> Misalnya pada ReksaDana saham (Equity Fund), minimal 80% portfolio di dalam ReksaDana tersebut adalah saham, sehingga keuntungan dari berinvestasi ReksaDana saham dipengaruhi oleh kenaikan atau penurunan saham yang dipilih oleh Manajer Investasi tersebut.<br /> Apabila saham yang dipilih oleh Manajer Investasi sebagai pengelola ReksaDana mengalami penurunan, tidak perlu khawatir karena risiko pada ReksaDana saham pasti naik turun dan berfluktuasi, sehingga ReksaDana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu di atas 5 tahun.<br /> Begitu juga dengan ReksaDana Pasar Uang (Money Market), portfolio di ReksaDana terdiri dari Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito (Negotiable certificates of Deposit), Surat Berharga Pasar Uang, Surat Pengakuan Hutang, Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Komersial (Commercial Paper) yang telah diperingkat oleh perusahaan pemeringkat efek, Obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 (satu) tahun dan instrumen pasar uang lainnya.<br /> <br /> (RS)<br /> Tue, 31 May 2016 18:32:49 +0700 [Investasi] : Apa Itu Saham https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1034 <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-KzyRYFV0EkA/V01qyLQaqpI/AAAAAAAAUpU/uq70WxroWZA7PCZq2hyv8LeaQy-pxkHqACCo/s640/Saham.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> <br /> Saham (stock) merupakan bukti kepemilikan suatu perseroan yang merupakan klaim atas penghasilan dan aktiva perseroan. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.<br /> <br /> Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).<br /> <br /> Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham<br /> <br /> <b>1. Dividen</b><br /> <br /> Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.<br /> Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai &ndash; artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.<br /> <br /> <b>2. Capital Gain</b><br /> <br /> Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 1.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 1.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.<br /> <br /> <br /> Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:<br /> <br /> <b>1. Capital Loss</b><br /> <br /> Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham.<br /> Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.<br /> <br /> <b>2. Risiko Likuidasi</b><br /> <br /> Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.<br /> Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. <br /> <br /> Umumnya jenis saham yang dikenal adalah saham biasa (common stock). Saham sendiri dibagi menjadi dua jenis saham, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).<br /> <br /> <b>Saham Biasa</b> mempunyai karakteristik sebagi berikut :<br /> <br /> - surat berharga ekuitas<br /> - memiliki hak atas pendapatan perusahaan pada saat dibagikan sebagai dividen<br /> - memiliki hak atas pembagian sisa ekuitas pada saat likuidasi (bersifat lebih yunior dibandingkan hutang dan saham preferen)<br /> - memiliki hak suara (voting right)<br /> <br /> <b>Saham Preferen</b> karakteristik sebagi berikut :<br /> <br /> - Surat berharga ekuitas yang bersifat seperti utang (hybrid securities) dalam hal berpenghasilan tetap.<br /> - Dividen biasanya dalam % dari nilai nominal saham.<br /> - Bersifat lebih senior dibandingkan saham biasa, tetapi lebih yunior dibandingkan obligasi (didahulukan haknya dalam hal likuidasi).<br /> - Tidak mempunyai hak suara (voting right).<br /> <br /> <br /> Bila ditinjau dari kinerja perdagangan, saham dapat dikelompokkan menjadi :<br /> <br /> 1. Blue chip stocks, saham biasa yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin dalam industrinya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen<br /> <br /> 2. Income stocks, saham suatu emiten dengan kemampuan membayarkan dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya<br /> <br /> 3. Growth stocks, terdiri dari well-known dan lesser-known<br /> <br /> 4. Speculative stocks, saham secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi pada masa mendatang, namun belum pasti<br /> <br /> 5. Cyclical stocks, saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum<br /> <br /> 6. Emerging Growth Stocks, saham yang dikeluarkan oleh emiten yang relatif kecil dan stabil meskipun dalam kondisi ekonomi yang kurang mendukung<br /> <br /> 7. Defensive Stocks, saham yang tetap stabil dari suatu periode atau kondisi yang tidak menentu dan resesi.<br /> <br /> <br /> <br /> Saham dikenal memiliki karakteristik high risk-high return. Artinya saham merupakan surat berharga yang memberikan peluang keuntungan yang tinggi namun juga berpotensi risiko tinggi.<br /> Saham memungkinkan pemodal mendapatkan keuntungan (capital gain) dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan berfluktuasinya harga saham, saham juga dapat membuat investor mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.<br /> (sjp)<br /> <br /> Tue, 31 May 2016 17:46:41 +0700 [Investasi] : Apa Itu Pasar Modal https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1033 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-12yBsKN8E6c/V01op7fFbDI/AAAAAAAAUpE/OOULTuvNcqso5r9bw1q_LkxgaE560CsgwCCo/s1280/Pasar-Modal.png"/><br /> <br /> <br /> <b>Pasar Modal</b><br /> <br /> Pasar modal merupakan salah satu jenis pasar yang ada di dunia. Berbeda dengan jenis pasar seperti pasar tradisional dan juga pasar modern, pasar modal merupakan salah satu jenis pasar yang memperjualbelikan modal dan juga saham dari suatu perusahaan.<br /> <br /> Menurut wikipedia pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya.<br /> <br /> <br /> <b>Sejarah</b><br /> <br /> Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.<br /> <br /> Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya.<br /> <br /> Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.<br /> <br /> Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:<br /> <br /> <br /> <b>Struktur Pasar Modal di Indonesia</b><br /> <br /> Struktur Pasar Modal di Indonesia tertinggi berada pada menteri Keuangan menunjuk OJK merupakan lembaga pemerintah yang bertugas untuk melakukan pembinaan, pengaturan dan pengawasan sehari-hari pasar modal dengan tujuan mewujudkan terciptanya kegiatan pasar modal yang teratur, wajar, efisien serta melindungi kepentingan masyarakat pemodal.<br /> <br /> Struktur Pasar Modal di Indonesia terdiri atas lembaga-lembaga sebagai berikut:<br /> <br /> 1. Menteri Keuangan<br /> <br /> <br /> 2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bertugas dalam melakukan pembinaan, pengaturan dan pengawasan kegiatan sehari-hari pasar modal.<br /> <br /> <br /> 3. Bursa Efek Indonesia : Merupakan lembaga resmi yang telah memperoleh izin dari BAPEPAM-LK selaku pihak yang berwenang untuk menjalankan perdagangan efek serta menyediakan sarana pendukung dan mengawasi kegiatan anggota bursa efek.<br /> <br /> <br /> 4. Lembaga Kliring dan Penjaminan<br /> <br /> Bertugas untuk menyediakan jasa kliring serta penjaminan penyelesaian transaksi bursa yang teratur, wajar dan efisien.<br /> <br /> <br /> 5. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian<br /> <br /> Bertugas untuk menyediakan jasa custodian sentral serta penyelesaian penyelesaian transaksi bursa yang teratur, wajar dan efisien.<br /> <br /> <br /> 6. Perusahaan efek<br /> <br /> Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek dan atau Manajer Investasi.<br /> <br /> <br /> 7. Lembaga penunjang Pasar Modal terdiri dari:<br /> <br /> a. Biro Administrasi Efek (BAE)<br /> <br /> b. Bank Kustodian<br /> <br /> c. Wali Amanat<br /> <br /> <br /> 8. Profesi Penunjang<br /> <br /> Profesi penunjang pasar modal terdiri dari:<br /> <br /> a.Akuntan<br /> <br /> b.Konsultan Hukum<br /> <br /> c.Penilai<br /> <br /> d.Notaris<br /> <br /> <br /> 9. Pemodal<br /> Pemodal (investor) adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik ataupun non domestik yang melakukan suatu bentuk penanaman modal (investasi) baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.<br /> <br /> <br /> <b>Fungsi Pasar Modal</b><br /> <br /> Secara umum, fungsi pasar modal adalah sebagai berikut :<br /> <br /> Sebagai sarana penambah modal bagi usaha : Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cara menjual saham ke pasar modal. Saham-saham ini akan dibeli oleh masyarakat umum, perusahaan-perusahaan lain, lembaga, atau oleh pemerintah.<br /> <br /> Sebagai sarana pemerataan pendapatan : Setelah jangka waktu tertentu, saham-saham yang telah dibeli akan memberikan deviden (bagian dari keuntungan perusahaan) kepada para pembelinya (pemiliknya). Oleh karena itu, penjualan saham melalui pasar modal dapat dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan.<br /> <br /> Sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi : Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari pasar modal, maka produktivitas perusahaan akan meningkat.<br /> <br /> Sebagai sarana penciptaan tenaga kerja : Keberadaan pasar modal dapat mendorong muncul dan berkembangnya industri lain yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru.<br /> <br /> Sebagai sarana peningkatan pendapatan negara : Setiap deviden yang dibagikan kepada para pemegang saham akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Adanya tambahan pemasukan melalui pajak ini akan meningkatkan pendapatan negara.<br /> <br /> Sebagai indikator perekonomian negara : Aktivitas dan volume penjualan/pembelian di pasar modal yang semakin meningkat (padat) memberi indikasi bahwa aktivitas bisnis berbagai perusahaan berjalan dengan baik. Begitu pula sebaliknya.<br /> <br /> <br /> <br /> <b>Manfaat Pasar Modal</b><br /> <br /> Secara umum, manfaat dari keberadaan pasar modal adalah :<br /> <br /> &bull; Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi dana secara optimal.<br /> <br /> &bull; Memberikan wahana investasi yang beragam bagi investor sehingga memungkinkan untuk melakukan diversifikasi. Alternatif investasi memberikan potensi keuntungan dengan tingkat risiko yang dapat diperhitungkan.<br /> <br /> &bull; Menyediakan leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu negara.<br /> <br /> &bull; Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.<br /> <br /> &bull; Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme menciptakan iklim berusaha yang sehat serta mendorong pemanfaatan manajemen profesional.<br /> <br /> (sjp)<br /> Tue, 31 May 2016 17:38:35 +0700 [Investasi] : 8 Langkah Mudah Untuk Investasi di Pasar Modal https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1032 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-PLyNm8DmYRc/V01d5DGJmjI/AAAAAAAAA2s/flRGnt94B34TeWREs9aRM_VJTKTKmKaWwCCo/s400/global+shares+figures.jpeg"/><br /> Investasi sepertinya sudah menjadi sebuah keharusan di era modern seperti ini. Mungkin sudah banyak yang sadar tentang pentingnya berinvestasi namun mereka bingung harus memulai dari mana. Berikut 8 langkah mudah untuk berinvestasi di pasar modal<br /> <br /> Pahami tujuan investasi<br /> Sebelum anda memulai investasi, anda harus menentukan tujuannya. Tujuan inilah yang akan menentukan jangka waktu investasi anda. Pertama anda menentukan untuk apa investasi anda nanti, apakah untuk biaya pendidikan, biaya menikah, atau sebagai dana pensiun. Kemudian anda bisa menentukan jangka waktunya seperti jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.<br /> <br /> Kenali profil risiko<br /> Anda harus mengenali profil resiko anda sendiri. Profil resiko ini bertujuan untuk menentukan seberapa besar resiko yang anda ambil. Hal ini dilakukan agar anda mengambil instrumen investasi yang sesuai dengan tingkat resiko yang bisa anda ambil.<br /> <br /> Pelajari alternatif investasi<br /> Saham bukan menjadi satu-satunya instrumen investasi di Pasar Modal. Banyak instrumen-instrumen investasi lainnya di pasar modal seperti Reksadana, Obligasi, Sukuk, dan lain-lain. Pelajari dan pahami beberapa instrumen investasi di pasar modal. Dengan begitu kita jadi memiliki banyak alternatif wadah investasi.<br /> <br /> Pahami tingkat risiko produk investasi<br /> Pahami tingkat resiko dari masing-masing instrumen yang anda pilih. Pilih yang sesuai dengan profil resiko anda. Dengan begitu anda bisa mengambil keputusan akan berinvestasi kemana anda nanti.<br /> <br /> Tentukan batas investasi<br /> Anda harus bisa menentukan batas investasi anda di Pasar Modal. Ada baiknya anda membatasi diri anda untuk tidak terlalu menggebu-gebu dalam berinvestasi. Dalam berinvestasi sebaiknya anda menggunakan uang excess fund atau kelebihan uang.<br /> <br /> Tentukan strategi investasi<br /> Langkah ini menentukan agar anda tidak salah dalam melakukan transaksi investasi anda. Jika anda melakukan serangkaian strategi investasi dengan baik, maka aset anda bisa berkembang dengan baik juga.<br /> <br /> Manfaatkan jasa profesional<br /> Jika anda merasa kurang memiliki pemahaman atau tidak memiliki waktu untuk melakukan investasi dan anda memiliki budget lebih, anda bisa menggunakan jasa profesional yang terpercata untuk mengelola aset yang anda miliki.<br /> <br /> Pertahankan tujuan investasi<br /> Memiliki prinsip merupakan hal yang krusial dalam berinvestasi. Dengan tetap berpegang pada prinsip kita tidak akan mudah terpengaruh terhadap perubahan-perubahan kecil pada investasi kita. Kita bisa menjadi lebih fokus untuk mengelola aset investasi kita dengan baik.<br /> <br /> Semua langkah-langkah ini berguna afgar calon investor tidak mengalami kebingungan ketika mereka hendak melakukan investasi pertama mereka. Dengan melakukan langkah-langkah ini kita bisa berinvestasi secara tepat dan aset kita bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal di kemudian hari.<br /> Tue, 31 May 2016 17:32:05 +0700 [Investasi] : Definisi dan Manfaat Pasar Modal https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1029 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-aHYnaTAxoCQ/V0whGuS_L9I/AAAAAAAAA2U/3_XoJNh0tEM71qtWkG9m-niqQ1im1AmagCCo/s670/86711pasarmodal.jpg"/>Pasar Modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.<br /> <br /> Pasar Modal miliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.<br /> <br /> Fungsi ekonomi karena pasar menyediakan fasilitas atau sarana uang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer).<br /> <br /> Fungsi keuangan karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.<br /> <br /> Manfaat keberadaan Pasar Modal :Sumber PembiayaanSebagai salah satu sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi perusahaan dalam mengembangkan usahanya.<br /> <br /> Wahana InvestasiSebagai tempat investasi bagi investor yang ingin berinvestasi di aset keuangan.<br /> <br /> Penyebaran Kepemilikan PerusahaanSebagai tempat untuk penyebaran kepemilikan perusahaan kepada masyarakat.<br /> <br /> Keterbukaan dan ProfesionalismeSalah satu industri yang sangat terbuka dan menjunjung tinggi profesionaliseme sehingga akan mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat.<br /> <br /> Lapangan kerjaMenciptakan lapangan kerja/profesi bagi masyarakat, baik sebagai pelaku pasar maupun investor.<br /> <br /> Banyak manfaat yang timbul dari keberadaan Pasar Modal selain bisa membantu perekonomian menjadi semakin besar, Pasar Modal juga membuat lapangan kerja baru. Ini menandakan jika Pasar Modal memberikan dampak positif ke semua aspek.<br /> <br /> (SAP) Mon, 30 May 2016 18:18:05 +0700 [Investasi] : 10 Sektor Industri di Bursa Efek Indonesia https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1028 <div class="center"><b>10 Sektor Industri di Bursa Efek Indonesia</b></div><br /> <br /> Bagi calon investor, untuk memulai berinvestasi saham tentunya terlebih dahulu ingin mengetahui bagaimana memulai transaksi saham, dan saham dari sektor apa saja yang dapat ditransaksikan dan apa yang dimaksud dengan IHSG?<br /> <br /> <b>Transaksi Saham&nbsp;</b><br /> <br /> Untuk membeli &amp; menjual saham harus melalui Perusahaan Sekuritas<br /> <br /> Syarat yang harus dipenuhi mudah sekali yaitu :<br /> - Membuka rekening di sekuritas dengan melampirkan<br /> &nbsp; Fotocopy KTP<br /> &nbsp; NPWP jika ada<br /> &nbsp; Halaman pertama buku tabungan&nbsp;<br /> - Tidak ada minimal setoran (jika membuka rekening di IPOT)<br /> <br /> Kemudian biasanya akan timbul pertanyaan-pertanyaan seperti :<br /> <br /> Bagaimana jika masih pelajar? apakah bisa membuka rekening di sekuritas?<br /> Jawabnya : Bisa, selama sudah memiliki KTP.<br /> <br /> Bagaimana jika tidak memiliki NPWP?<br /> Jawabnya : Tidak masalah, tetap bisa membuka rekening.<br /> <br /> Bagaimana jika tidak memiliki buku tabungan tetapi hanya memiliki laporan bulanan/rekening koran/e-statement ?<br /> Jawabnya : Tidak masalah, selama di laporan tersebut tertera nama dan nomer rekening bisa digunakan sebagai pengganti halaman pertama buku tabungan.<br /> <br /> Pada saat ingin membeli saham, tentunya kita harus memilih saham sesuai dengan sektornya. &nbsp;<br /> <br /> <b>Ada 10 Sektor Industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) :</b><br /> <br /> <div class="left"><b>1. Pertanian</b></div><div class="left">AALI,IIKP,SMAR,SGRO,SSMS,ANJT,BISI,LSIP,BTEK,TBLA,DSNG,SIMP,PALM,BWPT,JAWA,GOLL,DSFI,GZCO,CPRO,MAGP,UNSP &nbsp;</div><br /> <br /> <div class="left"><b>2. Pertambangan</b></div><div class="left">ITMG,BYAN,PTBA,APEX,MDKA,MBAP,TKGA,INCO ,GEMS,ESSA,MEDC,PSAB,BSSR,CITA,HRUM,ADRO,TOBA,ANTM &nbsp;</div><div class="left">TINS,KKGI,ELSA,PTRO,MYOH,ARII,SMRU,GTBO,RUIS,SMMT,AKKU,DKFT,ARTI,ATPK,DOID,MITI,BRAU,CKRA,CTTH,BIPI,BORN,BUMI,DEWA,ENRG,PKPK </div><br /> <br /> <div class="left"><b>3. Industri Dasar dan kimia</b></div><div class="left">AMFG,INTP,SMCB,KRAS,SMGR,BAJA,BTON,WTON,NIKL,IGAR,FPNI,MAIN,INCI,SULI,GDST,JKSW,BUDI,SPMA,KBRI,SRSN,APLI,SIAP,JPRS,ALKA,SIMA,KDSI,TRST</div><div class="left">DPNS,INAI,TALF,LMSH,MLIA,TKIM,ALDO,YPAS,AKPI,LION,SOBI,TPIA,CTBN,TOTO,TBMS,ISSP,DAJK,IPOL,KIAS,IKAI,ETWA,TIRT,PICO,SMBR,ARNA,BRNA,INKP,FASW,</div><div class="left">BRPT,ALMI,EKAD,SIPD,JPFA,UNIC,INRU,CPIN,IMPC</div><br /> <br /> <div class="left"><b>4. Aneka Industri</b></div><div class="left">CNTX,ASII,CNTB,LPIN,SMSM,SCCO,BRAM,JECC,GDYR ,KRAH,AUTO,IMAS,ERTX,IKBI,VOKS,BOLT,ARGO &nbsp;</div><div class="left">TFCO,BATA,GJTL,HDTX,INDR,INDS,NIPS,PBRX,BIMA,SRIL,TRIS,UNIT,KBLI,MASA,ESTI,SSTM,PRAS,RICY,KBLM,AMIN,ADMG,POLY,PTSN,MYTX,STAR </div><br /> <br /> <div class="left"><b>5. Konsumer&nbsp;</b></div><div class="left">ADES,AISA,ALTO,CEKA,CINT,DLTA,DVLA,GGRM,HMSP ,ICBP,INAF,INDF,KAEF,KICI,KINO,KLBF,LMPI,MBTO,MERK,MLBI &nbsp;</div><div class="left">MRAT,MYOR,PSDN,PYFA,RMBA,ROTI,SCPI,SIDO,SKBM,SKLT,SQBB,SQBI,STTP,TCID,TSPC,ULTJ,UNVR,WIIM </div><br /> <br /> <div class="left"><b>6. Properti</b></div><div class="left">BIKA,PTPP,LPCK,CTRA,ACST,NRCA,CTRS,ADHI,MTLA,TOTL,JRPT,BCIP,KIJA,DGIK,BKSL,DILD,COWL,LPKR,BSDE,PPRO,LCGP,BKDP,BAPA,ELTY,GAMA,SMDM,</div><div class="left">GPRA,OMRE,MTSM,DART,RODA,PWON,TARA,MMLP,JKON,IDPR,SCBD,WIKA,DUTI,GMTD,RDTX,MKPI,BIPP,NIRO,RBMS,DMAS,APLN,MTRA,FMII,BEST,GWSA,</div><div class="left">CTRP,SSIA,LAMI,ASRI,MDLN,WSKT,EMDE,SMRA,PLIN</div><br /> <br /> <div class="left"><b>7. Infrastruktur</b></div><div class="left">APOL,ASSA,BALI,BBRM,BIRD,BLTA,BTEL,BUKK,BULL,CANI,CASS,CMNP,CPGT,EXCL,FREN,GIAA,HITS,IATA,IBST,INDX,INDY,INVS,ISAT,JSMR,KARW,</div><div class="left">KOPI,LAPD,LEAD,LRNA,MBSS,META,MIRA,NELY,PGAS,PTIS,RAJA,RIGS,SAFE,SDMU,SMDR,SOCI,SUPR,TAXI,TBIG,TLKM,TMAS,TOWR,TPMA,TRAM,</div><div class="left">TRUB,WEHA,WINS,ZBRA</div><br /> <br /> <div class="left"><b>8. Keuangan</b></div><div class="left">BBCA,BBRI,BMRI,MREI,ABDA,SMMA,LPGI,BBNI,ADMF,ASRM,BPII,PANS,BDMN,MEGA,BTPNBFIN,BSWD,KREN,BBNP,BBTN,MAYA,BCAP,ASMI,BBMD,</div><div class="left">NISP,BBLD,ASDM,SDRA,BJBR,PADI,MFIN,PNBN,APIC,BNLI,PNIN,BBKP,BPFI,BNGA,ASBI,NOBU,BJTM,RELI,BSIM,OCAP,AMAG,BMAS,BKSW,BINA,</div><div class="left">MCOR,HDFA,CFIN,PEGE,NAGA,ASJT,BACA,PNBS,TRUS,IMJS,BNII,BNBA,PNLF,AHAP,DEFI,BBYB,AGRO,ARTO,IBFN,TIFA,VRNA,DNAR,VICO,AKSI,</div><div class="left">LPPS,BVIC,BGTG,GSMF,BBHI,AGRS,WOMF,YULE,VINS,INPC,BEKS,BABP,MGNA,HADE,TRIM,BCIC,MTFN &nbsp;</div><br /> <br /> <div class="left"><b>9. Perdagangan dan Jasa</b></div><div class="left">ABBA,ABMM,ACES,AIMS,AKRA,AMRT,APII,ARTA,ASGR,ATIC,BAYU,BHIT,BLTZ,BMSR,BMTR,BNBR,BRMS,BUVA,CENT,CLPI,CMPP,CNKO,CSAP,DNET,</div><div class="left">DPUM,DSSA,DYAN,ECII,EMTK,EPMT,ERAA,FAST,FISH,FORU,GEMA,GLOB,GMCW,GOLD,GREN,HERO,HEXA,HOME,HOTL,ICON,INPP,INTA,INTD,ITMA,</div><div class="left">ITTG,JIHD,JSPT,JTPE,KBLV,KOBX,KOIN,KONI,KPIG,LINK,LMAS,LPLI,LPPF,LTLS,MAMI,MAMIP,MAPI,MARI,MDIA,MDRN,MFMI,MICE,MIDI,MIKA,MKNT,</div><div class="left">MLPL,MLPT,MNCN,MPMX,MPPA,MSKY,MTDL,MYRX,MYRXP,OKAS,PANR,PDES,PGLI,PJAA,PLAS,PNSE,POOL,PSKT,PTSP,PUDP,RALS,RANC,RIMO,SAME,</div><div class="left">SCMA,SDPC,SHID,SILO,SKYB,SONA,SQMI,SRAJ,SRTG,SUGI,TELE,TGKA,TIRA,TMPI,TMPO,TRIL,TRIO,TURI,UNTR,VIVA,WAPO,WICO</div><br /> <br /> <div class="left"><b>10.Manufaktur</b></div><div class="left">HMSP,ASII,MLBI,KLBF,SMCB,KRAS,INTP,INAF,IMAS,SMGR,DLTA,AMFG,AISA,WTON,SIDO,SRIL,TSPC,INDR,PBRX,FPNI,KAEF,BAJA,CEKA,PSDN,GDST,</div><div class="left">NIKL,SMSM,BATA,LPIN,MERK,MAIN,SCCO,KRAH,WIIM,SULI,ADES,IGAR,DVLA,POLY,BUDI,AMIN,RICY,BTON,SPMA,INCI,JKSW,MYOR,CTBN,BRAM,TKIM,</div><div class="left">KBLI,MLIA,TRST,YPAS,KBRI,VOKS,SOBI,LION,ARGO,TCID,TALF,SQBB,JPRS,BIMA,SRSN,SIAP,LMSH,PRAS,SIMA,MYTX,INAI,SKLT,CNTB,UNIT,KDSI,CNTX,</div><div class="left">TBMS,ERTX,ALKA,ESTI,SCPI,LMPI,DPNS,SQBI,KBLM,MBTO,APLI,IKBI,TRIS,AKPI,ALDO,SKBM,MASA,JECC,STTP,ALTO,ADMG,GDYR,TFCO,TOTO,RMBA,TPIA,</div><div class="left">KICI,MRAT,PYFA,PTSN,CINT,PICO,IKAI,BRNA,ALMI,STAR,ETWA,TIRT,EKAD,DAJK,UNIC,SSTM,BOLT,FASW,SIPD,ISSP,INDS,IPOL,AUTO,INKP,ULTJ,NIPS,HDTX,</div><div class="left">IMPC,ARNA,BRPT,SMBR,INRU,KIAS,GJTL,KINO,ROTI,JPFA,INDF,CPIN,UNVR,ICBP,GGRM</div><br /> Naik turunnya harga-harga saham tersebut di atas akan mempengaruhi IHSG.<br /> <br /> <b>IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)</b><br /> <br /> Merupakan indeks harga saham-saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia.&nbsp;<br /> IHSG merupakan barometer yang menunjukkan naik turunnya harga saham secara gabungan di BEI.<br /> Indeks menggambarkan trend pergerakan pasar, jika Indeks mengalami kenaikan berarti secara umum harga-harga saham di Bursa mengalami kenaikan.<br /> Sebaliknya, jika Indeks mengalami penurunan berarti secara umum harga-harga saham di Bursa mengalami penurunan.<br /> Indeks merupakan indikator penting bagi pelaku di pasar modal.<br /> <br /> (RS)&nbsp; Mon, 30 May 2016 18:03:56 +0700 [Investasi] : Apa Itu Si Pemanis Warrant? https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1027 <div class="center"> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-xHT_CynzuK8/V0wU1kgMCfI/AAAAAAAAENw/sG5SQDlmqNcG5sXvPNdYvr17hirDtEkGQCCo/s506/stockmarket.jpg"/></div><div class="left"><br /> <br /> <b>Pengertian Warrant</b><br /> Warrant adalah pemberian jaminan hak kepada shareholder untuk membeli saham pada waktu tertentu atau periode yang akan datang atas kecenderungan harga. warrant dibedakan antara put warrant dan call warrant. Pada umumnya waran yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah call warrant, di mana pemegang waran diberikan hak untuk membeli atau melaksanakan hak untuk membeli saham yang diterbitkan oleh emiten tersebut pada jumlah dan harga tertentu(exercise price) serta pada waktu tertentu.<br /> <br /> <br /> Waran diterbitkan sebagai pemanis (sweetener) bersamaan dengan penerbitan saham baru baik dalam rangka penawaran umum (initial public offering/IPO) ataupun penawaran umum terbatas (right issue). Karena diterbitkan sebagai pemanis, umumnya emiten sebagai penerbit waran tidak memperoleh dana (premi) alias bonus dari penerbitan waran tersebut.<br /> <br /> <b>Manfaat Investasi pada Waran</b><br /> a. Pemilik waran memiliki hak untuk membeli saham baru perusahaan dengan harga yang lebih rendah dari harga saham tersebut dipasar dengan harga yang lebih rendah dari harga saham tersebut di Pasar Sekunder dengan cara menukarkan waran yang dimilikinya ketika harga saham perusahaan tersebut melebihi harga pelaksanaan.<br /> <br /> <b>Contoh : </b>Jika seorang investor membeli waran pada harga Rp.200.00 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp.1.500,00 dan pada tanggal pelaksanaan, harga saham perusahaan meningkat menjadi Rp.1.800,00 per saham, maka ia akan membeli saham perusahaan tersebut dengan harga hanya Rp. 1.700,00 (Rp.1.500,00 + Rp.200,00). Jika ia langsung membeli saham perusahaan tersebut di Pasar Sekunder, ia harus mengeluarkan Rp.1.800,00 per saham.<br /> <br /> b. Apabila waran diperdagangkan di Bursa, maka pemilik waran mempunyai kesempatan untuk memperoleh keuntungan (capital gain) yaitu apabila harga jual waran tersebut lebih besar dari pada harga beli.<br /> <br /> <b>Resiko Investasi pada Waran</b><br /> <br /> a. Jika harga saham pada periode pelaksanaan (exercise period) jatuh dan menjadi lebih rendah dari harga pelaksanaannya. investor tidak akan menukarkan waran yang dimilikinya dengan saham perusahaan sehingga ia akan mengalami kerugian sebesar harga beli waran tersebut.<br /> <br /> <b>Contoh : </b>Jika seorang investor membeli waran di pasar sekunder dengan harga Rp.200,00 serta harga pelaksanaan Rp.1.500,00. Pada tanggal pelaksanaan, harga saham perusahaan yang bersangkutan turun menjadi Rp.1.200,00. Jika hal tersebut terjadi, maka investor tidak mengeluarkan Rp.1.700,00 yaitu (Rp.1.500,00 harga pelaksanaan+Rp.200,00 harga waran). Jika ia tidak menukarkan waran yang dimilikinya maka kerugian yang ditanggung hanya Rp.200,00 yaitu sebesar harga beli waran tersebut.<br /> <br /> b. Karena sifat waran hampir sama dengan saham dan dapat diperdagangkan di bursa, maka pemilik waran juga dapat mengalami kerugian (capital loss) jika harga beli waran lebih tinggi daripada harga jualnya.<br /> <br /> <br /> <br /> (ond)</div><br /> <br /> <br /> Mon, 30 May 2016 17:26:08 +0700 [Investasi] : Yuk Berinvestasi Saham Syariah di IPOT Syariah https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1026 <div class="left"><span class="font_size_3">Jangan khawatir untuk Anda umat muslim di Indonesia, apabila ingin berinvestasi saham, karena sudah ada fatwa Dewan Syari'ah Nasional Indonesia (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) </span><b><span class="font_size_3">No. 80/DSN-MUI/III/2011</span></b><span class="font_size_3"> tentang </span><i><span class="font_size_3">&ldquo;Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Berifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek&rdquo;</span></i><span class="font_size_3"> yaitu yang menerangkan bahwa berinvestasi saham itu halal apabila sesuai dengan prinsip syariah.</span></div><div class="left"><span class="font_size_3"><br /> Berdasarkan fatwa DSN MUI tersebut dan banyaknya masyarakat Indonesia yang berkeinginan untuk berinvestasi dan bertransaksi secara halal, sesuai dengan kaidah-kaidah agama Islam, maka IPOT Syariah hadir untuk memenuhi kebutuhan akan investasi saham syariah.</span><br /> <br /> <span class="font_size_3">IPOT Syariah adalah aplikasi online trading syariah pertama di Indonesia dan telah mendapatkan sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN), dan dikhususkan untuk transaksi saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES). Sertifikasi dari DSN merupakan jaminan bahwa transaksi saham online yang dilakukan melalui IPOT Syariah, telah sesuai prinsip-prinsip syariah. Indeks yang digunakan adalah ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) yang menggunakan perhitungan angka indeks untuk konstituen saham-saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES). IPOT Syariah telah mendapatkan Sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional berdasarkan Surat Keputusan No.003.11.02/DSN-MUI/X/2011.</span><br /> <br /> <br /> <span class="font_size_3"><b>I</b><b>POT Syariah memberikan fitur-fitur transaksi saham yang sesuai dengan prinsip Syariah seperti: </b></span><ol><li><span class="font_size_3">Melakukan investasi secara <i>&quot;HALAL&quot;</i>, yaitu hanya melakukan transaksi pada saham-saham yang masuk di dalam DES (Daftar Efek Syariah). <br /> Apabila Anda membeli saham yang bukan saham syariah, makan akan keluar &ldquo;Pop Up Message&rdquo; sebagai berikut :<br /> <br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-HrdQoizhVD4/V0wOmrPG9CI/AAAAAAAAACQ/HwsKPpiCu8c5vH4ckG_rMdZFKRwR3DT_wCCo/s912/saham+yang+ditransaksikan+bkn+saham+syariah.JPG"/></span></li></ol></div><br /> <br /> <br /> <span class="font_size_3">2. Tidak mengandung <i>&quot;RIBA&quot;</i>, karena limit transaksi hanya sebesar saldo kas nasabah.</span><div class="left"><span class="font_size_3">&nbsp; &nbsp; &nbsp;Apabila Anda membeli saham dengan limit transaksi melebihi dari saldo kas Anda, maka akan keluar &ldquo;Pop Up Message&rdquo; sebagai berikut :<br /> </span><br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-wOOXaWyJbJk/V05J3GGFcrI/AAAAAAAAADY/Q6e52yshLT4JcM_3fTVVHQk0m_PNYIX3wCCo/s800/transaksi+anda+di+tolak+krn+terindikasi+riba.JPG"/> <br /> <br /> 3. Terhindar dari <i>&quot;BA'I AL-MAKSYUF&quot;</i> (menjual yang bukan miliknya), karena di IPOT SYARIAH tidak diperkenankan untuk melakukan short-selling.<br /> &nbsp; &nbsp; Apabila Anda menjual saham yang tidak ada dalam portofolio Anda, maka akan keluar &ldquo;Pop Up Message&rdquo; sebagai berikut :<br /> [/color][/size][/font]<br /> <br /> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-WRzV1j8dJAo/V05KsskyhwI/AAAAAAAAAD0/_zqBdorHzJwoIWxNtaAbpyXz0HyW4qkoQCCo/s912/transaksi+anda+di+tolak+krn+termasuk+ba%27i+al-maksyuf.JPG"/><br /> <br /> <span class="font_size_3">4. Tampilan (workspace) khusus untuk IPOT SYARIAH. Dimana pada running trade hanya saham-saham yang masuk DES yang akan ditampilkan.</span></div><br /> <br /> <br /> <span class="font_size_3"><b>Keunggulan mempunyai akun IPOT Syariah, yaitu :</b></span><div class="left"><span class="font_size_3"><br /> 1. Tidak ada setoran awal</span></div><div class="left"><span class="font_size_3">2. Tidak ada biaya administrasi</span></div><div class="left"><span class="font_size_3">3. Dapat di akses melalui web maupun aplikasi</span></div><div class="left"><span class="font_size_3"><br /> (EWS)</span></div><br /> <br /> <br /> <br /> <br /> Mon, 16 Apr 2018 11:04:59 +0700 [Investasi] : Pilih Investasi Sesuai Dengan Karakter https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1025 <br /> <br /> <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-pyNOc5X_NYU/V0wO7M9xaLI/AAAAAAAAImo/umnxMrfn-AUvffZeKOczuSGzFm8yApygQCCo/s452/ikon1.jpg"/><br /> </div><br /> <br /> <br /> Bingung memilih investasi apa yang bagus? &quot;Apakah dana saya investasikan akan berkembang?&quot;&quot;Kalau akhirnya rugi bagaimana ya?&quot;<br /> <br /> Ini merupakan pertanyaan yang paling banyak muncul ketika orang ingin memulai investasi. Merupakan hal yang wajar karena berhubungan dengan untung dan rugi jadi alamiah kita akan melihat risiko yang akan terjadi.<br /> <br /> Faktor-faktor yang mempengaruhi orang untuk memulai investasi adalah umur, tujuan keuangan yang ingin dicapai, kondisi finansial, jangka waktu investasi kemudian tingkat keuntungan. Ada faktor lain memilih jenis investasi yaitu disesuaikan dengan berapa besar Anda bisa menerima risiko. Karena tiap jenis investasi memiliki karakter yang berbeda jadi sesuaikan dengan karakter anda.<br /> <br /> Dari beberapa faktor yang mempengaruhi orang untuk memulai investasi secara umum, profil risiko dapat dibagi menjadi : <br /> <br /> <b>1.Konservatif</b><br /> Tipe ini tidak berani menghadapi risiko dan ketidakpastian di masa depan. Sangat mengutamakan keamanan dalam berinvestasi daripada mendapatkan keuntungan besar tapi berisiko. <br /> Tipe konservatif menempatkan dananya pada instrumen investasi seperti deposito, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan obligasi.<br /> <br /> <b>2.Moderat</b><br /> Tipe ini lebih berani mengambil risiko dibandingkan tipe konservatif. Mengharapkan tingkat imbal hasil yang sedang tetapi stabil dan terukur. <br /> Tipe moderat menempatkan dananya pada intrumen investasi reksadana campuran dan jenis investasi berpendapatan tetap dan sebagian kecil saham. <br /> <br /> <b>3.Agresif</b><br /> Tipe ini sangat berani menghadapi resiko. Sangat percaya bahwa berinvestasi pada instrumen yang beresiko tinggi berarti berpotensi mendapatkan hasil yang tinggi.<br /> Tipe agresif menempatkan dananya sebagian besar pada jenis investasi ke saham dan beberapa pada instrumen obligasi, Reksadana Pendapatan Tetap.<br /> <br /> Pelajarilah setiap produk investasi dengan lengkap dan sesuaikan dengan tipe profil risiko anda, <br /> kemudian berinvestasi untuk mencapai tujuan anda dan lakukan monitoring secara berkala untuk memantau kinerja investasi Anda<b>.</b> <br /> (sjp)<br /> <br /> Mon, 30 May 2016 17:02:17 +0700 [Investasi] : Meraup Untung Didalam Saham https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1023 <br /> <div class="center"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-73BHw-NbJI8/V0wMi7xpKXI/AAAAAAAAImY/le-9aVAG6CMOvYcoHHGVvvZrM9MuyX51QCCo/s300/Investasi-Saham-300x198.jpg"/></div><br /> <br /> <br /> Pada prinsipnya trading saham sama seperti berdagang, ada pasar, pembeli, penjual dan barang yang ditransaksikan. Dimana pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual sehingga terbentuk aktifitas jual dan beli. Dimana Ketika harga sedang murah atau diskon sebaiknya untuk membeli dan ketika harga sedang tinggi sebaiknya jual.<br /> <br /> Sebuah peristiwa bisa dilihat dari berbagai sisi. Juga pada badai krisis ekonomi yang lalu melanda dunia tahun 2008, kerugian seseorang bisa jadi justru merupakan keuntungan bagi anda. Bagi sejumlah pihak krisis keuangan dunia membuka peluang untuk mengeruk untung.<br /> &nbsp;<br /> Adalah Tokoh investor dan pengusaha Amerika Serikat, Warren Buffett yang merupakan orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates, misalnya, menggunakan kesempatan tersebut untuk berbelanja di bursa saham : &ldquo;Ini merupakan opsi senilai 5 milyar dolar. Dan saya mengerti kondisi itu sebagai peluang untuk menanam modal tambahan sebanyak 5 milyar dolar. Jadi seluruhnya ada 10 milyar dolar yang dapat kami investasikan&rdquo;<br /> &nbsp;<br /> Setelah Buffet menyuntikkan 5 milyar dolar dalam bank investasi Goldman Sachs, dan mengumumkan investasi tambahan sebesar 5 milyar dolar lagi, Buffet membeli saham perusahaan General Electric senilai 3 milyar dolar. Bagaimanapun juga Warren Buffet adalah milyoner yang diakui banyak orang memiliki intuisi kuat dan jarang salah ketika menanam modal.<br /> &nbsp;<br /> Kita kembali lagi pada poin diatas dimana Ketika harga saham sedang murah atau diskon sebaiknya untuk membeli, tetapi tidak semua saham yang sedang diskon bisa di beli.Kenapa?Tentunya saat kita membeli harus melihat kualitas saham tersebut apakah memang layak untuk dibeli atau tidak.<br /> &nbsp;<br /> Berikut ini ada beberapa pedoman yang bisa dilakukan dalam investasi saham :<br /> <br /> <b>1.Menentukan lebih dahulu tipe anda dalam trading saham.</b><br /> Dalam trading saham ada orang yang menempatkan dirinya sebagai day trader, swing trader dan investor. Sebenarnya dibedakan berdasarkan waktu nya saja. Day trader adalah orang yang jual/beli saham secara harian, swing trader adalah orang yang jual/beli saham secara mingguan/bulanan dan investor adalah orang yang jual/beli saham dalam jangka waktu tahunan.<br /> &nbsp;<br /> <b>2.Jangan pernah berhutang.</b><br /> Setiap broker biasanya menyediakan fasilitas margin atau trading limit, jadi maksudnya Anda dapat membeli saham (biasanya tidak semua saham dapat dibeli, hanya saham yang dijamin oleh broker tersebut) dengan cara berhutang terlebih dahulu di broker tapi tentu saja ada bunga nya. Dan ingat, bunga atas penggunaan margin dihitung termasuk hari libur (sabtu, minggu dan libur nasional). Jadi jika ingin menggunakan margin sebaiknya catat waktu dan jumlah margin yang digunakan agar kita ingat dan punya catatan.<br /> &nbsp;<br /> <b>3.Melakukan Analisa saham.</b><br /> Sebelum membeli saham ada baiknya anda lakukan analisa untuk mengetahui trend suatu saham dan bagaimana prospek pertumbuhan perusahaan kedepannya.<br /> Ada dua jenis analisa saham yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental.<br /> -analisa teknikal digunakan untuk mengetahui histori pergerakan harga saham berhubungan dengan grafik harga saham.<br /> -analisa fundamental digunakan untuk mengetahui apakah harga saham tersebut sudah kemahalan atau tidak dan menilai prospek pertumbuhan perusahaan.<br /> &nbsp;<br /> <b>4.Pilih saham Bluechip.</b><br /> Saham Blue chip adalah saham yang masuk dalam kategori kapitalisasi pasar, likuiditas, kinerja emiten dan stabilitas kinerjanya dan lama perusahaan melantai di Bursa. Contoh saham blue chip adalah saham yang masuk dalam index LQ45.<br /> &nbsp;<br /> Klasifikasi saham berdasarkan pergerakannya ada 3 jenis yaitu :<br /> -Saham Bluechip : Saham yang sangat likuid dan umumnya memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) diatas Rp 40 Triliun.<br /> -Saham Second liner (lapis kedua) adalah Saham yang cukup likuid dan umumnya memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) antara Rp 1 Triliun - 40 Triliun.<br /> -Saham Third liner (lapis ketiga) atau yang paling populer disebut saham gorengan adalah Saham yang tidak likuid dan umumnya memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) dibawah Rp 1 Triliun.<br /> &nbsp;<br /> <b>5.Disiplin trading.</b><br /> Dalam hal ini adalah setelah menganalisa saham yang ingin anda beli kemudian anda membuat trading plan dengan menentukan target profit atau keuntungan dan batas loss atau kerugian. Ini sangat membantu untuk mencapai tujuan trading. Rencana tersebut memberikan anda suatu jawaban tentang apa, mengapa, bagaimana dan kapan hal tersebut harus dilakukan agar strategi tradingnya menjadi menguntungkan.<br /> &nbsp;<br /> <b>6.Hindari saham gorengan.</b><br /> Saham gorengan biasanya merupakan saham perusahaan-perusahaan yang umumnya diperdagangkan bukan berdasarkan fundamentalnya, tapi berdasarkan rumor atau isu. Dan disebut saham gorengan salah satu alasannya adalah tidak seperti jenis saham lain yang pergerakannya sulit diikuti, saham gorengan ini gampang sekali &lsquo;digoreng&rsquo;. Sehingga, sama seperti halnya menggoreng dalam artian sesungguhnya, saham ini gampang digerakkan oleh kelompok tertentu sehingga memiliki resiko lebih tinggi daripada jenis saham lainnya.<br /> (sjp)<br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> Mon, 30 May 2016 16:51:24 +0700 [Investasi] : Berikut beberapa alasan kenapa kita harus berinvestasi https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1022 <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-6uyTwdK6qKs/V0wFXNUxgAI/AAAAAAAAA18/syFGRlOAk-sGzStRjgHUq_vyB-A50M7GwCCo/s572/AAEAAQAAAAAAAAA-AAAAJDIyZTZiNWM2LWMxMjYtNDg1Ni04MTIyLWJiYTU2M2Y3NDlmYw.jpg"/><div class="left">Jika kita lihat saat ini semua kebutuhan harga barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kita selalu naik. Mungkin saat kita mulai memproyeksikan diri kita ke depan setelah kita mengetahui hal ini. Salah satu cara untuk memelawan inflasi ini adalah dengan Investasi.</div><br /> <br /> <div class="left">Investasi adalah pengelolaan suatu aset yang dapat memberikan hasil investasi di kemudian hari.</div><br /> <br /> <div class="left">Berdasarkan asetnya, investasi terbagi menjadi dua ::</div><br /> <br /> <div class="left">Investasi di sektor keuangan adalah transaksi jual beli aset keuangan untuk memperoleh keuntungan.</div><br /> <br /> <div class="left">Investasi di sektor riil adalah menanam modal atau membeli aset produktif untuk menghasilkan suatu produk melalui proses produksi.</div><br /> <br /> <div class="left">Investasi sudah menjadi keharusan untuk mencapai kebebasan finansial di masadepan. Berikut beberapa alasan kenapa kita harus berinvestasi.</div><br /> <br /> <div class="left">1. Inflasi</div><div class="left">Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.</div><br /> <br /> <div class="left">2. Peningkatan nilai kekayaan</div><div class="left">Setiap orang tentunya menginginkan kekayaannya bertambah. Dengan begitu anda bisa meningkatkan kekayaan dengan berinvestasi.</div><br /> <br /> <div class="left">3. Menghadapi ketidakpastian di masa yang akan datang</div><div class="left">Sekarang ini dunia sedang mengalami ketidakpastian yang sulit untuk diprediksi. Banyak orang yang sedang merasa di puncak-puncaknya bisa turun begitu saja. Memiliki aset investasi sangat penting untuk menghadapi suatu ketidakpastian.&nbsp;</div><br /> <br /> <div class="left">4. Kebutuhan</div><div class="left">Tentunya kita harus selalu memenuhi kebutuhan untuk menghindari kebuntuan. Ada banyak cara untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari salah satunya dengan investasi. Dengan berinvestasi, kita bisa memanfaatkan hasil keuntungan dari aset untuk memenuhi kebutuhan.</div><br /> <br /> <div class="left">Namun tujuan paling utama dari berinvestasi adalah karena untuk mempersiapkan bekal dimasadepan. Kita tidak tahu akan seperti apa masadepan kita kelak. Namun setidaknya kita bisa merencanakan masadepan kita dengan baik. Dengan berinvestasi berarti kita memiliki sebuah &ldquo;senjata&rdquo; untuk menghadapi masadepan.</div><br /> <br /> <div class="left">(SAP)</div><br /> <br /> <br /> Mon, 30 May 2016 16:20:32 +0700 [Investasi] : Metode Evaluasi Kinerja ReksaDana https://ipotforum.com/forum/index.php/content/thread_content/1018 <div class="center"><b> Metode Evaluasi Kinerja ReksaDana</b></div><br /> <br /> <br /> Beberapa metode&nbsp;yang dapat digunakan untuk menganalisa sebelum memutuskan untuk membeli suatu ReksaDana, jadi tidak hanya menggunakan satu faktor penilaian hanya berdasarkan NAV saja.<br /> <br /> Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja ReksaDana diantaranya adalah :<br /> <br /> <br /> <b>%Performance</b>&nbsp;<br /> <br /> <i>Return yang paling besar pada tahun sebelumnya merupakan pilihan yang bagus </i>untuk memilih ReksaDana, tapi tetap melihat indikator lainnya.<br /> Jadi yang positifnya besar itu dinilai performancenya bagus.<br /> <br /> <br /> <b>%Chg NAV</b> :<br /> <br /> Menggambarkan perubahan &nbsp;NAV dari NAV terakhir dibandingkan dengan suatu periode (bisa 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun atau dapat dipilih sendiri).<i>NAV yang positifnya besar yang dinilai sebagai performance yang bagus.</i><br /> <br /> <br /> <b>%Sharpe</b> :<br /> <br /> Menunjukan suatu perbandingan antara return terhadap resiko.&nbsp;<br /> <i>Semakin besar nilai sharpe ratio, artinya makin baik</i>, karena rata-rata pergerakan imbal hasilnya lebih besar dari risk free rate dan standar deviasi relatif rendah.Kalau sharpe Ratio minus adalah dikarenakan returnnya minus.<br /> <br /> <b>Cara menghitung Sharpe Ratio </b>:<br /> <br /> Sharpe Ratio = &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<u>Return Reksadana &nbsp;- Risk Free Rate</u><br /> &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Standart Deviasi<br /> &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br /> <br /> Return Reksadana &nbsp; &nbsp;: Rata-rata tingkat pengembalian&nbsp;<br /> Risk Free Rate &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Rata-rata atas bunga investasi bebas risiko<br /> Standart Deviasi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Standar Deviasi Reksadana<br /> <br /> <br /> <b>%Drawdown</b> :&nbsp;<br /> <br /> Menggambarkan suatu NAV yang turun ke bawah terdalam/tercuram dalam suatu periode yang ditentukan.Apabila nilainya 0,10 berarti tingkat penurunannya pada periode tertentu tersebut 10% dari nilai investasi awal.<i>Semakin kecil presentase drawdown suatu reksadana, semakin bagus.</i><br /> <br /> <br /> <b>Drawdown periode :</b>&nbsp;<br /> <br /> Periode penurunan yang harus dialami investor yang memiliki reksadana bersangkutan dalam suatu periode.&nbsp;<i>Periode yang paling sebentar adalah yang bagus</i> artinya reksadana tersebut cepat pulih dari masa penurunannya.<br /> <br /> <br /> <b>Hi-Lo performance</b> :<br /> <br /> Hi Lo &nbsp;menentukan grafik NAV (Net Asset Value) dalam suatu periode 3M/6M/9M/1Y/2Y/3Y &nbsp;dimana NAV penutupan terakhir berada berapa persen dari titik terendah suatu ReksaDana dalam 1 periode.<br /> <i>Hi Lo semakin tinggi nilainya semakin bagus.</i>&nbsp;<br /> <br /> <b>Cara menghitung Hi-Lo</b> :<br /> <br /> Hi Lo &nbsp;= &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;<u>Last NAV - Low NAV</u><br /> &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;High NAV - Low NAV<br /> <br /> (RS) <br /> <br /> <br /> <br /> Mon, 30 May 2016 11:46:17 +0700